Bintik Kecil di Bawah Mata: Ini Bedanya Syringoma dengan Milia dan Kenapa Susah Dihilangkan
By Dr. Lee8 min read

Coba perhatikan area bawah mata dengan saksama. Kadang di sana muncul bintik-bintik kecil yang berbaris rapi, teksturnya kasar seperti biji jagung. Kalau disentuh, tidak keras, warnanya senada kulit atau cokelat muda. Dipencet pun tidak keluar apa-apa, dan bukannya hilang, bintik ini malah cenderung bertambah banyak seiring waktu. Banyak orang langsung menyebutnya milia dan mencoba memencetnya sendiri. Padahal, sebagian besar bintik semacam ini bukan milia, melainkan syringoma, tumor jinak dari jenis yang sama sekali berbeda.
Kalau kedua kondisi ini tertukar, cara penanganannya pun jadi keliru. Milia hanyalah kantung kecil berisi sel kulit mati yang menumpuk, jadi cukup dipencet atau ditusuk jarum halus, langsung hilang. Sementara syringoma terbentuk dari jaringan kelenjar keringat itu sendiri yang berkembang biak, sehingga cara seperti itu sama sekali tidak mempan. Kalau terus dipencet, yang tersisa justru cuma bekas luka. Mari kita bahas satu per satu, kenapa syringoma bisa muncul dari kelenjar keringat, dan kenapa letaknya yang dalam membuatnya begitu sulit dihilangkan.
Syringoma Sebenarnya Muncul dari Mana dan Kenapa Bisa Terbentuk?
Syringoma adalah tumor jinak yang terbentuk karena sel-sel di saluran kelenjar keringat ekrin (eccrine gland, kelenjar keringat biasa yang tersebar di seluruh tubuh) berkembang biak secara berlebihan. Saluran ini yang membawa keringat menuju pori-pori. Sel-sel saluran tipis tadi tumbuh bercabang seperti ranting pohon, lalu membentuk gumpalan kecil di dalam kulit. Kalau dilihat lewat pemeriksaan jaringan, bentuknya khas, mirip kecebong dengan salah satu ujung meruncing tipis. Bentuk unik inilah yang membuat dokter spesialis patologi bisa mengenalinya dengan cukup mudah hanya dari tampilannya.
Karena termasuk tumor jinak yang tidak berkaitan dengan kanker, syringoma tidak membahayakan kesehatan. Namun begitu muncul, bintik ini tidak akan hilang sendiri dan cenderung bertambah banyak secara perlahan. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada laporan yang mengaitkannya dengan perubahan hormon setelah masa pubertas dan faktor keturunan. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan, dan tidak jarang ada riwayat keluarga yang sama. Karena itu, banyak yang merasa bintiknya tiba-tiba bertambah saat masa pubertas atau kehamilan, momen ketika hormon sedang bergejolak hebat. Ini bukan kebetulan, sebab perubahan hormon memang diketahui bisa memicu sel-sel kelenjar keringat untuk berkembang biak lebih aktif.
Kenapa Justru Sering Muncul di Bawah Mata?
Syringoma sebenarnya bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi paling sering ditemukan berkumpul di bawah mata, tepatnya di kelopak mata bagian bawah. Alasannya, area ini punya kepadatan kelenjar keringat yang tinggi, sementara lapisan kulitnya jauh lebih tipis dibandingkan area lain.
Kulit yang tipis membuat perubahan kecil di dalamnya lebih gampang terlihat dari permukaan. Kalau syringoma dengan ukuran sama muncul di badan atau lengan yang kulitnya tebal, mungkin hampir tidak terasa. Tapi di kulit tipis seperti bawah mata, setiap gumpalan kecil jadi tampak jelas dan bertekstur kasar. Bayangkan meletakkan kerikil di atas kertas tisu tipis, ketidakrataannya langsung terlihat dari luar. Begitulah peran kulit bawah mata di sini. Itulah kenapa keluhan soal syringoma di bawah mata jauh lebih banyak dibandingkan area lain.
Ada juga laporan kasus yang lebih jarang, yaitu ketika banyak syringoma muncul sekaligus dan berkelompok di area yang banyak berkeringat seperti dada, perut, atau ketiak. Kondisi ini disebut syringoma eruptif. Tapi bentuk ini relatif langka, dan sebagian besar kasus tetap terbatas di area bawah mata.
Bagaimana Cara Membedakannya dari Milia?
Sekilas, keduanya sama-sama tampak seperti biji jagung kecil berwarna putih atau senada kulit di bawah mata, jadi mudah tertukar. Tapi kalau dilihat lebih dalam, jaringannya sama sekali berbeda. Beberapa perbedaan berikut bisa membantu membedakannya.
- Milia adalah kantung kecil berisi keratin. Terbentuk saat folikel rambut atau saluran kelenjar keringat tersumbat sehingga sel kulit mati menumpuk. Kalau ditusuk jarum halus, butiran putihnya keluar dan biasanya langsung hilang.
- Syringoma adalah jaringan kelenjar keringat yang masih hidup. Tidak ada isi yang bisa dikeluarkan, ditekan pun tidak keluar apa-apa. Karena ini pertumbuhan jaringan, memencetnya sama sekali tidak akan menghilangkannya.
- Pola sebarannya juga beda. Milia cenderung muncul satu-satu secara terpisah, sedangkan syringoma sering muncul berjajar dan simetris di kedua sisi. Kalau pola bintik di bawah kedua mata terlihat mirip dan seimbang, kemungkinan besar itu syringoma.
- Warna dan teksturnya juga sedikit beda. Milia letaknya dekat permukaan kulit sehingga butiran putihnya sering tampak menerawang, sementara syringoma berada di jaringan lebih dalam sehingga warnanya senada kulit atau cokelat muda yang lebih samar, dan terasa sedikit lebih lembut saat disentuh.
Kalau di bawah mata juga ada bercak pipih berwarna kekuningan, kemungkinan itu xanthelasma, yaitu penumpukan kolesterol di kulit. Karena itu, membedakan ketiga kondisi ini sekaligus jadi langkah awal yang penting untuk diagnosis yang tepat.
Kenapa Letaknya Bisa Sedalam Ini Sehingga Susah Dihilangkan?
Alasan utama syringoma sulit dihilangkan ada pada posisinya. Milia hanya berupa kantung keratin yang letaknya dekat dengan epidermis, lapisan paling luar kulit, jadi cukup ditangani secara dangkal saja sudah selesai. Sementara syringoma menancapkan akarnya sampai ke tengah dermis (dermis, lapisan tebal di bawah epidermis yang dilalui pembuluh darah dan saraf), tempat saluran kelenjar keringat berada.
Selain itu, jangkauan jaringan syringoma sering kali jauh lebih luas dibandingkan yang terlihat dari luar. Di bawah satu bintik kecil yang tampak di permukaan, bisa saja ada jaringan saluran kelenjar keringat yang menyebar tipis ke samping. Kalau hanya bagian permukaannya yang diangkat, sisa jaringan yang tidak terlihat bisa tumbuh kembali. Bayangkan seperti gunung es di lautan, bagian yang tampak di atas permukaan air jauh lebih kecil dibandingkan bagian yang tenggelam di bawahnya. Kalau cuma bagian saluran atas yang kelihatan mata yang diangkat, sementara jaringan kelenjar penghasil keringat di bawahnya masih utuh, ada kemungkinan saluran itu tumbuh kembali seiring waktu.
Sebaliknya, kalau ditangani secara agresif dengan menjangkau lebih dalam dan lebih luas demi hasil yang tuntas, risiko bekas luka atau perubahan warna kulit di area bawah mata yang tipis dan sensitif jadi lebih besar. Kalau terlalu dangkal, jaringan tersisa. Kalau terlalu dalam, muncul bekas luka. Menyeimbangkan dua hal inilah yang jadi tantangan utama dalam penanganan syringoma.
Apa Saja Metode yang Bisa Digunakan untuk Menghilangkannya?
Metode yang dipakai bergantung pada ukuran, jumlah, dan kedalaman bintik, dan masing-masing punya kelebihan serta kekurangan yang cukup jelas.
- Laser CO2: bekerja dengan menguapkan jaringan lapis demi lapis sehingga kedalamannya bisa diatur sesuai kebutuhan. Metode ini sering dipakai kalau bintiknya banyak dan berkelompok. Namun panasnya bisa menyebar ke jaringan sekitar, sehingga risiko perubahan warna kulit perlu diperhatikan.
- Laser Er:YAG (erbium YAG): menggunakan panjang gelombang yang panasnya lebih sedikit menyebar ke sekitar dibandingkan laser CO2, sehingga ada laporan yang menyebutnya relatif lebih presisi untuk kulit tipis di bawah mata. Karena itu, biasanya dilakukan bertahap 2 sampai 4 kali sesi dengan jarak 4 sampai 6 minggu antar sesi.
- Elektrokauter (metode membakar jaringan dengan arus listrik): dipakai untuk menargetkan bintik kecil satu per satu, sering dipilih kalau jumlahnya sedikit.
- Eksisi bedah: jaringan diangkat langsung dengan cara dipotong, cocok untuk bintik yang besar atau dalam. Hasilnya cukup tuntas, tetapi perawatan bekas luka jadi jauh lebih penting.
Apa pun metodenya, umumnya tidak semua bintik ditangani sekaligus dalam satu sesi. Mengingat kulit bawah mata yang tipis, pendekatan bertahap 2 sampai 4 kali dengan jarak 4 sampai 8 minggu antar sesi jauh lebih aman. Kalau terlalu banyak bintik ditangani sekaligus, panas yang terkonsentrasi di area sempit bisa membuat bengkak dan kemerahan bertahan lebih lama.
Kenapa Dipencet atau Disentuh Malah Membuatnya Makin Parah?
Meski dipencet tidak akan keluar apa-apa, tangan sering kali tetap tergoda untuk menyentuhnya berulang kali. Masalahnya, tekanan dan tusukan berulang seperti ini bukannya menghilangkan bintik, malah cuma meninggalkan luka mikro di kulit sekitarnya.
Kulit bawah mata memang sudah tipis dari sananya, sehingga rangsangan kecil saja bisa membuatnya cepat memerah dan meninggalkan bekas warna gelap. Saat luka mikro ini sembuh, sel melanosit bisa jadi terlalu aktif sehingga muncul bercak cokelat yang justru melebar di sekitar bintik. Artinya, bintik yang ingin dihilangkan tetap ada, sementara di sekelilingnya malah bertambah satu bekas baru. Kalau memencetnya saja tidak mengeluarkan apa-apa, sebaiknya dibiarkan saja tanpa disentuh.
Kenapa Setelah Dihilangkan pun Masih Bisa Muncul Lagi?
Banyak orang merasa, setelah syringoma diangkat, beberapa waktu kemudian muncul lagi bintik serupa di tempat lain. Ada dua alasan yang biasanya bercampur di balik ini.
Pertama, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sisa jaringan di bawah permukaan yang belum terangkat tuntas bisa tumbuh kembali. Kedua, kecenderungan bawaan tubuh untuk membentuk syringoma tetap ada, sehingga bintik baru bisa muncul dari kelenjar keringat lain yang belum pernah ditangani. Syringoma bukan sekadar bekas luka atau cedera lokal, melainkan berkaitan dengan reaktivitas kelenjar keringat di seluruh tubuh. Karena itu, membersihkan satu area dengan tuntas tidak serta-merta mencegah munculnya bintik baru di area sebelahnya atau di bawah mata sisi lainnya.
Karena itu, penanganan syringoma sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi permanen dalam satu kali sesi, melainkan sebagai perawatan bertahap dengan siklus 1 sampai 2 tahun, menangani bintik baru begitu muncul.
Jadi, Apakah Harus Dihilangkan?
Syringoma adalah tumor jinak, jadi kalau dibiarkan pun tidak membahayakan kesehatan. Namun karena jumlahnya cenderung bertambah seiring waktu, kalau mulai mengganggu penampilan, berkonsultasi lebih awal bisa jadi pilihan yang lebih mudah ditangani sebelum bintiknya membesar. Sebaliknya, kalau tidak terlalu mengganggu, tidak perlu dipaksakan untuk dihilangkan.
Yang paling penting pada akhirnya adalah tidak langsung menganggap bintik di bawah mata sebagai milia lalu memencet atau menusuknya dengan jarum sendiri. Kalau dipencet tidak keluar apa-apa, pertimbangkan kemungkinan itu syringoma, lalu periksakan ke dokter kulit untuk memastikan diagnosisnya dan mendiskusikan metode yang sesuai dengan kedalaman serta luas bintik tersebut. Itu pendekatan yang paling aman.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Milia Putih di Sekitar Mata yang Susah Dipencet dan Terus Muncul Lagi, Ini Penyebabnya
Butiran putih kecil seperti biji beras di sekitar mata sering disebut milia, dan biasanya susah keluar walau dipencet lalu muncul lagi di kemudian hari. Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana bagaimana milia terbentuk, apa bedanya dengan jerawat, dan kenapa dokter mengangkatnya dengan jarum atau laser.
By Dr. Lee

Skin tag di leher dan ketiak yang terus bertambah, ini alasannya, cara kerja laser menghilangkannya, dan tips perawatannya
Kenapa skin tag kecil terus bermunculan di area yang sering bergesekan dengan pakaian seperti leher dan ketiak? Dua penyebab utamanya, gesekan dan penuaan, dibahas tuntas. Ciri yang membedakannya dari tahi lalat, cara kerja laser dan elektrokauter menghilangkannya, sampai tips perawatan agar tidak mudah muncul lagi, semua dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami.
By Dr. Lee

Cara Menghilangkan Milia di Sekitar Mata, Ekstraksi Manual, Laser CO2 dan Erbium YAG, serta Perawatan agar Tidak Kambuh
Kenapa milia berupa bintik putih kecil muncul di sekitar mata, apa bedanya dengan syringoma, kapan ekstraksi manual dan laser CO2 atau Erbium YAG dipakai, apakah boleh mencungkilnya sendiri dengan jarum, dan seberapa sering kambuh, dirangkum secara mudah dari jurnal yang sebenarnya.
By Dr. Lee