Alis samurai, ujung alis luar yang terangkat sendiri setelah botox dahi, kenapa bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?
By Dr. Lee8 min read

Setelah botox dahi, ada kalanya bercermin dan mendapati bagian dalam alis tetap seperti biasa, tetapi ujung luarnya terangkat runcing sehingga wajah terlihat seperti sedang marah. Fenomena ini sering disebut alis samurai. Karena mirip bentuk alis karakter Spock dari Star Trek, dalam bahasa Inggris juga disebut Spock brow.
Meski bikin panik, kondisi ini sebagian besar bukan berarti tindakannya salah, melainkan perubahan bentuk yang wajar terjadi saat efek botox sedang bekerja. Kalau memahami mekanismenya, jadi jelas kenapa hanya bagian luar yang terangkat, bagaimana cara memperbaikinya dengan dosis kecil, dan bagaimana cara mencegahnya. Kalau dibiarkan pun, biasanya kembali normal dengan sendirinya seiring efek botox memudar. Artikel ini merangkum alasan bentuk alis jadi janggal setelah botox dahi dan cara mengatasinya, berdasarkan studi klinis.

Apa itu alis samurai?
Alis samurai adalah kondisi di mana ujung luar alis terangkat lebih tinggi daripada bagian dalamnya setelah botox dahi. Alis melengkung ke atas seperti kail, memberi kesan wajah sedang marah, curiga, atau bahkan terlihat jahat. Ini adalah perubahan bentuk yang paling sering ditemui setelah botox dahi.
Di negara-negara berbahasa Inggris, kondisi ini punya banyak sebutan. Karena mirip alis karakter Spock dari Star Trek, disebut Spock brow, atau karena diibaratkan setan dalam opera Faust, disebut Mephisto sign. Semua istilah ini merujuk pada fenomena yang sama. Ada juga yang menyebutnya quizzical brow atau surprised brow. Banyaknya sebutan ini justru menunjukkan betapa umumnya kondisi ini ditemukan.
Yang penting dipahami, ini bukan penyakit, melainkan kondisi sementara di mana keseimbangan kekuatan otot sedikit bergeser. Sebagian besar bisa diperbaiki cepat dengan tambahan tindakan dosis kecil, dan kalau dibiarkan pun akan kembali normal seiring efek botox memudar. Jadi, daripada panik saat bercermin, memahami kenapa bentuk ini muncul akan membuat penanganannya lebih mudah. Terutama bagi yang baru pertama kali botox dahi, bentuk seperti ini bisa muncul sesaat selama 2 minggu sebelum efeknya benar-benar stabil, jadi mengetahuinya sejak awal akan mengurangi rasa panik. Berikut penjelasan mekanismenya.

Kenapa hanya bagian luar yang terangkat?
Otot yang mengangkat alis ke atas hanya satu, yaitu frontalis yang menutupi seluruh dahi. Sebaliknya, otot yang menarik alis ke bawah ada beberapa, terletak di glabella dan sekitar mata. Posisi alis ditentukan oleh keseimbangan antara kekuatan pengangkat dan kekuatan penarik ini.
Botox dahi bekerja dengan melemahkan frontalis untuk meratakan kerutan horizontal di dahi. Namun, kadang botox cukup banyak masuk ke bagian tengah dalam dahi sehingga otot di sana melemah dengan baik, sementara otot di bagian luar dahi relatif kurang terkena. Akibatnya, alis bagian dalam kehilangan tenaga dan turun, sedangkan frontalis di bagian luar masih bekerja penuh dan menarik alis bagian luar sendirian ke atas. Inilah yang menjadi penyebab alis samurai.
Jadi, penyebabnya adalah ketidakseimbangan, bagian dalam terlalu banyak melemah sementara bagian luar kurang terkena. Kondisi ini sering muncul kalau titik suntikan tidak menjangkau cukup jauh ke bagian luar dahi, atau bagian luar terlewat sama sekali. Setiap orang punya bentuk frontalis yang berbeda, sehingga ada yang lebih rentan mengalami kondisi ini. Orang yang frontalisnya terbagi kiri dan kanan dari tengah cenderung lebih mudah mengalami alis turun atau bentuk yang tidak simetris, jadi perbedaan ini pun perlu dipertimbangkan saat menentukan titik suntikan. Kalau penyebabnya adalah masalah keseimbangan, tentu solusinya juga mengarah pada menyeimbangkan kembali.

Bagaimana cara mengatasinya?
Solusinya lebih sederhana dari yang dibayangkan. Cukup tambahkan botox dosis kecil di atas alis luar yang terangkat, tepatnya di frontalis bagian luar yang masih bekerja kuat. Pada kasus nyata, menambahkan 2 hingga 4 unit di titik paling luar dahi pada masing-masing sisi membuat bentuk alis kembali normal dalam 2 hingga 3 minggu. Karena bagian dalam sudah melemah dengan baik, konsepnya hanya menyempurnakan sedikit di bagian luar.
Waktu jadi hal yang penting. Botox butuh waktu sampai efeknya benar-benar terlihat sepenuhnya. Karena itu, standarnya bukan buru-buru mengoreksi hanya berdasarkan bentuk segera setelah tindakan, melainkan menunggu sekitar 2 minggu sampai bentuk akhirnya stabil, baru menambahkan sedikit sesuai kebutuhan. Kalau terburu-buru menambahkan dalam jumlah banyak, alis justru bisa turun ke arah sebaliknya.
Kalau sudah terlanjur turun, memang tidak ada obat untuk mengembalikannya seketika. Namun karena efek botox akan memudar seiring waktu, kondisi ini umumnya pulih dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Jadi, alis samurai sebagian besar bisa diatasi dengan tambahan tindakan dosis kecil, dan dalam kasus terburuk sekalipun, waktu akan menyelesaikannya. Satu hal tambahan, tindakan lanjutan sebaiknya dilakukan di klinik yang sama dengan tempat tindakan pertama. Koreksi akan lebih tepat dan seimbang kalau dokter tahu persis di mana dan berapa unit yang sudah disuntikkan sebelumnya.

Bagaimana cara mencegahnya?
Kunci pencegahannya adalah menyuntikkan secara merata sampai frontalis bagian luar dengan dosis yang tepat sejak awal. Kalau titik suntikan dijangkau sampai tepi luar dahi sehingga otot bagian dalam dan luar sama-sama melemah, kondisi alis luar yang terangkat sebagai kompensasi bisa dicegah.
Di sinilah letak keseimbangannya. Kalau bagian luar terlalu sedikit dilemahkan, muncul alis samurai. Sebaliknya, kalau botox di bagian luar disuntikkan terlalu banyak atau terlalu rendah, alis bagian luar justru bisa turun. Karena itu, bukan soal menyuntikkan sebanyak mungkin, melainkan kepekaan untuk menyuntikkan secara merata dengan jumlah yang pas. Titik keseimbangan inilah yang menunjukkan keterampilan dokter yang menanganinya.
Satu tip praktis lainnya adalah tidak menyuntik dahi saja, melainkan menangani glabella bersamaan. Kalau otot penarik di glabella dan otot pengangkat di dahi berada dalam keseimbangan, risiko alis turun berkurang. Bahkan, botox dahi memang disetujui dengan syarat ditangani bersamaan dengan glabella. Keseimbangan ini terutama lebih penting bagi yang sudah berusia lanjut. Orang yang selama ini mengandalkan frontalis untuk mengangkat kelopak mata bisa merasakan mata jadi terasa berat kalau dahi dilemahkan terlalu kuat, jadi pendekatan dengan dosis lebih rendah dan menangani glabella bersamaan lebih aman.

Apa bedanya alis turun dan kelopak mata turun?
Setelah botox, ada dua jenis kondisi turun yang perlu dibedakan. Pertama adalah alis turun, yaitu alis itu sendiri turun dari posisi semula karena frontalis yang mengangkatnya melemah. Kedua adalah kelopak mata turun, yaitu kelopak mata atas turun sehingga mata terlihat lebih kecil, terjadi ketika botox menyebar sampai ke otot pengangkat kelopak mata. Kondisi ini biasanya muncul kalau suntikan di glabella terlalu ke dalam atau terlalu dalam posisinya.
Ada cara mudah untuk membedakan keduanya. Kalau alis diangkat sedikit dengan tangan lalu kelopak mata yang turun ikut membaik, berarti itu alis turun. Kalau kelopak mata tetap turun meski alis sudah diangkat, berarti itu benar-benar kelopak mata turun.
Kedua kondisi ini tidak punya obat penawar langsung, tetapi akan pulih seiring waktu saat efek botox memudar. Kelopak mata turun biasanya pulih dalam beberapa minggu, sedangkan alis turun butuh waktu sedikit lebih lama. Kalau kelopak mata turun terasa cukup mengganggu, kadang dipakai obat tetes mata yang membantu otot kelopak mata sementara, tetapi sebagian besar akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Alis samurai yang dibahas sebelumnya berbeda dari kedua kondisi ini, karena bukan turun melainkan bagian luar yang terangkat berlebihan, jadi bisa diatasi dengan menambahkan botox dosis kecil untuk menyeimbangkan.
Berikut perbandingan ketiga kondisi ini.
| Kondisi | Bentuk yang terjadi | Penyebab | Solusi | Waktu pemulihan |
|---|---|---|---|---|
| Alis samurai | Hanya ujung luar alis yang terangkat | Frontalis bagian luar kurang melemah | Tambah 2-4 unit di bagian luar | 2-3 minggu setelah touch-up |
| Alis turun | Seluruh alis turun | Frontalis melemah berlebihan | Menunggu waktu berlalu | Sekitar 6 minggu |
| Kelopak mata turun | Kelopak mata atas turun | Botox menyebar sampai otot kelopak mata | Menunggu waktu, tetes mata bila perlu | 3-4 minggu |

Apakah kondisinya akan kembali normal seiring waktu?
Sebagian besar akan kembali normal dengan sendirinya seiring waktu. Efek botox mulai terlihat dalam 3 hingga 5 hari setelah suntikan, mencapai puncaknya sekitar 2 minggu, lalu perlahan memudar setelah 3 hingga 4 bulan. Meski alis samurai muncul, kalau dibiarkan, keseimbangan kekuatan otot akan kembali normal seiring efek botox yang memudar.
Karena itu, ada dua pilihan penanganan. Kalau ingin cepat teratasi, bisa menambahkan sedikit botox di bagian luar saat bentuknya sudah stabil sekitar 2 minggu untuk menyeimbangkan. Kalau tidak terburu-buru, bisa juga menunggu beberapa bulan agar pulih secara alami. Apa pun pilihannya, ini bukan masalah yang menetap permanen. Saat menjalani tindakan di area yang sama berikutnya, menyuntikkan secara merata sampai bagian luar akan mengurangi kemungkinan kondisi ini terulang.
Kalau khawatir mengalami alis samurai, cukup ingat untuk menyuntik secara merata sampai bagian luar dahi sejak tindakan pertama, menangani glabella bersamaan, lalu kontrol kembali setelah 2 minggu untuk menambah sedikit bila diperlukan. Ini adalah perubahan bentuk yang umum terjadi tetapi umumnya mudah diatasi, jadi lebih baik memahami mekanismenya daripada panik berlebihan. Menyampaikan kesan alis yang diinginkan sejak awal tindakan juga membantu dokter menentukan titik suntikan yang sesuai. Kalau bentuk alis terasa janggal, cara paling pasti adalah kembali ke klinik tempat tindakan dilakukan untuk diperiksa ulang.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Botox dahi dan glabella, otot mana yang disuntik, berapa unit, seberapa lama efeknya, dan apa saja efek sampingnya
Penjelasan lengkap tentang otot yang terlibat di dahi dan glabella, mengapa botox dahi saja bisa membuat alis turun, berapa unit standar per area, kapan efek mulai terasa dan bertahan berapa lama, serta efek samping seperti alis turun berdasarkan data studi klinis.
By Dr. Lee

Xeomin dan Resistansi Botox: Mana yang Fakta, Mana yang Klaim Pemasaran?
Benarkah botox yang disuntik berulang kali bisa membuat tubuh kebal? Apa itu resistansi botulinum toksin, mengapa bisa terjadi, dan sejauh mana Xeomin sebagai toksin bebas protein kompleks benar-benar berbeda. Penjelasan dari sisi medis lengkap dengan dasar penelitiannya.
By Dr. Kim

Filler kerutan leher horizontal, kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft secara dangkal dan berapa kali harus dibagi dalam sesi suntik
Saat mengisi kerutan horizontal di leher dengan filler, penjelasan lengkap kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft secara dangkal dan dalam jumlah sedikit, bukan filler keras seperti yang dipakai di dagu atau pipi, berapa lama efeknya bertahan, berapa kali sesi yang dibutuhkan, serta bagaimana risiko efek Tyndall dan keamanannya berdasarkan studi klinis.
By Dr. Kim