Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area
By Dr. Kim8 min read

Saat konsultasi soal dagu berlemak, lengan atas, atau pinggang yang kendur, nama alat Onda sering muncul dalam pembicaraan. Begitu mendengar penjelasan bahwa satu alat bisa mengurangi lemak sekaligus mengencangkan kulit, wajar saja muncul rasa penasaran, apakah benar dua efek itu bisa didapat sekaligus dari satu perawatan yang sama.
Onda mengalirkan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama dengan yang dipakai microwave, ke dalam kulit. Pertanyaannya, kenapa harus gelombang mikro, dan kenapa pengurangan lemak serta pengencangan kulit bisa terjadi dari satu kali pemanasan yang sama. Jawabannya tersembunyi di balik cara tiap jaringan tubuh merespons panas secara berbeda. Kalau ditelusuri satu per satu, akan lebih mudah dipahami kenapa satu kali perawatan bisa membawa dua hasil sekaligus.
Kenapa Gelombang Mikro Bisa Menghangatkan Tubuh Seperti Microwave?
Saat mangkuk berisi air dimasukkan ke microwave, makanan jadi panas karena gelombang mikro menggetarkan molekul air. Molekul air punya struktur mirip magnet kecil, satu sisi bermuatan positif dan sisi lainnya bermuatan negatif. Ketika gelombang mikro berganti arah miliaran kali per detik, molekul air ikut bergetar mengikuti ritme itu. Getaran ini berubah menjadi panas gesekan, sehingga suhu pun naik. Sebaliknya, selembar kertas kering yang dipanaskan lama pun tidak akan cepat panas, karena molekul air yang bisa digetarkan memang sedikit. Karena itu, di dalam tubuh, jaringan yang lebih banyak mengandung air akan lebih responsif terhadap gelombang mikro.
Onda memakai prinsip yang sama. Bedanya, alat ini tidak memanaskan seluruh bagian seperti microwave pada makanan, melainkan dirancang untuk menargetkan kedalaman tertentu di dalam kulit. Karena kadar air di tiap lapisan jaringan tubuh berbeda-beda, frekuensi gelombang mikro dan kedalaman penetrasinya bisa diatur untuk menentukan lapisan mana yang lebih banyak menerima panas. Dermis, misalnya, kaya akan air sehingga cepat menghangat walau dengan energi yang relatif rendah. Sementara itu, lapisan lemak yang kandungan airnya lebih sedikit butuh energi yang sedikit lebih kuat dan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu serupa. Perbedaan ini yang dimanfaatkan untuk mengatur durasi dan intensitas pemanasan sesuai lapisan yang dituju.
Dibandingkan alat berbasis cahaya atau gelombang suara seperti laser dan ultrasound, gelombang mikro punya panjang gelombang yang lebih panjang, sehingga menghangatkan area yang lebih luas secara merata, bukan hanya satu titik sempit. Karena itu, satu kali penyinaran saja sudah bisa membuat area yang cukup luas mencapai suhu yang seragam.
Kenapa Panasnya Bisa Menembus sampai Lapisan Lemak, Bukan Berhenti di Permukaan Kulit?
Di ujung handpiece terpasang pelat pendingin yang terus menekan dan mendinginkan permukaan kulit sepanjang perawatan berlangsung. Dengan begitu, saat gelombang mikro sedang bekerja, lapisan kulit paling luar tetap terjaga pada suhu rendah tanpa risiko luka bakar.
Bersamaan dengan itu, gelombang mikro dengan frekuensi tertentu mampu menembus permukaan kulit hingga mencapai dermis (lapisan penyangga kulit) dan lapisan lemak di bawah kulit. Permukaan didinginkan, sementara bagian dalam dihangatkan. Kombinasi yang menangani sisi luar dan dalam secara berbeda inilah yang membuat risiko luka bakar bisa ditekan, sambil tetap mengantarkan panas yang cukup ke lapisan dalam. Bayangkan seperti menempelkan ice pack di gagang wajan sambil terus memasak isi di dalamnya. Bagian gagang, yang setara dengan permukaan kulit, dijaga tetap dingin, sementara lapisan lemak di dalam justru dipanaskan.
Kenapa Sel Lemak Lebih Rentan terhadap Panas?
Sel lemak punya struktur khas, karena bagian dalamnya dipenuhi tetesan minyak. Karena struktur ini, membran sel lemak diketahui lebih sensitif terhadap rangsangan panas dibanding jenis sel lain. Berbeda dari sel otot atau sel kulit yang banyak mengandung air, bagian dalam sel lemak hampir seluruhnya berisi minyak, sehingga membrannya relatif tipis dan lebih rapuh. Karena itu, pada suhu yang sama, membran sel lemak lebih dulu mengalami kerusakan.
Kalau suhu tertentu bertahan cukup lama, membran sel lemak akan rusak dan memicu proses kematian sel terprogram (apoptosis). Sel lemak yang sudah mati tidak langsung hilang begitu saja, melainkan dikeluarkan secara bertahap selama 6 hingga 12 minggu lewat jalur pembuangan sisa metabolisme tubuh, yaitu sistem limfa. Karena itu, efek pengurangan lemak tidak terlihat pada hari perawatan, melainkan muncul perlahan selama 6 hingga 12 minggu setelahnya. Prosesnya mirip mentega beku yang baru dikeluarkan dari freezer, lalu diletakkan di suhu ruang, ia meleleh perlahan, bukan langsung habis seketika. Sel lemak pun begitu, volumenya menyusut sedikit demi sedikit seiring waktu, bukan hilang dalam sekejap.
Kenapa Kolagen Bisa Mengerut lalu Tumbuh Kembali dari Panas yang Sama?
Kolagen adalah serat protein yang berfungsi seperti tiang penyangga kulit. Serat ini punya sifat mengerut secara fisik saat terkena rentang suhu tertentu, mirip helaian mi rebus. Pengerutan instan inilah yang membuat kulit terasa sedikit lebih kencang tepat setelah perawatan. Efeknya mirip karet gelang yang dicelupkan ke air panas, langsung mengerut seketika.
Namun rangsangan panas tidak berhenti di situ. Jaringan dermis yang terkena panas dianggap tubuh sebagai kerusakan, sehingga fibroblast (sel pembentuk kolagen) diaktifkan untuk memperbaikinya. Fibroblast lalu memproduksi kolagen baru selama 4 hingga 12 minggu, proses ini disebut regenerasi kolagen. Pengerutan fisik yang terjadi instan, ditambah regenerasi kolagen yang butuh waktu, saling bertumpuk sehingga efek kekencangan kulit terus berlanjut. Sama seperti luka yang sembuh lalu tumbuh jaringan baru, dermis yang terkena rangsangan panas juga melewati proses pemulihan hingga menjadi jaringan yang lebih padat dan kuat.
Apa Maksud dari Mengatasi Lemak dan Kekencangan Sekaligus?
Dua reaksi yang sudah dijelaskan tadi, kematian sel lemak dan proses kolagen mengerut lalu tumbuh kembali, sebenarnya dipicu secara bersamaan oleh satu rangsangan panas yang sama. Ketika gelombang mikro menghangatkan area sekitar lapisan lemak bawah kulit, panas itu juga mengalir sekaligus ke sel lemak dan kolagen dermis di sekitarnya. Bayangkan cetakan kue ikan yang diisi adonan dan pasta kacang merah sekaligus, keduanya matang bersamaan saat dipanggang. Di dalam kulit pun begitu, lapisan lemak dan lapisan kolagen letaknya berdekatan, sehingga satu kali panas bisa merangsang kedua jaringan itu bersamaan.
- Sel lemak, karena membrannya rapuh, cenderung merespons pada suhu yang lebih rendah, sehingga paparan panas yang relatif singkat pun sudah bisa memicu proses kematian sel.
- Serat kolagen diketahui butuh suhu yang sedikit lebih tinggi agar proses pengerutan dan regenerasinya terjadi bersamaan.
- Karena kedua jaringan ini letaknya berdekatan di dalam kulit, satu kali panas yang diberikan pada satu area bisa merangsang lemak dan kolagen dalam waktu yang sama.
Karena alasan inilah, Onda tidak membagi perawatan menjadi khusus pengurangan lemak dan khusus pengencangan, melainkan menargetkan kedua reaksi itu sekaligus dalam satu sesi.
Apa Bedanya Penerapan di Wajah dan di Tubuh?
Wajah dan tubuh punya ketebalan kulit serta kedalaman lapisan lemak yang berbeda, jadi meski prinsipnya sama, penerapannya disesuaikan.
- Wajah punya banyak saraf dan pembuluh darah yang berdekatan serta kulit yang relatif tipis, sehingga kedalaman penetrasi diatur lebih dangkal dan energinya diturunkan, dengan fokus pada area sempit dan halus seperti dagu berlemak atau garis senyum.
- Tubuh punya lapisan lemak yang lebih tebal dan area yang lebih luas, sehingga kedalaman penetrasi dan energinya dinaikkan dibanding wajah agar panas mencapai lapisan yang lebih dalam, cocok untuk area luas seperti perut, pinggang, atau paha.
- Ukuran handpiece yang dipakai juga berbeda, versi wajah dibuat sempit dan presisi, sedangkan versi tubuh dirancang untuk menyapu area luas dengan cepat.
Sebagai contoh, kalau handpiece besar untuk tubuh dipakai di area sempit seperti dagu, panas bisa menyebar terlalu luas ke sekitarnya. Sebaliknya, kalau handpiece kecil untuk wajah dipakai di area luas seperti perut, waktunya jadi lama dan sulit menghangatkan secara merata. Itulah alasan kenapa meski prinsip gelombang mikronya sama, pengaturannya dibuat berbeda untuk tiap area.
Kenapa Perlu Beberapa Kali Sesi agar Efeknya Terakumulasi?
Waktu yang dibutuhkan sel lemak untuk mati dan dikeluarkan berbeda dengan waktu yang dibutuhkan kolagen untuk terbentuk kembali, sehingga satu kali perawatan saja belum bisa menyelesaikan semua perubahan. Karena itu, perawatan dilakukan dengan interval 4 minggu selama 4 hingga 5 sesi, memberi jeda agar tubuh punya waktu merespons sebelum diberi rangsangan berikutnya. Sama seperti otot yang tidak langsung lebih kuat sehari setelah olahraga, tapi butuh 2 hingga 3 hari untuk pulih dan menguat, kolagen di dalam kulit juga menebal perlahan lewat pengulangan rangsangan dan pemulihan.
Kalau diulang dengan interval 4 minggu, rangsangan baru akan menambah lapisan pada kolagen yang sudah sebagian terbentuk dari sesi sebelumnya, sehingga efeknya terus terakumulasi. Namun kalau jarak antar sesi terlalu pendek, rangsangan baru bisa menumpuk pada jaringan yang masih dalam proses pemulihan, sehingga justru memicu bengkak atau iritasi yang berkepanjangan. Karena itu, disarankan menjaga jarak minimal 4 minggu antar sesi.
Berapa Lama Efeknya Bertahan dan Bagaimana Cara Merawatnya?
Kolagen baru yang terbentuk pun akan berkurang lagi secara alami seiring proses penuaan. Faktor seperti paparan sinar UV, merokok, dan perubahan berat badan yang naik turun diketahui bisa mempercepat penurunan kolagen. Sama seperti tanaman pot yang perlu disiram rutin agar daunnya tetap segar, kolagen juga perlu perawatan lanjutan seperti pemakaian sunscreen dan berhenti merokok agar hasil yang sudah terbentuk bisa bertahan lebih lama.
Jadi, lebih realistis untuk memahami bahwa hasil dari satu kali perawatan tidak akan bertahan selamanya, melainkan perlahan kembali ke kondisi alami seiring waktu. Karena itu, banyak yang disarankan untuk melakukan perawatan tambahan setiap 6 hingga 12 bulan guna memberi rangsangan regenerasi kolagen kembali.
Menjaga penggunaan sunscreen secara rutin dan menghindari perubahan berat badan yang drastis juga diketahui membantu memperpanjang durasi hasil. Pada akhirnya, Onda bukan perawatan sekali jadi, melainkan lebih tepat dipahami sebagai perawatan yang memahami ritme respons dua jaringan berbeda ini, lemak dan kolagen, dengan menjalani 4 hingga 5 sesi berinterval 4 minggu, lalu dilanjutkan perawatan lanjutan setiap 6 hingga 12 bulan.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Prinsip Body Onda Memanaskan Lemak Perut dan Lengan dengan Gelombang Mikro, Jumlah Sesi, dan Lama Bertahannya Hasil
Body Onda adalah perawatan pembentukan tubuh non-bedah yang memanaskan lapisan lemak di bawah kulit secara selektif dengan gelombang mikro, sehingga sel lemak mengecil sekaligus kulit menjadi lebih kencang. Artikel ini membahas mengapa panas hanya menyasar lapisan lemak, mengapa pengurangan lemak dan pengencangan kulit terjadi bersamaan, bagaimana pendekatan berbeda di area perut, lengan atas, dan pinggang, serta berapa lama sesi dan hasilnya bertahan.
By Dr. Kim

Kenapa Sofwave Bisa Menghangatkan Tepat di Lapisan Tengah Dermis Tanpa Bikin Kulit Terbakar, dan Berapa Lama Waktu Pemulihannya
Sofwave bekerja dengan menumpuk beberapa berkas gelombang ultrasound di satu titik yang sama, sehingga panas hanya terkumpul di lapisan tengah dermis. Artikel ini menjelaskan dengan sederhana kenapa berkas itu bisa melewati epidermis begitu saja tapi baru memanas di lapisan tempat kolagen berada, dan bagaimana panas itu memicu pembentukan kolagen baru.
By Dr. Lee

Ultrasound Ulfit Body Diklaim Melarutkan Lemak Perut dan Paha, Sebenarnya Perlu Berapa Kali Sesi?
Ulfit Body HIFU adalah prosedur perawatan tubuh non bedah yang memusatkan panas ultrasound hanya pada lapisan lemak di bawah kulit, sehingga sel lemak mengecil secara bertahap. Artikel ini membahas kenapa ultrasound cuma memanaskan lapisan lemak, bagaimana lemak yang rusak dikeluarkan dari tubuh, apa bedanya pengaturan HIFU wajah dengan tubuh, serta berapa kali sesi dan berapa lama hasilnya bertahan.
By Dr. Kim