prettytime
Lifting

Penyebab dan Perawatan Kerutan Leher: Apakah Botox dan Lifting Membantu?

By Dr. Kim6 min read

Leher termasuk area yang paling cepat menunjukkan tanda penuaan dibanding wajah. Produk kosmetik dan tindakan kecantikan kebanyakan difokuskan ke wajah, sementara leher sering terlupakan dalam rutinitas perawatan. Padahal struktur kulit leher memang berbeda dari wajah, jadi kalau perawatannya diabaikan, kekenduran dan kerutan akan muncul lebih cepat dan lebih jelas terlihat.

Penuaan leher bukan hasil dari satu penyebab saja. Kulit yang menipis, otot yang mulai tampak menonjol secara vertikal, sampai kerutan horizontal yang terbentuk dari gerakan berulang, semuanya terjadi bersamaan. Berikut penjelasan satu per satu kenapa leher jadi area yang paling rentan.

Kenapa Kulit Leher Mengendur Lebih Dulu dari Wajah?

Kulit wajah dan kulit leher berbeda ketebalannya sejak awal. Kulit di area leher lebih tipis dari wajah, dan jumlah kelenjar sebasea (kelenjar kecil penghasil minyak alami kulit) juga lebih sedikit. Semakin sedikit kelenjar sebasea, lapisan minyak yang melindungi permukaan kulit jadi lebih tipis, dan kemampuan menahan kelembapan pun ikut melemah.

Selain itu, lapisan lemak dan otot di bawah kulit leher juga lebih tipis dibanding wajah. Wajah punya penyangga tulang seperti tulang pipi dan rahang yang menahan dari bawah, sementara leher tidak punya struktur sekokoh itu, sehingga kulit dan otot langsung menerima efek gravitasi. Karena itu, penurunan kolagen dan elastin (serat protein yang memberi elastisitas dan daya pulih pada kulit) sering terasa lebih cepat di leher daripada di wajah.

Paparan sinar UV juga berperan besar di sini. Leher memang kadang tertutup kerah kemeja atau syal, tapi saat musim panas mengenakan v-neck atau kaos leher bulat, area ini terpapar matahari sama seperti wajah. Sinar UV mengaktifkan MMP (matrix metalloproteinase, enzim yang memecah kolagen tua atau yang rusak), dan karena tabir surya di leher sering luput dipakai, enzim ini jadi bekerja lebih lama dan lebih aktif di area tersebut.

Kenapa Muncul Pita Vertikal di Leher?

Dua garis vertikal yang menonjol di leher adalah perubahan yang dibentuk oleh otot platysma (otot tipis dan lebar yang membentang dari bawah dagu sampai tulang selangka). Saat masih muda, otot ini tertarik kencang sehingga permukaan kulit terlihat halus.

Namun seiring bertambahnya usia, otot ini sendiri menipis dan kehilangan elastisitasnya, sehingga dua berkas ototnya menonjol sendiri-sendiri dan terlihat seperti dua garis vertikal. Kondisi ini biasa disebut pita platysma. Bayangkan seperti dua utas karet gelang yang tadinya kencang lalu jadi kendur, masing-masing akan bergoyang sendiri-sendiri. Itu sebabnya pita ini terlihat lebih jelas saat berbicara atau berekspresi, karena setiap kali otot berkontraksi, dua berkas yang sudah kendur ini bergerak secara terpisah.

Berkurangnya lemak di bawah leher atau perubahan posisinya juga berpengaruh. Kalau lemak yang tadinya menutupi otot dan berfungsi sebagai bantalan ini berkurang, kontur otot jadi lebih terlihat menonjol di permukaan kulit.

Kenapa Garis Horizontal di Leher Muncul?

Berbeda dari pita vertikal, kerutan horizontal terbentuk dari gerakan yang berulang. Kalau posisi menunduk melihat layar ponsel atau komputer diulang terus-menerus dalam waktu lama, kulit leher akan terlipat di titik yang sama setiap kali. Kulit punya sifat "mengingat" titik lipatannya, jadi semakin sering terlipat, kolagen di titik itu makin melemah dan kerutan pun menetap di sana.

Tinggi bantal dan posisi tidur juga berpengaruh. Kalau tidur dengan leher tertekuk terlalu lama, kulit di titik itu terus tertekan dan terlipat sehingga kerutan lebih mudah menetap permanen. Meski begitu, kerutan horizontal juga dipengaruhi oleh ketebalan kulit dan kepadatan kolagen bawaan seseorang, jadi waktu dan tingkat kemunculannya bisa berbeda-beda, dan tidak akan hilang total hanya dengan mengubah posisi tubuh.

Faktor yang Mempercepat Kendur di Leher

Ada banyak faktor yang bisa mempercepat kecepatan kekenduran leher. Beberapa yang paling sering disebut bekerja bersamaan adalah sebagai berikut.

  • Paparan sinar UV: mengaktifkan enzim yang memecah kolagen, sehingga semakin lama leher dibiarkan tanpa perlindungan, kekenduran akan muncul lebih cepat.
  • Merokok: zat dalam asap rokok menyempitkan pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke kulit berkurang, dan aktivitas fibroblas (sel kulit yang memproduksi kolagen) pun ikut menurun.
  • Perubahan berat badan yang drastis: kalau berat badan turun cepat, kulit tidak sempat menyesuaikan diri dengan volume yang berkurang, sehingga kulit berlebih tertinggal dalam keadaan kendur.
  • Kebiasaan posisi tubuh: menunduk lama melihat ponsel membuat otot leher terus-menerus tegang, sehingga di titik lipatan kulit yang sama muncul kerutan sekaligus kekenduran.

Bagaimana Botox Bekerja pada Pita Leher?

Kalau pita platysma cukup menonjol, botox biasa disuntikkan terbagi ke otot yang membentuk pita tersebut. Botox bekerja dengan menghambat sementara sinyal saraf yang menggerakkan otot, sehingga kekuatan kontraksi otot yang berlebihan bisa berkurang.

Karena pita ini muncul akibat kontraksi otot yang berlebihan, mengurangi kekuatan kontraksinya secara langsung akan membuat pita terlihat lebih halus. Efeknya biasanya mulai terlihat beberapa hari hingga dua minggu setelah tindakan, dan bertahan sekitar tiga sampai empat bulan. Namun karena cara kerjanya hanya melemahkan kekuatan otot, botox tidak menyelesaikan masalah elastisitas atau kekenduran kulit itu sendiri.

Dalam uji klinis yang menyuntikkan Botox ke pita platysma, 76,7% pasien mengalami perbaikan pita setidaknya satu tingkat pada minggu ke-2 setelah tindakan, dan 41% menunjukkan perbaikan nyata dua tingkat atau lebih. Ini berarti hanya dengan mengurangi kontraksi otot saja sudah cukup membuat pita terlihat jelas memudar pada lebih dari separuh pasien.
Dalam uji klinis yang menyuntikkan Botox ke pita platysma, 76,7% pasien mengalami perbaikan pita setidaknya satu tingkat pada minggu ke-2 setelah tindakan, dan 41% menunjukkan perbaikan nyata dua tingkat atau lebih. Ini berarti hanya dengan mengurangi kontraksi otot saja sudah cukup membuat pita terlihat jelas memudar pada lebih dari separuh pasien.

Dalam penelitian yang menyuntikkan Botox pada 25 perempuan, 100% menunjukkan respons pada minggu ke-2 setelah tindakan, dan 96% masih mempertahankan efek tersebut pada minggu ke-12 (hari ke-84). Ini mendukung dengan data nyata durasi 3 hingga 4 bulan yang biasa disebut dalam perawatan garis leher.
Dalam penelitian yang menyuntikkan Botox pada 25 perempuan, 100% menunjukkan respons pada minggu ke-2 setelah tindakan, dan 96% masih mempertahankan efek tersebut pada minggu ke-12 (hari ke-84). Ini mendukung dengan data nyata durasi 3 hingga 4 bulan yang biasa disebut dalam perawatan garis leher.

Kenapa Lifting Leher Bekerja Berbeda dari Wajah?

Thread lifting maupun RF (radiofrequency, tindakan gelombang frekuensi tinggi yang merangsang jaringan dengan panas) memang bisa digunakan di leher, tapi kondisi kerjanya berbeda dari wajah. Karena kulit dan jaringan di bawahnya di leher lebih tipis, tindakan berbasis panas seperti RF biasanya dilakukan dengan intensitas lebih rendah dan diulang beberapa kali dibanding di wajah. Sebab kalau panas masuk berlebihan ke jaringan setipis itu, risikonya bisa menyebabkan luka bakar atau hasil yang tidak merata.

Thread lifting pun sama, karena lapisan lemak tempat benang akan ditanam di leher lebih tipis, sudut dan kedalaman penanaman benang harus diatur lebih cermat. Meski begitu, prinsip dasarnya tetap sama seperti di wajah. Efek fisik dari benang yang menarik jaringan, dan efek pembentukan kolagen baru saat benang terurai, bekerja bersamaan dengan jeda waktu tertentu. Masa pemulihan biasanya dilaporkan sekitar 4 sampai 12 minggu, sedangkan durasi hasilnya bervariasi antara 6 sampai 12 bulan tergantung jenis tindakan dan kondisi masing-masing orang.

Kebiasaan untuk Memperlambat Kendur Tanpa Prosedur

Tanpa tindakan pun, ada cara untuk memperlambat laju kekenduran dan kerutan. Beberapa perawatan berikut disebut benar-benar membantu.

  • Pakai tabir surya sampai ke leher: kalau hanya wajah yang diberi tabir surya dan leher terlewat, rangsangan yang memecah kolagen akan terus menumpuk khusus di area leher.
  • Gunakan retinol (turunan vitamin A yang membantu sintesis kolagen) atau peptide (potongan kecil protein yang membantu produksi kolagen): dipakai secara rutin bisa sedikit memperlambat laju penipisan kulit.
  • Pegang ponsel setinggi mata: mengurangi posisi menunduk akan mengurangi frekuensi lipatan kulit yang terjadi berulang di titik yang sama.
  • Sesuaikan tinggi bantal: gunakan bantal dengan tinggi yang tidak membuat leher tertekuk berlebihan, agar rangsangan tekanan dan lipatan kulit saat tidur bisa berkurang.

Kebiasaan ini memang tidak bisa menghilangkan pita atau kerutan yang sudah terbentuk, tapi cukup membantu memperlambat penumpukan kekenduran baru kalau dilakukan konsisten. Leher memang area yang lebih cepat menunjukkan tanda penuaan begitu perawatannya lengah, tapi di sisi lain, ini juga berarti area yang perubahannya cukup terlihat hanya dengan menjaga satu kebiasaan kecil secara konsisten.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Emface: Efek, Lama Bertahan, dan Cara Kerja RF serta Stimulasi Otot

Emface adalah perawatan lifting non-invasif yang merangsang kolagen di kulit dengan energi radiofrekuensi sekaligus menggerakkan otot ekspresi wajah lewat sinyal listrik. Berikut penjelasan sederhana kenapa kulit dan otot perlu ditangani bersamaan agar kekencangan wajah kembali, alasan perawatan dilakukan bertahap, dan berapa lama efeknya bertahan, dijelaskan dari prinsip kerjanya.

By Dr. Kim

Acne

Jerawat punggung: penyebab, bahan pengobatan, lama sembuh, dan cara merawat

Jerawat punggung berawal dari akar yang sama dengan jerawat wajah, tetapi berkembang berbeda karena ketebalan kulit, kepadatan kelenjar minyak, keringat, dan gesekan. Berikut penjelasan kenapa jerawat lebih mudah muncul di punggung, kenapa responsnya lebih lambat terhadap perawatan, serta cara menanganinya.

By Dr. Kim

Back to articles