Penyebab Kulit Kering di Musim Dingin dan Perawatannya, dengan Ceramide
By Dr. Lee6 min read

Banyak orang merasa kulitnya tiba-tiba kering, tertarik, dan mengelupas begitu musim dingin datang, padahal saat musim panas kulit yang sama nyaris tidak bermasalah. Ada alasan jelas di balik perubahan ini. Suhu dan kelembapan udara turun bersamaan, sehingga air di permukaan kulit menguap jauh lebih cepat dari biasanya.
Masalahnya tidak berhenti di rasa kering saja. Begitu skin barrier melemah, gatal, sensitivitas, bahkan garis halus bisa muncul mengikuti. Karena itu, perawatan kulit di musim dingin bukan sekadar menambah satu lapis pelembap, melainkan memahami dulu bagaimana barrier itu rusak, baru kemudian menyesuaikan cara merawatnya.
Mengapa kulit kering di musim dingin?
Ketika suhu turun, kadar air di udara ikut menurun. Di dalam ruangan, pemanas ruangan membuat kelembapan bisa anjlok hingga sekitar 20%. Udara yang kering punya daya tarik lebih kuat terhadap air di permukaan kulit, sehingga kelembapan kulit terus tersedot keluar meski tidak melakukan apa-apa.
Ditambah lagi angin dingin membuat aliran darah di permukaan kulit berkurang, dan produksi sebum pun ikut menurun. Sebum sebenarnya membentuk lapisan minyak tipis di permukaan kulit yang berfungsi menahan air agar tidak menguap. Ketika jumlahnya berkurang, "tutup" pelindung ini jadi lebih tipis. Itulah sebabnya TEWL (transepidermal water loss, jumlah air yang menguap dari kulit ke udara) dilaporkan meningkat jauh lebih tinggi di musim dingin dibanding musim panas.
Mengapa skin barrier menipis lebih dulu?
Skin barrier sering diibaratkan seperti susunan bata dan semen. Sel-sel kulit mati berperan sebagai bata, sementara ceramide (ceramide, lipid yang mengisi celah antar sel kulit mati), asam lemak, dan kolesterol berperan sebagai semen yang merekatkannya. Susunan ini harus rapat agar air tidak bocor keluar, sekaligus mencegah zat iritan masuk ke dalam.
Kalau kekeringan berlangsung terus di musim dingin, bagian "semen" ini yang lebih dulu menipis. Akibatnya muncul celah di antara bata, air jadi lebih mudah keluar, sementara debu atau residu deterjen justru lebih gampang masuk. Itu sebabnya produk skincare yang biasanya aman bisa tiba-tiba terasa perih atau memicu kemerahan begitu musim dingin tiba.
Bagaimana ceramide menutup celah skin barrier?
Saat kulit yang kekurangan ceramide diberi krim mengandung ceramide, efeknya mirip menambal celah di antara bata dengan semen baru. Pada penelitian, kulit yang rutin memakai pelembap berbahan ceramide menunjukkan TEWL yang menurun dan kadar air di stratum korneum yang meningkat.
Namun, ceramide saja belum cukup. Di dalam kulit ada juga NMF (natural moisturizing factor) yang terbentuk dari penguraian filaggrin (filaggrin, protein di dalam sel kulit mati yang terurai menjadi faktor pelembap alami). NMF inilah yang bertugas menahan air agar tetap ada di kulit. Karena itu, mengisi kembali "tembok" dengan ceramide perlu dibarengi dengan bahan yang mengikat air, supaya barrier benar-benar pulih.
Bahan penarik air dan bahan penahan air
Bahan pelembap secara garis besar terbagi dua: yang menarik air masuk dan yang mencegah air keluar. Hyaluronic acid dan glycerin termasuk humektan, yaitu bahan yang menarik air dari udara atau dari lapisan kulit yang lebih dalam, lalu menahannya di stratum korneum. Cara kerjanya mirip spons yang menyerap dan menyimpan air.
Sementara itu, petrolatum (petrolatum, bahan utama vaseline) atau bahan berbasis minyak membentuk lapisan tipis di permukaan kulit yang mencegah air menguap keluar. Jika hanya memakai humektan saja saat udara sangat kering seperti musim dingin, bahan ini justru bisa menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam dan membuat kulit makin kering. Karena itu, memakai bahan penahan air di atas humektan jauh lebih aman selama musim dingin.
Urutan mengoles pelembap
Setelah cuci muka, saat kulit masih sedikit lembap, produk berbahan hyaluronic acid atau glycerin sebaiknya dipakai lebih dulu. Bahan ini akan menarik sisa air yang ada dan menahannya di stratum korneum. Setelah itu, krim berbahan ceramide atau petrolatum dioleskan di atasnya untuk "menutup" agar air yang baru saja ditarik tidak menguap keluar lagi.
Kalau urutannya dibalik, efeknya jauh berkurang. Krim yang berminyak dan dipakai lebih dulu akan menghalangi bahan pelembap berbasis air masuk ke kulit, sehingga produk itu hanya menggenang di permukaan. Karena itu, urutan pemakaian yang benar adalah dari tekstur paling ringan dan encer, lalu ke yang paling kental, supaya setiap bahan bisa bekerja sesuai fungsinya.
Apakah mandi air panas memperparah kering?
Saat musim dingin, godaan untuk mandi lama dengan air hangat memang besar, tapi kebiasaan ini bisa memperparah kekeringan kulit. Air panas melarutkan lapisan sebum di permukaan kulit jauh lebih kuat dibanding air dingin, mirip seperti minyak yang lebih mudah luntur kalau kena air panas.
Karena itu, disarankan mandi dengan air suam-suam kuku dan tidak terlalu lama. Setelah mandi, pelembap sebaiknya langsung dioleskan dalam waktu sekitar 3 menit, sebelum kulit benar-benar kering. Tujuannya supaya air yang masih tersisa di stratum korneum sempat ditahan oleh bahan pelembap sebelum menguap.
Kelembapan ruangan dan kebiasaan sehari-hari
Selain pelembap, lingkungan sekitar juga berperan penting. Beberapa kebiasaan berikut bisa membantu:
- Jaga kelembapan ruangan di kisaran 40% sampai 60%: kalau terlalu rendah, udara menarik air dari kulit lebih kuat, sementara kalau terlalu tinggi justru berisiko memicu jamur atau bakteri, jadi rentang ini yang dianjurkan.
- Bersihkan selang humidifier secara rutin: bakteri atau jamur yang berkembang di dalam humidifier justru bisa mengiritasi saluran napas dan kulit, jadi perlu dibersihkan berkala.
- Kurangi frekuensi pemakaian eksfoliator asam: bahan eksfoliasi seperti AHA dan BHA menipiskan stratum korneum sehingga bisa membuat barrier makin lemah, karena itu pemakaiannya sebaiknya dikurangi di musim dingin.
- Pakai produk mengandung niacinamide: niacinamide dikenal membantu sintesis ceramide dan pemulihan barrier, jadi cocok ditambahkan ke rutinitas pelembap musim dingin.
- Kurangi paparan langsung angin dingin dengan syal atau masker: semakin sedikit waktu angin dingin menyentuh kulit langsung, semakin lambat pula kecepatan hilangnya air dari kulit.
Kebiasaan-kebiasaan ini terlihat kecil satu per satu, tapi masing-masing menutup jalur berbeda yang bisa merusak barrier, jadi sebaiknya dijalankan bersamaan.
Berapa lama skin barrier pulih?
Skin barrier tidak pulih dalam sehari dua hari. Perbaikan yang terlihat jelas pada kadar air stratum korneum dan penurunan TEWL biasanya baru muncul setelah 4 sampai 8 minggu perawatan yang konsisten. Lipid dan sel kulit mati yang menyusun barrier memang butuh waktu sepanjang itu untuk terisi kembali.
Karena itu, daripada gonta-ganti produk hanya setelah beberapa hari mencoba dan merasa belum ada hasil, lebih baik memakai satu produk secara konsisten minimal sebulan penuh agar barrier benar-benar pulih. Namun, kalau selama pemakaian muncul rasa perih atau kemerahan yang makin parah, produk itu sebaiknya langsung dihentikan.
Begitu musim berganti ke musim semi pun, barrier yang rusak selama musim dingin tidak langsung kembali seperti semula. Kenaikan suhu dan kelembapan hanya mempercepat sedikit proses pemulihan, sementara lipid dan sel kulit mati yang menyusun barrier tetap perlu waktu untuk terbentuk perlahan. Karena itu, rutinitas pelembap yang sudah dibangun selama musim dingin sebaiknya tetap dilanjutkan untuk sementara waktu meski cuaca sudah menghangat, supaya barrier benar-benar pulih sepenuhnya.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Masalah Kulit Saat Pancaroba: Penyebab dan Perawatan, dari Cuci Muka hingga Pelembap
Saat pergantian musim, suhu dan kelembapan udara berubah drastis dalam waktu singkat sehingga skin barrier dan kelenjar minyak ikut terganggu. Berikut penjelasan mengapa masalah kulit sering muncul di masa ini, cara kerja pemulihan skin barrier, dan urutan perawatan yang tepat.
By Dr. Kim

Penyebab Skin Barrier Rusak dan Cara Mengisi Ceramide hingga Pulih
Skin barrier adalah lapisan pelindung tipis yang terbentuk dari sel kulit mati dan lipid yang tersusun berlapis-lapis. Saat ceramide berkurang, muncul celah di lapisan ini sehingga kelembapan mudah menguap dan iritasi dari luar lebih gampang masuk. Berikut penjelasan kenapa skin barrier bisa rusak dan bagaimana ceramide mengisi kembali celah tersebut.
By Dr. Kim

Jerawat dewasa: penyebab, bahan perawatan, dan kapan harus ke dokter kulit
Jerawat dewasa berbeda dari jerawat remaja, baik dari lokasi maupun penyebabnya. Berikut cara hormon, skin barrier, dan gaya hidup saling berkaitan hingga memicu jerawat di garis rahang, serta kandungan dan kebiasaan yang membantu mengatasinya.
By Dr. Kim