Tear Trough Kempot dan Mata Panda, Efek Filler Mengisi Bayangan, Berapa Lama Bertahan, sampai Cara Menghindari Efek Tyndall
By Dr. Kim8 min read

Saat bercermin biasanya terlihat baik baik saja, tapi begitu difoto, area bawah mata malah tampak gelap dan cekung sehingga wajah terlihat lebih lelah dari usia sebenarnya. Kalau bicara mata panda, kebanyakan orang langsung membayangkan pigmen kulit. Padahal sebagian besar bayangan di bawah mata bukan soal warna kulit, melainkan bayangan yang terbentuk karena area itu kempot ke dalam. Karena itulah krim pencerah sebanyak apa pun dioleskan, bayangannya tetap saja ada. Nah, kalau lekukan yang kempot ini diisi tipis dengan filler, bayangan akan memudar dan area bawah mata terlihat jauh lebih cerah. Hanya saja, area bawah mata punya kulit paling tipis di wajah dan letaknya dekat dengan pembuluh darah menuju mata. Jadi jenis filler, lapisan kulit yang disuntik, dan jumlahnya sangat menentukan hasil sekaligus keamanannya. Memahami prinsip dan batasannya lebih dulu akan membuat konsultasi jauh lebih nyaman.

Kenapa Bayangan di Bawah Mata Bisa Segelap Mata Panda?
Ada dua penyebab utama yang membuat area bawah mata terlihat gelap. Pertama, mata panda pigmen yang sungguhan, yaitu kulit yang memang mengandung pigmen gelap. Kedua, bayangan yang muncul karena area bawah mata kempot sehingga terbentuk lekukan. Yang pertama butuh laser atau produk pencerah, sedangkan yang kedua justru lebih cocok diatasi dengan mengisi bagian yang kempot supaya bayangannya hilang. Pada praktiknya, banyak orang mengalami kedua penyebab ini bersamaan, sehingga saat konsultasi biasanya perlu ditentukan dulu mana yang lebih dominan.
Ada alasan struktural yang jelas kenapa area bawah mata bisa kempot. Di bawah kelopak mata, ada ligamen tear trough yang mengikat kulit erat ke tulang orbita. Ligamen ini menarik kulit ke bawah, sementara lemak mata di atasnya justru terdorong maju seiring bertambahnya usia. Akibatnya, terbentuk lekukan yang jelas antara bagian lemak yang menonjol dan bagian yang ditahan ligamen. Ketika lekukan ini terkena cahaya, muncullah bayangan.
Selain itu, seiring waktu, tulang orbita bagian bawah dan lemak pipi juga ikut menyusut. Karena penyangganya makin rendah, lekukan di bawah mata jadi makin dalam dan bayangannya makin gelap. Di bawah pencahayaan dari atas, bayangan ini akan makin terlihat jelas, sehingga wajah bisa tampak lelah atau seperti kurang tidur. Pada akhirnya, bayangan di bawah mata bukan cuma soal pigmen, melainkan bayangan yang terbentuk bersama proses penuaan wajah yang kempot dan mengendur. Kalau penyebabnya adalah kekempotan, masuk akal kalau solusinya adalah mengisi lekukan tersebut supaya bayangannya hilang.

Bagaimana Filler Tear Trough Mengisi Bayangan dan Berapa Lama Bertahan?
Filler tear trough adalah tindakan menyuntikkan gel asam hialuronat secara tipis di bawah lekukan yang kempot untuk meratakan bayangan. Asam hialuronat sendiri sebenarnya sudah ada secara alami di tubuh kita dan mampu mengikat air sehingga menciptakan volume. Saat gel ini mengisi tear trough secara halus, bayangan yang tadinya jatuh di lekukan tersebut memudar dan area bawah mata pun terlihat lebih cerah. Kuncinya adalah menjembatani perbedaan tinggi antara bagian lemak yang menonjol dan lekukan yang kempot secara mulus. Tindakan ini tidak memotong jaringan seperti operasi, melainkan hanya menambahkan volume di bagian yang kempot, sehingga hasilnya langsung terlihat begitu tindakan selesai.
Bukti soal efektivitasnya pun sudah cukup banyak. Analisis gabungan dari 31 studi filler tear trough dengan 2,556 pasien menunjukkan 91% merasa puas dengan hasilnya. Seperti terlihat pada grafik di atas, analisis besar lain juga mencatat kepuasan 84% segera setelah tindakan, dan angka ini tetap bertahan sekitar 77% setelah beberapa waktu berlalu. Area bawah mata memang jadi bagian yang paling diperhatikan orang, sehingga wajar kalau tingkat kepuasannya cenderung tinggi.
Soal daya tahan, area bawah mata justru cenderung bertahan lebih lama dibanding area lain. Pada studi yang mengikuti 155 pasien selama lebih dari 2 tahun, perbaikan yang terlihat pada bulan ke 6, 12, dan 18 hampir tidak berkurang. Ini diduga karena area bawah mata jarang bergerak dan metabolismenya lambat, sehingga filler diserap secara perlahan. Meski begitu, setiap orang punya perbedaan masing masing, jadi kalau ingin garis hasilnya tetap terjaga lama, sebaiknya ditambah sedikit demi sedikit sambil memantau perkembangannya.

Kenapa Area Bawah Mata Rumit dan Filler Seperti Apa yang Cocok?
Area bawah mata memiliki kulit paling tipis di seluruh wajah. Karena tipisnya, sedikit saja kelebihan filler langsung terlihat, dan kalau gelnya menumpuk di lapisan dangkal, bagian itu akan tampak menggembung. Selain itu, kalau filler terlihat menerawang lewat kulit yang tipis, cahaya bisa terpencar dan menimbulkan warna kebiruan yang disebut efek Tyndall. Prinsipnya mirip seperti setetes susu yang diteteskan ke segelas air lalu terlihat kabur kebiruan. Warna kebiruan seperti pembuluh darah ini justru jadi tanda bahwa filler disuntikkan terlalu dangkal.
Bengkak juga sangat mudah muncul di area bawah mata. Jaringan di sana memang mudah menahan air, ditambah asam hialuronat sendiri punya sifat menarik cairan, sehingga tidak jarang muncul bengkak di pagi hari atau kelopak mata terasa berat. Karena itu, di area bawah mata biasanya dipakai produk yang lembut dan tidak terlalu menarik air, dalam jumlah yang sangat sedikit. Kalau filler volumizer yang keras untuk pipi malah dipakai di bawah mata, hasilnya justru menumpuk dan menerawang, jadi kontraproduktif.
Alat dan lapisan penyuntikan juga penting. Dengan kanula berujung tumpul yang disuntikkan di lapisan dalam dekat tulang, pembuluh darah yang dangkal bisa dihindari sekaligus mengurangi risiko efek Tyndall. Area bawah mata juga termasuk area yang sulit dikembalikan seperti semula kalau terlanjur diisi terlalu banyak sekaligus, jadi lebih aman kalau di awal diisi sedikit lebih sedikit lalu ditambah bertahap belakangan. Tabel berikut merangkum standar yang dipegang dalam tindakan di area bawah mata.
| Aspek | Standar untuk Area Bawah Mata |
|---|---|
| Produk | HA lembut, jumlah sedikit |
| Lapisan | Dalam, dekat tulang |
| Alat | Kanula berujung tumpul |
| Yang dihindari | Suntikan dangkal berlebihan |

Seberapa Sering dan Seberapa Berat Efek Samping Filler Tear Trough?
Sebagian besar efek samping tergolong ringan dan mereda seiring waktu. Pada analisis gabungan 2,556 pasien, bengkak sekitar 19% dan memar sekitar 18% menjadi yang paling sering muncul, tapi reaksi ini umumnya hilang dalam beberapa hari sampai satu dua minggu. Kemerahan tercatat sekitar 7%. Seperti terlihat pada grafik di atas, hal hal yang sering terjadi justru cenderung bersifat sementara dan tidak bertahan lama.
Yang perlu sedikit lebih diperhatikan adalah gel yang menumpuk dan efek Tyndall. Gel yang menumpuk tidak merata sehingga area terlihat menggembung terjadi pada sekitar 5% kasus, sedangkan efek Tyndall yang membuat area terlihat kebiruan tergolong jarang, sekitar 1%. Namun ada juga laporan yang menyebutkan efek Tyndall pada tindakan pertama sedikit lebih tinggi, sekitar 3%, lalu turun di bawah 2% pada tindakan tambahan berikutnya. Karena itu, penting untuk tidak memaksakan jumlah banyak di awal.
Reaksi reaksi ini bisa dikurangi cukup signifikan lewat teknik penyuntikan yang tepat. Ada analisis yang menunjukkan bahwa penyuntikan dengan kanula menurunkan angka kejadian memar dari 17% saat memakai jarum menjadi sekitar 7%. Jadi menyuntikkan filler dalam jumlah sedikit, tidak terlalu dangkal, dan perlahan lewat kanula adalah cara yang efektif untuk mengurangi efek samping. Meski jarang, kadang benjolan kecil bisa muncul beberapa bulan kemudian, tapi reaksi tertunda seperti ini umumnya bisa diatasi dengan suntikan pelarut. Setelah tindakan, kompres es selama dua tiga hari dan tidur dengan posisi yang tidak menekan area tersebut juga membantu bengkak dan memar mereda lebih cepat.

Siapa yang Cocok Menjalani Filler Tear Trough dan Kapan Harus Dihindari?
Filler tear trough paling cocok untuk orang yang bayangannya lebih disebabkan oleh kekempotan daripada pigmen. Kalau lekukannya dangkal dan bayangan muncul dari situ, jumlah filler yang sedikit saja sudah bisa mencerahkan area bawah mata. Sebaliknya, kalau lemak di bawah mata sudah menonjol cukup parah, mengisi lekukannya saja dengan filler justru bisa membuat area itu terlihat makin bengkak. Untuk kasus seperti ini, lebih baik dipertimbangkan bersama tindakan reposisi atau pengurangan lemak.
Ada juga kondisi yang sebaiknya menghindari tindakan ini. Orang yang sedang hamil atau menyusui, memiliki peradangan atau infeksi di sekitar mata, atau pernah mengalami reaksi hipersensitif terhadap asam hialuronat sebaiknya tidak menjalani tindakan ini. Bagi yang area bawah matanya memang mudah bengkak atau sering bengkak karena alergi, sebaiknya dikonsultasikan dulu karena bengkaknya bisa bertahan lebih lama. Orang yang pernah menjalani pengangkatan lemak bawah mata atau operasi mata juga sebaiknya menginformasikan hal ini sebelum tindakan, karena struktur jaringannya sudah berbeda.
Perawatan setelahnya pun tidak sulit. Beberapa hari setelah tindakan, kurangi makanan asin dan alkohol, lalu jaga posisi tidur agar area tersebut tidak tertekan supaya bengkak cepat reda. Area bawah mata umumnya bertahan lama kalau diisi dengan baik sejak awal, tapi karena tetap terserap sedikit demi sedikit seiring waktu, sebaiknya ditambah dalam jumlah kecil sambil memantau garis hasilnya. Lebih baik memulai dengan jumlah yang terkesan kurang lalu ditambah bertahap, daripada langsung diisi banyak di awal, karena hasilnya jadi lebih alami dan aman. Kalau bayangan di bawah mata ternyata campuran antara pigmen dan kekempotan, filler saja tidak akan menyelesaikan semuanya, jadi pendekatan gabungan dengan laser atau tindakan lain juga sebaiknya dibahas bersama saat konsultasi.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Mata Panda dan Cekungan di Bawah Mata, Benarkah Filler Tear Trough Bisa Membuat Wajah Terlihat Lebih Cerah?
Mengapa area bawah mata mudah cekung dan membayang, serta alasan filler tear trough memakai tekstur sangat lembut yang disuntik dangkal, dijelaskan lewat prinsipnya. Dirangkum juga secara mudah kenapa efeknya berbeda tergantung jenis mata panda, sampai cara menghindari gel bergerindil dan efek Tyndall.
By Dr. Lee

Filler kerutan leher horizontal, kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft secara dangkal dan berapa kali harus dibagi dalam sesi suntik
Saat mengisi kerutan horizontal di leher dengan filler, penjelasan lengkap kenapa harus memakai filler lembut seperti Belotero Soft secara dangkal dan dalam jumlah sedikit, bukan filler keras seperti yang dipakai di dagu atau pipi, berapa lama efeknya bertahan, berapa kali sesi yang dibutuhkan, serta bagaimana risiko efek Tyndall dan keamanannya berdasarkan studi klinis.
By Dr. Kim

Cara Radiofrekuensi Volnewmer Memasukkan Panas Kuat Sekaligus untuk Angkat Kekencangan Kulit, Jumlah Sesi, dan Daya Tahan Hasilnya
Kenapa Volnewmer memilih cara memasukkan energi radiofrekuensi kuat dalam satu kali sesi, jalur panas tersebut merangsang kolagen di dalam dermis, dan kapan hasilnya mulai terlihat serta berapa lama bertahan, dijelaskan lewat perumpamaan yang mudah dipahami. Alasan di balik rancangan jumlah sesi yang sedikit dan hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani perawatan turut dibahas.
By Dr. Lee