prettytime
Lifting

Prinsip Density RF Mengejar Kekencangan Instan dan Regenerasi Kolagen Lewat Dua Mode Sekaligus, serta Alasan Perlu Beberapa Sesi

By Dr. Kim7 min read

Saat kekenyalan wajah terasa mulai menurun, banyak orang mulai melirik perawatan radiofrekuensi yang mengencangkan kulit dengan panas tanpa sayatan. Di antara sekian banyak pilihan, Density RF punya ciri khas tersendiri karena tidak hanya mengandalkan satu cara kerja, melainkan memadukan dua mode radiofrekuensi yang berbeda.

Banyak yang penasaran kenapa harus mencampur dua metode sekaligus, dan kenapa efek kencang yang terasa langsung setelah perawatan muncul di waktu yang berbeda dari perubahan yang baru terlihat 4 hingga 12 minggu kemudian. Kalau kita paham urutan panas bekerja di dalam kulit, dua perubahan ini jadi masuk akal kenapa bisa datang berurutan seperti itu.

Kenapa Radiofrekuensi Bisa Mengencangkan Kulit?

Radiofrekuensi, atau RF (Radiofrequency), adalah salah satu jenis energi listrik. Sama seperti air yang mendidih di ketel listrik karena listrik bertemu hambatan lalu berubah jadi panas, energi RF juga berubah jadi panas begitu melewati jaringan kulit dan bertemu hambatan di sana.

Panas ini kemudian menjalar ke dermis, lapisan di bawah permukaan kulit tempat protein bernama kolagen berkumpul. Bayangkan kolagen sebagai tiang penyangga kulit. Seiring bertambahnya usia, tiang ini melapuk dan mengendur sehingga kulit mulai kendur, dan radiofrekuensi bekerja dengan memberi rangsangan panas pada tiang ini agar tubuh membangun tiang baru.

Ini mirip seperti rumah tua yang dibiarkan lama tanpa perawatan sampai tiang kayunya lapuk dan dindingnya miring. Kalau di samping tiang lapuk itu ditanam tiang baru satu per satu, dinding pun bisa tegak kembali. Begitu juga cara kerja radiofrekuensi di dalam kulit. Jadi radiofrekuensi bukan perawatan yang mengikis permukaan kulit, melainkan perawatan yang membangun kembali tiang penyangga di lapisan dalam.

Apa Bedanya Dua Mode Radiofrekuensi pada Density?

Density tidak hanya memakai satu pola panas, tetapi menggabungkan dua mode dengan karakter berbeda. Satu mode menyebarkan energi secara luas dan dalam, sementara mode lainnya memusatkan energi pada titik yang sempit dan padat.

Mode yang menyebar luas memanaskan seluruh dermis secara merata, sehingga panas meresap sampai ke lapisan kulit yang lebih dalam. Sebaliknya, mode yang memusatkan energi memberi rangsangan lebih kuat pada tiang kolagen di titik tertentu.

Karena kedua mode ini punya peran yang berbeda, bagian yang terlewat oleh satu mode bisa dilengkapi oleh mode lainnya. Mode yang memanaskan secara luas menjaga kekenyalan wajah secara merata, sementara mode yang memusatkan energi menangani titik yang kendurnya lebih menonjol.

Sebagai gambaran, mode yang menyebar luas mirip pemanas lantai yang menghangatkan seluruh ruangan secara perlahan, sedangkan mode yang memusatkan energi lebih mirip kaca pembesar yang mengumpulkan sinar matahari ke satu titik. Kalau hanya mengandalkan pemanas lantai, ruangan memang hangat secara keseluruhan tapi sudut yang paling dingin tetap sulit terjangkau. Kalau hanya mengandalkan kaca pembesar, satu titik memang jadi panas tapi ruangan secara keseluruhan tetap sama. Karena itulah kedua cara ini dipakai bersamaan.

Kenapa Kulit Terasa Kencang Langsung Setelah Perawatan?

Banyak orang merasakan kulitnya sedikit kencang sejak hari perawatan Density dilakukan. Perubahan ini bukan berasal dari kolagen baru yang terbentuk, melainkan dari serat kolagen yang sudah ada dan menyusut sesaat setelah terkena panas.

Serat kolagen strukturnya mirip seperti benang yang terpilin. Ketika terkena panas di atas suhu tertentu, pilinan benang ini otomatis mengencang lebih rapat sehingga panjangnya memendek. Itulah sebabnya kulit terasa sedikit lebih kencang begitu perawatan selesai.

Namun, penyusutan instan ini hanya perubahan sementara pada struktur serat, jadi seiring waktu ada kecenderungan alami untuk kembali ke kondisi semula. Karena itu, efek kencang di tahap awal ini saja belum cukup untuk memberi kekencangan yang bertahan lama, dan reaksi kedua yang menyusul justru memegang peran lebih penting. Ini juga yang membuat sebagian orang merasa hasilnya terlihat jelas saat bercermin tepat setelah perawatan, tapi setelah 3 hingga 5 hari terasa seperti kembali ke kondisi awal.

Kenapa Kolagen Baru Baru Terisi Setelah 4 hingga 12 Minggu?

Terlepas dari penyusutan instan tadi, tubuh menganggap rangsangan panas sebagai semacam sinyal kerusakan kecil. Sinyal ini diterima oleh fibroblas, sel yang bertugas memproduksi kolagen, sehingga sel ini mulai lebih aktif memproduksi kolagen baru.

Dalam proses ini, enzim MMP yang bertugas membersihkan kolagen lama (protein yang berfungsi seperti gunting pemotong kolagen) juga ikut lebih aktif bekerja. Gunting ini memotong tiang lama sekaligus membuka jalan bagi tiang baru untuk berdiri di tempatnya, dan kedua proses ini berlangsung bersamaan. Menurut sejumlah laporan, proses regenerasi ini tidak selesai dalam waktu singkat, melainkan berlangsung perlahan selama 4 minggu hingga 6 bulan.

Bayangkan luka yang membentuk keropeng, lalu di baliknya kulit baru perlahan tumbuh. Keropeng tidak berubah jadi kulit baru dalam semalam, begitu juga kolagen tidak terisi kembali dalam semalam, melainkan terbentuk perlahan sesuai kecepatan alami tubuh. Jadi tidak perlu kecewa kalau sehari setelah perawatan belum terlihat perubahan besar saat bercermin, karena perubahan sesungguhnya justru baru saja dimulai.

Dengan begitu, perubahan pada Density bisa dibagi menjadi dua tahap. Penyusutan instan setelah perawatan adalah reaksi pertama yang langsung terlihat, sedangkan pengisian kolagen baru yang berlangsung selama 4 minggu hingga 6 bulan berikutnya adalah reaksi regenerasi yang justru memberi kekencangan yang lebih tahan lama.

Kenapa Pemanasan Menyeluruh dan Pemanasan Titik Dipakai Berurutan?

Dua mode yang dijelaskan sebelumnya juga bisa dibedakan dari jangkauan pemanasannya. Bulk heating (pemanasan menyeluruh, cara memanaskan area luas sekaligus) menaikkan suhu di seluruh wajah secara merata untuk memicu reaksi kolagen dasar.

Targeted heating (pemanasan titik, cara memusatkan energi pada titik tertentu) menjadi lapisan tambahan di atasnya. Area yang kendurnya lebih menonjol seperti garis senyum atau garis rahang mendapat tambahan panas yang lebih terfokus, sehingga reaksi kolagen di titik itu bisa lebih optimal.

Berikut alasan kenapa keduanya dipakai bersamaan.

  • Kalau hanya memakai bulk heating, seluruh wajah memang membaik secara merata, tapi area yang kendurnya lebih parah bisa terasa perubahannya kurang maksimal. Ini karena energi yang menyebar luas sulit difokuskan kuat pada satu titik.
  • Kalau hanya memakai targeted heating, titik tertentu memang bereaksi kuat, tapi keseimbangan wajah secara keseluruhan bisa terganggu. Rangsangan yang sempit pada satu area saja bisa membuat perbedaan kekenyalan dengan area sekitarnya jadi lebih terlihat.
  • Kalau kedua cara dipakai berurutan, kekenyalan dasar di seluruh wajah dibentuk oleh bulk heating, lalu titik yang butuh perhatian lebih diperkuat dengan targeted heating. Dengan cara ini, seluruh wajah bisa tertangani secara seimbang sekaligus area yang jadi perhatian bisa dirawat lebih maksimal.

Kenapa Sesi Perawatan Tidak Selesai dalam Sekali Datang?

Kecepatan pembentukan kolagen baru punya batasnya sendiri. Fibroblas yang mendapat satu kali rangsangan tidak lantas memproduksi kolagen tanpa batas secepat mungkin, sehingga rangsangan yang bisa diperoleh dari satu kali perawatan punya batas atas yang wajar.

Karena itu, Density biasanya dijalani dalam 3 hingga 4 sesi dengan jeda 3 hingga 4 minggu di antaranya. Ketika rangsangan tambahan diberikan pada saat proses pembentukan kolagen dari sesi sebelumnya masih berjalan, reaksinya akan terakumulasi dan diyakini membuat perubahan terlihat lebih jelas.

Kalau jeda antar sesi terlalu rapat, rangsangan baru bisa menumpuk di atas proses regenerasi yang masih berlangsung dan justru membebani kulit. Sebaliknya, kalau jeda terlalu panjang, kesinambungan efek dari rangsangan sebelumnya bisa terputus sehingga hasil akumulasinya sulit terlihat. Karena itu, mengikuti jeda yang direkomendasikan dan menjalani sesi secara konsisten dipercaya memberi hasil yang lebih stabil.

Berapa Lama Efeknya Bertahan?

Kolagen baru yang terbentuk lewat perawatan pun perlahan berkurang seiring waktu melalui proses metabolisme alami tubuh. Kolagen bukan sesuatu yang begitu terbentuk lalu bertahan selamanya, melainkan terus mengalami siklus pembentukan dan penguraian di dalam tubuh.

Karena itu, kekencangan yang didapat dari Density juga cenderung memudar perlahan setelah 6 hingga 12 bulan pasca perawatan, dan untuk memperpanjang masa bertahannya, mengulang perawatan ini setiap 6 hingga 12 bulan dipercaya membantu. Kecepatan penuaan kulit dan gaya hidup tiap orang berbeda, sehingga lama efek bertahan pun bisa berbeda dari satu orang ke orang lain.

4 hingga 12 minggu setelah perawatan adalah masa saat kolagen sedang aktif terbentuk, jadi memperhatikan perlindungan dari sinar matahari dan menghindari rangsangan berlebihan pada periode ini dipercaya membantu kolagen baru mengendap lebih stabil. Bisa dibilang, cara menjalani 4 hingga 12 minggu setelah perawatan sama pentingnya dengan perawatan itu sendiri dalam menentukan seberapa lama hasilnya bertahan.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Cara Radiofrekuensi Volnewmer Memasukkan Panas Kuat Sekaligus untuk Angkat Kekencangan Kulit, Jumlah Sesi, dan Daya Tahan Hasilnya

Kenapa Volnewmer memilih cara memasukkan energi radiofrekuensi kuat dalam satu kali sesi, jalur panas tersebut merangsang kolagen di dalam dermis, dan kapan hasilnya mulai terlihat serta berapa lama bertahan, dijelaskan lewat perumpamaan yang mudah dipahami. Alasan di balik rancangan jumlah sesi yang sedikit dan hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani perawatan turut dibahas.

By Dr. Lee

Lifting

Prinsip dan Alasan Kenapa HIFU Justru Memanaskan Lapisan Fasia yang Jauh Lebih Dalam, Bukan Permukaan Kulit

Ulasan ini membahas kenapa lifting HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) justru membidik SMAS, lapisan fasia di bawah kulit, bukan permukaan kulit, dimulai dari prinsip gelombang ultrasound yang terkumpul di satu titik. Dibahas juga dua tahapnya, sensasi kencang yang langsung terasa begitu tindakan selesai, dan kolagen baru yang terbentuk perlahan selama 4 minggu hingga 6 bulan.

By Dr. Lee

Back to articles