prettytime
Lifting

Prime Raise Focus: Efek Lifting Tiga Panjang Gelombang dan Perawatan Setelah Prosedur

By Dr. Kim7 min read

Kebanyakan alat laser lifting hanya mengandalkan satu panjang gelombang untuk merangsang jaringan. Prime Raise Focus berbeda karena memadukan tiga panjang gelombang dalam satu alat. Setiap panjang gelombang bereaksi pada target yang berbeda di dalam tubuh, jadi satu kali penyinaran saja sudah menjangkau beberapa lapisan kulit secara bersamaan.

Klinik seperti Beullibi mulai memperkenalkan alat ini bukan hanya untuk lifting, tetapi juga untuk perbaikan tekstur kulit yang bisa didapat sekaligus. Berikut penjelasan mengapa panjang gelombangnya dibagi menjadi tiga, bukan satu, dan bagaimana kombinasi itu sebenarnya bekerja.

Apakah Panjang Gelombang Berbeda Menjangkau Tempat Berbeda?

Laser adalah alat yang mengirimkan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu ke dalam kulit. Setiap panjang gelombang punya zat yang paling mudah menyerapnya. Ada yang lebih diserap oleh pigmen melanin, ada yang lebih diserap oleh air atau hemoglobin dalam darah, dan ada pula yang relatif lebih mudah diserap oleh sel lemak.

Prime Raise Focus adalah laser dioda yang dirancang untuk memancarkan tiga panjang gelombang, yaitu 810, 940, dan 1060 nanometer, baik secara berurutan maupun bersamaan. Karena panjang gelombang berbeda, kedalaman penetrasinya ke kulit pun berbeda. Panjang gelombang yang terserap lebih dangkal bekerja dekat lapisan epidermis, sementara yang mencapai lebih dalam mengantarkan panas hingga ke lapisan bawah dermis atau lapisan lemak subkutan. Perbedaan inilah yang menjadi dasar rancangan laser ini, yaitu membagi tugas di beberapa kedalaman kulit sekaligus dalam satu alat.

Apa Tugas Masing-Masing dari Tiga Panjang Gelombang?

810 nanometer adalah panjang gelombang yang bereaksi pada lapisan paling dangkal di antara ketiganya. Karena relatif lebih mudah diserap oleh pigmen melanin di epidermis, panjang gelombang ini berperan utama merapikan area dengan pigmentasi tidak merata dan memperbaiki tekstur kulit.

940 nanometer menembus sedikit lebih dalam dibanding 810 nanometer. Karena mudah bereaksi dengan hemoglobin dalam darah, panjang gelombang ini bekerja pada pembuluh darah di lapisan dermis yang dangkal. Panjang gelombang ini dijelaskan berperan dalam mengatasi kemerahan atau flushing yang berkaitan dengan pembuluh darah.

1060 nanometer adalah panjang gelombang yang mencapai lapisan paling dalam. Karena relatif lebih mudah diserap oleh air, panjang gelombang ini mampu mengantarkan panas hingga ke lapisan bawah dermis dan lapisan lemak subkutan. Panas yang mencapai jaringan dalam ini terutama berperan merangsang pembentukan kolagen baru, sehingga paling erat kaitannya dengan efek lifting. Karena ketiga panjang gelombang ini masing-masing menyasar kedalaman dan target yang berbeda, satu alat ini dirancang agar bisa menargetkan perbaikan pigmentasi dan tekstur kulit, kemerahan, hingga lifting sekaligus.

Kenapa Tiga Panjang Gelombang, Bukan Satu?

Jika hanya mengandalkan satu panjang gelombang untuk menangani semuanya, energinya harus dinaikkan sangat tinggi. Namun jika energi dinaikkan sembarangan, risiko kerusakan panas menjalar ke lapisan yang tidak diinginkan pun meningkat. Efek sampingnya bisa berupa epidermis yang teriritasi atau kulit yang memerah seperti terbakar.

Sebaliknya, dengan membagi menjadi beberapa panjang gelombang, setiap panjang gelombang bereaksi secara relatif efisien hanya di kedalaman yang menjadi tugasnya, sementara lapisan lain relatif tidak terlalu terpengaruh. Ini mirip seperti saat memasak, bukan menyamakan satu tingkat api untuk semuanya, tetapi memisahkan api untuk memanggang bagian luar dan api untuk mematangkan bagian dalam agar hasilnya lebih merata. Dengan membagi panjang gelombang untuk tiap lapisan, energi total tetap terbagi, tetapi setiap lapisan bisa mendapat rangsangan sesuai kebutuhannya.

Bagaimana Ujung Safir Melindungi Epidermis?

Prime Raise Focus digunakan bersama ujung pendingin kontak berbahan safir yang disebut Crystal Freeze. Safir memiliki sifat menghantarkan panas dengan sangat cepat, sehingga begitu menyentuh permukaan kulit, ia langsung menyerap dan menurunkan panas di epidermis.

Saat energi laser masuk ke kulit, epidermis dan dermis menghangat secara bersamaan. Epidermis sangat sensitif terhadap panas karena banyak ujung saraf yang berkumpul di sana, sehingga rasa sakitnya pun terasa lebih besar. Selagi ujung pendingin menurunkan suhu epidermis, laser tetap bisa mengumpulkan panas di lapisan yang lebih dalam. Hasilnya, epidermis relatif lebih terlindungi sementara panas yang dibutuhkan tetap tersalurkan ke lapisan dalam.

Prinsip ini mirip dengan memegang benda panas sambil tangan tercelup air es. Permukaan telapak tangan tetap terasa dingin, tetapi panas dari benda itu tetap tersalurkan ke tangan, dengan cara yang sama, epidermis terlindungi oleh pendinginan sementara lapisan di bawahnya terus menerima rangsangan panas. Dengan begitu, energi yang sama bisa digunakan dengan risiko rasa sakit dan kerusakan epidermis yang lebih kecil, sambil tetap memberi ruang untuk menyalurkan panas lebih kuat ke lapisan dalam.

Bagaimana Iritasi Panas Berubah Menjadi Kolagen?

Ketika panas tersalurkan ke dermis dan lapisan subkutan, sebagian struktur serat kolagen lama di dalamnya sedikit terganggu. Tubuh menganggap ini sebagai kerusakan kecil dan memulai respons untuk memperbaikinya. Dalam proses ini, fibroblas, yaitu sel di dalam kulit yang memproduksi kolagen, menjadi lebih aktif dan membentuk serat kolagen baru.

Prosesnya mirip seperti saat luka mengering menjadi keropeng, lalu di bawahnya jaringan baru tumbuh kembali. Rangsangan panas dari laser jauh lebih ringan dibanding luka sungguhan, tetapi prinsip tubuh menyalakan respons pemulihannya sama. Kolagen baru yang terbentuk akan menyatu dengan kolagen lama seiring waktu, membangun kembali struktur penopang kulit.

Proses ini tidak langsung terlihat begitu perawatan selesai. Karena pembentukan dan penataan kolagen baru membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, efek lifting dijelaskan muncul secara bertahap seiring waktu. Sensasi kencang yang terasa segera setelah perawatan sering kali berasal dari bengkak ringan atau kontraksi jaringan sementara, sedangkan perubahan elastisitas yang sesungguhnya baru menyusul kemudian.

Bagaimana Efek Lifting dan Tekstur Kulit Muncul?

Karena ketiga panjang gelombang bereaksi pada lapisan yang berbeda, hasilnya pun muncul berbeda di tiap lapisan. Ketika 1060 nanometer yang mencapai lapisan paling dalam membangun kembali kolagen di bawah dermis dan lapisan lemak subkutan, kulit mendapat daya topang dari bawah sehingga kendur berkurang, inilah efek lifting. Ditambah dengan kontraksi jaringan yang terjadi langsung akibat panas, sensasi kulit yang terasa kencang segera setelah perawatan pun ikut muncul.

Di lapisan yang lebih dangkal, 940 nanometer bekerja pada pembuluh darah sehingga membantu merapikan kemerahan atau flushing, sementara di lapisan paling dangkal, 810 nanometer bereaksi dengan pigmen melanin dan dijelaskan berperan merapikan tekstur serta warna kulit. Lifting adalah pekerjaan membangun kembali struktur di lapisan bawah, sedangkan perbaikan tekstur dan kemerahan adalah pekerjaan merapikan lapisan yang lebih dekat ke permukaan, sehingga dalam satu kali perawatan, masing-masing lapisan ditangani secara terpisah namun bersamaan.

  • Lapisan paling dalam (bawah dermis, lemak subkutan): 1060 nanometer bereaksi dengan air untuk merangsang regenerasi kolagen dan berperan dalam lifting serta pengencangan. Panjang gelombang ini harus mencapai titik paling dalam agar daya topang struktural terbentuk.
  • Lapisan tengah (pembuluh darah di dermis dangkal): 940 nanometer bereaksi dengan hemoglobin dan berperan merapikan kemerahan serta flushing.
  • Lapisan paling dangkal (epidermis): 810 nanometer bereaksi dengan pigmen melanin dan berperan merapikan tekstur serta warna kulit. Karena paling dekat dengan epidermis di antara ketiganya, perubahan yang muncul di permukaan pun lebih langsung terlihat.
  • Perlindungan epidermis (pendinginan Crystal Freeze): Pendinginan safir menjaga suhu epidermis tetap rendah, sehingga meski energi kuat disalurkan ke lapisan dalam, risiko kerusakan epidermis tetap relatif terkendali.

Menghindari Panas dan Iritasi Setelah Prosedur

Selama masa kolagen sedang terbentuk dan menata diri, hal terpenting dalam perawatan adalah tidak mengganggu proses tersebut.

  • Beberapa hari setelah prosedur, sebaiknya hindari tempat bersuhu tinggi seperti sauna atau ruang uap. Tambahan panas bisa membuat jaringan yang sedang pulih menerima rangsangan berlebihan.
  • Perlindungan dari sinar matahari sebaiknya tetap konsisten dijaga. Sinar UV bisa mengurai kolagen yang baru terbentuk, sehingga penting bukan hanya selama masa pemulihan, tetapi juga dalam keseharian.
  • Bengkak atau kemerahan sementara umumnya dijelaskan akan mereda seiring waktu, meskipun kecepatan pemulihan bisa berbeda pada tiap orang.
  • Menggosok wajah dengan kasar atau menekannya terlalu kuat sebaiknya dihindari selama beberapa hari. Jika tekanan fisik ditambahkan sebelum jaringan yang teriritasi sempat stabil, respons pemulihan bisa terganggu.

Kondisi Kulit yang Cocok dan Jarak Antarprosedur

Karena alat ini menggabungkan tiga panjang gelombang sekaligus, rancangannya paling cocok bagi yang ingin mendapatkan lifting, pengencangan, dan perbaikan tekstur kulit dalam satu perawatan. Sebaliknya, jika hanya ada satu masalah yang menonjol, mungkin ada alat lain yang lebih terspesialisasi untuk masalah tersebut.

Karena pembentukan dan penataan kolagen membutuhkan waktu, jarak antar sesi ditentukan mengikuti kecepatan pemulihan ini. Jika perawatan diulang terlalu cepat, jaringan yang belum sempat menata diri akan menerima rangsangan lagi, sehingga jarak yang cukup antar sesi umumnya disarankan. Jarak dan jumlah sesi yang tepat berbeda tergantung kondisi kulit dan tujuan masing-masing, sehingga sebaiknya ditentukan melalui konsultasi langsung dengan dokter.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Ontanium: Kombinasi Onda dan Titanium, Cara Kerja dan Perbandingan Efek

Ontanium adalah sebutan untuk prosedur kombinasi yang menggabungkan dua alat, Onda dan Titanium, dalam satu sesi. Onda memakai energi gelombang mikro untuk mengantarkan panas ke lapisan dermis dan lemak, sementara Titanium memakai laser tiga panjang gelombang yang bekerja pada lapisan lebih dalam sekaligus permukaan kulit. Karena kedua alat menghasilkan panas dengan cara berbeda, menerimanya bersamaan dipercaya bisa mengurangi kedalaman yang terlewat.

By Dr. Kim

Lifting

Efek Gelombang Mikro Onda: Berapa Sesi dan Berapa Lama Bertahan?

Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Pigment

IPL untuk Flek dan Kemerahan: Efek, Jumlah Sesi, dan Beda dengan Laser

IPL bukan alat yang hanya menembakkan satu panjang gelombang seperti laser, melainkan memancarkan cahaya dengan rentang lebar sekaligus. Karena itu melanin dan hemoglobin, dua target yang berbeda, bisa tersentuh dalam satu waktu. Memahami prinsip ini akan menjelaskan mengapa satu alat bisa menangani beberapa keluhan kulit sekaligus.

By Dr. Kim

Back to articles