prettytime
Pigment

Prinsip Laser Excel V Mengatasi Kemerahan Wajah dan Flek Coklat dalam Satu Alat, Jumlah Sesi dan Tips Perawatannya

By Dr. Kim8 min read

Pernah bercermin dan melihat pipi yang terus terlihat kemerahan, atau bintik cokelat samar di area tulang pipi yang makin lama makin mengganggu? Masalahnya, dua hal ini penyebabnya benar benar berbeda. Kemerahan muncul karena pembuluh darah kecil di bawah kulit melebar dan warnanya menembus ke permukaan, sementara flek cokelat terbentuk karena pigmen melanin menumpuk di satu titik. Dulu, kondisi seperti ini sering harus ditangani dengan dua alat berbeda, satu untuk pembuluh darah dan satu lagi khusus pigmen.

Laser Excel V dirancang untuk menangani kedua masalah tersebut secara berurutan dalam satu alat. Bagaimana caranya satu mesin bisa mengenali dan menargetkan dua jenis kelainan yang sifatnya sangat berbeda? Mari kita bahas dari prinsip dasarnya.

Apa Maksudnya Cahaya Bisa Membedakan Warna?

Sinar laser adalah cahaya yang dipancarkan pada satu panjang gelombang tertentu, semacam warna dan panjang cahaya yang sudah dipilih secara spesifik. Nah, setiap zat di dalam kulit kita ternyata menyerap panjang gelombang yang berbeda beda. Hemoglobin dalam darah lebih mudah menyerap gelombang pendek yang mendekati warna hijau, bukan merah, sementara melanin justru merespons dengan baik pada gelombang yang lebih panjang.

Perbedaan ini yang dimanfaatkan untuk mengatur laser agar bisa memilih target, kadang hanya pembuluh darah, kadang hanya pigmen, cukup dengan mengubah panjang gelombangnya. Bayangkan seperti memutar frekuensi radio untuk menangkap stasiun tertentu. Ganti frekuensinya, dan sinyal atau zat yang tertangkap pun ikut berubah.

Mengapa Excel V Menggunakan Dua Panjang Gelombang?

Excel V umumnya dilengkapi dua panjang gelombang utama, yaitu 532 nm dan 1064 nm. Gelombang 532 nm lebih pendek sehingga sangat mudah diserap hemoglobin, karena itu sering digunakan untuk masalah pembuluh darah seperti pembuluh kapiler melebar, kemerahan wajah, hingga bekas luka kemerahan.

Gelombang 1064 nm lebih panjang, mampu menembus lebih dalam ke kulit, tetapi tetap bisa diserap melanin. Karena itu, gelombang ini banyak dipakai untuk pigmentasi atau flek yang berada di area perbatasan lapisan epidermis dan dermis. Semakin panjang gelombangnya, semakin dalam ia menembus kulit, tetapi juga semakin mudah menyebar, sehingga pengaturan energi dan cara penyinaran perlu disesuaikan dengan kedalaman kelainan yang ditangani.

Alasan kedua panjang gelombang ini dipakai secara bergantian sebenarnya sederhana, gelombang pendek terserap kuat di lapisan dangkal, sedangkan gelombang panjang menyebar lembut hingga ke lapisan dalam. Karena itu, pembuluh kapiler kemerahan yang letaknya dekat permukaan cocok ditangani dengan gelombang pendek, sementara pigmen atau pembuluh darah yang lebih besar dan tertanam di lapisan dermis lebih pas dengan gelombang panjang. Alat disesuaikan dengan kedalaman kelainan, bukan sebaliknya.

Sebenarnya, Mengapa Pembuluh Darah dan Pigmen Ini Bisa Muncul?

Memahami prinsipnya membuat cara merawatnya jadi lebih masuk akal. Kemerahan wajah kebanyakan muncul karena pembuluh darah kecil di bawah kulit melebar hingga terlihat dari permukaan. Kalau sering berpindah dari ruangan dingin ke tempat panas secara mendadak, atau terpapar rangsangan yang melebarkan pembuluh darah seperti makanan pedas, alkohol, dan sauna, elastisitas dinding pembuluh darah akan perlahan menurun. Pembuluh yang sudah melebar sering kali tidak bisa menyempit sendiri dan akhirnya menetap dalam kondisi itu. Karena itu, semakin bertambah usia, atau semakin sensitif kulit wajah seseorang terhadap rangsangan, kemerahan biasanya semakin terlihat jelas.

Penyebab flek cokelat sedikit berbeda. Ketika terpapar sinar matahari, kulit secara alami memproduksi lebih banyak melanin sebagai bentuk perlindungan diri. Ini sebenarnya respons pertahanan yang wajar. Masalah muncul ketika sel melanosit di area tertentu terlalu terangsang dan menumpuk pigmen di satu titik. Inilah sebabnya flek cenderung berkumpul di area yang sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama, seperti tulang pipi atau dahi. Pada kulit yang secara genetik memang mudah membentuk pigmen, flek juga lebih gampang muncul meski terkena paparan matahari yang sama. Dengan kata lain, pembuluh darah dan pigmen memang punya akar penyebab yang berbeda, sehingga laser pun mendekatinya dengan cara yang tidak sama.

Bagaimana Panas Bisa Menghilangkan Pembuluh Darah dan Pigmen?

Ketika laser diserap oleh zat targetnya, panas muncul secara instan hanya di titik tersebut. Pada kasus pembuluh darah, panas ini merusak sel di dinding bagian dalam pembuluh, sehingga pembuluh perlahan mengerut dan menutup. Tubuh kemudian mengenali pembuluh ini sebagai jaringan yang tidak diperlukan lagi, lalu menyerap dan membersihkannya secara alami.

Untuk pigmen, prinsipnya sedikit berbeda. Gumpalan melanin yang terkena panas dan tekanan instan akan pecah menjadi partikel kecil. Pigmen yang sudah dipecah ini kemudian dibersihkan oleh sel imun tubuh layaknya petugas kebersihan, atau terdorong naik ke permukaan kulit dan ikut terlepas bersama sel kulit mati. Jadi, pembuluh darah ditangani dengan cara "menutup lalu menghilangkan", sedangkan pigmen ditangani dengan cara "memecah lalu mengeluarkan". Pendekatannya memang berbeda.

Apa Keuntungan Menangani Keduanya dengan Satu Alat?

Kemerahan akibat pembuluh darah dan flek akibat pigmen sebenarnya sering muncul bersamaan pada wajah yang sama. Paparan sinar matahari yang lama bisa melebarkan pembuluh darah sekaligus meningkatkan produksi melanin. Kalau alat yang dipakai hanya punya satu panjang gelombang, masalah yang tersisa harus dijadwalkan ulang dengan mesin lain dan rencana perawatan pun harus disusun dari awal lagi.

Alat yang bisa berpindah panjang gelombang punya keuntungan karena bisa menerapkan gelombang berbeda pada area berbeda dalam satu kali kunjungan. Artinya, ini menyederhanakan proses penyusunan rencana perawatan, bukan berarti kedua masalah selesai sekaligus dalam satu kali penyinaran. Pada praktiknya, area wajah tetap dipisah dan ditangani dengan panjang gelombang masing masing dalam satu sesi kunjungan yang sama.

Apa Bedanya Cara Penanganan Kemerahan dan Flek?

Untuk kemerahan, area yang luas biasanya disinari dengan intensitas relatif rendah sebanyak 2 hingga 3 kali secara berulang secara lembut. Pembuluh darah punya ukuran dan kedalaman yang berbeda beda, sehingga pendekatan bertahap dianggap lebih aman daripada langsung disinari dengan intensitas tinggi sekaligus.

Untuk flek, batas kelainannya biasanya lebih jelas, sehingga sering digunakan metode penyinaran titik demi titik pada area tersebut. Kekuatan energi disesuaikan dengan tingkat kepekatan dan kedalaman pigmen, dan pendekatannya juga berbeda tergantung apakah flek tersebut dangkal di permukaan atau lebih dalam di lapisan dermis. Karena itu, meski memakai alat yang sama, hasilnya bisa berbeda tergantung bagaimana dokter yang menangani menilai kondisi kelainan tersebut.

Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan dan Seberapa Lama Masa Pemulihannya?

  • Kemerahan membutuhkan proses bertahap agar pembuluh darah menyusut perlahan, sehingga biasanya dilakukan 3 sampai 5 sesi dengan jarak antar sesi tertentu. Bukan langsung menghilangkan semua pembuluh dalam satu kali, tetapi 3 hingga 5 kali penyinaran memberi waktu bagi tubuh untuk membersihkan pembuluh darah secara alami.
  • Kepadatan pigmen berbeda pada tiap kelainan, jadi flek yang tipis bisa memudar hanya dengan 1 sampai 2 sesi, sementara pigmen yang pekat atau dalam sering membutuhkan 3 sampai 5 sesi dengan jarak 3 hingga 4 minggu antar sesi. Jika disinari terlalu kuat sekaligus, risiko hiperpigmentasi pasca inflamasi justru bisa meningkat, sehingga pendekatan bertahap lebih disarankan.
  • Masa pemulihan umumnya diketahui cukup singkat. Area pembuluh darah biasanya hanya menunjukkan kemerahan sementara atau memar kecil, sedangkan area pigmen bisa mengalami kerak atau pengelupasan kulit selama 3 sampai 7 hari. Selama periode ini, perlindungan dari sinar matahari yang ketat diketahui penting untuk mencegah pigmen muncul kembali.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum dan Sesudah Perawatan?

Sebelum menjalani laser, sebaiknya kondisikan kulit seminim mungkin dari rangsangan. Mulai 2 minggu sebelum perawatan, hindari berjemur atau tanning, dan sebaiknya hentikan sementara penggunaan bahan pengelupasan kulit seperti retinol. Kalau kulit yang sudah teriritasi ditambah lagi dengan panas dari laser, pemulihan bisa melambat dan risiko pigmentasi menetap pun meningkat.

Segera setelah perawatan, area yang disinari bisa memerah atau sedikit bengkak, dan ini diketahui sebagai reaksi wajar terhadap rangsangan panas. Pada periode ini, tabir surya perlu diaplikasikan lebih rutin dan lebih sering dari biasanya. Kulit yang baru saja mendapat rangsangan sangat rentan mengalami pigmentasi ulang atau perubahan warna sementara.

  • Kalau muncul kerak, jangan dikelupas paksa, biarkan lepas dengan sendirinya. Mengelupasnya secara paksa bisa berujung pada bekas luka atau pigmentasi.
  • Sauna panas, olahraga berat, dan alkohol sebaiknya dihindari selama 3 sampai 5 hari setelah perawatan. Pembuluh darah yang melebar kembali bisa membuat kemerahan bertahan lebih lama dari perkiraan.
  • Kelembapan kulit perlu diperhatikan lebih dari biasanya. Menjaga hidrasi kulit yang cukup selama pemulihan barrier kulit diketahui membantu hasil perawatan pada sesi berikutnya menjadi lebih optimal.

Apakah Perawatan Ini Bisa Langsung Dilakukan oleh Siapa Saja?

Reaksi terhadap laser bisa berbeda tergantung jenis kulit, khususnya seberapa banyak melanin yang dimiliki. Kulit dengan melanin tinggi punya kemungkinan jaringan kulit normalnya ikut bereaksi terhadap laser, sehingga pengaturan energi perlu dibuat lebih konservatif. Selain itu, kondisi kulit yang baru saja terbakar matahari atau sedang mengonsumsi obat tertentu bisa membuat jadwal perawatan perlu disesuaikan.

Karena itu, sebelum perawatan, dokter spesialis kulit perlu memeriksa langsung kondisi kulit dan penyebab kelainannya. Sesuatu yang terlihat seperti kemerahan bisa jadi sebenarnya kondisi peradangan, dan bintik cokelat yang terlihat bisa jadi kelainan pigmen dengan penyebab lain, sehingga diagnosis yang tepat perlu dilakukan lebih dulu.

Melasma khususnya sering terlihat mirip dengan flek cokelat biasa, padahal penyebab dan cara responnya terhadap perawatan sering kali berbeda. Kalau ada perubahan hormon atau rangsangan lain yang bertumpuk, rangsangan laser justru bisa membuat pigmen pada melasma semakin gelap. Oleh karena itu, membedakan jenis kelainan lebih dulu menjadi langkah penting yang menentukan hasil akhir. Karena alasan ini juga, bintik cokelat yang tampak serupa bisa mendapat pengaturan energi dan jarak sesi yang berbeda tergantung diagnosis yang ditegakkan.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Cara Kerja Laser Vbeam Menyasar Kemerahan dan Pembuluh Darah Halus, Jumlah Sesi, dan Masa Pemulihan

Vbeam adalah laser pembuluh darah dengan panjang gelombang khusus yang hanya bereaksi dengan hemoglobin, pigmen dalam darah, sehingga bisa memadatkan pembuluh darah halus yang melebar secara selektif. Artikel ini membahas mekanisme mengapa panjang gelombang ini hanya menyasar pembuluh darah, reaksi purpura, masa pemulihan, hingga jumlah sesi dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Lifting

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area

Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Back to articles