Cara Asam Traneksamat Memudarkan Melasma: Efek Nyata Oral dan Topikal
By Dr. Lee6 min read

Sudah berbulan-bulan memakai serum pencerah, tapi melasma tidak juga berubah. Lalu seseorang menyebut obat minum untuk memutihkan kulit. Itulah asam traneksamat.
Intinya begini. Asam traneksamat awalnya adalah obat untuk menghentikan perdarahan. Efeknya mencerahkan kulit ditemukan secara tidak sengaja, lalu mulai dipakai untuk pigmentasi. Untuk melasma dan hiperpigmentasi, datanya cukup kuat. Tapi untuk mencegah hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH) setelah laser, buktinya lemah. Dan bagi yang punya risiko pembekuan darah berlebih, obat ini harus dihindari. Mari kita lihat satu per satu, apa yang terbukti dan apa yang belum.

Asam Traneksamat Awalnya adalah Obat Penghenti Perdarahan
Asam traneksamat sudah lama digunakan untuk mengurangi perdarahan saat operasi atau haid berlebih. Cara kerjanya adalah menghambat plasmin, yaitu enzim yang terlibat dalam penguraian bekuan darah. Hubungannya dengan kecantikan tidak tampak langsung. Penemuan efek mencerahkan kulit ini terjadi secara tidak disengaja, ketika pasien melasma yang mendapat obat ini tiba-tiba kulitnya lebih cerah dari sebelumnya.
Ternyata plasmin juga berperan dalam pembentukan melanin. Plasmin ikut terlibat dalam sinyal yang merangsang melanosit, sel penghasil pigmen kulit. Ketika asam traneksamat menghambat plasmin, rangsangan terhadap melanosit berkurang, sehingga produksi melanin pun menurun. Selain itu, asam traneksamat juga bekerja menekan peradangan dan meredakan pembuluh darah mikro yang turut memperparah melasma. Melasma bukan hanya soal pigmentasi berlebih. Peradangan dan pembuluh darah kecil ikut berperan. Inilah mengapa asam traneksamat lebih efektif dibanding bahan pencerah biasa yang hanya menarget satu jalur saja. Perlu dicatat, asam traneksamat sudah digunakan puluhan tahun untuk pengobatan perdarahan, jadi penggunaannya di bidang kulit bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Seberapa Efektif Obat Minum untuk Melasma
Obat minum asam traneksamat punya dasar penelitian paling kuat untuk melasma. Dosis yang umum digunakan adalah 250 mg dua kali sehari, jauh lebih rendah dari dosis untuk menghentikan perdarahan. Dalam satu penelitian, skor melasma (mMASI) turun sekitar 49% dalam 3 bulan, dibandingkan kelompok tanpa obat yang hanya turun 18%. Penelitian lain menunjukkan 50% pasien mengalami perbaikan nyata, sementara di kelompok plasebo hanya 5,9% yang merasakan hal serupa.
Perbaikan biasanya mulai terasa antara 1 sampai 2 bulan setelah mulai minum. Setelah obat dihentikan, sebagian orang bisa kambuh. Karena itu, setelah berhenti tetap perlu dilanjutkan dengan krim topikal dan tabir surya. Melasma adalah kondisi yang butuh penanganan jangka panjang, bukan diperbaiki sekali lalu selesai. Satu siklus pengobatan biasanya berlangsung 3 sampai 6 bulan, lalu dosis dikurangi atau dievaluasi ulang. Obat minum asam traneksamat lebih tepat dilihat sebagai langkah awal untuk mempercepat perbaikan, bukan sebagai solusi tunggal. Bagi yang merasa perawatan topikal saja belum cukup, ini pilihan yang layak dipertimbangkan.

Bentuk Topikal Sebanding dengan Hydroquinone
Bagi yang tidak ingin minum obat, ada versi topikal asam traneksamat. Efektivitasnya setara dengan hydroquinone, yang selama ini menjadi standar pemutih kulit. Dalam penelitian yang membandingkan asam traneksamat topikal 5% dengan hydroquinone 2% selama 12 minggu, perbaikan melasma keduanya tidak berbeda signifikan. Hasilnya hampir setara.
Perbedaannya ada di toleransi kulit. Asam traneksamat lebih jarang menimbulkan iritasi atau kemerahan, dan tingkat kepuasan pengguna lebih tinggi. Hydroquinone memang efektif, tapi pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan iritasi, atau dalam kasus yang jarang, justru mempergelap pigmentasi. Karena itu, untuk kulit sensitif atau yang butuh pemakaian jangka panjang, asam traneksamat topikal bisa menjadi alternatif yang lebih nyaman. Perubahan yang terlihat biasanya mulai muncul dalam 4 sampai 8 minggu. Dikombinasikan dengan obat minum, keduanya bisa saling melengkapi. Cara pakainya adalah pagi dan malam, tipis-tipis, bersama tabir surya. Dibanding bahan aktif lain, asam traneksamat relatif toleran digunakan bersamaan dalam satu rutinitas. Namun topikal cakupannya terbatas, jadi lebih cocok untuk area tertentu dibanding melasma yang menyebar luas.

Untuk Pencegahan PIH Pasca-Prosedur, Buktinya Masih Lemah
Ada satu hal penting yang perlu dibedakan. Karena asam traneksamat bagus untuk melasma, tidak berarti ia efektif mencegah hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH) setelah laser. Justru di sini buktinya lemah. Melasma dan PIH sama-sama melibatkan melanin, tapi cara terjadinya berbeda, jadi tidak bisa diasumsikan satu obat bekerja sama baiknya pada keduanya.
Ada penelitian yang memberikan asam traneksamat oral sebelum prosedur laser untuk mencegah PIH. Hasilnya justru sebaliknya dari yang diharapkan. Kelompok yang minum asam traneksamat hanya sekitar 15% yang mengalami resolusi pigmentasi, sementara kelompok plasebo mencapai 52,6%. Penelitian lain juga tidak menemukan efek pencegahan yang bermakna. Kesimpulannya, asam traneksamat berguna untuk mengobati melasma dan hiperpigmentasi yang sudah terbentuk, tapi tidak bisa diandalkan untuk mencegah PIH pasca-prosedur. Untuk itu, yang lebih terbukti adalah tabir surya dan perawatan penenang setelah prosedur. Melasma adalah pigmentasi kronis akibat hormon dan paparan sinar matahari yang terakumulasi lama. PIH adalah pigmentasi akut yang muncul karena peradangan mendadak. Dua kondisi yang berbeda, dan tidak bisa diasumsikan merespons obat yang sama.

Cara Memilih antara Oral dan Topikal
Asam traneksamat tersedia dalam bentuk oral, topikal, dan suntikan mikro langsung ke kulit. Masing-masing punya situasi yang berbeda. Untuk melasma yang menyebar luas dan ingin ditangani dari dalam, oral lebih tepat. Untuk yang khawatir efek samping atau hanya ingin perawatan area tertentu, topikal lebih sesuai. Suntikan mikro bekerja lebih cepat tapi memerlukan biaya di setiap sesi, dan ada laporan melasma bisa kambuh setelah berhenti. Tabel berikut merangkumnya.
| Bentuk | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|
| Oral | Melasma luas, perawatan dari dalam | Data kuat, kontraindikasi bagi risiko trombosis |
| Topikal | Kulit sensitif, perawatan area terbatas | Sebanding dengan hydroquinone, iritasi lebih sedikit |
| Suntikan mikro | Ingin hasil lebih cepat | Biaya berulang, ada laporan kambuh setelah berhenti |
Apapun pilihannya, tabir surya tetap harus dipakai agar hasilnya terjaga, dan butuh konsistensi dua sampai tiga bulan untuk melihat hasil yang berarti. Lebih baik kombinasikan topikal dengan tabir surya daripada bergantung pada satu cara saja. Yang terpenting, obat oral tidak boleh dimulai sendiri tanpa konsultasi dokter. Bagi yang baru mulai, biasanya dimulai dari topikal atau dosis oral rendah dulu, lalu disesuaikan berdasarkan respons.

Siapa yang Perlu Berhati-hati
Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa asam traneksamat oral adalah obat penghenti perdarahan. Cara kerjanya menghambat penguraian bekuan darah, sehingga berbahaya bagi yang punya kecenderungan trombosis. Yang perlu sangat berhati-hati adalah orang yang pernah mengalami trombosis vena dalam atau emboli paru, orang dengan penyakit jantung atau pembuluh darah otak, pengguna pil kontrasepsi, dan ibu hamil. Obat oral harus selalu dimulai setelah konsultasi dan penilaian risiko bersama dokter. Jangan membeli sendiri berdasarkan ulasan di internet.
Kabar baiknya, pada dosis rendah untuk melasma, efek samping serius jarang terjadi. Yang paling sering dilaporkan adalah sedikit tidak nyaman di perut, perubahan jumlah darah menstruasi, atau sakit kepala ringan. Kejadian trombosis serius hampir tidak pernah dilaporkan pada dosis yang dipakai di dermatologi. Untuk bentuk topikal, risikonya lebih kecil, umumnya hanya sedikit perih atau kemerahan ringan. Jika saat mengonsumsi obat tiba-tiba muncul bengkak dan nyeri di salah satu betis, atau sesak napas mendadak, segera hentikan obat dan periksa ke dokter karena bisa jadi tanda trombosis. Intinya, asam traneksamat punya data yang cukup kuat untuk melasma dan hiperpigmentasi. Tapi untuk obat oral, risiko trombosis harus dicek terlebih dahulu bersama dokter sebelum memulai.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Profhilo Benarkah Bisa Memperbaiki Kulit? Efek dan Keamanan Bio-Remodeling HA
Profhilo dari IBSA bukan filler biasa. Artikel ini membahas cara kerjanya yang berbeda dari filler dan Rejuran, apa yang dibuktikan data klinis soal elastisitas dan hidrasi, kapan hasilnya mulai terasa, seberapa lama bertahan, dan siapa yang paling cocok mendapat manfaatnya.
By Dr. Lee

Bekas Jerawat Cokelat yang Tak Kunjung Hilang: Penyebab PIH dan Cara Perawatan yang Terbukti Efektif
Noda cokelat yang tersisa setelah jerawat sembuh adalah PIH, bukan bekas luka, melainkan masalah pigmen. Artikel ini menjelaskan mengapa melanin menumpuk di area tersebut, mengapa hasilnya berbeda sesuai jenis kulit, bahan aktif apa yang telah terbukti secara klinis, dan mengapa laser justru bisa memperburuk kondisi ini.
By Dr. Lee

Linear Z HIFU: Teknologi Titik dan Garis, Mana yang Benar-Benar Terbukti?
Linear Z adalah alat HIFU lifting yang mengklaim lebih rapat dan lebih cepat berkat pola tembakan linear. Artikel ini membahas cara kerjanya, sejauh mana bukti klinis HIFU secara umum mendukung klaim tersebut, dan mengapa pernyataan 'linear lebih unggul' atau 'efek eksklusif Linear Z' masih perlu disaring, termasuk fakta bahwa uji klinis khusus Linear Z pada manusia belum ada.
By Dr. Lee