Milia Putih di Sekitar Mata yang Susah Dipencet dan Terus Muncul Lagi, Ini Penyebabnya
By Dr. Lee6 min read

Saat sedang bercermin dari jarak dekat, banyak orang tiba-tiba sadar ada butiran putih kecil yang menonjol di sekitar mata. Bentuknya mirip jerawat, tapi begitu dicoba dipencet dengan kuku, sama sekali tidak mau keluar dan malah bikin gemas.
Butiran itu namanya milia. Istilahnya memang jarang terdengar, tapi sebenarnya kondisi kulit yang cukup umum. Kalau sudah tahu kenapa milia muncul dan kenapa tidak bisa dipencet, rasanya jadi lebih tenang. Berikut penjelasan sederhana tentang proses terbentuknya milia dan cara kerja penanganannya.
Sebenarnya Milia Itu Apa?
Milia adalah kumpulan sel kulit mati (lapisan sel tua di permukaan kulit) yang terperangkap dan mengeras menjadi butiran kecil di lapisan kulit yang sangat tipis. Ukurannya biasanya kecil, sekitar 1 sampai 3 milimeter, dengan warna putih atau kekuningan.
Kalau disentuh terasa keras dan bulat, itu karena butiran ini berada di dalam kantong kecil yang benar-benar terpisah dari permukaan kulit, atau biasa disebut kista. Berbeda dari jerawat, milia tidak memerah atau bengkak, dan tidak sakit sama sekali saat ditekan.
Milia paling sering muncul di area kulit tipis seperti sekitar mata, kelopak mata, dan pipi bagian atas. Kondisi ini juga sering ditemukan pada bayi baru lahir, dan biasanya diketahui hilang sendiri dalam 2 hingga 4 minggu tanpa perlu penanganan khusus. Namun pada orang dewasa, milia jarang hilang dengan sendirinya, sehingga kalau ingin dihilangkan biasanya perlu ditangani di klinik atau rumah sakit.
Kenapa Sel Kulit Mati Bisa Terjebak dan Menggumpal?
Secara alami, kulit terus melepaskan sel-sel tua di lapisan paling atas, yaitu lapisan tanduk. Prosesnya mirip seperti wallpaper lama yang mengelupas sedikit demi sedikit, sel kulit mati juga perlu terus terlepas agar kulit baru bisa muncul ke permukaan.
Masalah muncul ketika jalan keluar sel kulit mati ini tersumbat oleh celah yang sangat kecil. Sel-sel yang seharusnya terlepas jadi menumpuk terus di satu titik, membentuk gumpalan kecil, lalu tertutup lapisan kulit tipis di atasnya sehingga terbentuk kantong kecil yang benar-benar tertutup rapat. Inilah yang disebut milia.
Penyumbatan jalan keluar ini biasanya terjadi dalam beberapa kondisi berikut.
- Saat luka bakar atau luka lain sedang sembuh: ketika kulit meregenerasi diri, jalur keluar sel kulit mati bisa tertekan atau tertutup oleh jaringan baru yang tumbuh, sehingga milia mudah muncul di area tersebut.
- Terlalu sering memakai krim tebal atau produk berminyak: kandungan produk yang menempel seperti lapisan tipis di atas lapisan tanduk bisa secara fisik menutup jalur keluar sel kulit mati.
- Kulit yang terlalu lama terpapar sinar matahari: kulit yang sering terkena sinar UV cenderung membentuk lapisan tanduk yang lebih tebal, sehingga jalur keluarnya jadi lebih mudah menyempit.
Apa Bedanya dengan Jerawat?
Banyak yang mengira milia adalah jerawat karena tampilannya mirip, padahal proses terbentuknya sangat berbeda. Jerawat terbentuk karena sebum (minyak alami kulit) dan sel kulit mati menumpuk bersama di dalam pori, lalu ditambah bakteri sehingga muncul peradangan.
Sementara itu, milia sama sekali tidak berhubungan dengan kelenjar minyak atau pori-pori. Milia murni terbentuk dari sel kulit mati yang terperangkap, tanpa keterlibatan infeksi bakteri atau reaksi peradangan. Karena itu, milia tidak memerah, tidak bengkak, tidak sakit saat ditekan, dan hampir tidak pernah membesar atau bernanah walau dibiarkan.
Perbedaan penting lainnya ada pada bukaan di permukaan kulit. Jerawat bermula dari pori yang tadinya terbuka lalu tersumbat, sedangkan milia sejak awal tidak punya bukaan ke permukaan kulit sama sekali, karena itu kantong kecilnya tertutup rapat dan tidak ada cara untuk mengeluarkan isinya hanya dengan dipencet tangan.
Cara penanganannya pun otomatis berbeda. Jerawat perlu ditangani dari sisi produksi minyak, bakteri, dan peradangan sekaligus, sedangkan milia tidak melibatkan peradangan sama sekali sehingga produk anti-inflamasi pun tidak akan mengecilkan butirannya. Milia baru bisa hilang kalau jalur keluar sel kulit matinya dibuka kembali secara fisik, jadi pendekatannya memang berbeda dari dasarnya.
Kenapa Dipencet Tetap Tidak Keluar?
Pada whitehead jerawat, mulut pori masih terbuka sedikit sehingga saat ditekan, sebum dan sel kulit mati di dalamnya bisa terdorong keluar. Tapi struktur milia sama sekali berbeda.
Lapisan tipis yang menyelimuti milia bukan lubang yang terhubung ke permukaan kulit, melainkan kantong tertutup yang membungkus butiran sel kulit mati dari segala arah. Karena tidak ada celah untuk ditembus, sekuat apa pun dipencet, isinya memang tidak punya jalan keluar sejak awal.
Kalau dipaksa dipencet pakai kuku atau alat lain, yang terjadi malah kulit di sekitarnya terluka, dan saat luka itu sembuh, bisa muncul milia baru di titik yang sama. Sebab saat jaringan beregenerasi, jalur keluar sel kulit mati bisa tersumbat lagi di area tersebut.
Bagaimana Prinsip Kerja Penghilangan dengan Jarum atau Laser?
Di klinik, dokter tidak memencet milia, melainkan membuat lubang kecil buatan di kantong tertutup itu terlebih dahulu. Dengan jarum tipis yang sudah disterilkan, permukaan milia ditusuk sedikit hingga terbentuk celah mikro pada lapisan pembungkusnya, dan saat itulah untuk pertama kalinya bagian dalam dan luar terhubung.
Setelah jalur ini terbentuk, hanya dengan tekanan lembut saja butiran sel kulit mati yang terjebak di dalam bisa keluar dengan mudah. Jadi kuncinya bukan seberapa kuat dipencet, melainkan membuka jalur yang sebelumnya tertutup.
Kalau menggunakan laser, prinsipnya sedikit berbeda. Energi panas dari laser menghancurkan jaringan dinding kista secara sangat terlokalisasi, sehingga metode ini biasanya dipakai untuk milia yang terlalu kecil atau terlalu dangkal untuk ditembus jarum, atau ketika ada banyak milia yang berkumpul rapat. Kedua metode ini sama-sama berfokus pada menyentuh sesedikit mungkin jaringan kulit normal, sambil hanya membuka atau menghilangkan kista kecil yang bermasalah.
Kenapa Sering Kambuh Lagi?
Menghilangkan satu milia bukan berarti area itu tidak akan pernah muncul milia lagi. Kambuhnya milia sering terjadi karena kondisi kulit yang mudah membuat sel kulit mati terjebak masih tetap ada.
Terutama di sekitar mata, lapisan tanduknya lebih tipis dan kelenjar minyaknya lebih sedikit dibanding area lain, sehingga ritme alami pengelupasan sel kulit mati di sana memang sedikit berbeda. Selama karakteristik ini masih ada, milia bisa muncul lagi di titik lain kalau kondisinya cocok. Daripada merasa aman setelah sekali dihilangkan, lebih baik memahami penyebabnya dan tetap merawat kulit secara rutin, karena ini yang benar-benar membantu mengurangi kekambuhan.
Berikut beberapa perawatan yang diketahui membantu mengurangi kekambuhan milia.
- Gunakan pelembap ringan, bukan krim berat dan berminyak, khusus di area sekitar mata: cara ini diketahui membantu karena tidak membentuk lapisan tebal di atas lapisan tanduk, sehingga risiko jalur tersumbat berkurang.
- Rutin memakai tabir surya: mengurangi paparan sinar UV diketahui membantu mencegah lapisan tanduk menebal secara berlebihan.
- Kalau kulit cenderung mudah menumpuk sel kulit mati, tambahkan produk eksfoliasi yang lembut: ini diketahui membantu sel kulit mati terlepas tepat waktu tanpa menumpuk lama di permukaan, sehingga mengurangi kemungkinan jalur tersumbat.
Yang paling penting, hindari mencoba memencet atau menusuk milia sendiri di rumah. Menggunakan alat yang tidak steril untuk memaksa membuka milia justru bisa meninggalkan luka, dan luka itu bisa memicu munculnya milia baru di tempat yang sama, sehingga jadi siklus yang berulang.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Bintik Kecil di Bawah Mata: Ini Bedanya Syringoma dengan Milia dan Kenapa Susah Dihilangkan
Bintik kecil seperti biji jagung di bawah mata sering disangka milia, padahal syringoma terbentuk dengan cara yang jauh berbeda. Simak proses pembentukannya dari kelenjar keringat, alasan kenapa susah dihilangkan tuntas, sampai kenapa gampang muncul lagi.
By Dr. Lee

Cara Menghilangkan Milia di Sekitar Mata, Ekstraksi Manual, Laser CO2 dan Erbium YAG, serta Perawatan agar Tidak Kambuh
Kenapa milia berupa bintik putih kecil muncul di sekitar mata, apa bedanya dengan syringoma, kapan ekstraksi manual dan laser CO2 atau Erbium YAG dipakai, apakah boleh mencungkilnya sendiri dengan jarum, dan seberapa sering kambuh, dirangkum secara mudah dari jurnal yang sebenarnya.
By Dr. Lee

Kenapa Laser CO2 Fraksional Membuat Lubang Mikro untuk Mengisi Bekas Jerawat dan Pori Besar, serta Berapa Lama Masa Pemulihannya
Laser CO2 fraksional tidak menembak seluruh permukaan kulit, tapi membuat lubang-lubang mikro hanya di titik-titik tertentu saja, seperti dicolek satu per satu. Artikel ini menjelaskan dengan bahasa sederhana kenapa lubang kecil itu memicu kolagen baru mengisi bekas jerawat dan pori, berapa lama masa pemulihannya, dan berapa kali sesi yang biasanya dibutuhkan.
By Dr. Kim