prettytime
Filler

Mengapa Efek Sculptra Baru Terlihat Setelah 4 Minggu, dan Berapa Lama Bertahan?

By Dr. Lee6 min read

Saat konsultasi filler, nama Sculptra pasti pernah muncul dalam pembicaraan. Banyak orang bingung ketika dijelaskan bahwa, berbeda dari filler asam hialuronat, wajah tidak langsung terlihat berubah pada hari suntik.

Volumenya bukan langsung penuh, tapi naik perlahan dalam 4 sampai 12 minggu, dan ini terasa aneh bagi kebanyakan orang. Yuk, kita bahas satu per satu kenapa Sculptra bekerja dengan cara seperti itu dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh.

PLLA, bahan utama Sculptra

Bahan utama Sculptra adalah PLLA (poly-L-lactic acid). Gampangnya, ini adalah butiran sangat kecil yang perlahan larut dan hilang setelah masuk ke tubuh. Bahan ini juga dipakai pada benang bedah dan benang jahit yang bisa diserap tubuh, jadi data keamanannya sudah terkumpul cukup lama.

Filler asam hialuronat langsung terlihat menambah volume karena gel-nya secara fisik mengisi ruang. Sebaliknya, butiran PLLA bukan zat yang mengisi volume secara langsung. Tugas butiran ini di dalam kulit justru berbeda.

Bagaimana PLLA membentuk kolagen?

Kolagen ibarat tiang penyangga kulit dari bawah. Kalau tiang ini kuat, kulit tidak kendur dan volume wajah tetap terjaga. Seiring bertambahnya usia, tiang ini makin berkurang sehingga wajah terlihat cekung.

Saat butiran PLLA disuntikkan ke lapisan kulit yang dalam, tubuh mengenalinya sebagai benda asing yang sangat kecil. Sel imun tubuh, terutama makrofag (macrophage, bisa dibayangkan sebagai sel pembersih di dalam tubuh), lalu berkumpul di sekitar butiran itu.

Selagi mencerna benda asing itu secara perlahan, makrofag mengirim sinyal ke sel-sel di sekitarnya. Sinyal ini diterima oleh fibroblast (fibroblast, sel pabrik pembuat kolagen), yang kemudian aktif dan mulai memproduksi kolagen baru. Jadi PLLA tidak memasukkan kolagen secara langsung, melainkan merangsang tubuh sendiri untuk memproduksi lebih banyak kolagen.

Mengapa volume belum terasa di hari penyuntikan?

Setelah suntik, kadang wajah tampak bengkak atau seolah sudah berisi volume, tapi ini kebanyakan disebabkan oleh cairan yang tercampur dalam larutan suntik dan bengkak lokal. Setelah sekitar 2 sampai 5 hari, cairan ini menyusut dan wajah kembali seperti semula.

Volume yang sesungguhnya baru dimulai setelah itu. Proses makrofag berkumpul dan fibroblast memproduksi kolagen adalah reaksi biologis yang memang butuh waktu. Mirip seperti pabrik bata yang baru mulai beroperasi, lalu perlu waktu lagi sampai bata-bata itu benar-benar tersusun menjadi tiang.

Proses ini umumnya mulai terlihat sejak 3 sampai 4 minggu setelah suntik dan berjalan bertahap, sementara kolagen baru terkumpul cukup banyak setelah 3 sampai 6 bulan. Karena itu Sculptra digolongkan sebagai prosedur yang hasilnya bertahap, bukan instan.

Ada yang kecewa saat bercermin di hari suntik, padahal ekspektasi seperti itu memang tidak sesuai dengan cara kerja prosedur ini sejak awal. Lebih baik memahami bahwa perubahan bertahap dan alami seiring waktu itulah yang merupakan hasil normal, supaya hati lebih tenang.

Mengapa harus disuntik bertahap?

Sculptra biasanya tidak selesai dalam satu kali suntik, melainkan dibagi 2 sampai 4 kali dengan jarak 4 sampai 6 minggu antar sesi. Ada 3 alasan di baliknya.

  • Kecepatan produksi kolagen ada batasnya. Kecepatan fibroblast membuat kolagen sudah tetap, jadi walau disuntik banyak sekaligus, tubuh tidak bisa merespons secepat itu.
  • Demi hasil yang terlihat alami. Kalau rangsangannya diberikan sedikit demi sedikit, kolagen akan terbentuk merata dan bertahap sehingga volume naik tanpa gumpalan yang terlihat tidak wajar.
  • Kecepatan respons tiap orang berbeda. Dengan membagi sesi, dokter bisa memantau perkembangan di antaranya lalu menyesuaikan jumlah dan area suntik berikutnya.

Cara membagi sesi seperti ini bisa dibilang strategi yang memberi waktu bagi tubuh untuk merespons, sekaligus membuat hasilnya lebih alami.

Apakah bisa dibalikkan dengan hyaluronidase?

Kalau hasil filler asam hialuronat tidak sesuai keinginan, filler itu bisa dikembalikan sampai batas tertentu dengan menyuntikkan hyaluronidase (hyaluronidase, enzim pelarut gel). Ini yang membuat orang merasa lebih tenang kalau suatu saat perlu dihilangkan mendadak.

Cara ini tidak berlaku untuk Sculptra. Sesuai namanya, hyaluronidase adalah enzim yang hanya memecah bahan tertentu, yaitu asam hialuronat. Mirip seperti satu kunci yang cuma cocok untuk satu gembok.

Padahal volume yang terisi dari Sculptra bukan asam hialuronat, melainkan kolagen yang dibuat sendiri oleh fibroblast di tubuh. Jadi gembok yang jadi sasaran enzim pelarut itu memang berbeda dari awal.

Karena itu, kalau hasil Sculptra kurang pas, sulit untuk langsung dikembalikan. Satu-satunya cara adalah menunggu proses metabolisme kolagen yang memudar secara alami seiring waktu. Karena sifat inilah, banyak yang menyarankan memulai dengan jumlah sedikit dulu, lihat hasilnya, baru ditambah pelan-pelan agar lebih aman.

Berapa lama efeknya bertahan?

Kolagen yang sudah terbentuk tidak akan bertahan selamanya begitu saja. Di dalam tubuh selalu ada MMP (matrix metalloproteinase, bisa dibayangkan sebagai gunting yang memotong kolagen) yang perlahan memecah kolagen, dan makin bertambah usia, aktivitas gunting ini makin meningkat sementara kemampuan membuat kolagen baru makin menurun.

Kolagen baru yang terbentuk dari Sculptra pun tidak lepas dari proses metabolisme alami ini. Namun karena kolagen baru yang terbentuk sekaligus cukup banyak, efeknya dilaporkan bisa bertahan sekitar 1 sampai 2 tahun, bahkan ada kasus yang bertahan lebih dari 2 tahun.

Lama bertahannya bisa berbeda tergantung metabolisme kulit, usia, area suntik, dan gaya hidup masing-masing orang. Kecepatan aktivitas MMP, si gunting pemecah kolagen, juga berbeda pada tiap orang, sehingga ada yang bertahan lebih lama dan ada yang lebih singkat. Karena itu, kalau ingin mempertahankan hasilnya, banyak yang mempertimbangkan suntikan tambahan setelah 1 sampai 2 tahun.

Dalam uji klinis acak yang mengikuti 233 pasien selama 25 bulan, 100% dinilai membaik 3 minggu setelah sesi Sculptra terakhir, dan lebih dari 85% masih mempertahankan perbaikan itu di bulan ke-25. Kelompok pembanding suntik kolagen turun dari 94% menjadi 6% dalam 13 bulan. Volumenya terisi perlahan, tetapi sekali terbentuk bertahan lebih dari 2 tahun.
Dalam uji klinis acak yang mengikuti 233 pasien selama 25 bulan, 100% dinilai membaik 3 minggu setelah sesi Sculptra terakhir, dan lebih dari 85% masih mempertahankan perbaikan itu di bulan ke-25. Kelompok pembanding suntik kolagen turun dari 94% menjadi 6% dalam 13 bulan. Volumenya terisi perlahan, tetapi sekali terbentuk bertahan lebih dari 2 tahun.

Apa bedanya dengan filler asam hialuronat?

Kedua prosedur ini memang berbeda prinsip kerjanya. Filler asam hialuronat membentuk volume karena gel-nya secara fisik menempati ruang, sedangkan Sculptra membentuk volume dengan cara memicu tubuh sendiri memproduksi kolagen.

Perbedaan ini juga berpengaruh pada kecepatan hasil terlihat, lama bertahan, sampai efeknya pada tekstur kulit. Filler asam hialuronat lebih sering dipilih saat ingin volume cepat terlihat, sedangkan Sculptra lebih sering dipertimbangkan saat ingin hasil yang terisi perlahan secara alami dengan daya tahan yang relatif lebih lama.

Tidak bisa dipastikan mana yang lebih unggul, karena pilihan yang tepat bisa berbeda tergantung area wajah, hasil yang diinginkan, dan kondisi kulit. Ada juga yang menggunakan kedua metode ini secara bersamaan, karena bisa mendapat volume cepat sekaligus efek kolagen yang terbentuk bertahap.

Cara memijat setelah prosedur

Setelah suntik Sculptra, pasien selalu diminta untuk rutin memijat sendiri area yang disuntik. Ini dijelaskan bertujuan membantu butiran PLLA menyebar merata di dalam kulit, bukan menggumpal di satu titik.

Kalau butiran menggumpal di satu tempat, reaksi kolagen bisa terpusat di area itu saja dan berisiko membentuk nodul (benjolan kecil). Sebaliknya, kalau butirannya tersebar merata, produksi kolagen juga terjadi merata di area yang lebih luas, sehingga peluang hasilnya halus lebih besar. Karena itu, perawatan pijat selama 5 hari pertama setelah suntik dijelaskan sebagai faktor yang bisa memengaruhi hasil akhir.

Periode 5 hari sampai 4 minggu setelah suntik disebut sebagai fase yang lebih penting lagi. Pada masa ini, butiran sedang menempatkan diri di dalam jaringan dan reaksi tubuh baru saja dimulai. Mirip seperti meratakan adonan dengan menekannya, bentuknya baru bisa rapi kalau ditangani sebelum mengeras.

Kalau perawatan di masa awal ini diabaikan, nanti walaupun teraba nodul, memperbaikinya bisa lebih rumit. Jadi kebiasaan memijat selama 4 minggu pertama ternyata berpengaruh lebih lama daripada yang dibayangkan terhadap hasil akhirnya.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Efek pencerah arbutin: kenapa baru terlihat setelah beberapa minggu?

Arbutin bukan bahan yang langsung mencerahkan kulit begitu saja, melainkan berubah perlahan menjadi hydroquinone di dalam kulit sambil menghambat enzim pembentuk pigmen. Berikut penjelasan mengapa arbutin bekerja perlahan, bukan cepat, serta perbedaan antara alpha arbutin dan beta arbutin.

By Dr. Kim

Lifting

Efek RF Density: berapa kali sesi dan berapa lama bertahan?

Density RF memadukan dua mode radiofrekuensi yang punya karakter berbeda untuk mengejar dua hal sekaligus, kekencangan yang terasa langsung setelah perawatan dan regenerasi kolagen yang terbentuk perlahan selama 4 hingga 12 minggu. Artikel ini mengulas kenapa dua mode itu dibutuhkan, urutan panas bekerja di dalam kulit, sampai alasan kenapa perawatan ini perlu dijalani bertahap dalam beberapa sesi.

By Dr. Kim

Lifting

Efek Lifting Radiofrekuensi Oligio: Berapa Kali Harus Dilakukan?

RF monopolar Oligio bisa menyalurkan panas sampai lapisan dalam dermis, tapi tetap minim nyeri berkat pengaturan suhu real-time. Berikut penjelasan sederhana kenapa kolagen langsung mengencang, bagaimana kolagen baru terbentuk, dan kenapa hasilnya baru bertumpuk maksimal kalau dijalani 2 hingga 3 sesi dengan jeda 4 hingga 6 minggu, bukan sekali datang.

By Dr. Kim

Back to articles