prettytime
Filler

Mata Panda dan Cekungan di Bawah Mata, Benarkah Filler Tear Trough Bisa Membuat Wajah Terlihat Lebih Cerah?

By Dr. Lee7 min read

Setiap kali bercermin, area bawah mata terlihat gelap dan cekung, gampang sekali menyalahkan kurang tidur. Padahal kenyataannya, penyebabnya sering kali ada pada struktur kulit itu sendiri. Karena di situlah bayangan benar-benar terbentuk.

Filler tear trough adalah prosedur yang mengisi area cekung ini dengan sedikit gel yang sangat lembut untuk mengurangi bayangan tersebut. Artikel ini akan membahas satu per satu, mulai dari alasan area bawah mata mudah sekali cekung, mengapa penanganannya harus berbeda dari filler area wajah lain, sampai jenis mata panda yang cocok dan yang kurang cocok untuk terapi ini.

Kenapa Area Bawah Mata Sering Terlihat Cekung dan Menghitam?

Kulit di bawah mata termasuk salah satu bagian kulit paling tipis di wajah. Dibandingkan kulit pipi, tebalnya bahkan tidak sampai setengahnya, dan lapisan lemak di bawahnya juga nyaris tidak ada. Karena itu, lekukan tulang di bawahnya jadi lebih mudah terlihat dari luar.

Seiring bertambahnya usia, struktur penyangga di bawah mata ikut melemah. Di sepanjang tepi tulang bawah bola mata, ada pita jaringan tipis bernama ligamen tear trough yang menahan kulit agar tetap menempel ke tulang. Tepat di atas ligamen ini lemaknya memang sedikit, jadi area itu sejak awal sudah agak cekung. Namun di bagian bawahnya, lapisan lemak yang mengelilingi bola mata sering kali terdorong maju seiring usia. Akibatnya, area yang ada ligamennya tetap cekung, sementara bagian tepat di bawahnya menonjol, sehingga tercipta lekukan dengan batas jelas seperti lembah.

Lekukan ini membentuk bayangan ke arah dalam saat terkena cahaya, mirip seperti cekungan dalam yang sinar mataharinya tidak sampai menembus ke dasar sehingga terlihat gelap. Ditambah lagi, kulit yang menipis membuat otot orbicularis oculi dan pembuluh darah di bawahnya jadi lebih terlihat, memunculkan semburat kebiruan atau kehitaman. Jadi mata panda bukan cuma soal pigmen, melainkan sering kali gabungan antara bayangan akibat struktur dan warna yang membayang dari dalam.

Kenapa Filler Tear Trough Selalu Pakai Tekstur Lembut yang Disuntik Dangkal?

Filler untuk area lain seperti pipi atau rahang biasanya memakai tekstur yang lebih padat, karena area tersebut berdaging dan tekstur padat lebih tahan bentuk saat menerima tekanan. Tapi kalau tekstur sepadat itu disuntikkan ke bawah mata, masalah baru muncul. Kulitnya setipis kertas, jadi begitu ada gumpalan padat yang sedikit saja menonjol, langsung terlihat dan teraba bergelombang dari luar.

Karena itu, filler tear trough memakai bahan dasar asam hialuronat atau HA, tapi dengan cross-linking yang diminimalkan supaya teksturnya sangat lembut. Cross-linking adalah proses kimia yang mengikat molekul HA menjadi jaringan seperti jala agar bentuknya bertahan lama, semakin rapat jalanya semakin padat, dan semakin longgar semakin lembut. Untuk area yang tipis dan sering bergerak seperti bawah mata, jala ini dibuat longgar supaya tetap bisa mengikuti gerakan otot orbicularis oculi secara alami saat tersenyum.

Kedalaman suntikan juga ditentukan dengan hati-hati. Kalau terlalu dangkal, gel gampang menggumpal tepat di bawah kulit dan menonjol. Kalau terlalu dalam, risiko mengenai pembuluh darah kecil di area itu jadi lebih besar. Karena itu, biasanya gel disuntikkan sedikit demi sedikit pada bidang tertentu, dekat tulang atau tepat di atas lapisan lemak. Tidak jarang digunakan kanula, yaitu alat berbentuk tabung tumpul dengan ujung membulat yang didorong ke samping alih-alih jarum biasa, karena cara ini mendorong pembuluh darah menyingkir sehingga risiko cedera lebih kecil.

Kenapa Efeknya Berbeda Beda Tergantung Jenis Mata Panda?

Mata panda jarang muncul karena satu penyebab tunggal. Sekilas mirip, tapi kalau ditelusuri lebih dalam, sering kali ada campuran tipe pigmen, tipe pembuluh darah, dan tipe struktural. Dan filler tear trough menunjukkan hasil yang jelas berbeda tergantung tipe mana yang paling dominan.

  • Tipe pigmen terjadi karena penumpukan melanin di epidermis atau bagian atas dermis sehingga terlihat kecokelatan. Karena masalahnya ada di permukaan kulit, filler yang mengisi volume di bawahnya tidak akan membuat warnanya memudar. Pendekatan yang lebih cocok untuk tipe ini adalah bahan pencerah atau laser pigmen yang menangani pigmen secara langsung.
  • Tipe pembuluh darah muncul karena kulit tipis sehingga vena di bawahnya terlihat kebiruan. Menambahkan satu lapis filler tipis dilaporkan bisa mengurangi tampilan membayang tersebut, tapi karena pembuluh darahnya sendiri tidak hilang, efeknya bisa terbatas.
  • Tipe struktural adalah kondisi cekung secara fisik seperti lekukan ligamen tear trough yang dijelaskan sebelumnya, yang menimbulkan bayangan. Tipe inilah yang paling terbantu oleh filler tear trough. Dengan mengisi lekukan yang cekung, penyebab bayangannya hilang, sehingga perubahan setelah prosedur cenderung terlihat jelas.

Karena itu, penting untuk mengecek dulu tipe mana yang paling dominan sebelum prosedur. Kalau porsi tipe struktural besar, filler tear trough saja sudah bisa membuat wajah terlihat jauh lebih cerah. Tapi kalau ada campuran tipe pigmen atau lemak yang menonjol, hasil dari filler saja bisa tidak sesuai ekspektasi.

Kenapa Bisa Muncul Bergerindil dan Efek Tyndall, dan Bagaimana Menghindarinya?

Efek samping yang paling sering dikhawatirkan setelah prosedur bawah mata adalah gel bergerindil dan efek Tyndall. Bergerindil terjadi saat gel menumpuk di satu titik sehingga teraba atau terlihat sebagai gumpalan kecil. Kondisi ini gampang muncul kalau terlalu banyak volume disuntikkan sekaligus di kulit yang tipis, atau kalau disuntikkan terpusat di satu titik alih-alih dibagi ke beberapa titik. Karena itu, pada prosedur yang dilakukan dokter berpengalaman, gel disuntikkan sedikit demi sedikit di beberapa titik, dan kalau perlu dipijat lembut supaya menyebar merata.

Efek Tyndall muncul dengan mekanisme yang agak berbeda. Kalau gel HA diletakkan terlalu dangkal, terlalu dekat dengan permukaan kulit, cahaya akan tersebar saat menembus lapisan kulit tipis di atasnya sehingga area itu terlihat membayang kebiruan. Ini mirip dengan alasan langit terlihat biru, yaitu cahaya yang tersebar oleh partikel di udara, prinsipnya sama. Cahaya yang menyebar di permukaan gel bening yang diletakkan dangkal itulah yang membuat warnanya jadi kebiruan.

Kunci untuk menghindari kedua hal ini terletak pada volume dan kedalaman suntikan. Meminimalkan jumlah gel yang disuntikkan sesuai kebutuhan area bawah mata, dan tetap berada di lapisan kedalaman yang tepat, dikatakan sebagai cara paling efektif untuk mengurangi risiko bergerindil dan efek Tyndall. Kalau setelah prosedur masih ada gumpalan atau semburat biru yang mengganggu, ada baiknya tahu bahwa HA yang sudah disuntikkan bisa dilarutkan kembali dengan enzim bernama hyaluronidase.

Berapa Lama Efeknya Bertahan, dan Perubahan Apa yang Terjadi Selama Itu?

Bahan HA di dalam tubuh perlahan terurai seiring waktu, karena enzim hyaluronidase yang memang sudah ada secara alami di tubuh kita sedikit demi sedikit melepas struktur jala tersebut. Area seperti bawah mata yang tipis dan banyak bergerak biasanya terurai sedikit lebih cepat dibanding area lain, sehingga daya tahannya dilaporkan berkisar antara 6 bulan sampai 1 tahun.

Satu hal lain yang menarik, HA punya sifat menarik air. Jadi selain mengisi volume, area yang disuntik juga dilaporkan mendapat efek melembapkan karena kelembapan tertahan di situ. Hasilnya bukan langsung terlihat sesaat setelah prosedur, melainkan baru mengendap dan stabil secara alami dalam 2 hingga 4 minggu, jadi bengkak di awal sebaiknya tidak disalahartikan sebagai hasil akhir.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Prosedur?

Sebelum prosedur, konsultasi perlu memastikan lebih dulu apakah ada lemak yang menonjol di bawah mata atau ada campuran pigmen. Seperti sudah dibahas, hasilnya bisa sangat berbeda tergantung tipe, jadi mengetahui ekspektasi yang realistis sejak awal akan membantu meningkatkan kepuasan hasil.

Setelah prosedur, sebaiknya hindari menggosok atau menekan area bawah mata terlalu keras selama 1 hingga 2 minggu. Kalau gel yang baru diletakkan di kulit tipis itu terkena tekanan sebelum sempat stabil, posisinya bisa bergeser atau memicu gumpalan. Memar ringan atau bengkak adalah reaksi yang wajar terjadi, bengkaknya biasanya mereda dalam 3 hingga 7 hari, sementara memar bisa bertahan hingga sekitar 2 minggu sebelum akhirnya hilang.

Pada akhirnya, filler tear trough adalah prosedur yang hasilnya ditentukan oleh pemahaman yang tepat soal penyebab struktural cekungnya area bawah mata, dipadukan dengan ketelitian menyuntikkan gel lembut yang sesuai pada kedalaman yang tepat. Mengenali dulu penyebab mata panda, memastikan tipe yang dialami cocok dengan prosedur ini, baru kemudian memulai, adalah langkah yang lebih dekat untuk mendapatkan tampilan wajah yang lebih cerah.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Filler

Tear Trough Kempot dan Mata Panda, Efek Filler Mengisi Bayangan, Berapa Lama Bertahan, sampai Cara Menghindari Efek Tyndall

Bayangan gelap di bawah mata sering kali bukan cuma soal pigmen kulit, tapi karena tear trough yang kempot. Kami bahas bagaimana ligamen tear trough dan tulang orbita yang menipis membuat bayangan itu muncul, bagaimana filler asam hialuronat lembut dalam jumlah sedikit bisa meratakan bayangan tersebut, kenapa kulit tipis dan efek Tyndall serta bengkak jadi tantangan tersendiri di area ini, dan berapa lama hasilnya bertahan serta cara merawatnya. Semua dijelaskan dengan angka dari studi asli, mudah dipahami.

By Dr. Kim

Filler

Filler Tulang Pipi, Mengisi Midface yang Kempis untuk Memperbaiki Garis Senyum dan Kendur, serta Standar Keamanan Pembuluh Darah

Mengapa tulang pipi dan pipi yang kempis membuat wajah kendur dan terlihat lebih tua, serta bagaimana mengisi volume midface dengan filler pipi bisa memperbaiki garis senyum dan kendur sekaligus. Dibahas juga viskoelastisitas dan kekerasan filler HA volumizing, cara menghindari komplikasi pembuluh darah lewat kanula dan lapisan suntikan, hingga pemulihan dengan hyaluronidase dan lama bertahannya efek, semua berdasarkan data dari studi klinis nyata.

By Dr. Kim

Back to articles