Cara Laser Menghilangkan Pigmen Sulam Alis yang Salah Bentuk atau Warna, Prinsip Peluruhan Pigmen, dan Jumlah Sesi
By Dr. Kim7 min read

Banyak orang ingin menghilangkan sulam alis karena bentuknya tidak sesuai keinginan, atau warnanya berubah menjadi kemerahan atau kebiruan seiring waktu. Meski bisa ditutup dengan riasan, bentuk alis yang tidak pas tetap terasa mengganggu setiap hari, sehingga akhirnya banyak yang mencari solusi laser.
Namun begitu mulai mencari informasi, muncul rasa penasaran sekaligus khawatir. Apakah laser penghilang tato benar benar bisa membersihkan pigmen sampai tuntas, atau justru warnanya bisa jadi makin aneh saat dihilangkan. Mari kita bahas dari awal, mulai dari bagaimana pigmen di dalam kulit dipecah dan dikeluarkan, sampai kenapa perubahan warna bisa menjadi masalah dalam prosesnya.
Di Bagian Kulit Mana Sebenarnya Pigmen Sulam Alis Ini Berada?
Sulam permanen dilakukan dengan menyuntikkan partikel pigmen menggunakan jarum sangat halus ke lapisan dangkal dermis, tepat di bawah epidermis. Dermis adalah lapisan kedua yang menopang kulit, sehingga pigmen yang sudah masuk sampai sini tidak akan hilang dengan sendirinya seperti sel kulit mati yang terkelupas dari epidermis.
Partikel pigmen memang berukuran sangat kecil hingga tidak kasat mata, tetapi tetap terlalu besar untuk ditelan utuh dan diproses oleh sel imun tubuh. Karena itu, begitu pigmen menetap di satu titik, tubuh tidak bisa menyingkirkannya sendiri dan pigmen pun bertahan lama di tempat itu. Inilah sebabnya sulam permanen bisa bertahan 1 hingga 3 tahun, sekaligus alasan kenapa menghilangkannya tidak semudah kelihatannya.
Dengan Prinsip Apa Laser Memecah Partikel Pigmen Ini?
Laser untuk menghilangkan tato bekerja dengan menembakkan energi cahaya kuat dalam waktu yang sangat singkat ke partikel pigmen. Karena cahaya masuk begitu singkat namun kuat, suhu di dalam partikel pigmen naik drastis dalam sekejap, membuat partikel mengembang cepat lalu pecah. Prosesnya mirip seperti gelas yang retak seketika saat disiram air dingin padahal baru diangkat dari panci panas.
Cara memecah partikel dengan panas dan hentakan seketika seperti ini disebut destruksi fotomekanik (proses saat energi cahaya laser yang kuat menciptakan gelombang tekanan seketika untuk menghancurkan partikel menjadi lebih kecil). Contoh yang paling umum digunakan adalah laser Q-switched yang menembak dalam hitungan nanodetik, dan laser picosecond yang tembakannya jauh lebih singkat lagi, dalam hitungan pikodetik. Semakin singkat waktu tembakan, panas cenderung lebih sedikit menyebar ke jaringan sekitar dan partikel pigmen terpecah lebih halus, sehingga belakangan ini laser picosecond lebih banyak dipilih.
Selain itu, setiap warna cahaya laser memiliki panjang gelombang yang meresponnya secara berbeda. Pigmen hitam atau cokelat tua merespons baik pada rentang panjang gelombang yang luas, sedangkan pigmen merah atau kuning hanya merespons pada panjang gelombang tertentu. Karena itu, sebelum tindakan, dokter perlu memastikan lebih dulu warna dasar pigmen sulam alis tersebut agar bisa memilih panjang gelombang yang tepat sehingga hasilnya lebih efektif.
Setelah Terpecah Halus, Bagaimana Pigmen Bisa Keluar dari Tubuh?
Setelah partikel dipecah oleh laser, barulah ukurannya cukup kecil untuk bisa ditangani oleh sel imun tubuh. Di tahap ini, yang berperan aktif adalah makrofag (macrophage, sel imun yang menelan dan memproses benda asing di dalam tubuh). Sesuai namanya, makrofag bertugas sebagai petugas kebersihan yang menelan benda asing secara utuh.
Setelah makrofag menelan serpihan pigmen yang sudah terpecah, sel ini bergerak melalui pembuluh limfa (saluran yang mengangkut zat sisa dan sel imun ke seluruh tubuh), yaitu jalur pembuangan zat sisa dalam tubuh. Melalui proses ini, serpihan pigmen terangkut jauh ke dalam tubuh dan perlahan menghilang. Di sisi lain, sebagian serpihan pigmen juga terdorong naik ke permukaan kulit dan ikut terkelupas bersama sel kulit mati, proses ini disebut ekskresi transepidermal (jalur keluarnya serpihan pigmen melalui permukaan kulit, seperti sel kulit mati yang terkelupas).
Pada akhirnya, pigmen tidak hilang sekaligus dalam satu kali tindakan. Setiap sesi laser membuat pigmen terpecah sedikit lebih halus dan sebagian terangkut keluar, sehingga warnanya memudar secara bertahap.
Kenapa Sulam Alis Justru Bisa Berubah Semakin Hitam Pekat?
Salah satu hal yang paling perlu diwaspadai dalam sulam permanen adalah risiko perubahan warna. Banyak pigmen yang digunakan untuk sulam alis mengandung oksida besi (iron oxide, senyawa oksida yang mengandung unsur besi dan umum digunakan pada pigmen cokelat atau kemerahan). Oksida besi pada dasarnya berikatan dengan oksigen sehingga tampak berwarna cokelat atau cokelat kemerahan.
Namun, ketika energi laser yang kuat mengenai oksida besi ini, bisa terjadi reaksi kimia yang melepaskan oksigen, yang disebut reaksi reduksi (reaksi kimia saat oksigen terlepas dari oksida besi sehingga warnanya berubah menjadi gelap). Unsur besi yang kehilangan oksigennya tidak lagi berwarna cokelat seperti semula, melainkan berubah menjadi hitam atau abu abu kebiruan. Prosesnya mirip seperti paku berkarat yang dipanaskan di atas api, warnanya tiba tiba berubah menjadi hitam pekat.
Reaksi ini tidak selalu terjadi setiap kali laser ditembakkan, namun sudah pernah dilaporkan terjadi pada tato yang mengandung pigmen oksida besi atau titanium dioksida (titanium dioxide, pigmen putih yang sering dicampurkan pada pigmen warna aprikot atau beige). Pigmen yang sudah terlanjur menghitam bahkan bisa lebih sulit dihilangkan dibandingkan warna aslinya, sehingga penting untuk memahami kemungkinan ini sejak sebelum tindakan dilakukan.
Kenapa Uji Coba Kecil Selalu Perlu Dilakukan Sebelum Tindakan?
Karena alasan itulah, menghilangkan sulam permanen biasanya tidak langsung dilakukan ke seluruh area alis. Dokter lebih dulu melakukan tes spot (uji coba menembakkan laser ke area sangat kecil sebelum tindakan penuh untuk melihat reaksi pigmen), yaitu menembakkan laser ke titik kecil yang tidak terlalu terlihat.
Melalui tes ini, dokter bisa memastikan lebih dulu apakah pigmen memudar sesuai perkiraan, atau justru muncul reaksi menghitam. Jika reaksi menghitam muncul, panjang gelombang atau intensitas laser perlu disesuaikan, atau bahkan metode penghilangan lain perlu dipertimbangkan. Jika tahap ini dilewati dan langsung masuk ke tindakan penuh, perubahan warna yang tidak diinginkan bisa baru diketahui belakangan dan lebih sulit untuk dikembalikan.
Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan Sampai Pigmen Benar Benar Hilang?
Menghilangkan sulam permanen biasanya tidak selesai dalam satu kali tindakan, melainkan berlangsung dalam 3 hingga 10 kali sesi atau lebih. Berikut faktor faktor yang memengaruhi jumlah sesi dan jarak antar sesi.
- Kedalaman dan kepadatan pigmen: Sulam permanen biasanya menempatkan pigmen lebih dangkal dibandingkan tato biasa, namun pada tindakan yang dilakukan oleh tenaga kurang berpengalaman, pigmen bisa tertumpuk di beberapa lapisan atau menggumpal terlalu pekat. Area seperti ini butuh lebih banyak sesi karena jumlah pigmen yang bisa dijangkau laser dalam satu kali tembakan terbatas.
- Jenis dan warna pigmen: Pigmen hitam merespons cukup merata di berbagai panjang gelombang sehingga relatif lebih mudah dihilangkan, sedangkan pigmen yang bercampur warna aprikot atau putih hanya merespons pada panjang gelombang tertentu sehingga butuh waktu lebih lama.
- Jarak antar sesi: Umumnya jaraknya 6 hingga 8 minggu. Makrofag membutuhkan waktu sekitar itu untuk mengangkut pigmen yang sudah terpecah dan kulit pun perlu waktu untuk pulih, sehingga jika jaraknya terlalu dekat, iritasi hanya akan menumpuk tanpa pigmen sempat terbuang cukup banyak.
- Reaksi kulit dan peradangan: Jika sesi berikutnya dilakukan terburu buru saat kulit masih bengkak atau teriritasi dari tindakan sebelumnya, pemulihan bisa melambat dan proses pembuangan pigmen ikut terganggu, sehingga jarak sesi perlu disesuaikan dengan kondisi kulit saat itu.
Secara umum, ada laporan yang menyebutkan pigmen yang tipis dan dangkal bisa hilang dalam 3 hingga 4 kali sesi, sedangkan pigmen yang pekat dan tertanam dalam membutuhkan 8 hingga 10 kali sesi atau lebih. Daripada berusaha menghilangkan semuanya sekaligus, lebih aman untuk melakukannya bertahap sambil memantau memudarnya warna di setiap sesi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Tindakan?
Area yang terkena laser bengkak selama 2 hingga 3 hari, lalu mengeropeng dan lepas dengan sendirinya dalam 7 hingga 14 hari. Keropeng ini jangan dikelupas paksa, biarkan lepas dengan sendirinya. Jika dikelupas secara paksa, kulit baru yang baru terbentuk di bawahnya bisa rusak dan berisiko meninggalkan bekas luka atau hiperpigmentasi.
Selama masa pemulihan, perlindungan dari sinar matahari juga harus dilakukan secara ketat. Kulit di area alis yang baru pulih masih sangat sensitif terhadap rangsangan, sehingga jika terkena paparan sinar matahari langsung, pigmen justru bisa bereaksi menjadi lebih gelap kembali. Selain itu, selama proses penghilangan berlangsung, warna alis bisa terlihat lebih gelap atau kemerahan untuk sementara waktu, ini adalah reaksi umum yang muncul di tengah proses pigmen sedang terbuang.
Yang terpenting, karena tato dengan pigmen oksida besi memiliki risiko perubahan warna, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman dalam menghilangkan sulam permanen, memastikan hasil tes bersama, dan menyusun rencana jumlah sesi yang aman.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Kenapa Tato Lama Tidak Hilang Sekali Laser dan Tiap Warna Bereaksi Beda?
Mengulas cara kerja laser penghapus tato memecah partikel pigmen di dalam kulit, dan bagaimana tubuh membuang pecahan pigmen itu keluar. Dibahas juga kenapa warna hitam dan biru gampang pudar sementara hijau atau kuning susah hilang, serta alasan tindakan harus dibagi ke beberapa sesi.
By Dr. Kim

Flek Hitam Akibat Matahari yang Tak Pernah Pudar dengan Toning, Sebenarnya Berapa Kali Laser Sampai Bersih Total?
Menjelaskan kenapa flek hitam akibat matahari (lentigo) tidak mempan dengan laser toning, dilihat dari cara pigmennya mengendap di kulit. Dibahas juga prinsip photoacoustic saat laser kuat memecah pigmen, alasan efeknya bisa terlihat hanya dalam satu-dua kali, sampai cara merawat keropeng dan hiperpigmentasi setelah tindakan.
By Dr. Kim

Suntik Pelarut Lemak HPL: Prinsip Obat Memecah Lemak Lokal, Jumlah Sesi per Area, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Suntik pelarut lemak HPL bekerja dengan meruntuhkan membran sel lemak melalui obat yang disuntikkan, lalu lemak yang hancur dikeluarkan dari tubuh secara alami. Artikel ini menjelaskan prinsip kerjanya, alasan dosis dan jumlah sesi berbeda-beda di tiap area, serta seberapa lama bengkak dan masa pemulihan berlangsung.
By Dr. Lee