Filler kerutan leher horizontal, kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft secara dangkal dan berapa kali harus dibagi dalam sesi suntik
By Dr. Kim8 min read

Kerutan horizontal yang melintang di leher bisa membuat seseorang terlihat lebih tua dari usianya. Wajah sering dirawat dengan telaten, tetapi leher gampang terlupakan, padahal garis horizontal yang dalam terlihat sangat mencolok saat difoto atau saat mendongak. Filler dipakai untuk mengisi kerutan horizontal di leher ini, tetapi pendekatannya sangat berbeda dari filler yang dipakai di wajah.
Kuncinya adalah memakai filler lembut secara dangkal dalam jumlah sedikit. Kalau filler keras seperti yang dipakai di dagu atau pipi disuntikkan ke leher, hasilnya justru menggumpal dan terlihat dari luar sehingga terkesan janggal. Ini karena kulit leher tipis dan sering bergerak. Artikel ini membahas satu per satu kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft, berapa lama efeknya bertahan dan berapa kali harus dibagi dalam sesi suntik, seberapa besar efektivitas dan buktinya, serta bagaimana risiko efek Tyndall dan keamanannya, berdasarkan studi klinis.

Kenapa kerutan leher bisa muncul?
Kerutan leher terbagi menjadi dua jenis besar. Pertama, kerutan horizontal yang melintang di leher, sering disebut necklace lines atau rings of Venus. Kedua, band vertikal yang menonjol, muncul karena otot platysma, otot lebar di leher, berkontraksi atau mengendur. Karena penyebabnya berbeda, penanganannya pun berbeda. Yang biasa diisi dengan filler adalah kerutan horizontal.
Alasan kerutan horizontal mudah muncul terletak pada karakteristik kulit leher. Kulit leher lebih tipis dari wajah, tidak menempel kuat ke tulang, dan gerakan menunduk serta memutar kepala berulang sepanjang hari. Karena itu, area yang sama terus terlipat sehingga garis horizontal terbentuk dan semakin lama semakin dalam.
Ditambah lagi, saat elastisitas kulit menurun seiring usia, bekas lipatan jadi sulit kembali rata. Leher sering kali tidak dirawat dengan tabir surya atau pelembap sebaik wajah, sehingga tanda penuaan justru muncul lebih dulu di sana. Belakangan ini, kebiasaan menunduk lama menatap layar juga membuat garis horizontal muncul bahkan di usia muda. Jadi, kerutan leher horizontal terjadi karena kulit yang tipis dipadukan dengan gerakan berulang dan penurunan elastisitas. Memahami karakteristik ini penting untuk mengerti kenapa filler lembut harus dipakai secara dangkal.

Kenapa harus memakai filler yang lembut?
Kalau di wajah dibahas soal filler yang keras, leher justru sebaliknya. Di sini pun G-prime, nilai yang menunjukkan kekerasan filler, jadi patokannya. Semakin tinggi G-prime, filler semakin keras dan cocok membentuk volume yang dalam. Semakin rendah G-prime, filler semakin lembut dan cocok mengisi kerutan halus yang dangkal secara merata. Untuk kerutan leher, yang cocok adalah filler dengan G-prime rendah, yaitu yang lembut.
Alasannya karena kulit leher tipis dan banyak bergerak. Kalau filler keras disuntikkan dangkal ke kulit tipis, hasilnya akan menggumpal dan teraba, bahkan bisa memunculkan efek Tyndall, yaitu filler yang terlihat kebiruan dari luar. Karena itu, di leher dipakai HA yang lembut dan berkonsentrasi rendah seperti Belotero Soft, disuntikkan secara dangkal dalam jumlah sedikit. Tujuannya bukan membentuk volume, melainkan mengisi garis kerutan dan memperbaiki tekstur kulit.
Ada satu alasan lagi kenapa Belotero Soft cocok untuk leher. Produk ini dirancang agar gelnya menyebar merata di dalam kulit, sehingga tetap menyatu dengan halus bahkan di area tipis yang mudah bengkak. Itu sebabnya produk ini juga dipakai di area tipis seperti bawah mata, dan leher pun cocok karena alasan yang serupa. Filler lembut ini juga punya konsep yang berdekatan dengan skin booster, karena sama-sama disebarkan secara dangkal ke seluruh kulit untuk memperbaiki kelembapan dan tekstur.

Berapa lama efeknya bertahan?
Durasi bertahan filler leher yang lembut diperkirakan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Ada data yang menunjukkan seri Belotero yang dipakai di wajah bertahan 8 hingga 12 bulan, tetapi di leher bisa lebih singkat karena gerakannya banyak dan disuntikkan secara dangkal. Kumpulan studi tentang filler leher umumnya menunjukkan pola pengisian ulang sekitar 1 tahun sekali.
Analisis gabungan dari beberapa studi yang memakai HA untuk kerutan leher horizontal menunjukkan jarak rata-rata 14 bulan antara tindakan pertama dan tindakan lanjutan, dengan sekitar separuh peserta kembali dalam waktu 1 tahun. Dalam uji klinis yang memantau filler leher selama 1 tahun, perbaikan yang terlihat di bulan kedua masih bertahan secara signifikan hingga titik 1 tahun.
Secara realistis, memang lebih tepat memperkirakan durasi yang sedikit lebih singkat dibanding filler wajah. Variasinya cukup besar tergantung produk, jumlah yang disuntikkan, dan seberapa sering leher digerakkan. Yang sering menunduk atau punya jaringan tipis di leher cenderung lebih cepat kehilangan efeknya, jadi lebih baik menentukan waktu pengisian ulang berdasarkan tingkat penyusutan yang terlihat, bukan patokan waktu yang kaku. Sebagai catatan, studi berskala besar yang secara khusus mengukur durasi Belotero Soft di leher masih terbatas, jadi angka di atas sebaiknya dipahami sebagai perkiraan arah umum berdasarkan gabungan data wajah dan studi filler leher.

Berapa kali harus dibagi dalam sesi suntik?
Standar untuk kerutan leher adalah menyuntikkan dalam jumlah sedikit secara bertahap, bukan sekaligus banyak dalam satu sesi. Ini karena kalau jumlah banyak disuntikkan sekaligus ke kulit tipis, risiko menggumpal atau terlihat dari luar jadi lebih besar. Cara yang aman dan alami adalah menumpuk sedikit demi sedikit dalam beberapa sesi.
Berdasarkan berbagai studi, umumnya dilakukan sekitar 3 kali dengan jarak 3 hingga 4 minggu. Uji klinis yang memakai kombinasi HA di leher melakukan 2 hingga 3 kali sesi dengan jarak 4 minggu, sementara metode skin booster dilakukan 3 kali dengan jarak 3 minggu. Analisis gabungan dari berbagai studi juga umumnya menunjukkan 1 hingga 5 kali sesi dengan jarak 4 minggu. Polanya adalah menyuntik pertama kali, lalu memeriksa kondisinya sekitar sebulan kemudian untuk menambah bila diperlukan.
Setelah dibagi seperti ini, sesudahnya sebaiknya dirawat secara berkala seperti skin booster untuk menjaga kondisinya. Kerutan leher mudah terlipat kembali karena gerakan, jadi bukan soal mengisi sekali lalu selesai, melainkan pendekatan untuk menjaga kondisi secara berkelanjutan. Karena itu, pola yang cocok adalah beberapa kali dengan jumlah sedikit di awal, lalu perawatan dengan jarak waktu setelahnya. Menyuntikkan banyak sekaligus untuk mengejar hasil instan justru hanya memperbesar risiko menggumpal dan terlihat dari luar, jadi kuncinya adalah tidak terburu-buru.
Berikut rangkuman metode yang dipakai untuk kerutan leher berdasarkan penyebabnya.
| Metode | Tujuan | Prinsip kerja | Jumlah sesi | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Filler HA lembut | Mengisi garis horizontal | Mengisi garis secara dangkal | Sekitar 3 kali | Kerutan horizontal yang dalam dan jelas |
| Skin booster | Memperbaiki kualitas kulit | Kelembapan dan tekstur di seluruh dermis | 3 kali, jarak 3-4 minggu | Penurunan kualitas kulit yang dangkal dan luas |
| Botox platysma | Meredakan band vertikal | Merelaksasi otot | Sesuai kebutuhan | Band vertikal yang menonjol |

Apakah efeknya benar-benar terlihat?
Berdasarkan bukti yang ada, efeknya secara umum positif. Analisis gabungan dari beberapa studi yang memakai HA untuk kerutan leher horizontal menunjukkan perbaikan yang jelas pada tingkat kerutan dan kepuasan, serta indikator kelembapan dan tekstur kulit yang membaik. Uji klinis yang memakai kombinasi HA di leher menunjukkan tingkat kerutan yang menurun dibanding sebelum tindakan, dengan perbaikan yang lebih besar dibanding hanya memakai botox di area yang sama.
Studi yang memakai skin booster di wajah, leher, dan dada bagian atas juga menunjukkan kedalaman kerutan, kelembapan, dan tekstur yang membaik di berbagai titik waktu, dengan efek yang berlanjut hingga beberapa bulan. Ini berarti HA lembut menjalankan dua peran sekaligus, mengisi garis kerutan sambil meningkatkan kualitas kulit itu sendiri.
Namun jujur saja, tingkat bukti untuk filler leher memang belum setinggi itu. Banyak studi dengan jumlah peserta sedikit atau laporan kasus, sementara uji perbandingan berskala besar masih kurang. Meski hasilnya konsisten positif di berbagai studi, penting untuk memahami bahwa buktinya belum sekuat filler wajah. Karena itu, lebih tepat memandangnya bukan sebagai tindakan yang menghilangkan kerutan sepenuhnya, melainkan perawatan yang membuatnya tampak jauh lebih samar. Ekspektasi yang wajar adalah perawatan yang konsisten, bukan hasil yang berlebihan.

Bagaimana dengan risiko efek Tyndall dan keamanannya?
Efek samping yang paling diwaspadai dalam filler leher adalah efek Tyndall. Kalau filler disuntikkan terlalu dangkal atau terlalu banyak di kulit tipis, partikel HA akan menghamburkan cahaya sehingga area tersebut terlihat kebiruan dari luar. Salah satu studi yang memakai HA di leher juga melaporkan kondisi ini pada sebagian peserta. Karena itu, keterampilan menyuntikkan secara dangkal, dalam jumlah sedikit, dan merata jadi sangat penting.
Untungnya, sebagian besar efek samping ringan dan sementara. Kumpulan berbagai studi menunjukkan sebagian besar hanya memar, bengkak, atau nyeri saat ditekan, sementara masalah serius jarang terjadi. Yang terpenting, karena yang dipakai di leher adalah filler HA, efek Tyndall atau gumpalan yang muncul pun bisa dilarutkan kembali dengan hyaluronidase. Kemampuan untuk dilarutkan kembali inilah yang menjadi jaminan keamanan praktis dari pemakaian HA.
Kerutan leher lebih sering ditangani dengan kombinasi metode daripada hanya mengandalkan filler saja. Untuk band vertikal yang disebabkan otot, dipakai botox di platysma. Untuk penurunan kualitas kulit yang dangkal dan luas, dipakai skin booster. Kalau garis horizontalnya dalam dan jelas, mengisinya langsung dengan filler lembut lebih cocok. Cara paling rapi adalah membagi dulu jenis kerutan leher yang dimiliki, lalu memilih atau mengombinasikan metode yang sesuai. Apa pun yang dipakai, karena leher adalah area yang lebih tipis dan sensitif dibanding wajah, menyuntikkan secara dangkal dalam jumlah sedikit dengan HA yang bisa dilarutkan kembali adalah titik awal yang aman.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Filler dagu untuk membentuk E-line, kenapa dagu yang kurang tegas perlu filler yang keras dan seberapa lama efeknya bertahan
Saat dagu yang tenggelam ke belakang dibentuk dengan filler dagu, penjelasan lengkap kenapa harus memakai filler yang keras, bukan filler lembut seperti yang dipakai di pipi atau bibir, produk apa saja yang dipakai, berapa lama efeknya bertahan, dan bagaimana keamanannya berdasarkan studi klinis.
By Dr. Kim

Botox dahi dan glabella, otot mana yang disuntik, berapa unit, seberapa lama efeknya, dan apa saja efek sampingnya
Penjelasan lengkap tentang otot yang terlibat di dahi dan glabella, mengapa botox dahi saja bisa membuat alis turun, berapa unit standar per area, kapan efek mulai terasa dan bertahan berapa lama, serta efek samping seperti alis turun berdasarkan data studi klinis.
By Dr. Lee

Suntik Asam Deoksikolat untuk Lemak Bawah Dagu, Cara Kerja, Hasil, dan Efek Samping
Bagaimana suntikan deoxycholic acid (asam deoksikolat) melarutkan lemak bawah dagu, bukti persetujuan FDA Amerika, data efektivitas dari uji klinis besar, berapa sesi yang dibutuhkan, berapa lama hasilnya bertahan, serta efek samping apa yang perlu disiapkan, semua berdasarkan angka penelitian nyata.
By Dr. Lee