Cara Kerja Laser Vbeam Menyasar Kemerahan dan Pembuluh Darah Halus, Jumlah Sesi, dan Masa Pemulihan
By Dr. Lee6 min read

Di cermin, pembuluh darah halus berwarna merah di pipi dan sekitar hidung terus terlihat. Sudah ditutup dengan makeup pun, esoknya muncul lagi. Cuaca dingin atau habis minum sedikit alkohol saja, wajah langsung memerah menyala. Bagi yang punya keluhan seperti ini, nama yang paling sering didengar di klinik adalah Vbeam.
Vbeam termasuk jenis laser pewarna, tapi dirancang untuk menyasar pembuluh darah, bukan pigmen kulit. Bagaimana caranya alat ini bisa mengenali pembuluh darah yang melebar di antara begitu banyak jaringan kulit? Mari kita telusuri satu per satu prinsip kerjanya.
Apa Itu Laser Vbeam dan Bagaimana Sejarahnya?
Vbeam termasuk golongan PDL (pulsed dye laser, laser pewarna berdenyut). Namanya berasal dari cara kerja alat ini yang menggunakan larutan pewarna sebagai medium untuk menghasilkan cahaya laser.
Sebelum alat ini ada, laser yang dipakai untuk mengatasi masalah pembuluh darah sering ikut membakar jaringan sehat di sekitarnya. Vbeam dirancang untuk memancarkan cahaya kuning dengan panjang gelombang spesifik, yaitu antara 585 dan 595 nanometer, sehingga hanya bereaksi dengan pigmen di dalam pembuluh darah dan relatif tidak mengganggu kulit di sekitarnya.
Kenapa Hemoglobin Hanya Menyerap Panjang Gelombang Ini?
Warna merah pada darah kita berasal dari hemoglobin, protein pigmen yang ada di dalam sel darah merah. Selain bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, hemoglobin juga punya sifat khusus, yaitu sangat mudah menyerap cahaya dengan warna tertentu.
Bayangkan cat hijau yang terciprat ke baju merah, pasti langsung mencolok. Setiap zat punya warna cahaya favorit yang paling mudah diserapnya. Hemoglobin ternyata paling kuat menyerap cahaya di rentang warna kuning, dan panjang gelombang 585 sampai 595 nanometer yang dipancarkan Vbeam persis berada di rentang ini.
Sementara itu, melanin (pigmen pemberi warna kulit) dan kandungan air di kulit relatif kurang menyerap panjang gelombang ini. Jadi meski cahaya yang dipancarkan sama, hemoglobin di dalam pembuluh darah menyerap energi jauh lebih banyak dibanding jaringan sekitarnya, dan perbedaan inilah kunci mengapa hanya pembuluh darah yang bisa disasar. Di dunia dermatologi, prinsip ini disebut fototermolisis selektif, yaitu memfokuskan kerusakan akibat panas hanya pada bagian yang jadi target warna tertentu.
Bagaimana Cahaya yang Diserap Berubah Jadi Panas dan Menutup Pembuluh Darah?
Hemoglobin yang menyerap energi cahaya langsung berubah jadi panas dalam sekejap. Panas ini kemudian menyebar ke dinding pembuluh darah tempat hemoglobin berada.
Pembuluh darah kapiler yang sudah melebar biasanya berdinding tipis dan rapuh. Saat terkena panas, sel-sel yang membentuk dinding bagian dalam pembuluh darah rusak, sehingga pembuluh darah mengerut dan memadat. Proses pemadatan ini mirip dengan putih telur yang mengeras jadi putih saat kena panas. Darah dan jaringan pembuluh darah yang tadinya cair berubah bentuk jadi padat karena panas.
Vbeam mengatur pancaran panas ini hanya dalam hitungan milidetik, sangat singkat. Karena laser berhenti sebelum panas sempat menyebar keluar pembuluh darah, kerusakan hanya terjadi di pembuluh darah yang jadi target, sementara kulit sehat di sekitarnya relatif tidak terkena imbasnya.
Bagaimana Tubuh Membersihkan Pembuluh Darah yang Sudah Rusak?
Pembuluh darah yang sudah dipadatkan oleh laser tidak langsung menghilang saat itu juga. Tubuh butuh waktu untuk membersihkan jaringan pembuluh darah yang rusak secara bertahap.
Dinding pembuluh darah yang memadat akan diurai dan diserap oleh makrofag, sel imun yang bertugas membersihkan sisa jaringan rusak. Prosesnya mirip truk yang mengangkut sisa material dari lokasi proyek yang sudah selesai dikerjakan. Proses penyerapan ini diketahui berlangsung sekitar 1 hingga 4 minggu setelah tindakan, sehingga kemerahan biasanya baru terasa memudar seiring waktu, bukan langsung hilang di hari tindakan.
Apa Itu Purpura yang Muncul Setelah Tindakan?
Setelah menjalani tindakan Vbeam, area yang ditembak laser sering berubah warna jadi ungu atau keunguan, seperti memar. Reaksi ini disebut purpura.
Purpura muncul karena panas laser merusak dinding pembuluh darah, sehingga sedikit komponen darah bocor ke jaringan sekitarnya. Justru munculnya purpura kadang dianggap sebagai tanda bahwa energi laser sudah mencapai pembuluh darah target dan memicu reaksi yang diinginkan. Meski begitu, purpura bukan syarat mutlak, ada juga pengaturan alat yang membuat tindakan berjalan tanpa purpura.
Apa yang Terjadi Selama Masa Pemulihan?
Kalau purpura muncul, masa pemulihannya umumnya diketahui berlangsung sekitar 7 hingga 10 hari. Selama periode ini, ada beberapa perubahan yang terjadi berurutan di dalam kulit.
- Segera setelah tindakan, muncul bercak keunguan disertai sedikit bengkak. Ini karena ada reaksi peradangan sementara di sekitar pembuluh darah yang rusak.
- Setelah 3 hingga 5 hari, warnanya perlahan berubah dari ungu jadi cokelat, lalu kekuningan. Ini menandakan komponen darah yang bocor sedang diuraikan oleh makrofag.
- Sekitar 7 hingga 10 hari, purpura sebagian besar sudah hilang dan warna kulit kembali seperti semula. Ini tanda proses penyerapan jaringan pembuluh darah yang rusak sudah memasuki tahap akhir.
Selama periode ini, disarankan untuk tidak menggosok area yang ditindak atau mengompres dengan sesuatu yang panas. Dinding pembuluh darah yang sedang pulih masih sensitif terhadap rangsangan.
Kenapa Tindakan Ini Tidak Cukup Sekali?
Pembuluh darah halus dan kemerahan yang tersebar di wajah punya ketebalan dan kedalaman yang berbeda-beda. Dalam satu kali tindakan, energi laser sering kali baru bisa menjangkau sebagian pembuluh darah, sementara sisanya belum tersentuh.
Karena itu, biasanya disarankan menjalani 3 hingga 5 sesi dengan jarak 4 hingga 6 minggu antar sesi. Setiap sesi, pembuluh darah yang paling reaktif akan lebih dulu teratasi, lalu sesi berikutnya menyasar sisa pembuluh darah yang belum tuntas. Ada laporan yang menyebutkan bahwa kemerahan secara keseluruhan makin memudar seiring bertambahnya jumlah sesi.
Jenis Kemerahan Apa yang Paling Cocok Diatasi dengan Vbeam?
Karena target Vbeam adalah pembuluh darah yang mengandung hemoglobin, kemerahan yang disebabkan oleh masalah pembuluh darah cenderung memberi hasil yang lebih baik.
- Pembuluh darah halus seperti benang di pipi atau sekitar hidung (telangiectasia) memberikan reaksi yang jelas karena pembuluh darah sendiri menjadi target. Pembuluh darah ini melebar tipis dan letaknya dekat permukaan kulit, sehingga cahaya laser mudah menjangkaunya.
- Kemerahan di seluruh wajah akibat alkohol atau perubahan suhu, termasuk kemerahan kronis akibat rosacea, juga termasuk indikasi utama. Karena penyebabnya adalah pembuluh darah mikro yang melebar di seluruh wajah, pendekatannya dilakukan dengan penyinaran berulang di area yang lebih luas.
- Bekas kemerahan sisa jerawat yang sudah sembuh juga sering ikut membaik karena pembuluh darah di area itu memang melebar. Tapi kalau bekasnya berwarna cokelat, penyebabnya bukan pembuluh darah melainkan melanin, sehingga laser dengan panjang gelombang lain lebih cocok untuk kasus ini.
Sebaliknya, masalah yang bukan soal warna, seperti bekas luka cekung atau pori-pori besar akibat perubahan struktur jaringan, tidak bisa diatasi hanya dengan Vbeam. Sebab target utamanya bukan pembuluh darah.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Tindakan?
Vbeam dikenal sebagai tindakan dengan masa pemulihan yang relatif cepat, tapi tiga hal berikut ini bisa membantu proses pemulihan berjalan lebih lancar.
- Gunakan tabir surya secukupnya sebelum dan sesudah tindakan. Kulit yang baru saja terkena rangsangan laser lebih rentan mengalami hiperpigmentasi, jadi kalau terpapar sinar matahari, area itu mudah meninggalkan bekas cokelat.
- Selama purpura masih ada, hindari eksfoliasi atau pijatan yang terlalu kuat. Kalau jaringan pembuluh darah yang sedang pulih mendapat rangsangan fisik tambahan, peradangan bisa kembali membesar.
- Tunda dulu sauna panas atau olahraga berat selama 3 hingga 5 hari. Kalau suhu tubuh dan aliran darah naik drastis, panas bisa kembali terkumpul di sekitar pembuluh darah yang baru saja memadat.
Dengan perawatan seperti ini, diketahui bisa membantu mempercepat pemudaran purpura sekaligus memperbaiki tingkat kemerahan.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Prinsip Laser Excel V Mengatasi Kemerahan Wajah dan Flek Coklat dalam Satu Alat, Jumlah Sesi dan Tips Perawatannya
Laser Excel V memanfaatkan dua panjang gelombang cahaya berbeda untuk menargetkan pembuluh darah dan pigmen secara terpisah. Artikel ini menjelaskan dengan sederhana mengapa kemerahan dan flek coklat bisa ditangani dalam satu alat, lengkap dengan prinsip kerja dan cara penerapannya.
By Dr. Kim

Wajah Mudah Memerah dan Rosacea, Penyebab Pembuluh Darah Jadi Sensitif dan Cara Kerja Laser Vaskular
Kalau wajah sering memerah dan terasa panas tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu tanda rosacea akibat pembuluh darah yang terlalu sensitif. Artikel ini membahas dengan bahasa sederhana kenapa pembuluh darah bisa jadi sensitif, kenapa kemerahan susah hilang, dan bagaimana laser vaskular bekerja mengatasinya.
By Dr. Lee

Prinsip Body Onda Memanaskan Lemak Perut dan Lengan dengan Gelombang Mikro, Jumlah Sesi, dan Lama Bertahannya Hasil
Body Onda adalah perawatan pembentukan tubuh non-bedah yang memanaskan lapisan lemak di bawah kulit secara selektif dengan gelombang mikro, sehingga sel lemak mengecil sekaligus kulit menjadi lebih kencang. Artikel ini membahas mengapa panas hanya menyasar lapisan lemak, mengapa pengurangan lemak dan pengencangan kulit terjadi bersamaan, bagaimana pendekatan berbeda di area perut, lengan atas, dan pinggang, serta berapa lama sesi dan hasilnya bertahan.
By Dr. Kim