Cara Multi Panjang Gelombang Laser PicoPlus Merespons Berbagai Jenis Pigmen dan Perawatan Setelahnya
By Dr. Lee6 min read

PicoPlus adalah alat laser yang banyak digunakan di klinik dermatologi dan bedah plastik untuk mengatasi masalah pigmen kulit. Kata "Pico" pada namanya berarti picosecond, satuan waktu setara sepertriliun detik. Namun keunggulan alat ini bukan hanya soal kecepatan. Kuncinya terletak pada kemampuannya berpindah antara empat panjang gelombang, yaitu 532nm, 595nm, 660nm, dan 1064nm, dalam satu mesin yang sama. Karena setiap jenis pigmen dan kedalaman letaknya menyukai panjang gelombang cahaya yang berbeda, kemampuan memilih panjang gelombang inilah yang memperluas jangkauan perawatan yang bisa dilakukan. Mari kita telusuri alasan mengapa alat ini dilengkapi banyak panjang gelombang.
Apa yang Membedakan PicoPlus dari Laser Lain?
Sebagian besar laser pigmen konvensional hanya memiliki satu panjang gelombang tetap. Akibatnya, pigmen dangkal di epidermis bisa hilang dengan baik, tetapi pigmen yang letaknya jauh di dermis sulit dijangkau. Sebaliknya, jika alat diatur untuk pigmen dalam, pigmen dangkal justru bisa terkena rangsangan berlebihan.
PicoPlus mengatasi masalah ini dengan menyediakan beberapa panjang gelombang sekaligus. Dalam satu unit alat tersimpan panjang gelombang 532nm, 595nm, 660nm, dan 1064nm yang bisa dipilih sesuai warna dan kedalaman kelainan kulit. Berkat struktur multi panjang gelombang ini, satu alat yang sama bisa menangani melasma, flek, tato, hingga bekas jerawat.
Selain itu, PicoPlus juga memiliki mode picosecond dan nanosecond sekaligus, sehingga kecepatan pancaran cahaya bisa disesuaikan dengan kondisi meskipun panjang gelombangnya sama. Kemampuan mengatur dua variabel sekaligus, yaitu panjang gelombang dan kecepatan, inilah prinsip utama laser picosecond multi panjang gelombang.
Apa Perbedaan Keempat Panjang Gelombang Ini?
Semakin pendek panjang gelombang cahaya, semakin dangkal ia diserap di lapisan kulit. Sebaliknya, semakin panjang gelombangnya, semakin dalam ia menembus. Mirip seperti cat yang menyebar di air dengan kecepatan berbeda tergantung warnanya, pigmen di dalam kulit juga diserap dengan kedalaman dan intensitas yang berbeda tergantung panjang gelombangnya.
Panjang gelombang 532nm relatif pendek sehingga terutama digunakan untuk pigmen dangkal dekat permukaan kulit, seperti melasma, flek dangkal, atau kelainan yang disertai kemerahan. Panjang gelombang 595nm menembus sedikit lebih dalam dari 532nm dan dimanfaatkan untuk kelainan vaskular atau area yang bercampur dengan pigmen kemerahan. Panjang gelombang 660nm mencapai lebih dalam ke arah dermis sehingga responsnya baik terhadap tinta tato biru atau hijau serta pigmen yang letaknya lebih dalam. Panjang gelombang 1064nm menembus paling dalam di antara keempatnya, menyasar pigmen hitam atau cokelat tua di dermis dalam maupun tinta tato hitam.
Dengan kata lain, prinsip struktur multi panjang gelombang ini adalah menyesuaikan kedalaman penyinaran dengan mengganti panjang gelombang secara bertahap, mulai dari pigmen dangkal hingga pigmen yang letaknya dalam.
Perbedaan Mode Picosecond dan Nanosecond
Mode picosecond memancarkan cahaya dalam waktu yang sangat singkat sehingga partikel pigmen dihancurkan bukan oleh panas, melainkan oleh gelombang kejut. Proses ini disebut fotomekanik, mirip seperti balon air yang pecah berkeping-keping saat dipukul sangat cepat. Karena hampir tidak menimbulkan panas, risiko kerusakan jaringan sekitar dan efek samping hiperpigmentasi diketahui relatif lebih rendah.
Mode nanosecond memiliki waktu penyinaran yang lebih lama, sehingga cara kerjanya lebih mendekati proses pemanasan bertahap yang menghancurkan pigmen dengan panas. Mode nanosecond sering dipilih ketika intensitas perlu ditingkatkan untuk memicu respons pada kelainan pigmen jinak tertentu.
Meskipun panjang gelombangnya sama, jenis gaya fisik yang diberikan pada pigmen akan berbeda tergantung mode yang digunakan. Karena itu, penentuan kombinasi panjang gelombang dan mode umumnya disesuaikan dengan jenis kelainan dan kedalaman pigmen.
Mengapa Panjang Gelombang yang Merespons Pigmen Bisa Berbeda-beda?
Untuk memahami prinsip ini, perlu dilihat dulu bagaimana cara pigmen menyerap cahaya. Melanin memiliki sifat menyerap panjang gelombang tertentu secara sangat baik, fenomena ini disebut fototermolisis selektif. Sama seperti baju hitam yang lebih menyerap panas matahari di musim panas sehingga terasa lebih panas, pigmen juga akan menerima konsentrasi energi di area tersebut ketika terkena panjang gelombang yang mudah diserapnya.
Tinta tato pun memiliki pola penyerapan panjang gelombang yang berbeda tergantung warnanya. Tinta hitam cenderung menyerap dengan baik di hampir semua panjang gelombang sehingga responsnya bagus terhadap 1064nm, sedangkan tinta biru atau hijau umumnya lebih responsif pada panjang gelombang yang lebih pendek. Karena itu, saat menghilangkan tato multiwarna, hasil penghapusan bisa tidak merata antarwarna jika hanya menggunakan satu panjang gelombang saja.
Di sinilah alasan mengapa PicoPlus dilengkapi empat panjang gelombang. Karena setiap pigmen atau tinta memiliki panjang gelombang favoritnya masing-masing, alat perlu berpindah panjang gelombang secara tepat sasaran agar respons yang merata bisa didapat untuk setiap jenis pigmen. Jika hanya mengandalkan satu panjang gelombang untuk semua jenis pigmen, hasilnya bisa berlebihan pada satu pigmen namun kurang optimal pada pigmen lainnya.
Prinsip Mode Fraksional yang Merangsang Kolagen
Selain mode penyinaran untuk menghancurkan pigmen, PicoPlus juga memiliki handpiece fraksional. Lensa disusun rapat sehingga cahaya terpecah menjadi banyak titik kecil yang membuat titik-titik luka mikro di kulit. Karena rangsangan hanya diberikan per titik, bukan ke seluruh permukaan kulit, pemulihannya relatif lebih cepat.
Rangsangan mikro ini memicu respons pemulihan di area tersebut, dan dalam proses inilah sel-sel penghasil kolagen diketahui menjadi lebih aktif. Ini adalah pendekatan yang berbeda dari prinsip menghancurkan pigmen, yakni membuat luka yang sangat kecil agar kulit memperbaiki dirinya sendiri.
Karena itu, PicoPlus sering digunakan tidak hanya untuk perawatan pigmen, tetapi juga untuk memperbaiki bekas jerawat, pori-pori, dan tekstur kulit. Kemampuan menggabungkan mode penyinaran penghancur pigmen dengan mode fraksional perangsang kolagen dalam satu sesi juga menjadi salah satu ciri khas alat laser picosecond multi panjang gelombang ini.
Bagaimana Proses Prosedurnya?
Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan lebih dulu memeriksa warna dan kedalaman kelainan kulit. Panjang gelombang dan mode yang digunakan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan ini, sehingga meskipun sama-sama menggunakan PicoPlus, pengaturannya bisa berbeda pada setiap orang.
Prosedur biasanya dilakukan dengan mengoleskan krim anestesi lokal terlebih dahulu, lalu dilakukan beberapa kali penyinaran dalam waktu singkat. Untuk kelainan yang luas atau berwarna pekat, prosedur bertahap dalam beberapa sesi umumnya dianggap lebih aman, karena jika responsnya dipaksa terlalu kuat dalam satu kali penyinaran, risiko hiperpigmentasi pascainflamasi justru bisa meningkat.
Segera setelah prosedur, kemerahan dan sedikit bengkak bisa muncul. Area kelainan pigmen sering kali mengalami proses seperti keropeng tipis yang lama-kelamaan terkelupas dengan sendirinya. Kecepatan pemulihan bisa berbeda-beda tergantung jenis kelainan, pengaturan panjang gelombang, dan kondisi kulit masing-masing individu.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Perawatan Setelah Prosedur
Segera setelah laser memberi rangsangan mikro pada area pigmen, skin barrier menjadi lebih sensitif dari biasanya. Cara merawat kulit pada periode ini diketahui dapat memengaruhi kecepatan pemulihan dan risiko hiperpigmentasi.
- Lindungi kulit dari sinar matahari secara konsisten: Area yang baru mendapat rangsangan lebih mudah mengalami hiperpigmentasi berulang jika terpapar sinar UV, sehingga disarankan untuk terus mengaplikasikan tabir surya secara rutin.
- Jangan mengelupas keropeng atau kulit mati secara paksa: Jika area yang belum sembuh dikelupas paksa, peradangan bisa muncul kembali di tempat tersebut, dan peradangan ini justru bisa memicu hiperpigmentasi baru.
- Hindari pembersih wajah yang keras atau produk eksfoliasi: Jika kulit yang sedang pulih terkena kandungan asam atau gesekan fisik, skin barrier bisa semakin menipis sehingga kemerahan dan sensitivitas bertahan lebih lama.
- Perhatikan kelembapan kulit dengan cukup: Skin barrier yang tetap lembap diketahui membantu aktivitas sel yang dibutuhkan untuk proses pemulihan berjalan lebih optimal.
Perawatan seperti ini berlaku sebagai prinsip umum untuk laser pigmen apa pun, tidak terbatas pada jenis prosedur tertentu, dan harus dijalankan secara konsisten selama beberapa hari hingga beberapa minggu agar hasilnya bisa bertahan stabil.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Prinsip Clarity II Toning Mengatasi Pigmen dengan Dua Panjang Gelombang, Alexandrite dan Nd:YAG
Clarity II toning menggabungkan laser Alexandrite dan Nd:YAG, dua panjang gelombang berbeda, dalam satu alat untuk menangani flek dangkal dan melasma yang lebih dalam dengan cara masing-masing. Artikel ini merangkum mengapa dua panjang gelombang ini dibutuhkan secara terpisah, dan apa yang membedakan metode toning dari prosedur menghilangkan tahi lalat.
By Dr. Kim

Prinsip Laser Excel V Mengatasi Kemerahan Wajah dan Flek Coklat dalam Satu Alat, Jumlah Sesi dan Tips Perawatannya
Laser Excel V memanfaatkan dua panjang gelombang cahaya berbeda untuk menargetkan pembuluh darah dan pigmen secara terpisah. Artikel ini menjelaskan dengan sederhana mengapa kemerahan dan flek coklat bisa ditangani dalam satu alat, lengkap dengan prinsip kerja dan cara penerapannya.
By Dr. Kim

Cara Kerja Onda Lifting Mengatasi Lemak dan Kulit Kendur Sekaligus lewat Gelombang Mikro, serta Efeknya di Tiap Area
Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.
By Dr. Kim