Botox Gummy Smile: Efek, Lama Bertahan, dan Efek Samping
By Dr. Lee6 min read

Gummy smile adalah kondisi ketika gusi atas terlihat lebih banyak dari biasanya saat tersenyum lebar. Meski sering jadi bahan candaan, sebenarnya ini muncul karena beberapa faktor yang saling tumpang tindih, mulai dari gerakan otot pengangkat bibir, struktur tulang wajah, hingga kondisi gusi itu sendiri.
Dari sekian penyebab itu, yang bisa dikoreksi dengan Botox adalah gummy smile akibat otot. Caranya dengan melemahkan sedikit kekuatan otot yang menarik bibir terlalu kuat. Mari kita bahas satu per satu, otot mana yang jadi sasaran dan kenapa cara ini bisa bekerja.
Kenapa gummy smile muncul?
Penyebab gusi terlihat banyak saat tersenyum bukan hanya satu. Karena itu, gejala yang sama bisa memerlukan pendekatan berbeda. Ada tiga penyebab utama yang biasanya bekerja sendiri-sendiri atau bersamaan.
- Tipe otot hiperaktif: Otot pengangkat bibir atas bergerak lebih kuat dan lebih banyak dari yang seharusnya. Ototnya sendiri normal, tetapi sinyal yang dikirim terlalu kuat sehingga bibir terangkat berlebihan. Ini adalah tipe gummy smile yang paling umum ditemukan.
- Tipe skeletal: Tulang rahang atas tumbuh terlalu panjang secara vertikal. Karena tulangnya memang lebih panjang, gerakan bibir yang sedikit saja sudah bisa membuat gusi terlihat. Masalahnya bukan di otot, melainkan panjang tulang, sehingga pendekatannya pun berbeda.
- Tipe gusi (gingival): Jaringan gusi menutupi gigi lebih banyak dari yang seharusnya. Gigi jadi terlihat pendek dan gusi lebih menonjol, karena volume jaringan gusinya sendiri memang lebih banyak.
Ketiga tipe ini punya gejala yang mirip di permukaan, sehingga sulit dibedakan hanya dengan bercermin. Karena itu, diagnosis sebelum tindakan menjadi sangat penting.

Otot mana yang dikerjakan botox?
Mengangkat bibir atas bukan tugas satu otot saja, melainkan beberapa otot yang bekerja bersama. Yang paling berperan adalah levator labii superioris, levator labii superioris alaeque nasi, dan zygomaticus minor. Ketiganya menarik bibir ke atas seperti beberapa tangan yang menarik tirai secara bersamaan.
Pada gummy smile tipe otot hiperaktif, tangan-tangan ini menarik tirai itu lebih kuat dari yang diperlukan. Botox disuntikkan ke otot tersebut untuk memblokir sebagian sinyal yang dikirim saraf ke otot. Akibatnya, tarikan otot melemah, dan bibir tidak lagi terangkat setinggi biasanya saat tersenyum.
Salah satu titik injeksi standar yang sering digunakan disebut Yonsei Point. Lokasinya di samping hidung, tepat di jalur otot-otot bibir, dan disuntikkan dalam dosis kecil. Titik ini dikenal membantu melemahkan beberapa otot sekaligus dalam jumlah kecil, sehingga bibir tetap bisa bergerak dengan alami.
Kenapa penyebabnya perlu didiagnosis dulu?
Botox hanya melemahkan kekuatan otot, tidak bisa mengubah panjang tulang atau jumlah jaringan gusi. Jadi, jika penyebab utamanya bukan otot, hasilnya bisa tidak sesuai harapan.
Pada tipe skeletal, di mana tulang rahang atas memang panjang, menekan otot sekuat apa pun tidak akan mengubah panjang tulangnya. Pada kondisi ini, pendekatan yang dianjurkan biasanya berupa perawatan ortodontik atau bedah ortognatik yang menangani tulang secara langsung. Sementara pada tipe gusi, di mana jaringan gusi berlebih, tindakan pemangkasan gusi menjadi cara yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, sebelum tindakan disarankan untuk memeriksa foto dan video senyum, sambil melihat seberapa banyak gusi yang terlihat dan bagaimana pergerakan ototnya. Semakin besar peran otot dalam kondisi tersebut, semakin jelas pula hasil yang bisa didapat dari Botox.
Kapan efek botox mulai terlihat?
Botox tidak langsung bekerja begitu disuntikkan. Karena cara kerjanya adalah memblokir pelepasan zat penghantar sinyal di titik pertemuan saraf dan otot, dibutuhkan waktu agar zat sinyal yang sudah ada sebelumnya habis terpakai.
Umumnya, perubahan mulai terlihat pada hari ketiga hingga ketujuh setelah suntikan, dan efeknya paling terlihat jelas pada minggu kedua hingga keempat. Prosesnya mirip seperti menurunkan volume secara perlahan, jadi perubahannya tidak datang tiba-tiba dalam satu hari, melainkan terasa bertahap dari hari ke hari, di mana bibir semakin sedikit terangkat.
Selama periode ini, senyum bisa terasa sedikit berbeda dari biasanya. Karena otot sedang menyesuaikan kekuatannya, keseimbangan kiri dan kanan mungkin belum sempurna pada awalnya, tetapi biasanya akan menyesuaikan diri secara alami seiring waktu.

Berapa lama botox gummy smile bertahan?
Efek Botox pada otot tidak permanen. Seiring waktu, jalur baru penghantar sinyal antara saraf dan otot akan terbentuk kembali. Bayangkan seperti jalan yang tertutup, lalu di sampingnya muncul jalan baru, itulah kira-kira gambaran prosesnya.
Durasi efek Botox untuk gummy smile umumnya dilaporkan berkisar tiga hingga enam bulan. Rentang ini mirip dengan area lain, tetapi bervariasi karena ukuran otot dan kebiasaan penggunaan otot berbeda pada setiap orang. Ketika efeknya mulai memudar, suntikan perlu diulang, dan siklus ini biasanya berulang secara berkala.
Dosis yang digunakan tergantung pada seberapa banyak gusi yang terlihat. Selain itu, pria umumnya memiliki volume otot terkait yang lebih besar dibandingkan wanita, sehingga dilaporkan memerlukan dosis lebih besar untuk mendapatkan hasil yang setara. Semakin besar ototnya, semakin banyak pula titik yang perlu diblokir sinyalnya.
Apakah bibir bisa terasa janggal sebagai efek samping?
Karena ini adalah tindakan yang melemahkan kekuatan otot, jika melewati area yang dituju, dampaknya bisa memengaruhi gerakan bibir secara keseluruhan. Berikut beberapa hal yang umumnya diinformasikan.
- Asimetri kiri dan kanan: Perbedaan sedikit saja pada jumlah atau lokasi suntikan di kedua sisi bisa membuat pergerakan bibir kiri dan kanan berbeda. Ini terjadi karena tingkat respons otot bisa sedikit berbeda pada masing-masing sisi.
- Keterbatasan gerakan bibir: Jika dosis terlalu banyak, pengucapan kata, bersiul, atau minum dengan sedotan bisa terasa lebih sulit dari biasanya. Ini karena otot yang berperan mengerucutkan bibir ikut melemah.
- Senyum terasa kurang alami: Jika otot ditekan terlalu banyak, bibir hampir tidak bergerak saat tersenyum sehingga ekspresi terlihat kaku. Melemahkan otot secukupnya adalah kunci untuk hasil yang tetap terlihat alami.
- Sudut bibir turun sementara: Dalam kasus yang jarang terjadi, otot di sekitarnya bisa ikut terpengaruh sehingga sudut bibir terlihat turun. Kondisi ini umumnya kembali normal setelah efek Botox mulai memudar.
Reaksi seperti ini biasanya menghilang dengan sendirinya seiring waktu, tetapi ketepatan dalam menentukan lokasi dan dosis suntikan sangat menentukan hasil akhirnya.
Tipe gummy smile yang cocok dengan botox
Botox dilaporkan paling cocok untuk gummy smile tipe otot hiperaktif, khususnya yang tingkat keparahannya ringan hingga sedang. Sebab, hanya dengan menyesuaikan sedikit kekuatan otot saja, perubahannya sudah bisa terlihat jelas.
Sebaliknya, jika tulang rahang atas terlalu panjang atau jaringan gusi terlalu tebal, Botox saja punya keterbatasan. Pada kondisi seperti ini, berkonsultasi dengan dokter gigi atau spesialis bedah mulut dan maksilofasial untuk menangani tulang atau gusi secara langsung bisa menjadi pendekatan yang lebih tepat.
Pada akhirnya, Botox untuk gummy smile paling efektif ketika penyebabnya sudah dipastikan dengan tepat, dan otot memang berperan besar dalam masalah tersebut. Tidak melewatkan proses diagnosis adalah langkah pertama menuju hasil yang memuaskan.
Jika penyebabnya merupakan gabungan dari beberapa faktor, lebih realistis untuk tidak mengandalkan Botox sepenuhnya, melainkan memperbaiki bagian yang disebabkan oleh otot terlebih dahulu, sambil merencanakan penanganan lain untuk sisanya. Dengan begitu, jarak antara ekspektasi dan hasil akhir bisa diperkecil.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Botox Gummy Smile: Efek, Lama Bertahan, dan Efek Samping
Apakah botox bisa mengatasi gummy smile yang membuat gusi terlihat banyak saat tersenyum, penyebab apa yang cocok diterapi, otot pengangkat bibir atas mana yang disuntik dan berapa unit, termasuk titik Yonsei serta efek dan durasi bertahannya, dirangkum dari jurnal ilmiah asli.
By Dr. Kim

Botox Cuping Hidung: Kapan Efeknya Muncul dan Berapa Lama Bertahan?
Botox cuping hidung adalah prosedur yang mengurangi kekuatan otot kecil di samping hidung yang membuat cuping melebar saat tersenyum atau menarik napas dalam. Prosedur ini tidak memangkas atau meninggikan tulang hidung, hanya mengatur pergerakan otot, sehingga prinsipnya berbeda dari prosedur hidung lainnya. Berikut penjelasan otot mana yang menjadi penyebab dan bagaimana botox bekerja pada otot tersebut.
By Dr. Lee

Fat Freezing: Kapan Efeknya Terlihat dan Berapa Lama Bertahan?
Fat freezing adalah prosedur yang merusak sel lemak secara selektif dengan suhu dingin sehingga volumenya menghilang perlahan. Artikel ini membahas kenapa yang bereaksi hanya sel lemak, bukan kulit atau otot, dan kenapa hasilnya baru terlihat berminggu-minggu kemudian.
By Dr. Kim