prettytime
Lifting

Bagaimana Panas RF Thermage Membuat Kolagen Dermis Mengencang lalu Terbentuk Kembali, dan Kenapa Efeknya Bertahan Lama

By Dr. Kim7 min read

Thermage dikenal sebagai perawatan RF yang mampu mengangkat kekenduran kulit tanpa sayatan atau pemasangan benang. Kalau ditanya soal cara kerjanya, jawabannya hampir selalu sama, dermis dipanaskan sehingga kolagen langsung mengencang, lalu seiring waktu kolagen baru perlahan terbentuk kembali.

Tapi kenapa panas justru membuat kolagen memendek, dan kenapa efeknya tidak langsung selesai melainkan berlanjut selama 2 hingga 6 bulan, jarang dijelaskan secara mendalam. Kalau tiga konsep ini, panas, kolagen, dan resistansi di dalam kulit, diurai satu per satu, urutan proses Thermage jadi lebih mudah dipahami.

Bagaimana RF Menghasilkan Panas di Dalam Kulit?

Thermage menggunakan energi listrik berupa gelombang radiofrekuensi, biasa disingkat RF. Saat arus listrik melewati jaringan tubuh, jaringan itu bertindak sebagai resistansi yang menghambat aliran listrik.

Bayangkan kawat nikrom pada pemanas listrik. Saat arus mengalir melewati bagian kawat yang punya resistansi, bagian itulah yang memanas, dan prinsipnya sama persis. Ketika ujung tip Thermage mengalirkan arus ke kulit, jaringan kulit sendiri berperan sebagai resistor sehingga panas timbul dari dalam jaringan itu sendiri. Karena panasnya dihasilkan oleh jaringan itu sendiri, bukan berasal dari sumber luar, panas bisa merata sampai ke lapisan dermis yang dalam, bukan cuma di permukaan kulit.

Thermage memakai sistem monopolar, arus keluar dari tip lalu kembali melalui grounding pad yang ditempel di sisi lain tubuh, sehingga membentuk satu rangkaian besar. Karena rangkaiannya besar dan menembus lebih dalam, panas lebih mudah mencapai lapisan dermis yang dalam, sehingga bisa menyasar lapisan kolagen yang letaknya lebih dalam daripada sekadar di bawah epidermis.

Bedanya makin jelas kalau dibandingkan dengan laser. Laser menghasilkan panas ketika cahaya diserap oleh pigmen tertentu atau molekul air, sehingga panasnya hanya sampai ke lapisan yang punya target penyerap tersebut. RF berbeda, energinya memanfaatkan resistansi listrik jaringan itu sendiri, sehingga panas menyebar cukup merata mengikuti jalur arus, terlepas dari kadar pigmen atau air di kulit. Itulah sebabnya RF lebih unggul untuk memanaskan lapisan tebal dan dalam seperti dermis secara menyeluruh.

Kenapa Arus Listrik Mengalir tapi Tidak Terasa Menyengat atau Membuat Otot Berkedut?

RF yang dipakai Thermage adalah arus listrik yang mengubah arah jutaan kali dalam satu detik, sangat cepat. Sifatnya jauh berbeda dari arus frekuensi rendah yang biasa merangsang saraf atau otot.

Alat stimulasi frekuensi rendah, yang biasa dikenal sebagai EMS, memberi cukup waktu bagi arus untuk bergerak ke satu arah, sehingga ion di dalam tubuh sempat berkumpul ke satu sisi lalu berpindah ke sisi berlawanan, dan pergerakan ini terdeteksi oleh sel. Proses inilah yang merangsang saraf hingga otot berkedut, dan meskipun intensitasnya rendah, tetap terasa menyengat.

Pada RF Thermage, perubahan arah terjadi begitu cepat sehingga ion belum sempat berpindah jauh ke satu sisi, arahnya sudah berbalik lagi. Bayangkan tali skipping yang dikibaskan sangat cepat, talinya tidak sempat melengkung besar, hanya bergetar kecil di tempat. Karena ion cuma bergetar kecil di posisinya, tidak ada celah untuk merangsang saraf, dan yang terjadi justru gesekan antar-ion yang berubah menjadi panas.

Karena itu, orang yang menjalani perawatan ini tidak merasakan sengatan atau otot berkedut, melainkan hanya sensasi hangat di kulit. Rasa hangat ini sekaligus menjadi tanda bahwa kolagen di dermis sedang mengalami perubahan struktur.

Kenapa Kolagen Mengencang Saat Terkena Panas?

Kolagen adalah protein yang berfungsi seperti tiang penyangga kulit dari bawah. Bentuknya seperti tiga untai benang halus yang saling melilit membentuk tali, dan struktur lilitan inilah yang menjaga kulit tetap kencang, tidak kendur.

Ketika terkena panas, struktur lilitan ini mulai terurai. Mirip seperti rambut keriting hasil perming yang kalau kena panas justru curl-nya makin mengencang. Kalau struktur tali kolagen dipanaskan melewati suhu tertentu, rantai proteinnya mengalami denaturasi, panjangnya memendek, dan hasilnya kolagen langsung mengencang saat itu juga.

Yang menahan struktur tali kolagen ini adalah ikatan hidrogen, semacam jembatan kecil yang dibentuk molekul air. Berkat ikatan inilah tiga untai kolagen bisa tetap saling melilit tanpa terlepas. Saat terkena panas, ikatan-ikatan ini mulai putus satu per satu.

Ibarat simpul kecil yang mengikat beberapa untai benang lalu terurai kena panas. Begitu simpulnya lepas, benang yang tadinya melilit langsung mengerut jadi lebih pendek dan menggumpal. Kolagen pun begitu, begitu ikatannya putus, panjangnya langsung memendek dan mengencang.

Pengencangan instan inilah yang membuat kulit terasa sedikit lebih kencang tepat setelah perawatan. Namun pengencangan awal ini sebagian bisa kembali seiring waktu, jadi perubahan sesungguhnya dari Thermage baru terbentuk di tahap berikutnya.

Kenapa Efeknya Baru Terlihat Berbulan-bulan Kemudian, Bukan Hari Itu Juga?

Bagi kulit, proses denaturasi kolagen akibat panas ini dianggap sebagai sinyal kerusakan mikro. Tubuh tidak membiarkan begitu saja area yang rusak, melainkan langsung memulai respons perbaikan.

Inti dari respons perbaikan ini adalah sel fibroblas. Sel ini berperan seperti pabrik yang benar-benar memproduksi kolagen, dan begitu mendapat rangsangan panas, fibroblas aktif lalu mulai menenun serat kolagen baru. Proses ini disebut neokolagenesis, atau pembentukan kolagen baru.

Masalahnya, pabrik ini tidak bisa langsung menghasilkan produk jadi dalam semalam. Biasanya butuh waktu 4 minggu hingga 6 bulan sampai kolagen baru cukup terbentuk dan tersusun rapi hingga kulit terasa nyata lebih kencang. Karena itu, Thermage dikenal memberikan efek secara bertahap, biasanya mulai terlihat 2 hingga 3 bulan setelah perawatan, dan bisa terus berkembang sampai 6 bulan.

Selain itu, kolagen yang baru terbentuk belum langsung tersusun rapi. Kondisinya lebih mirip kain yang baru mulai ditenun, benangnya masih longgar dan belum tertata.

Seiring waktu, serat-serat ini perlahan tersusun mengikuti arah tegangan yang diterima kulit, saling mengikat semakin erat, hingga akhirnya benar-benar mampu menopang kulit dan menahan kendur. Karena ada proses penyusunan ini, efeknya muncul secara bertahap dan bertahan lebih lama.

Kenapa Epidermis Tidak Terbakar Meski Terkena Panas yang Cukup Tinggi?

Kalau lapisan dermis yang dalam saja bisa mencapai suhu setinggi itu, secara logika epidermis, lapisan paling luar kulit, seharusnya lebih panas lagi. Tapi kenyataannya, perawatan Thermage jarang menyebabkan luka bakar pada epidermis.

Rahasianya ada pada sistem pendingin yang terpasang di ujung tip. Begitu tip menyentuh kulit, permukaannya langsung didinginkan sekaligus mengalirkan energi RF. Berkat pendinginan ini, epidermis tetap berada di suhu rendah, sementara panas justru terkumpul di lapisan dermis yang dalam, area yang lebih sedikit terpengaruh oleh pendinginan permukaan.

  • Alasan pendinginan diulang di atas epidermis sebelum dan sesudah pemberian energi: untuk menurunkan suhu epidermis agar risiko luka bakar berkurang, sementara panas tetap terkumpul hanya di lapisan dermis yang lebih dalam.
  • Alasan tip harus benar-benar menempel rapat ke kulit: kalau kontaknya longgar, pendinginan dan penghantaran energi jadi tidak merata, sehingga panas bisa menumpuk berbeda di tiap area.
  • Alasan level energi disesuaikan dengan ketebalan kulit dan area tubuh masing-masing orang: ketebalan dermis dan sebaran lapisan lemak berbeda di tiap area, sehingga energi yang sama bisa mencapai kedalaman dan menghasilkan sensasi panas yang berbeda pula.

Kenapa Sensasi Panas Terasa Berbeda di Tiap Area Wajah?

Banyak yang bilang, meski intensitasnya sama, rasa panas di dahi, pipi, dan rahang terasa berbeda. Ini karena struktur kulit di tiap area sedikit berbeda.

Pertama, ketebalan dermisnya berbeda. Di area tipis seperti sekitar mata atau dahi, panas cepat mencapai lapisan dalam. Sebaliknya, di area yang lebih tebal seperti pipi atau rahang, panas yang sama cenderung bertahan lebih lama di lapisan yang relatif lebih dangkal.

Area yang dekat dengan tulang atau tulang rawan juga bereaksi berbeda. Tulang menghantarkan panas lebih cepat dibanding lemak atau otot, sehingga kulit yang tepat berada di atas tulang kadang membuat panas sulit menyebar ke samping dan malah menumpuk di satu titik. Inilah alasan area seperti garis rahang atau tulang pipi terasa lebih panas.

Kepadatan ujung saraf juga berbeda-beda. Area yang sensitif seperti sekitar mulut atau mata punya ujung saraf yang lebih rapat, sehingga suhu yang sama bisa terasa lebih kuat. Karena perbedaan-perbedaan ini, dokter yang melakukan prosedur biasanya menyesuaikan level energi per area sambil terus menanyakan sensasi panas yang dirasakan pasien.

Kenapa Prosedurnya Dilakukan Bertahap, Bukan Langsung dengan Intensitas Tinggi?

Denaturasi kolagen hanya bisa memicu respons pengencangan dan regenerasi yang diinginkan kalau suhunya berada dalam rentang tertentu. Kalau suhunya terlalu rendah, denaturasi tidak terjadi cukup banyak sehingga efeknya lemah. Sebaliknya, kalau terlalu tinggi, ada risiko kerusakan jaringan melampaui batas yang bisa dipulihkan tubuh.

Karena itu, prosedur dilakukan bertahap dalam rentang energi yang sudah ditetapkan, sambil terus memantau sensasi panas dan reaksi yang dirasakan pasien. Area juga dibagi jadi bagian-bagian kecil dan dilewati berulang kali, tujuannya supaya rangsangan panas menyebar merata ke seluruh dermis, tidak menumpuk hanya di satu titik.

Ini juga alasan kenapa efeknya tidak berhenti di satu kali perawatan, dan perawatan lanjutan sering disebut-sebut. Kolagen secara alami akan berkurang lagi seiring proses penuaan, jadi meski kolagen baru sudah terbentuk, banyak laporan menyebutkan jarak antar-perawatan biasanya tetap disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing orang.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Kenapa Sofwave Bisa Menghangatkan Tepat di Lapisan Tengah Dermis Tanpa Bikin Kulit Terbakar, dan Berapa Lama Waktu Pemulihannya

Sofwave bekerja dengan menumpuk beberapa berkas gelombang ultrasound di satu titik yang sama, sehingga panas hanya terkumpul di lapisan tengah dermis. Artikel ini menjelaskan dengan sederhana kenapa berkas itu bisa melewati epidermis begitu saja tapi baru memanas di lapisan tempat kolagen berada, dan bagaimana panas itu memicu pembentukan kolagen baru.

By Dr. Lee

Back to articles