prettytime
Diet

Suntik Pelarut Lemak HPL: Cara Kerja, Jumlah Sesi, dan Bengkak

By Dr. Lee9 min read

Pasti pernah merasa kesal dengan lemak di area seperti bawah dagu atau lengan atas yang susah hilang meski sudah rajin olahraga. Berat badan secara keseluruhan tidak banyak berubah, tapi ada satu area yang tetap terlihat menonjol. Di titik itulah banyak orang mulai mencari cara untuk mengurangi sel lemak di area tersebut secara langsung.

Suntik pelarut lemak HPL adalah prosedur yang menyuntikkan larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi lebih rendah dari cairan tubuh) langsung ke area lemak lokal. Bukan mengangkat lemak lewat operasi, melainkan menggunakan larutan berkonsentrasi rendah yang menarik air masuk ke dalam sel lemak sampai sel itu menggembung dan pecah. Kalau sudah paham prinsip dasarnya, jadi lebih mudah mengerti kenapa dosis dan jumlah sesi berbeda di tiap area, dan kenapa bengkaknya bisa bertahan 3 sampai 7 hari. Mari kita bahas satu per satu.

Apa bedanya suntik pelarut lemak dengan menurunkan berat badan?

Diet pada umumnya bekerja dengan mengecilkan ukuran sel lemak di seluruh tubuh. Setiap sel lemak jadi lebih kurus, tapi jumlah selnya sendiri tidak berkurang.

Suntik pelarut lemak punya pendekatan yang berbeda. Obat disuntikkan langsung ke area yang diinginkan, dengan tujuan menghancurkan sel lemak di titik itu sendiri. Karena selnya benar-benar hilang, secara teori pengurangan volume hanya terjadi di area lokal tersebut. Karena itu, prosedur ini lebih sering dipakai untuk merapikan lemak yang menonjol di area tertentu seperti bawah dagu atau lengan atas, bukan untuk diet seluruh tubuh.

Namun perlu dipahami bahwa prosedur ini bukan cara untuk menurunkan berat badan secara umum. Ini murni prosedur lokal untuk mengurangi volume sel lemak di area tertentu, dan pemahaman ini penting sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Lemak di area tertentu seperti ini sering kali tidak banyak berkurang hanya dengan olahraga atau mengatur pola makan. Setiap orang punya titik penumpukan lemak yang berbeda, dan titik itu juga dipengaruhi oleh aliran darah dan hormon. Karena itu, meski berat badan total sudah turun, ada saja area tertentu yang tetap bertahan, dan untuk merapikan area seperti ini dibutuhkan pendekatan yang berbeda dari sekadar mengelola tubuh secara keseluruhan.

Bagaimana sel lemak pecah?

Sel lemak dibungkus oleh membran tipis (membran sel) yang menyimpan lemak di dalamnya. Bayangkan membran ini seperti batas tipis yang memisahkan bagian dalam dan luar sel, sekaligus mengatur keluar masuknya air.

Larutan yang dipakai dalam HPL adalah larutan hipotonik, yaitu larutan dengan konsentrasi lebih rendah dari cairan tubuh. Konsentrasi rendah berarti jumlah molekul air relatif lebih banyak, dan air selalu punya sifat berpindah dari area berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi (fenomena ini disebut osmosis). Jadi ketika larutan ini berada di sekitar sel lemak, air terus terdorong masuk ke bagian dalam sel yang konsentrasinya lebih tinggi.

Sebagai gambaran, mirip seperti rumput laut kering yang direndam air tawar, lama-lama menyerap air dan mengembang berkali-kali lipat dari ukuran semula. Sel lemak juga begitu, ketika dikelilingi larutan hipotonik, sel terus menyerap air dan menggembung seperti balon.

Membran sel tidak bisa menahan pembengkakan ini selamanya. Ketika air terus masuk dan tekanan di dalam sel melewati batas tertentu, membran tidak sanggup lagi menahan tekanan dan akhirnya robek, sehingga isi sel keluar. Proses ini disebut lisis osmotik, dan yang perlu dipahami adalah prinsip ini bukan seperti sabun yang melarutkan lapisan minyak secara kimiawi, melainkan murni tekanan fisik dari air yang masuk sampai membrannya pecah. Reaksi ini hanya terjadi secara lokal di sekitar titik suntikan, sehingga ketepatan menyuntikkan larutan hanya di area yang diinginkan menjadi penting, baik untuk efektivitas maupun keamanan.

Lalu kenapa hanya sel lemak yang paling terdampak, sementara kulit dan otot di sekitarnya relatif lebih aman? Sel lemak sebagian besar volumenya diisi oleh satu tetes lemak besar, sehingga rangka penyokong sel (sitoskeleton) jauh lebih lemah dibanding sel lain. Sebaliknya, sel otot dan kulit punya sitoskeleton dan jaringan ikat yang lebih rapat sehingga lebih tahan terhadap perubahan osmotik yang sama. Meski begitu, kalau posisi atau kedalaman suntikan meleset, jaringan lain juga bisa ikut menggembung dan terdampak, sehingga ketepatan teknik dokter dalam menyuntik di lapisan yang tepat sangat menentukan keamanan prosedur.

Ke mana lemak yang pecah menghilang?

Sel yang sudah hancur tidak berarti lemaknya langsung hilang dari tempat itu. Sel yang rusak dan komponen lemak yang keluar akan menjadi semacam sisa jaringan, dan tubuh butuh waktu untuk membersihkannya.

Yang bertugas membersihkan ini adalah makrofag (sejenis sel darah putih, sel imun yang bertugas "memakan" dan menyingkirkan benda asing atau sel mati di dalam tubuh). Sama seperti ketika ada luka, makrofag akan berkumpul di titik itu untuk membersihkan jaringan mati, dan cara kerjanya di sini juga sama, membungkus sisa sel lemak yang hancur lalu memecahnya.

Komponen yang sudah dipecah kemudian diangkut perlahan lewat sistem limfatik dan aliran darah untuk dimetabolisme dan dikeluarkan. Proses ini tidak selesai dalam sehari dua hari, tapi berlangsung perlahan selama 2 sampai 4 minggu. Karena itu, penting untuk dipahami bahwa suntik pelarut lemak bukan prosedur yang volumenya langsung mengecil keesokan harinya, melainkan hasil yang muncul secara bertahap seiring waktu.

Alasan proses pembersihan ini tidak bisa selesai dalam sehari dua hari juga sama logikanya. Makrofag tidak bisa mengurus banyak sisa jaringan sekaligus, melainkan membungkus dan memecahnya sedikit demi sedikit secara bertahap. Mirip seperti proyek konstruksi yang membersihkan puing dengan satu truk yang harus bolak-balik berkali-kali. Karena itu, perubahan volume sering kali baru terasa lebih jelas setelah 2 sampai 3 minggu pasca prosedur, bukan langsung setelahnya, dan untuk melihat hasil akhir memang butuh waktu pengamatan sepanjang itu.

Dosis dan jumlah sesi tiap area

Meski sama-sama suntik pelarut lemak, pendekatan untuk bawah dagu, perut, dan lengan atas berbeda. Ini karena ketebalan dan luas lapisan lemak, serta struktur jaringan di sekitarnya, berbeda di tiap area.

  • Area seperti bawah dagu yang luasnya sempit dan lapisan lemaknya tipis, biasanya sudah bereaksi baik dengan dosis relatif kecil. Karena di area sempit ini ada saraf dan pembuluh darah yang melintas, yang lebih penting bukan menambah dosis, melainkan ketepatan menyuntik di titik yang tepat secara terbagi.
  • Area seperti lengan atas atau perut yang luasnya lebih besar dan lapisan lemaknya tebal, punya jumlah lemak yang sulit ditangani sekaligus, sehingga sering disuntik di banyak titik dan jumlah sesinya dibagi menjadi 5 sampai 10 kali. Kalau langsung dimasukkan dalam jumlah besar, sisa jaringan yang harus diproses tubuh juga makin banyak, sehingga beban pemulihannya jadi lebih berat.
  • Terlepas dari area mana pun, jarak antar sesi umumnya diberi jeda 1 sampai 2 minggu. Sesi berikutnya baru dilakukan setelah reaksi peradangan dan proses pembersihan dari suntikan sebelumnya sudah cukup mereda, supaya hasilnya bisa terakumulasi tanpa menambah risiko efek samping.

Alasan area disuntik ditandai dengan pola kotak-kotak sebelum prosedur juga karena hal ini. Titik ditandai dengan jarak 1 hingga 1,5 cm, dan di tiap titik itu disuntikkan jumlah yang sudah ditentukan, supaya obat tidak menumpuk hanya di satu tempat dan reaksinya bisa merata di seluruh area. Kalau jaraknya terlalu rapat, kerusakan jaringan bisa saling tumpang tindih sehingga pemulihan jadi sulit, sebaliknya kalau terlalu renggang, ada titik-titik yang efeknya kurang terasa sehingga hasilnya jadi tidak rata. Menentukan jarak yang pas ini juga membutuhkan pengalaman dan kepekaan tangan dokter.

Dosis dan jumlah sesi yang tepat bergantung pada ketebalan lemak di area tersebut, kondisi kulit, dan kecepatan pemulihan tiap individu, sehingga rencana per area sebaiknya ditentukan lewat konsultasi sebelum prosedur.

Kenapa bengkak muncul setelah tindakan?

Area yang disuntik pelarut lemak bengkak dan mengeras selama 3 sampai 7 hari bukan berarti prosedurnya gagal, justru itu tanda bahwa proses pembersihan yang dijelaskan sebelumnya sedang berlangsung. Makrofag yang berkumpul untuk memproses sisa jaringan itu sendiri adalah bentuk reaksi peradangan.

Bengkak biasanya mulai muncul segera setelah prosedur, paling parah dalam 1 sampai 2 hari, lalu perlahan mereda. Lama bengkak bisa berbeda tergantung area, area dengan lapisan lemak tebal dan dosis yang lebih banyak biasanya butuh waktu lebih lama karena sisa jaringan yang harus dibersihkan juga lebih banyak. Memar di sepanjang bekas jarum suntik juga sering muncul bersamaan.

Pada masa ini, lebih baik membiarkan tubuh membersihkan sisa jaringannya sendiri daripada memaksa memijat atau menekan area yang bengkak. Kalau terburu-buru melakukan sesi tambahan padahal bengkak dan kerasnya belum reda, beban peradangan di area itu bisa menumpuk dan justru memperlambat pemulihan, jadi sebaiknya sesi berikutnya diberi jeda yang cukup.

Perbedaan tingkat bengkak antar orang meski dosisnya sama, disebabkan oleh kecepatan reaksi imun dan ketebalan kulit yang berbeda-beda. Orang yang reaksi peradangannya cenderung sensitif atau area kulitnya tipis biasanya bengkaknya lebih terlihat dan bertahan lebih lama. Kompres dingin selama 10 sampai 15 menit segera setelah prosedur bisa membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga mengurangi bengkak dan memar di awal, tapi bengkak yang berlanjut selama 1 sampai 2 minggu setelahnya adalah bagian alami dari proses pembersihan, jadi lebih baik diamati saja daripada dipaksa dihilangkan.

Hal yang perlu dijaga sebelum dan sesudah tindakan

Karena suntik pelarut lemak menghancurkan sel secara lokal, ada beberapa hal yang perlu dipastikan saat konsultasi sebelum prosedur. Beri tahu dokter jika ada infeksi atau penyakit kulit di area tersebut, jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah, atau jika sedang hamil atau menyusui. Kondisi-kondisi ini bisa memengaruhi bengkak, memar, dan kecepatan pemulihan.

Setelah prosedur, sebaiknya hindari perawatan yang menekan kuat atau memberi rangsangan kuat pada area tersebut (pijat keras, sauna, atau paparan panas lainnya). Ada laporan bahwa rangsangan tambahan saat jaringan yang hancur masih dalam proses pembersihan bisa memperpanjang bengkak dan peradangan. Meski hasilnya belum terasa memuaskan, sebaiknya diamati dulu selama 4 sampai 6 minggu sebelum menyusun rencana berikutnya, karena proses pengurangan lemak ini memang tidak instan dan baru terlihat secara bertahap.

Alasan perlu lebih berhati-hati jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah juga sama logikanya. Setiap titik yang dilewati jarum suntik akan menyenggol pembuluh darah kecil, dan perdarahan yang biasanya cepat berhenti bisa jadi sulit berhenti selama masih mengonsumsi obat tersebut, sehingga memar bisa lebih besar dan bertahan lebih lama. Karena itu, memberi tahu semua obat yang sedang dikonsumsi saat konsultasi benar-benar membantu mengurangi bengkak dan memar.

Apa bedanya dengan cara membekukan atau memanaskan?

Selain prosedur ini, ada juga metode lain untuk mengurangi lemak di area tertentu, seperti membekukan sel lemak sampai hancur, atau menggunakan energi ultrasound maupun radiofrekuensi untuk memanaskan dan menghancurkan lemak. Prinsip kerjanya berbeda-beda, tapi tujuannya mirip, yaitu menghilangkan sel lemak itu sendiri untuk mengurangi volume di area tersebut.

Metode suntik punya keunggulan karena bisa dilakukan tanpa alat khusus, dan bisa menjangkau area yang sempit dan berlekuk yang sulit dijangkau tangan secara presisi. Sebaliknya, metode pembekuan atau pemanasan lebih unggul untuk menangani area yang luas dan datar sekaligus. Karena itu, metode suntik lebih sering dipakai untuk area sempit seperti bawah dagu, sedangkan untuk area luas seperti perut, kedua metode sering dipertimbangkan bersamaan. Pada akhirnya, metode yang lebih cocok tergantung bentuk dan ukuran area, bukan berarti salah satu selalu lebih unggul dari yang lain.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Diet

Suntik Pelarut Lemak: Efek, Bengkak, dan Perbedaan Dosis Tiap Area

Kenapa suntik pelarut lemak dipercaya bisa mengatasi lemak di dagu atau lengan yang susah hilang meski sudah diet dan olahraga. Simak cara kerja obatnya menghancurkan membran sel lemak, proses lemak yang hancur dikeluarkan dari tubuh, dosis dan jumlah sesi per area, sampai alasan munculnya bengkak setelah suntik.

By Dr. Lee

Diet

Body Onda: efek, pendekatan tiap area, jumlah sesi, dan lama bertahan

Body Onda adalah perawatan pembentukan tubuh non-bedah yang memanaskan lapisan lemak di bawah kulit secara selektif dengan gelombang mikro, sehingga sel lemak mengecil sekaligus kulit menjadi lebih kencang. Artikel ini mengulas mengapa panas hanya menyasar lapisan lemak, mengapa pengurangan lemak dan pengencangan kulit terjadi bersamaan, bagaimana perbedaan pendekatan di perut, lengan, dan pinggang, serta berapa jumlah sesi dan berapa lama hasilnya bertahan.

By Dr. Kim

Skincare

Restylane Vital Suntik Glowing: Efek, Jumlah Sesi, dan Lama Bertahan

Apa itu Restylane Vital, bagaimana NASHA hyaluronic acid berbeda dari filler biasa, seberapa jauh efeknya terbukti secara klinis, berapa kali dan berapa interval antar sesi yang dianjurkan, serta siapa yang cocok mendapatkannya, semua dibahas jujur tanpa lebay.

By Dr. Kim

Back to articles