Sulam Alis: Lama Bertahan, Warna Memudar, dan Perubahan Setelah Keropeng Lepas
By Dr. Lee6 min read

Alis sulam atau tato semi permanen sering dikenal sebagai riasan alis yang tahan lama hanya dengan sekali prosedur. Tapi siapa pun yang pernah mencobanya tahu, warnanya tidak cuma berubah sekali. Begitu selesai dikerjakan, alis terlihat sangat pekat dan tegas. Beberapa hari kemudian, keropeng terbentuk lalu lepas, dan warnanya langsung memudar cukup banyak. Setelah itu, dalam hitungan bulan hingga tahun, warnanya terus meluntur perlahan. Kenapa warna berubah dalam begitu banyak tahap? Berikut penjelasannya satu per satu.
Apa bedanya tato biasa dengan sulam?
Tato biasa dan alis sulam sama-sama memasukkan pigmen ke dalam kulit, tapi kedalamannya berbeda. Tato biasa menanamkan pigmen sampai ke lapisan retikular, yaitu bagian dermis yang paling dalam. Lapisan ini padat dengan pembuluh darah dan kolagen yang saling terjalin, sehingga pigmen yang sudah menetap di sana sulit keluar lagi. Itulah kenapa tato bertahan seumur hidup.
Alis sulam sebaliknya hanya menanamkan pigmen sampai lapisan papiler dermis, yaitu lapisan tipis paling atas dari dermis, tepat di bawah epidermis. Kalau diibaratkan taman, tato itu seperti pohon yang akarnya menancap dalam ke tanah, sementara alis sulam seperti tanaman berakar dangkal yang ditanam dekat permukaan. Akar yang dangkal lebih gampang tergerus seiring waktu saat tanah di sekitarnya terkikis. Karena itu warna alis sulam memudar dalam hitungan tahun, sedangkan tato tetap menetap.
Kenapa alis tampak pekat di hari tindakan?
Begitu selesai dikerjakan, alis memang terlihat jauh lebih gelap dan tegas dibanding warna yang akan menetap nantinya. Ada dua alasan di balik ini.
Pertama, proses membuat goresan halus di kulit dengan jarum atau pisau mikro membuat kulit membengkak dan memerah. Bengkak ini membuat pigmen tampak lebih menonjol dari yang sebenarnya, mirip seperti cat yang baru dioleskan di kertas basah, warnanya terlihat lebih pekat.
Kedua, tepat setelah prosedur, pigmen masih menumpuk merata di epidermis dan bagian atas dermis. Tubuh belum sempat "membersihkan" pigmen tersebut, sehingga partikelnya masih terlihat padat dan rapat. Itulah kenapa di hari prosedur, alis sering terlihat lebih tegas dan bersudut dibanding rencana awal.
Apakah warna memudar setelah keropeng lepas?
Sekitar tiga sampai tujuh hari setelah prosedur, lapisan keropeng tipis akan terbentuk di area yang dikerjakan. Keropeng ini adalah lapisan pelindung alami yang dibuat kulit untuk melindungi dirinya sendiri.
Saat keropeng ini mengelupas, sebagian pigmen ikut terbawa. Ini karena keropeng mengandung campuran pigmen yang masih tersisa di lapisan atas epidermis. Karena itu, begitu keropeng lepas, warnanya akan terlihat jauh lebih pudar dari sebelumnya. Banyak orang kaget karena mengira alisnya jadi terlalu tipis di fase ini, padahal ini memang proses yang normal.
Sampai keropeng benar-benar lepas dan epidermis baru terbentuk sempurna, biasanya butuh waktu sekitar empat sampai enam minggu. Setelah periode ini baru pigmen yang benar-benar menetap di dermis terlihat sebagai warna akhirnya.
Kenapa warna terus memudar seiring waktu?
Setelah keropeng lepas dan warna sudah menetap sekali, alis sulam tetap akan terus memudar selama beberapa bulan sampai tahun ke depan. Di sinilah respons imun tubuh ikut berperan.
Tubuh mengenali partikel pigmen sebagai benda asing. Karena itu, makrofag (sel imun yang bertugas seperti mobil pembersih di dalam tubuh) berkumpul di sekitar partikel pigmen lalu menelan dan mengurainya sedikit demi sedikit. Sebagian makrofag yang sudah menelan pigmen ini kemudian keluar perlahan melalui pembuluh limfa. Mirip seperti debu yang jatuh di lantai lalu disedot pelan-pelan oleh vacuum cleaner, pigmen pun berkurang sedikit demi sedikit seiring waktu.
Selain itu, kulit juga terus mengalami turnover, yaitu proses sel epidermis baru terbentuk sementara sel lama terlepas. Sebagian partikel pigmen ikut terbawa naik ke arah epidermis mengikuti proses turnover ini, lalu ikut terlepas. Kedua proses ini berjalan bersamaan, sehingga warnanya memudar perlahan dan halus selama berbulan-bulan tanpa terasa mencolok.
Perbedaan teknik microblading dan mesin
Alis sulam pada dasarnya dibagi menjadi dua berdasarkan alat yang dipakai.
Microblading menggunakan alat manual berisi jarum-jarum halus yang tersusun rapat, digoreskan tipis ke kulit untuk memasukkan pigmen. Teknik ini bisa menghasilkan garis tipis menyerupai helai bulu alis asli, sehingga hasilnya terlihat seperti digambar helai demi helai. Tapi karena tekanan dikontrol dengan tangan, kedalamannya bisa sedikit berbeda tergantung teknisi, dan karena masuknya relatif dangkal, warnanya cenderung memudar lebih cepat.
Teknik mesin menggunakan alat elektrik kecil yang menggerakkan jarum naik turun dengan kecepatan konstan. Karena kedalaman dan jaraknya diatur secara mekanis dan konsisten, pigmen bisa menetap lebih merata dan pada kedalaman yang relatif stabil. Hasilnya, alis yang dibuat dengan teknik mesin cenderung bertahan sedikit lebih lama dibanding microblading. Belakangan ini, teknik powder brow yang mengisi alis dengan gradasi lembut juga banyak dikerjakan menggunakan mesin.
Berapa lama sulam alis bertahan?
Berapa lama alis sulam bertahan tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Berikut beberapa faktor yang berpengaruh bersamaan.
- Jenis kulit: Kulit berminyak dengan produksi sebum tinggi cenderung mendorong pigmen keluar sebelum sempat menetap sempurna, sehingga warnanya lebih cepat memudar. Ini karena sebum membuat area antara partikel pigmen dan epidermis menjadi licin, sehingga pigmen susah menempel stabil.
- Paparan sinar matahari: Sinar UV diketahui bekerja mengurai partikel pigmen. Itulah kenapa tanpa perlindungan sunscreen yang cukup, warnanya akan pudar lebih cepat.
- Kebiasaan perawatan kulit: Penggunaan bahan eksfoliasi (AHA, BHA) atau retinol yang mempercepat turnover kulit secara rutin di area alis juga ikut mempercepat proses pigmen terdorong keluar ke arah epidermis.
- Kedalaman prosedur dan jenis pigmen: Pigmen yang ditanam pada kedalaman yang lebih stabil, atau pigmen dengan partikel lebih besar yang tidak mudah terurai, cenderung bertahan lebih lama.
Karena berbagai faktor ini, orang yang menjalani prosedur yang sama pun bisa punya masa tahan yang sangat berbeda, mulai dari sekitar enam bulan sampai hampir dua tahun. Karena itu, memberi tahu teknisi soal jenis kulit dan kebiasaan skincare sebelum prosedur bisa membantu memperkirakan berapa lama warnanya akan bertahan.
Perubahan warna, efek samping, dan perawatan setelah tindakan
Ada kasus langka di mana warna alis sulam bukan memudar, tapi malah berubah menjadi abu kebiruan yang terlihat keruh. Ini dijelaskan terjadi karena partikel iron oxide (mineral yang umum dipakai dalam pigmen semi permanen) di dalam pigmen bereaksi dengan oksigen sehingga warnanya berubah. Perubahan warna seperti ini juga lebih sering muncul kalau pigmen ditanam terlalu dangkal, terlalu dekat ke permukaan kulit, karena cara cahaya menembus dan memantul jadi berbeda.
Meski sangat jarang, reaksi alergi terhadap pigmen atau granuloma (benjolan kecil yang terbentuk saat tubuh mengelilingi benda asing untuk membungkusnya) juga pernah dilaporkan. Karena itu, tes tempel dengan jumlah kecil sebelum prosedur sangat disarankan.
Perawatan setelah prosedur juga ikut memengaruhi ketahanan warna sekaligus keamanannya.
- Sebaiknya jangan mengelupas keropeng secara paksa. Sebab pigmen yang belum sempat menetap sempurna bisa ikut terangkat bersama keropeng.
- Selama masa pemulihan, sekitar empat sampai dua belas minggu, sebaiknya hindari sauna atau tempat yang membuat banyak berkeringat. Keringat dan panas bisa mengiritasi kulit yang masih dalam proses pemulihan.
- Mengoleskan sunscreen secara rutin di area alis juga membantu memperlambat proses penguraian pigmen.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Sulam Bibir: Berapa Bulan Sampai Warnanya Memudar?
Sulam bibir semi permanen adalah prosedur yang memasukkan pigmen ke lapisan kulit bibir yang dangkal. Artikel ini menjelaskan kenapa warna terlihat pekat sesaat setelah tindakan lalu memudar seiring waktu, dan kenapa daya tahannya berbeda pada tiap orang.
By Dr. Kim

Efek pencerah arbutin: kenapa baru terlihat setelah beberapa minggu?
Arbutin bukan bahan yang langsung mencerahkan kulit begitu saja, melainkan berubah perlahan menjadi hydroquinone di dalam kulit sambil menghambat enzim pembentuk pigmen. Berikut penjelasan mengapa arbutin bekerja perlahan, bukan cepat, serta perbedaan antara alpha arbutin dan beta arbutin.
By Dr. Kim

Mengapa Efek Sculptra Baru Terlihat Setelah 4 Minggu, dan Berapa Lama Bertahan?
Sculptra tidak langsung menaikkan volume begitu disuntikkan, tapi naik perlahan dalam 4 sampai 12 minggu. Alasannya, bahan aktifnya bukan zat yang langsung mengisi volume, melainkan bekerja dengan merangsang produksi kolagen di dalam kulit. Berikut penjelasan santai tentang jalur PLLA memicu kolagen dan kenapa penyuntikannya harus dibagi 2 sampai 4 kali.
By Dr. Lee