Awalnya Obat Penghenti Darah, Ini Cara Tranexamic Acid Meredakan Melasma Lewat Oral dan Topikal, serta Bedanya
By Dr. Lee7 min read

Mendengar nama tranexamic acid untuk pertama kalinya, kebanyakan orang pasti merasa asing. Padahal bahan ini sudah lama dipakai di dunia medis, jauh sebelum dikenal di dunia kecantikan. Sejak pertama kali dipublikasikan di Jepang pada tahun 1962, selama lebih dari 60 tahun obat ini diresepkan dokter sebagai penghenti perdarahan, mulai dari mengurangi pendarahan pasca operasi hingga mengatasi haid berlebihan pada wanita.
Namun cerita berubah ketika pasien yang mengonsumsi obat penghenti darah ini justru menunjukkan perubahan tak terduga, melasma di wajah mereka tampak memudar dengan sendirinya. Kenapa bahan penghenti darah bisa berhubungan dengan pigmentasi wajah? Kalau ditelusuri hubungannya, alasan tranexamic acid dipakai untuk melasma jadi masuk akal dengan sendirinya.
Kenapa Melasma Bukan Sekadar Soal Pigmen?
Melasma sering dianggap hanya sebatas penumpukan melanin yang berlebihan. Padahal jika diamati lebih dekat, kulit yang mengalami melasma menunjukkan bahwa masalahnya tidak sesederhana itu.
Di area melasma, sel penghasil pigmen yang disebut melanosit bereaksi jauh lebih sensitif. Ditambah paparan sinar matahari, hormon wanita, dan rangsangan panas, melanosit pun terus-menerus menerima sinyal untuk memproduksi pigmen lebih banyak lagi. Selain itu, kulit di area melasma juga dilaporkan memiliki pembuluh darah yang lebih banyak dan bereaksi lebih aktif dibanding kulit normal. Jadi sinyal pembentukan pigmen dan reaksi pembuluh darah sebenarnya saling terkait erat, itulah gambaran sesungguhnya dari melasma.
Sebagai gambaran, melasma mirip seperti bara api kecil yang tidak pernah benar-benar padam di kulit. Selama bara itu masih ada, asapnya (pigmen) tetap muncul, dan suhu di sekitarnya (reaksi pembuluh darah) pun ikut naik. Karena itu, kalau hanya mengelap asapnya saja, warnanya sering kali menggelap lagi dalam waktu singkat.
Di sinilah letak alasan tranexamic acid mulai diperhatikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bahan ini mampu memengaruhi kedua jalur tersebut sekaligus.
Kenapa Sinyal Pembentukan Melanin Bisa Ditekan?
Di dalam tubuh kita ada enzim bernama plasmin. Enzim ini sebenarnya bertugas melarutkan gumpalan darah yang membeku, tetapi ternyata juga tetap aktif dalam jumlah kecil di lapisan epidermis kulit. Masalahnya, plasmin ini punya peran lain lagi di kulit.
Plasmin merangsang keratinosit agar menghasilkan zat-zat yang mengaktifkan melanosit. Sederhananya, plasmin berperan seperti kurir yang menyampaikan pesan ke melanosit untuk memproduksi lebih banyak pigmen. Saat kulit terpapar sinar matahari atau mengalami iritasi, aktivitas kurir ini meningkat, sehingga produksi melanin pun ikut bertambah dan melasma menjadi semakin gelap.
Tranexamic acid bekerja dengan menghambat tahap awal pembentukan plasmin ini. Plasmin baru terbentuk setelah zat bernama plasminogen diaktifkan, dan tranexamic acid ikut campur pada tahap aktivasi tersebut sehingga jumlah plasmin yang terbentuk berkurang. Dengan jumlah kurir yang berkurang, sinyal rangsangan yang sampai ke melanosit pun ikut melemah. Ketika sinyalnya melemah, produksi melanin baru secara alami juga menurun.
Fenomena yang sering terjadi, misalnya kulit terlihat lebih gelap sehari setelah seharian berjemur di pantai saat musim panas, bisa dijelaskan dengan cara yang sama. Paparan sinar matahari meningkatkan aktivitas plasmin di dalam kulit, sehingga jumlah kurir tadi tiba-tiba melonjak. Makin banyak kurir yang bekerja, makin besar pula sinyal rangsangan yang sampai ke melanosit.
Kenapa Faktor Pembuluh Darah Juga Perlu Diatasi?
Seperti disebutkan sebelumnya, area melasma memang punya pembuluh darah yang sangat aktif. Pembuluh darah ini bukan sekadar jalur pengantar darah ke kulit, sel-sel pembuluh darah itu sendiri turut melepaskan zat yang merangsang melanosit di sekitarnya. Dua contoh utamanya adalah zat pemicu pembentukan pembuluh darah baru dan zat yang menyempitkan pembuluh darah.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa zat-zat ini muncul lebih banyak di area melasma. Semakin aktif sinyal dari pembuluh darah, semakin besar pula rangsangan yang diterima melanosit. Menariknya, dalam proses menekan plasmin, tranexamic acid juga dilaporkan ikut menekan sinyal-sinyal dari pembuluh darah ini.
Banyak orang merasa melasma mereka terlihat lebih mencolok saat wajah sedikit memerah atau terasa panas, dan ini pun bisa dijelaskan dengan mekanisme yang sama, yaitu sinyal dari pembuluh darah meningkat sehingga melanosit ikut terangsang. Itulah sebabnya perawatan melasma juga sering disertai saran untuk menghindari panas berlebih dan iritasi.
Kalau melasma hanya ditangani dari sisi pigmen saja, artinya baru separuh masalah yang tersentuh. Tranexamic acid berbeda dari bahan pencerah kulit pada umumnya karena mampu menekan dua jalur sekaligus, yaitu sinyal pembentukan pigmen dan sinyal rangsangan pembuluh darah.
Kenapa Efek Oral dan Topikal Bisa Berbeda?
Tranexamic acid dipakai baik dalam bentuk oral maupun topikal, dan keduanya menempuh jalur yang sama sekali berbeda untuk sampai ke kulit.
Tranexamic acid oral diserap melalui saluran pencernaan, masuk ke aliran darah, lalu beredar ke seluruh tubuh sebelum sampai ke kulit. Karena mengikuti aliran darah, bahan ini bisa menjangkau seluruh wajah secara merata, bahkan sampai ke area melasma yang samar sekalipun. Itulah sebabnya banyak laporan menyebutkan efeknya cenderung lebih terlihat jelas.
Sementara itu, tranexamic acid topikal harus menembus permukaan kulit hingga ke lapisan dermis, padahal molekulnya berukuran besar dan mudah larut dalam air, sehingga sulit menembus lapisan tanduk begitu saja. Ibaratnya seperti mencoba mendorong perabot besar melalui celah pintu yang sempit. Daripada memaksa mendorong pintunya, jauh lebih mudah kalau pintunya dilebarkan sedikit atau dibuatkan jalur lain. Karena itu, produk topikal biasanya dipadukan dengan bahan pembantu penyerapan, atau digabungkan dengan prosedur seperti microneedling yang membuat jalur mikro di kulit, agar efeknya lebih terasa. Namun karena tidak menyebar ke seluruh tubuh dan hanya bekerja di area yang diolesi, risiko efek samping sistemiknya relatif lebih kecil.
Kenapa Sering Dipadukan dengan Bahan Pencerah Lain?
Bahan seperti hydroquinone atau niacinamide bekerja dengan cara langsung menghambat tahap enzim yang membentuk melanin. Sementara itu, tranexamic acid bekerja pada tahap yang lebih awal, yaitu menekan sinyal rangsangan yang menyuruh melanosit memproduksi pigmen.
Karena titik kerjanya berbeda, memadukan kedua pendekatan ini dipercaya bisa menekan produksi pigmen dari dua jalur yang berbeda sekaligus. Inilah alasan mengapa di praktik dermatologi, tranexamic acid sering diresepkan atau dikombinasikan bersama bahan pencerah lain.
Sebagai gambaran, hydroquinone dan niacinamide bisa dibayangkan seperti memperlambat mesin perakitan pigmen di sebuah pabrik, sedangkan tranexamic acid lebih seperti mengurangi sinyal pemesanan bahan baku ke pabrik itu. Kalau sinyal pemesanan dan kecepatan perakitan sama-sama diperlambat, jumlah pigmen yang akhirnya terbentuk pun lebih sedikit dibanding kalau hanya menyentuh satu sisi saja.
Kalau hanya memakai satu bahan selama 3 hingga 4 bulan lebih, kulit bisa jadi terbiasa sehingga efeknya terasa perlahan melambat. Memadukan bahan dengan titik kerja yang berbeda membuka peluang jalur lain tetap bekerja saat jalur yang satu mulai mentok, dan inilah salah satu alasan kombinasi ini sering direkomendasikan.
Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?
Karena tranexamic acid pada dasarnya bekerja dengan menghambat enzim pelarut gumpalan darah, sebaliknya hal ini bisa membuat keseimbangan darah sedikit condong ke arah lebih mudah membeku. Karena itu, beberapa hal berikut perlu benar-benar diperhatikan.
- Orang yang pernah mengalami gumpalan darah atau memiliki kondisi dengan risiko trombosis tinggi wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Karena obat ini menghambat kerja pelarutan gumpalan darah, risikonya bisa lebih besar bagi mereka yang memang punya kecenderungan pembekuan darah. Misalnya, seseorang yang pernah mengalami trombosis vena di kaki, kemampuan tubuhnya untuk melarutkan gumpalan darah sendiri bisa melemah, sehingga risiko kekambuhan meningkat, jadi jangan pernah memulai konsumsi berdasarkan penilaian sendiri.
- Bagi yang sedang hamil atau berencana hamil, keputusan tetap harus melalui dokter terlebih dahulu. Karena perubahan hormon di masa ini besar, penggunaan obat harus dievaluasi secara individual.
- Konsumsi oral bisa menimbulkan gejala pencernaan seperti perih lambung atau gangguan cerna. Banyak laporan menyebutkan gejala ini berkurang bila diminum setelah makan.
- Produk topikal relatif lebih ringan bagi tubuh secara keseluruhan, tetapi bila dikombinasikan dengan microneedling atau prosedur serupa, area yang dirawat bisa mengalami iritasi atau kemerahan sementara, sehingga perawatan sebelum dan sesudah prosedur tetap diperlukan.
Melasma punya karakter mudah menggelap kembali akibat paparan sinar matahari atau perubahan hormon, karena itu meski memakai tranexamic acid, penggunaan tabir surya secara rutin tetap dianjurkan untuk dijalankan bersamaan. Daripada berharap satu bahan saja bisa menyelesaikan semuanya, memadukan obat yang menekan sinyal dengan kebiasaan hidup yang mengurangi rangsangan justru menjadi pendekatan yang paling sering direkomendasikan di praktik klinis sehari-hari.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Cara Asam Traneksamat Memudarkan Melasma: Efek Nyata Oral dan Topikal
Asam traneksamat mulanya obat penghenti perdarahan, kini terbukti membantu melasma dan hiperpigmentasi. Artikel ini membahas efek oral dan topikal berdasarkan data penelitian, mengapa kurang bisa diandalkan untuk mencegah PIH pasca-laser, dan siapa yang perlu waspada.
By Dr. Lee

Perawatan Eksosom yang Kini Umum di Klinik, Bukan Sel Punca tapi Kenapa Diklaim Bisa Meregenerasi Kulit?
Eksosom adalah kantong sinyal super kecil yang dilepaskan sel ke luar tubuhnya, bukan sel punca itu sendiri yang disuntikkan, melainkan pesan yang dihasilkan sel tersebut yang dipilih lalu disalurkan ke kulit. Berikut penjelasan mudah tentang bagaimana eksosom menghantarkan sinyal regenerasi dan penenang, kenapa sering dipakai setelah tindakan laser, dan sejauh mana bukti ilmiahnya sejauh ini.
By Dr. Kim

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area
Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.
By Dr. Kim