prettytime
Pigment

Wajah Mudah Memerah dan Rosacea, Penyebab Pembuluh Darah Jadi Sensitif dan Cara Kerja Laser Vaskular

By Dr. Lee6 min read

Ada orang yang wajahnya langsung memerah hanya karena cuaca berubah sedikit, makan pedas, atau bahkan waktu ngobrol agak seru saja. Awalnya sering dianggap sekadar bawaan yang gampang merona. Tapi kalau kemerahan itu tidak reda lebih dari satu jam, atau makin sering muncul, ceritanya jadi lain.

Kondisi ketika bagian tengah wajah, terutama pipi dan sekitar hidung, terus-menerus memerah dan terasa panas seperti ini disebut rosacea. Ganti-ganti produk skincare pun tidak membantu, bahkan kadang pembuluh darah halus mulai terlihat menonjol di permukaan kulit. Tidak sedikit yang mengira ini jerawat atau alergi kosmetik, lalu malah memakai produk yang keliru sampai waktu penanganan yang tepat terlewat. Artikel ini akan mengupas pelan-pelan kenapa kemerahan seperti ini bisa muncul, dan bagaimana laser vaskular bekerja mengatasinya.

Kenapa pembuluh darah di wajah saya bisa sensitif banget?

Tepat di bawah kulit wajah, ada jaringan pembuluh darah sangat halus yang menyebar seperti jaring. Pembuluh ini dikendalikan oleh saraf otonom, bisa melebar atau menyempit sesuai kebutuhan. Cara kerjanya mirip keran air, terbuka dan tertutup sesuai keperluan.

Namun sensitivitas keran ini beda-beda pada setiap orang. Ada yang pembuluh darahnya cuma bereaksi sedikit terhadap suhu atau rangsangan, sementara pada orang dengan kecenderungan rosacea, pembuluh darah bisa melebar drastis hanya gara-gara rangsangan kecil. Begitu panas, rasa pedas, atau stres menjalar lewat saraf ke dinding pembuluh darah, pembuluh itu langsung melebar dan darah pun menumpuk di sana, sehingga wajah tampak memerah.

Kenapa kemerahan ini susah hilang?

Normalnya, wajah yang memerah akan kembali ke warna semula begitu pembuluh darah menyempit lagi setelah beberapa saat. Masalahnya, kalau proses melebar dan menyempit ini terjadi berulang dalam waktu lama, dinding pembuluh darah itu sendiri bisa mengeras dalam kondisi meregang. Bayangkan selang karet yang terus-menerus ditarik kencang, lama-kelamaan bentuknya tidak kembali sepenuhnya walau tarikannya sudah dilepas.

Pembuluh darah halus yang sudah meregang dan mengeras seperti ini disebut telangiektasis, atau lebih dikenal sebagai pembuluh darah halus yang tampak di permukaan kulit berupa garis atau bercak merah. Begitu sudah sampai tahap ini, kemerahan susah hilang sendiri meski pemicunya sudah dihindari, karena penyebabnya memang pembuluh darah yang sudah telanjur meregang itu.

Kenapa area hidung dan pipi jadi langganan?

Rosacea paling sering muncul di hidung, pipi, dan tengah dahi dibanding bagian wajah lainnya. Ini karena kulit di area tersebut lebih tipis, dan pembuluh darah di bawahnya berkumpul jauh lebih rapat. Area ini juga banyak berperan mendinginkan suhu tubuh, jadi wajar kalau pembuluh darahnya lebih sering membuka dan menutup merespons suhu atau rangsangan.

Ada satu faktor lagi yang sudah cukup dikenal. Pada kulit manusia normal, sebenarnya sudah ada tungau kecil bernama demodex dalam jumlah sedikit. Tapi pada kulit yang mengalami rosacea, jumlah demodex ini dilaporkan sering meningkat cukup signifikan. Demodex sendiri bukan penyebab utama penyakit, tapi peningkatan jumlahnya diketahui bisa memicu reaksi imun kulit yang memperparah peradangan dan pelebaran pembuluh darah. Mirip seperti bakteri yang biasanya ada dalam jumlah wajar, tapi begitu jumlahnya berlebihan malah memicu masalah yang lebih besar.

Apa sebenarnya penyebab rosacea?

Penyebab rosacea susah dijelaskan hanya dengan satu faktor tunggal, karena diketahui muncul dari kombinasi beberapa faktor sekaligus.

  • Gangguan pengaturan pembuluh darah dan saraf: sinyal saraf yang mengatur pelebaran dan penyempitan pembuluh darah bereaksi lebih sensitif dibanding orang lain, jadi rangsangan kecil pun sudah memicu respons pembuluh darah yang besar.
  • Skin barrier yang melemah: lapisan pelindung di permukaan kulit yang menipis membuat rangsangan dari luar lebih mudah menembus dan langsung merangsang pembuluh darah.
  • Faktor keturunan: kalau ada anggota keluarga yang wajahnya mudah memerah atau pernah mengalami rosacea, kemungkinan besar reaktivitas pembuluh darah yang tinggi ini memang diwariskan.
  • Reaksi peradangan: ketika zat imun di dalam kulit terlalu aktif, reaksi pelebaran pembuluh darah jadi lebih sering muncul dan bertahan lebih lama.

Faktor-faktor ini bisa saling bertumpuk, dan sering kali diawali dengan kemerahan sementara yang lama-kelamaan berkembang jadi kemerahan menetap disertai pembuluh darah halus yang menonjol.

Bagaimana cara kerja laser vaskular menghilangkan kemerahan?

Laser vaskular, yang paling umum dipakai adalah PDL (pulsed dye laser) dan IPL (intense pulsed light), bekerja dengan menargetkan warna tertentu. Hemoglobin, zat yang membuat darah tampak merah, sangat mudah menyerap panjang gelombang cahaya tertentu.

Nah, sifat inilah yang dimanfaatkan laser. Tanpa banyak mengganggu jaringan kulit lain, energi cahaya laser difokuskan hanya pada pembuluh darah yang mengandung hemoglobin. Cara memanaskan target tertentu secara terarah seperti ini disebut fototermolisis selektif, atau sederhananya, teknik memanaskan sasaran secara spesifik saja. Begitu energi cahaya berubah jadi panas di dalam pembuluh darah, dinding pembuluh yang tipis dan sudah meregang perlahan menyusut dan menutup, sehingga garis atau bercak merah yang tampak di permukaan kulit pun memudar. Selama proses ini, permukaan kulit didinginkan dengan alat pendingin, jadi panas terfokus hanya pada pembuluh darah dan risiko kulit luar ikut cedera relatif kecil.

Cukup satu kali laser, kemerahan langsung hilang total?

Laser vaskular kadang sudah menunjukkan hasil yang terlihat jelas dalam satu sesi, tapi umumnya prosedur ini dijalankan bertahap dalam 3 sampai 5 sesi. Sebabnya, ketebalan dan kedalaman setiap pembuluh darah berbeda-beda.

Pembuluh darah halus yang letaknya relatif dangkal lebih mudah tersentuh cahaya laser, sedangkan pembuluh yang lebih tebal atau lebih dalam mungkin belum sepenuhnya menutup hanya dengan satu kali energi. Karena itu, prosedur biasanya diulang 3 sampai 5 kali dengan jeda 3 sampai 4 minggu untuk menuntaskan sisa pembuluh darah secara bertahap. Selain itu, kalau setelah prosedur pasien masih terus terpapar faktor pemicu, pembuluh darah baru bisa saja kembali meregang, sehingga perawatan rutin di rumah tetap penting dilakukan bersamaan.

Apa saja pemicu yang bikin gejala makin parah?

Kulit dengan kecenderungan rosacea sangat sensitif terhadap rangsangan tertentu. Faktor-faktor di bawah ini diketahui berperan sebagai pemicu yang membuat pembuluh darah melebar drastis.

  • Minuman panas dan makanan pedas: rangsangan yang menaikkan suhu tubuh secara mendadak langsung memicu respons saraf yang melebarkan pembuluh darah.
  • Paparan sinar UV: sinar UV merangsang reaksi peradangan di dalam kulit dan melemahkan dinding pembuluh darah, sehingga kemerahan makin terlihat jelas.
  • Perubahan suhu yang drastis: berpindah dari luar ruangan yang dingin ke dalam ruangan yang hangat, misalnya, membuat pembuluh darah menyempit dan melebar drastis dalam waktu singkat.
  • Alkohol dan stres: alkohol melebarkan pembuluh darah secara langsung, sementara stres merangsang saraf otonom sehingga menghasilkan efek serupa.
  • Olahraga berat atau sauna: suhu tubuh yang naik akibat panas dari dalam tubuh memicu respons pelebaran pembuluh darah besar-besaran demi mendinginkan tubuh.
  • Kandungan skincare yang keras: produk dengan kadar alkohol tinggi atau wewangian kuat bisa makin merangsang skin barrier yang sudah melemah dan memperkuat respons pembuluh darah.

Menghindari faktor-faktor ini satu per satu diyakini bisa memperlambat penumpukan rangsangan baru pada pembuluh darah.

Selain laser, apa lagi yang perlu dijaga?

Meski laser vaskular sudah menuntaskan pembuluh darah yang telanjur meregang, tanpa perawatan rutin sehari-hari, rangsangan baru bisa kembali menumpuk dan memicu pembuluh darah lain untuk meregang lagi. Karena itu, selain prosedur laser, kebiasaan memakai sunscreen setiap hari dengan teliti sangat ditekankan, sebab sinar UV adalah salah satu faktor yang sekaligus memicu peradangan dan pelebaran pembuluh darah.

Menjaga skin barrier dengan produk pembersih dan pelembap yang lembut dan minim iritasi juga dinilai penting, karena barrier yang kuat membuat rangsangan dari luar tidak mudah sampai ke pembuluh darah. Kebiasaan menggosok wajah terlalu keras saat cuci muka atau terlalu sering memakai exfoliant juga bisa menipiskan barrier ini dan membuat pembuluh darah makin sensitif, jadi perlu diperhatikan.

Menghindari lingkungan dengan perubahan suhu yang ekstrem, serta mencatat situasi yang biasanya memicu wajah memerah untuk mengenali pemicu pribadi, juga dianggap membantu dalam perawatan jangka panjang.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Cara Kerja Laser Vbeam Menyasar Kemerahan dan Pembuluh Darah Halus, Jumlah Sesi, dan Masa Pemulihan

Vbeam adalah laser pembuluh darah dengan panjang gelombang khusus yang hanya bereaksi dengan hemoglobin, pigmen dalam darah, sehingga bisa memadatkan pembuluh darah halus yang melebar secara selektif. Artikel ini membahas mekanisme mengapa panjang gelombang ini hanya menyasar pembuluh darah, reaksi purpura, masa pemulihan, hingga jumlah sesi dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Filler

Kenapa Garis Barcode di Sekitar Bibir Muncul dan Bagaimana Filler, Botox, dan Laser Mengatasinya?

Garis-garis halus vertikal di atas dan bawah bibir, yang sering disebut kerut barcode atau kerut kucing, ternyata punya beberapa penyebab sekaligus. Artikel ini menjelaskan dengan mudah bagaimana filler HA lembut, Radiesse CaHA, Botox, dan laser bekerja mengisi serta meratakan kerut ini, lengkap dengan data penelitian dan keamanan pembuluh darah serta artikulasi di sekitar mulut.

By Dr. Kim

Back to articles