prettytime
Diet

Kenapa Lemak Paha Susah Hilang Walau Sudah Diet, dan Beda Cryolipolysis dengan Suntik Pelangsing

By Dr. Kim6 min read

Banyak orang merasa area paha paling susah mengecil, meski sudah rajin olahraga dan menjaga pola makan. Angka di timbangan turun, tapi lingkar paha rasanya begitu-begitu saja. Karena rasa frustrasi ini, semakin banyak orang mencari prosedur pelangsingan lokal yang bekerja langsung pada sel lemak. Berikut penjelasan mengapa diet saja sering tidak cukup untuk area ini, dan bagaimana prosedur berbasis pendinginan, suntikan, serta energi panas masing-masing mengurangi jumlah lemak di tubuh.

Kenapa Lemak Paha Paling Susah Hilang?

Jumlah sel lemak dalam tubuh orang dewasa sebenarnya tidak banyak berubah, baik bertambah maupun berkurang. Turun berat badan berarti ukuran tiap sel lemak mengecil, bukan jumlah selnya yang berkurang. Masalahnya, sel lemak ini tidak tersebar merata di seluruh tubuh.

Area seperti paha dan bokong adalah jenis lemak yang sangat dipengaruhi hormon estrogen. Sel lemak di area ini punya lebih banyak reseptor yang menerima sinyal untuk menyimpan lemak, sementara reseptor yang menerima sinyal untuk memecah lemak menjadi energi jumlahnya lebih sedikit. Karena itu, meski defisit kalori yang dijalani sama, lemak di paha cenderung berkurang lebih lambat dan lebih sedikit dibandingkan perut atau lengan.

Sudah cukup dikenal juga bahwa mengecilkan lemak di area tertentu saja lewat olahraga, atau yang sering disebut spot reduction, itu sulit dilakukan. Sekeras apa pun otot tertentu dilatih, lemak yang menutupinya tidak otomatis lebih dulu mengecil. Dari sinilah muncul prosedur yang langsung menyasar sel lemak itu sendiri.

Apa yang Disasar Prosedur Pelangsingan Lokal?

Dasar dari prosedur pelangsingan lokal adalah mengurangi jumlah sel lemak, bukan sekadar ukurannya. Kalau diet dan olahraga membuat sel lemak mengecil dengan mengeluarkan cadangan lemak di dalamnya, prosedur ini justru merusak sel lemak itu sendiri lewat pendinginan, bahan kimia, atau energi panas, sehingga jumlahnya berkurang.

Sel lemak yang rusak tidak hilang begitu saja dari tubuh. Sel imun bernama makrofag akan datang dan membersihkan sisa-sisanya, seperti petugas kebersihan yang mengangkut puing. Proses ini tidak selesai langsung setelah prosedur, tapi berlangsung perlahan selama beberapa minggu hingga bulan. Karena itu, perubahan volume biasanya baru terasa beberapa minggu setelah prosedur, bukan langsung setelahnya.

Pendekatan ini bukan cara untuk menurunkan berat badan secara besar-besaran, melainkan untuk melengkapi hasil pengelolaan berat badan yang sudah dijalani, khususnya di area yang memang susah mengecil. Artinya, prosedur ini sendirian tidak bisa mengatasi obesitas menyeluruh.

Cara Kerja Pendinginan Menghancurkan Sel Lemak

Cryolipolysis memanfaatkan sifat sel lemak yang lebih rentan terhadap suhu rendah dibandingkan sel lain. Sel kulit dan otot cukup tahan terhadap suhu dingin tertentu, tapi kandungan lemak di dalam sel lemak akan mengeras, mirip proses membeku, begitu suhunya turun di bawah ambang tertentu.

Sel lemak yang mengeras ini tidak lagi berfungsi normal dan perlahan masuk ke proses kematian sel terprogram, yang disebut apoptosis. Sel tidak pecah tiba-tiba, tapi menyalakan sinyal kematiannya sendiri secara bertahap, sehingga jaringan di sekitarnya tidak mengalami kerusakan mendadak.

Selama proses ini, area yang ditangani akan mengalami reaksi peradangan ringan. Sel imun berkumpul untuk membersihkan sel lemak yang mati, sehingga area tersebut bisa terasa bengkak dan agak keras selama beberapa minggu. Setelah reaksi ini mereda, barulah pengurangan volume mulai terlihat jelas. Dalam kasus yang jarang, justru ada laporan sel lemak bertambah banyak sebagai reaksi yang tidak biasa, sehingga pemilihan area dan intensitas prosedur perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Cara Kerja Suntik Pelangsing Lemak

Suntik pelangsing lemak menyuntikkan zat yang langsung merusak membran sel lemak ke dalam lapisan lemak. Bahan utamanya, asam deoksikolat, sebenarnya sudah ada secara alami di dalam cairan empedu tubuh, dan punya sifat melarutkan komponen lemak yang menyusun membran sel lemak.

Sel lemak yang membrannya rusak tidak mati perlahan seperti pada prosedur pendinginan, tapi mengalami nekrosis yang relatif cepat, di mana sel benar-benar hancur. Isi sel yang pecah ini memicu reaksi peradangan di jaringan sekitarnya, dan sel darah putih akan berkumpul untuk membereskannya. Rasa bengkak dan keras selama beberapa hari setelah prosedur adalah tanda bahwa reaksi peradangan ini sedang berlangsung.

Zat ini awalnya dikembangkan dan disetujui untuk mengatasi lemak di bawah dagu, tapi dengan prinsip yang sama, sering juga digunakan di area lain seperti paha atau lengan atas. Semakin luas area yang ditangani, biasanya penyuntikan dilakukan bertahap dalam beberapa kali sesi.

Cara Kerja Prosedur RF dan Ultrasound

Prosedur berbasis RF (radiofrekuensi) atau ultrasound bekerja dengan cara sebaliknya dari pendinginan atau suntikan, yaitu memberi energi untuk merusak sel lemak. RF mengalirkan energi panas ke lapisan lemak di bawah kulit hingga suhunya naik ke tingkat tertentu, dan panas ini disebut memicu kematian sel terprogram pada sel lemak.

Ultrasound terfokus bekerja dengan cara yang agak berbeda. Energi suara dikumpulkan pada satu titik hingga menimbulkan perubahan tekanan mikro secara instan, dan tekanan ini secara mekanis mengguncang membran sel lemak hingga rusak. Prosesnya mirip gelembung kecil di dalam air yang pecah dan menimbulkan hentakan pada area sekitarnya, hanya saja kali ini terjadi di dalam sel lemak.

Kedua metode ini punya kelebihan yaitu lebih non-invasif dibandingkan pendinginan atau suntikan. RF bahkan disebut bisa merangsang produksi kolagen di lapisan dermis kulit, sehingga selain lemak berkurang, kulit juga terasa sedikit lebih kencang sebagai efek tambahan. Meski begitu, daya rusak terhadap sel lemaknya sendiri sering dilaporkan lebih lemah dibandingkan pendinginan atau suntikan.

Kenapa Hasilnya Bisa Beda-Beda pada Tiap Orang?

Walau menjalani prosedur yang sama, hasil yang dirasakan tiap orang bisa berbeda karena beberapa alasan. Ketebalan dan sebaran lapisan lemak, serta kondisi kulit, ikut menentukan seberapa merata energi atau obat bisa menjangkau sel lemak.

  • Ketebalan lapisan lemak: Semakin tebal lapisan lemak, semakin sulit alat atau obat menjangkau bagian yang lebih dalam secara merata, sehingga biasanya perlu beberapa sesi bertahap agar hasilnya terasa merata.
  • Elastisitas kulit: Di area yang elastisitas kulitnya sudah lemah sejak awal, kulit sulit ikut mengencang seiring sel lemak yang berkurang, sehingga volume memang mengecil tapi masih terasa ada kendur.
  • Aliran darah di area yang ditangani: Pada akhirnya, sirkulasi darah dan getah beninglah yang membersihkan sel lemak rusak beserta zat peradangan, jadi area dengan sirkulasi lambat cenderung pulih dan mengecil lebih lama.
  • Gaya hidup setelah prosedur: Meski jumlah sel lemak sudah berkurang lewat prosedur, sel yang tersisa tetap bisa membesar lagi. Kalau pola makan berantakan setelah prosedur, sel lemak yang masih ada bisa kembali membesar dan volumenya bisa kembali seperti semula.

Karena itu, memeriksa ketebalan lapisan lemak dan kondisi area sebelum prosedur menjadi hal penting untuk memperkirakan hasil yang akan didapat.

Bagaimana Perawatan Setelah Prosedur?

Perawatan detailnya berbeda tergantung jenis prosedur, tapi prinsip umumnya kurang lebih sama. Kuncinya adalah tidak mengganggu proses tubuh dalam membersihkan sel lemak yang sudah rusak.

  • Selama beberapa hari pertama setelah prosedur, sebaiknya hindari pijatan berat atau tekanan kuat pada area tersebut. Merangsang jaringan yang belum selesai dibersihkan justru bisa membuat bengkak bertahan lebih lama.
  • Minum air yang cukup dianjurkan karena membantu proses ini. Cairan tubuh dan sirkulasi berperan dalam membersihkan dan mengeluarkan sisa sel lemak yang rusak.
  • Bengkak dan memar umumnya mereda dengan sendirinya seiring waktu, meski kecepatan pemulihan bisa berbeda pada tiap orang.
  • Menjaga pola makan dan tingkat aktivitas yang teratur setelah prosedur penting untuk mempertahankan hasil dalam jangka panjang, karena mencegah sel lemak yang tersisa membesar kembali adalah kunci agar efek prosedur bertahan.

Jika rasa gatal atau bengkak berlangsung lebih lama dari perkiraan, atau area yang ditangani justru terasa mengeras dan tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan kondisinya ke tempat prosedur dilakukan.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Diet

Cara Kerja Suntik Pelarut Lemak Hancurkan Sel Lemak Membandel, Bengkak, dan Jumlah Sesi per Area

Mengapa suntik pelarut lemak dipercaya ampuh mengatasi dagu ganda atau lengan berisi yang tak kunjung hilang meski sudah diet? Artikel ini mengupas cara zat aktifnya langsung menghancurkan membran sel lemak, proses lemak yang hancur dikeluarkan dari tubuh, dosis dan jumlah sesi per area, sampai alasan munculnya bengkak, dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Lifting

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area

Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Back to articles