Filler dahi, memilih HA yang tepat, keamanan pembuluh darah, dan berapa lama efeknya bertahan, apa saja yang perlu diperhatikan?
By Dr. Kim7 min read

Saat melihat profil wajah di cermin, kadang dahi terlihat rata dan tenggelam, atau justru ada bagian tertentu yang menonjol sehingga terasa bergelombang. Seiring bertambahnya usia, tulang dahi sendiri perlahan terserap, dan otot frontalis yang terus bergerak membuat lapisan lemak di bawah kulit menipis, sehingga lekukan ini semakin terlihat jelas. Berbeda dengan hidung atau dagu, dahi adalah area yang idealnya terlihat luas dan rata, sehingga cekungan kecil atau ketidaksimetrisan kiri kanan pun mudah terlihat. Untuk merapikan volume dan lekukan dahi tanpa operasi, filler HA banyak dipakai. Namun dahi adalah area yang dilalui pembuluh darah secara dangkal, dan komplikasinya bisa berujung pada kebutaan, jadi memahami dengan tepat pemilihan filler dan lapisan suntikan menjadi prioritas utama.
Kenapa dahi bisa terlihat rata atau bergelombang?
Dahi adalah bidang terluas dan terdatar di wajah. Karena itu, lekukan sekecil apa pun akan terlihat sebagai bayangan saat dilihat dari samping. Seiring bertambahnya usia, tulang dahi perlahan terserap, dan kalau ekspresi mengangkat alis atau mengerutkan dahi diulang terus-menerus dalam waktu lama, lapisan lemak di atas otot frontalis menipis sehingga bagian tertentu saja jadi tenggelam.
Bentuk yang paling umum adalah cekungan vertikal tipis di tengah dahi. Kalau garis samping yang menyambung ke pelipis ikut tenggelam, batas antara dahi dan pelipis bisa terlihat bersudut dan janggal. Ada juga kasus di mana hanya bagian tepat di atas alis yang membentuk lekukan horizontal seperti kerutan.
Setiap bentuk ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Cekungan di tengah diisi mengikuti garis vertikal, sementara garis samping yang tenggelam perlu ditangani bersama volume di area pelipis agar tersambung alami dengan dahi. Lekukan horizontal di atas alis cukup dihaluskan perlahan di lapisan dangkal untuk membuat kesan wajah lebih lembut.
Meski terlihat mirip dari luar, kalau penyebab dan kedalamannya berbeda, pendekatan yang dibutuhkan pun berbeda. Karena itu, sebelum menyuntik filler, lebih baik memeriksa dahi dari berbagai sudut, dari samping maupun dari atas, untuk memastikan bagian mana yang tenggelam dan dalam bentuk seperti apa, agar hasilnya lebih alami. Berikut rangkumannya dalam tabel.
| Area | Ciri | Pendekatan |
|---|---|---|
| Tengah dahi | Cekungan vertikal | Isi garis tengah |
| Sambungan pelipis | Garis samping tenggelam | Volume sisi |
| Atas alis | Lekukan horizontal | Haluskan lapisan dangkal |

Seberapa besar dan lama efek filler dahi bertahan?
Dalam studi klinis VYC-17.5L untuk dahi yang dipublikasikan tahun 2025, efek filler dahi dipantau pada 80 orang. Satu bulan setelah tindakan, tingkat perbaikan yang dinilai dokter mencapai 97,5%, dan tingkat perbaikan yang dinilai pasien sendiri juga mencapai 87,3%, artinya sebagian besar merasakan perubahan yang jelas.
Seiring waktu, efeknya perlahan berkurang. Pada bulan ke-12, tingkat perbaikan menurut penilaian dokter turun menjadi 25,3%, tetapi tingkat perbaikan yang dirasakan pasien sendiri masih bertahan di atas separuh, yaitu 54,7%. Jumlah suntikan rata-rata adalah 0,92 mL, dan bila efeknya dirasa kurang, 32,5% peserta menambah suntikan dengan rata-rata 0,56 mL.
Angka ini bukan patokan mutlak, melainkan kecenderungan rata-rata. Durasi bertahan yang sebenarnya berbeda tergantung jumlah suntikan, jenis filler, dan kecepatan metabolisme masing-masing orang. Namun, fakta bahwa efeknya masih terasa hampir 1 tahun setelah satu kali tindakan menunjukkan kenapa filler dahi terus banyak dipakai.

Kenapa dahi harus memakai filler HA dengan elastisitas tinggi?
Setiap filler punya tingkat elastisitas yang berbeda. Nilai yang menunjukkan kekerasan ini disebut G prime, yaitu kekuatan gel untuk kembali ke bentuk semula setelah ditekan lalu dilepas. Semakin tinggi nilainya, gel semakin mempertahankan bentuknya saat ditekan, dan daya topang ke atas yang dimilikinya pun makin besar.
Dahi adalah area yang harus diisi merata pada permukaan luas di atas tulang. Kalau filler yang lembut disuntikkan di sini, setiap kali membuat ekspresi wajah, filler akan menyebar ke samping dan terasa menggumpal saat diraba. Karena itu, untuk area yang membentuk volume di lapisan dalam seperti dahi atau pelipis, filler dengan G prime tinggi menjadi standar.
Dalam studi tentang lima tahap koreksi dahi yang dipublikasikan tahun 2024, volume juga dibentuk dengan menyuntikkan filler HA ber-G prime tinggi memakai kanula hingga dekat periosteum. Pada 10 peserta, tingkat perbaikan paling besar terlihat segera setelah tindakan, dan sebagian besar efeknya masih bertahan setelah 6 dan 12 bulan. Nyeri tekan ringan muncul pada 10% peserta dan bengkak sementara pada 30%, tetapi sebagian besar berlangsung singkat.

Kenapa filler dahi bisa berisiko, dan ke mana pembuluh darahnya melintas?
Dahi adalah area yang dilalui pembuluh darah secara dangkal. Arteri supratrochlear melintas di atas sisi dalam alis, dan arteri supraorbital di atas sisi luar alis, keduanya terhubung dengan arteri oftalmika yang menuju mata. Kalau filler tanpa sengaja masuk ke pembuluh darah ini, filler bisa mengalir balik ke atas dan menyumbat arteri retina sehingga berujung pada kebutaan.
Menurut studi anatomi, cabang dangkal arteri supratrochlear berada pada kedalaman rata-rata 1,5 mm dari permukaan kulit, begitu dangkalnya. Cabang ini melintas di titik 15 sampai 25 mm di atas alis, dan posisi serta pola percabangan pembuluh darah ini sedikit berbeda pada setiap orang.
Dalam tinjauan kasus kebutaan akibat filler yang dipublikasikan tahun 2024, dari 365 kasus gangguan penglihatan, hidung menyumbang 40,6%, dahi 27,7%, dan glabela 19,0%. Karena dahi menjadi area kedua paling sering, filler dahi juga harus ditangani dengan pemahaman posisi pembuluh darah yang setepat penanganan di hidung atau glabela.
Bagaimana menjaga lapisan suntikan dan keamanan tindakan?
Cara paling dasar untuk mengurangi risiko pembuluh darah adalah kedalaman suntikan. Bidang luas di bagian atas dahi harus disuntik di lapisan dalam tepat di atas periosteum agar terhindar dari lapisan yang dilalui pembuluh darah. Sebaliknya, bagian bawah yang dekat alis justru dilalui pembuluh darah lebih dangkal, sehingga area ini lebih aman ditangani di lapisan sedangkal mungkin dengan volume sedikit demi sedikit.
Kanula dengan ujung tumpul dikenal lebih rendah risikonya dibanding jarum runcing karena mendorong pembuluh darah ke samping saat melintas. Meski begitu, prinsipnya tetap tidak menyuntikkan volume besar sekaligus di satu titik, melainkan perlahan dan sedikit demi sedikit. Memeriksa aliran darah dengan aspirasi sebelum menyuntik juga membantu.
Kalau muncul nyeri hebat mendadak, kulit terasa memucat, atau gangguan penglihatan saat penyuntikan, tindakan harus segera dihentikan. Agar tidak melewatkan tanda ini, pasien sebaiknya mengomunikasikan gejala tersebut kepada dokter sebelum tindakan, dan kondisi tetap dipantau untuk sementara waktu setelah tindakan selesai.
| Area | Pembuluh darah berisiko | Prinsip |
|---|---|---|
| Bawah, dekat alis | Arteri supratrochlear | Sedangkal mungkin, sedikit-sedikit |
| Atas, bidang luas | Cabang arteri supraorbital | Lapisan dalam di atas tulang |
| Seluruh area | Semua tahap suntikan | Kanula, perlahan |

Kalau terjadi masalah, apakah bisa dikembalikan?
Filler yang dipakai di dahi sebagian besar berbahan HA, sehingga kalau terjadi masalah, keunggulannya adalah bisa dilarutkan kembali dengan hyaluronidase. Kalau muncul tanda pembuluh darah tersumbat, yaitu nyeri hebat, kulit memucat, atau bercak seperti jaring, hyaluronidase dosis tinggi segera disuntikkan di area tersebut agar filler yang larut tersebar keluar dari pembuluh darah.
Literatur medis merekomendasikan penyuntikan dosis tinggi, sekitar 1500 unit, agar cukup menyebar ke jaringan dalam situasi seperti ini. Kalau disertai gangguan penglihatan, disarankan menambah suntikan di sekitar arteri supratrochlear dan arteri supraorbital sambil melakukan pijatan pada bola mata. Namun keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada waktu, dan diketahui bahwa setelah 4 sampai 6 jam sejak tersumbat, kerusakan jaringan memasuki tahap yang sulit dipulihkan.
Karena itu, filler dahi lebih aman dilakukan di tempat yang berpengalaman dan bisa langsung memakai hyaluronidase kalau terjadi keadaan darurat. Kalau nyeri atau perubahan warna kulit terus berlanjut setelah tindakan, jangan ditahan, segera hubungi rumah sakit.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Filler Tulang Pipi, Mengisi Midface yang Kempis untuk Memperbaiki Garis Senyum dan Kendur, serta Standar Keamanan Pembuluh Darah
Mengapa tulang pipi dan pipi yang kempis membuat wajah kendur dan terlihat lebih tua, serta bagaimana mengisi volume midface dengan filler pipi bisa memperbaiki garis senyum dan kendur sekaligus. Dibahas juga viskoelastisitas dan kekerasan filler HA volumizing, cara menghindari komplikasi pembuluh darah lewat kanula dan lapisan suntikan, hingga pemulihan dengan hyaluronidase dan lama bertahannya efek, semua berdasarkan data dari studi klinis nyata.
By Dr. Kim

Filler dagu untuk membentuk E-line, kenapa dagu yang kurang tegas perlu filler yang keras dan seberapa lama efeknya bertahan
Saat dagu yang tenggelam ke belakang dibentuk dengan filler dagu, penjelasan lengkap kenapa harus memakai filler yang keras, bukan filler lembut seperti yang dipakai di pipi atau bibir, produk apa saja yang dipakai, berapa lama efeknya bertahan, dan bagaimana keamanannya berdasarkan studi klinis.
By Dr. Kim

Botox dahi dan glabella, otot mana yang disuntik, berapa unit, seberapa lama efeknya, dan apa saja efek sampingnya
Penjelasan lengkap tentang otot yang terlibat di dahi dan glabella, mengapa botox dahi saja bisa membuat alis turun, berapa unit standar per area, kapan efek mulai terasa dan bertahan berapa lama, serta efek samping seperti alis turun berdasarkan data studi klinis.
By Dr. Lee