prettytime
Skincare

Prinsip di Balik Perawatan Kombinasi Booster, Laser, dan Lifting yang Menumpuk Efek di Seluruh Wajah

By Dr. Kim6 min read

Saat berkonsultasi di klinik dermatologi atau bedah plastik, dokter lebih sering menyarankan perawatan kombinasi yang menggabungkan booster, laser, dan lifting, dibanding hanya satu jenis perawatan saja. Pada awalnya, saran untuk menjalani beberapa perawatan sekaligus bisa terdengar seperti sekadar cara klinik menaikkan omzet.

Namun kenyataannya, setiap perawatan menyasar lapisan kulit dan masalah yang berbeda. Booster bekerja pada kelembapan dan kolagen di dalam kulit, laser menangani tekstur dan warna di permukaan kulit, sedangkan lifting menyasar lapisan dalam yang menopang struktur wajah. Karena lapisannya berbeda, jika hanya menjalani satu perawatan, masalah pada lapisan lain akan tetap ada. Oleh karena itu, berikut penjelasan bertahap mengapa ketiganya perlu bekerja bersama.

Apa Sebenarnya Arti Perawatan Kombinasi?

Perawatan kombinasi, seperti namanya, berarti menjalani beberapa perawatan yang bekerja dengan prinsip berbeda dalam satu hari yang sama atau dengan jeda waktu yang singkat. Contohnya, suntik skin booster, laser toning, dan lifting radiofrekuensi atau ultrasound dijalani secara berurutan dalam satu kali kunjungan.

Alasan ketiganya dibedakan adalah karena tujuan yang disasar juga berbeda. Booster berfokus pada kelembapan dan elastisitas, laser menangani flek dan pori-pori, sedangkan lifting menyasar kekenduran dan kontur wajah. Ketiga masalah ini biasanya muncul bersamaan pada wajah yang sama, karena seiring bertambahnya usia, kulit menjadi kering, warnanya kusam, dan pada saat yang sama juga mengendur. Itulah sebabnya sejak awal sulit mengatasi tiga masalah sekaligus hanya dengan satu jenis perawatan.

Contohnya, tidak jarang terdengar cerita tentang orang yang sudah berkali-kali menjalani lifting sehingga kontur wajahnya membaik, tetapi wajah tetap terlihat kusam dan kering. Ini karena lifting memang efektif mengatasi kekenduran, tetapi sejak awal bukan perawatan yang menyasar pigmentasi atau kekurangan kelembapan. Sebaliknya, ada juga kasus rutin menjalani laser sehingga warna kulit mencerah, tetapi pipi atau garis rahang tetap kendur. Pada akhirnya, apa pun perawatan yang dipilih, masalah pada lapisan yang memang tidak disasar perawatan tersebut akan tetap ada.

Apa yang Diisi Booster ke Dalam Kulit?

Booster adalah perawatan yang menyuntikkan bahan seperti asam hialuronat atau PN (polynucleotide, bahan yang dikenal membantu pemulihan jaringan yang rusak) ke dalam lapisan dermis dengan titik-titik suntikan yang halus dan tersebar. Dermis adalah lapisan yang menyimpan kolagen dan kelembapan kulit, terletak tepat di bawah epidermis.

Bahan yang disuntikkan memiliki kemampuan menarik air, sehingga membuat kulit terasa lebih lembap. Selain itu, tusukan jarum yang halus juga merangsang jaringan sehingga fibroblast (sel yang memproduksi kolagen) dikatakan menjadi lebih aktif. Prosesnya mirip seperti menuangkan air sedikit demi sedikit ke spons kering hingga mengembang. Namun, peran utama booster adalah mengisi volume dan elastisitas kulit, sehingga tidak bisa mengatasi pigmentasi di permukaan, pori-pori, atau kekenduran yang lebih dalam.

Bagaimana Laser Bekerja pada Permukaan dan Bagian Dalam Kulit?

Laser bekerja pada lapisan dan dengan cara yang berbeda dari booster. Cahaya laser diserap oleh melanin, pembuluh darah, atau molekul air di dalam kulit, kemudian menghasilkan panas. Panas ini memecah pigmen lama atau menimbulkan kerusakan mikro yang memicu respons regenerasi kulit.

Dalam proses ini, kulit memulai respons pemulihan seperti saat mengalami luka. Selama proses pemulihan tersebut, kolagen baru terbentuk dan pori-pori serta kerutan halus perlahan membaik. Dengan kata lain, laser menyentuh warna dan tekstur di permukaan, sekaligus elastisitas pada lapisan yang lebih dangkal. Namun, laser saja sulit mengatasi kekenduran di seluruh wajah atau kehilangan volume yang dalam.

Mengapa Lifting Membantu Menjaga Struktur Wajah?

Lifting menyasar lapisan yang jauh lebih dalam dibanding booster atau laser. Lifting ultrasound atau radiofrekuensi mengalirkan panas hingga ke lapisan fasia (selaput tipis yang membungkus otot) di bawah kulit, sehingga jaringan di area tersebut mengencang, dan seiring waktu merangsang terbentuknya kolagen baru di sana.

Lapisan fasia berperan seperti tiang tenda yang menopang seluruh kulit dari bawah. Jika tiangnya mengendur, kain yang menutupinya, dalam hal ini kulit, juga ikut kendur. Itulah sebabnya lifting merupakan perawatan yang paling langsung dalam menangani kontur dan kekenduran wajah. Meski begitu, lifting saja tidak mengisi pigmentasi, tekstur permukaan kulit, atau kekurangan kelembapan.

Mengapa Efek Ketiganya Bisa Saling Menumpuk Saat Digabungkan?

Sampai di sini, jawabannya sudah terlihat jelas. Booster menangani kelembapan dan elastisitas di lapisan dangkal, laser menangani warna dan tekstur permukaan, sedangkan lifting menangani kekenduran di lapisan dalam. Karena ketiganya menangani area yang tidak saling tumpang tindih, ketika dijalani bersama, beberapa lapisan wajah bisa dirawat secara bersamaan.

Selain itu, ketiga perawatan ini juga memiliki kesamaan, yaitu sama-sama memanfaatkan respons pemulihan yang menghasilkan kolagen baru. Booster memicu respons ini lewat rangsangan jarum, laser lewat kerusakan panas, dan lifting lewat pengencangan lapisan fasia, masing-masing dengan cara yang berbeda. Ketika respons pemulihan terjadi bersamaan di lapisan yang berbeda, alur regenerasi kulit secara keseluruhan pun saling tumpang tindih, sehingga perubahan yang dirasakan menjadi lebih terlihat. Namun, ini adalah prinsip penggabungan efek masing-masing perawatan, bukan berarti efeknya berlipat ganda hanya karena dijalani bersama.

Mengapa Urutan Perawatan Sudah Ditentukan?

Saat menjalani perawatan kombinasi, urutannya tidak dilakukan secara sembarangan. Biasanya perawatan berbasis panas seperti laser atau lifting dilakukan lebih dahulu, sementara suntikan booster dijalani setelahnya atau pada hari yang berbeda. Ada alasan di balik urutan ini.

  • Alasan perawatan berbasis panas dilakukan lebih dulu: Segera setelah kulit menerima rangsangan panas mikro dari laser atau lifting, sawar kulit menjadi lebih sensitif untuk sementara waktu. Jika dalam kondisi ini jaringan langsung dirangsang lagi dengan jarum suntik, pembengkakan atau iritasi bisa bertumpuk, sehingga memisahkan urutannya dianggap lebih aman.
  • Alasan booster diberikan belakangan: Ketika respons pemulihan sudah dimulai oleh rangsangan panas, penambahan bahan booster diharapkan dapat langsung menyalurkan kelembapan dan nutrisi ke jaringan yang sedang pulih. Namun, protokol ini bisa berbeda pada setiap perawatan, sehingga sebaiknya tetap mengikuti keputusan dokter yang menangani.
  • Alasan lifting dalam dan perawatan dangkal dipisahkan: Karena lifting menyasar lapisan yang dalam, pembengkakan dan masa pemulihannya relatif lebih lama. Jika pada hari yang sama juga dijalani laser dengan intensitas tinggi, proses pemulihan bisa bertumpuk sehingga pembengkakan dan iritasi berlangsung lebih lama. Itulah sebabnya perawatan dengan intensitas tinggi sering disarankan untuk dijalani dengan jeda waktu.

Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Perawatan Setelah Menjalani Kombinasi?

Setelah menjalani ketiga perawatan sekaligus, kulit cenderung lebih sensitif dibanding hanya menjalani satu jenis perawatan saja. Ini karena respons pemulihan sedang berlangsung secara bersamaan di beberapa lapisan kulit.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk lebih teliti menggunakan tabir surya dibanding biasanya selama beberapa hari setelah perawatan. Kolagen yang baru terbentuk dan jaringan yang sedang pulih dikatakan lebih rentan terhadap paparan sinar ultraviolet. Selain itu, perawatan yang melibatkan panas dan tekanan seperti pijat atau sauna sebaiknya ditunda beberapa hari. Jika jaringan yang sedang pulih menerima rangsangan tambahan, pembengkakan bisa berlangsung lebih lama atau hasil yang mulai terbentuk bisa terganggu.

Selain itu, karena masa pemulihan setiap perawatan dalam kombinasi ini bisa berbeda-beda, akan lebih mudah jika seluruh jadwal didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani. Terutama karena kecepatan mereda pembengkakan dan kemerahan pada tiap perawatan berbeda-beda, mendapatkan penjelasan sejak awal tentang batas normalnya dapat membantu menghindari kekhawatiran yang tidak perlu selama masa pemulihan. Tidur yang cukup dan asupan cairan yang memadai juga dikatakan membantu respons pemulihan berjalan lebih lancar.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Cara Kerja HILO WAVE Booster Memadukan Asam Hialuronat Berat Molekul Rendah dan Tinggi untuk Mengangkat Elastisitas Kulit

HILO WAVE adalah skin booster yang menggabungkan dua jenis asam hialuronat dengan ukuran molekul berbeda dalam satu struktur. Asam hialuronat berat molekul rendah dan tinggi bekerja pada kedalaman dan kecepatan yang berbeda, dan dipercaya sama-sama merangsang produksi kolagen serta elastin di dalam kulit. Artikel ini membahas prinsip kerja struktur asam hialuronat ganda tersebut secara mendalam.

By Dr. Kim

Back to articles