prettytime
Skincare

Kenapa Juvelook Bikin Kulit Glowing Sejak Hari Pertama, Kolagen Baru Terbentuk 6 Minggu Kemudian, dan Berapa Lama Bertahan

By Dr. Kim7 min read

Sehari setelah suntik Juvelook, banyak orang merasa kulitnya jauh lebih lembap dan glowing. Tapi volume yang bikin pipi atau dahi terlihat lebih berisi baru muncul pelan-pelan, jauh setelah itu.

Padahal sama-sama satu prosedur, kenapa efeknya bisa muncul dengan jeda waktu yang beda begini. Jawabannya ada pada cara kerja PDLLA, bahan yang terkandung dalam Juvelook. Kalau kita telusuri apa itu PDLLA dan tahapan yang dilaluinya di dalam tubuh sampai membentuk kolagen, jeda waktu ini jadi masuk akal dengan sendirinya.

Sebenarnya, PDLLA yang Ada di Juvelook Itu Apa?

PDLLA adalah singkatan dari poly-D,L-lactic acid. Namanya memang rumit, tapi sifatnya sederhana. Anggap saja partikel polimer yang lama kelamaan terurai sendiri menjadi air dan karbon dioksida di dalam tubuh. Bahannya mirip benang jahit operasi yang bisa larut sendiri.

Prosedur Juvelook adalah menyuntikkan partikel-partikel halus ini, yang dicampur dalam gel carrier (pembawa), ke lapisan dermis kulit. Dermis adalah lapisan yang menopang kulit dari bawah, tempat serat protein bernama kolagen berdiri seperti tiang-tiang penyangga. Partikel PDLLA menetap di lapisan dermis itu dan berperan merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen sendiri.

Sama seperti benang operasi yang menahan luka lalu larut tanpa bekas setelah waktunya, PDLLA juga hanya memberi rangsangan sampai kolagen baru terbentuk dengan baik, lalu perlahan terurai menjadi air dan karbon dioksida. Jadi PDLLA bukan benda asing yang menetap selamanya di dalam tubuh, melainkan bahan yang diam-diam pamit setelah tugasnya selesai.

Lewat Jalur Apa PDLLA Membentuk Kolagen?

Begitu partikel PDLLA masuk ke dermis, tubuh mengenalinya sebagai benda asing. Sel-sel imun pun berdatangan untuk memprosesnya secara bertahap, reaksi ini disebut foreign body reaction. Sederhananya, ini proses tubuh mengerahkan pasukan untuk membersihkan butiran asing tadi.

Dalam proses pembersihan ini, sel imun bernama makrofag membungkus dan perlahan mengurai partikel PDLLA. Prosesnya tidak berhenti sampai di situ, tapi juga mengirim sinyal ke sel di sekitarnya yang disebut fibroblas. Fibroblas ini ibarat pabrik yang langsung memproduksi kolagen. Begitu menerima sinyal, fibroblas menjadi aktif dan mulai membentuk serat kolagen baru.

Jadi PDLLA sendiri bukan kolagen. PDLLA berperan sebagai pemicu yang mendorong tubuh menyalakan kembali pabrik kolagennya sendiri. Karena itu, Juvelook dikenal bukan sebagai filler yang langsung mengisi volume, melainkan bahan yang menstimulasi tubuh untuk membuat kolagen sendiri.

Bayangkan seperti proyek konstruksi. PDLLA bukan tukang yang menyusun bata secara langsung, tapi lebih mirip suar tanda bahaya yang memanggil para pekerja ke lokasi. Begitu suar dinyalakan, makrofag dan fibroblas datang bergantian untuk mengerjakan konstruksi sesungguhnya, yaitu memproduksi kolagen. Karena itu, bukan soal seberapa banyak partikel yang disuntikkan lalu kolagen langsung bertambah sebanyak itu, melainkan seberapa konsisten sinyal ini terus berjalan.

Kenapa Efek Glowing Sudah Muncul Segera Setelah Suntik?

Pembentukan kolagen baru lewat foreign body reaction butuh waktu. Tapi kulit sudah terasa lembap segera setelah prosedur karena alasan lain. Penyebabnya adalah gel carrier yang membawa partikel PDLLA itu sendiri memiliki sifat menarik kelembapan.

Begitu masuk ke dermis, gel carrier ini langsung menyerap cairan di sekitarnya dan membuat tekstur kulit terlihat lebih halus. Prinsipnya mirip spons kering yang langsung mengembang saat disiram air. Jadi kelembapan dan efek glowing yang terasa mulai dari sesaat setelah prosedur sampai 1 hingga 2 minggu kemudian sering kali bukan karena kolagen bertambah, melainkan karena efek gel ini menahan cairan.

Masalahnya, efek awal ini tidak bertahan selama efek kolagen. Gel carrier lama kelamaan diserap tubuh dan volumenya menyusut. Karena itu, kesan glowing di awal biasanya mereda dengan sendirinya dalam 1 hingga 2 minggu.

Mirip seperti pakai masker wajah, sesaat setelah dilepas kulit terasa lembap, tapi keesokan harinya kembali ke kondisi semula. Gel carrier juga hanya menahan cairan untuk sementara, bukan mengubah struktur kulit itu sendiri, jadi wajar kalau efeknya menurun seiring waktu.

Apa Bedanya Efek Glowing Awal dengan Volume Kolagen Setelahnya?

Kedua efek ini berbeda dari segi bahan yang membentuknya maupun berapa lama bertahannya. Perbandingannya kurang lebih seperti ini.

  • Efek glowing di awal berasal dari kemampuan gel carrier menahan cairan, dan biasanya mulai memudar 1 hingga 2 minggu setelah prosedur karena gelnya diserap tubuh.
  • Volume kolagen yang muncul setelahnya berasal dari serat kolagen baru yang dibuat tubuh sendiri, dan terbentuk perlahan selama 6 minggu sampai 6 bulan karena fibroblas butuh waktu untuk memproduksinya.
  • Di antara kedua fase ini bisa ada periode transisi di mana volume terasa agak hambar, karena efek gel sudah menurun sementara kolagen belum sepenuhnya terbentuk.

Karena itu, sekitar 1 bulan setelah prosedur, sebagian orang justru merasa kulitnya lebih flat dibanding hari-hari awal. Fase ini bukan tanda kegagalan, melainkan proses alami saat estafet berpindah dari gel ke kolagen.

Daripada khawatir sambil terus bercermin di masa transisi ini, akan lebih tenang kalau sejak awal sudah tahu bahwa kedua efek ini memang datang berurutan. Setelah fase yang terasa flat ini lewat, volume akan naik lagi secara alami seiring kolagen yang terus terbentuk.

Kenapa Efeknya Tidak Langsung Terlihat di Hari Prosedur?

Proses pembentukan kolagen adalah reaksi biologis tubuh, jadi kecepatannya jauh berbeda dari sekadar mengisi volume secara fisik. Foreign body reaction harus dimulai lebih dulu, makrofag mengirim sinyal, baru fibroblas memproduksi kolagen, semua ini melalui beberapa tahap.

Tahapan ini tidak terjadi sekaligus, tapi berurutan. 4 hingga 6 minggu pertama adalah masa tubuh mengenali partikel PDLLA dan bersiap merespons, lalu setelah itu baru masuk fase kolagen bertambah sedikit demi sedikit. Mirip seperti menanam benih, pohonnya tidak langsung tumbuh keesokan harinya.

Sama seperti setelah vaksinasi, antibodi juga tidak langsung terbentuk sempurna keesokan harinya. Tubuh butuh waktu karena harus melalui urutan tertentu, mulai dari mengenali rangsangan, memanggil sel yang diperlukan, sampai memproduksi bahan yang dibutuhkan. Tidak ada cara untuk melewati atau mempercepat urutan ini, yang bisa dilakukan hanyalah menunggu sesuai kecepatan kerja tubuh.

Karena itu, Juvelook dikenal sebagai prosedur yang menargetkan perubahan alami yang terbentuk perlahan selama 6 minggu sampai 6 bulan, bukan perubahan dramatis di hari prosedur. Daripada berharap hasil instan, yang dibutuhkan adalah kesabaran menunggu waktu kolagen terbentuk.

Berapa Kali Perlu Suntik dan Berapa Lama Efeknya Bertahan?

Rangsangan untuk membentuk kolagen baru dilaporkan tidak selesai dalam satu kali prosedur, melainkan cenderung terakumulasi lewat 3 sampai 4 kali sesi dengan interval 3 hingga 4 minggu. Namun jumlah sesi dan jarak waktu yang tepat berbeda-beda tergantung kondisi kulit dan area yang diinginkan, sehingga umumnya ditentukan lewat konsultasi individual sebelum prosedur.

  • Prosedur dibagi menjadi 3 sampai 4 sesi dengan interval 3 hingga 4 minggu karena rangsangan pembentukan kolagen yang diulang berkali-kali dilaporkan menghasilkan volume yang lebih stabil.
  • Jarak antar-sesi diberi jeda sekitar 3 hingga 4 minggu supaya reaksi pembentukan kolagen dari rangsangan sebelumnya punya cukup waktu untuk berjalan. Kalau sesi dilakukan terlalu rapat, reaksinya bisa tumpang tindih dan hasilnya jadi susah dinilai.
  • Durasi bertahan yang dilaporkan lebih lama dibanding filler karena serat kolagen baru yang terbentuk sudah menetap dan menjadi bagian dari kulit itu sendiri. Prinsip bertahannya berbeda dari filler, yang bahannya perlahan diserap dan berkurang.

Misalnya, daripada menyuntikkan dalam jumlah besar sekaligus, memberi rangsangan sedikit demi sedikit dengan interval 3 hingga 4 minggu dilaporkan bisa membuat tubuh menyalakan kembali reaksi pembentukan kolagen setiap kali, sehingga hasilnya menumpuk berlapis-lapis. Prinsipnya mirip mengecat tembok, kalau dilapisi tipis 3 sampai 4 kali biasanya hasilnya lebih rata dan kuat, dibanding dicat tebal sekali jadi.

Pada akhirnya, daya tahan Juvelook bergantung pada seberapa baik tubuh masing-masing membentuk dan mempertahankan kolagen, sehingga umumnya dilaporkan bertahan 12 sampai 18 bulan, meski durasi yang dirasakan bisa berbeda-beda pada tiap orang. Karena kecepatan dan jumlah kolagen yang terbentuk dipengaruhi usia, kondisi kulit, dan area yang disuntik, lebih baik memantau perubahan kulit sendiri seiring waktu, daripada membandingkan hasil secara langsung dengan orang lain.

Jadi, Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai?

Inti dari Juvelook ada pada cara kerja PDLLA yang memanfaatkan foreign body reaction tubuh untuk memicu pembentukan kolagen. Kalau sejak awal sudah paham bahwa efek glowing segera setelah prosedur berasal dari kemampuan gel carrier menahan cairan, sementara volume yang muncul setelahnya berasal dari kolagen baru, kita tidak akan panik di tengah proses.

Karena ini prosedur yang efeknya muncul secara bertahap, sebaiknya waktu untuk menilai hasilnya juga diberi ruang yang cukup. Hasil yang sesungguhnya baru bisa dinilai setelah melewati fase glowing awal yang mereda, sampai kolagen benar-benar terbentuk dengan cukup. Cara paling aman adalah menanyakan timeline ini sejak konsultasi awal, dan berkonsultasi dengan dokter yang menangani setiap kali ada pertanyaan di tengah proses.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Prinsip Density RF Mengejar Kekencangan Instan dan Regenerasi Kolagen Lewat Dua Mode Sekaligus, serta Alasan Perlu Beberapa Sesi

Density RF memadukan dua mode radiofrekuensi yang punya karakter berbeda untuk mengejar dua hal sekaligus, kekencangan yang terasa langsung setelah perawatan dan regenerasi kolagen yang terbentuk perlahan selama 4 hingga 12 minggu. Artikel ini mengulas kenapa dua mode itu dibutuhkan, urutan panas bekerja di dalam kulit, sampai alasan kenapa perawatan ini perlu dijalani bertahap dalam beberapa sesi.

By Dr. Kim

Lifting

Prinsip dan Alasan Kenapa HIFU Justru Memanaskan Lapisan Fasia yang Jauh Lebih Dalam, Bukan Permukaan Kulit

Ulasan ini membahas kenapa lifting HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) justru membidik SMAS, lapisan fasia di bawah kulit, bukan permukaan kulit, dimulai dari prinsip gelombang ultrasound yang terkumpul di satu titik. Dibahas juga dua tahapnya, sensasi kencang yang langsung terasa begitu tindakan selesai, dan kolagen baru yang terbentuk perlahan selama 4 minggu hingga 6 bulan.

By Dr. Lee

Back to articles