prettytime
Lifting

Efek lifting dagu ganda dan berapa lama bertahan

By Dr. Kim7 min read

Dagu ganda memang bisa muncul seiring bertambahnya usia, tapi bentuk tubuh bawaan atau postur tubuh juga bisa membuatnya muncul sejak usia muda. Banyak yang mengira ini semata karena berat badan naik, padahal sebenarnya lemak di bawah dagu, elastisitas kulit, dan fasia (lapisan tipis pembungkus otot) sering saling tumpang tindih menjadi penyebabnya. Karena itu, lifting dagu ganda juga tidak cukup hanya dengan mengurangi lemak saja, prosedur yang menangani lemak dan kulit dengan cara berbeda biasanya digunakan bersamaan. Mari kita bahas satu per satu kenapa dagu ganda bisa muncul, dan bagaimana prosedur lifting menangani penyebab-penyebab tersebut.

Apakah dagu ganda hanya karena lemak?

Penyebab dagu ganda bukan cuma satu hal. Yang paling sering terpikir tentu saja lemak. Di bawah kulit area dagu memang sudah ada lapisan lemak, dan kalau berat badan naik atau jumlah sel lemak bawaan memang banyak, lapisan ini menebal sehingga garis rahang jadi terlihat kurang tegas.

Penyebab kedua adalah elastisitas kulit dan fasia. Seiring usia bertambah, kolagen dan elastin berkurang sehingga kulit mengendur, dan fasia di bawah dagu pun ikut melonggar. Inilah alasan kenapa meski jumlah lemak tidak bertambah, kulit yang sudah kendur bisa membuat area bawah dagu tetap terlihat menggantung.

Penyebab ketiga adalah postur tubuh. Kebiasaan menunduk lama saat melihat ponsel dengan leher condong ke depan bisa membuat otot di bawah dagu memendek dan mengeras dalam posisi itu, sehingga batas antara dagu dan leher jadi kurang jelas.

Ketiga hal ini bercampur dengan porsi yang berbeda pada setiap orang, sehingga mengandalkan satu cara saja, misalnya hanya mengurangi lemak atau hanya mengencangkan kulit, sering kali belum memberikan hasil yang memuaskan.

Bagaimana lifting dengan panas mengangkat daging dagu?

Dua metode yang paling umum dipakai untuk lifting dagu ganda adalah radiofrekuensi (RF) dan gelombang ultrasonik terfokus (HIFU). Namanya memang berbeda, tapi keduanya sama-sama memanfaatkan panas untuk mengontraksikan kolagen di dalam kulit, sekaligus memicu pembentukan kolagen baru di area yang sama.

Prinsipnya mirip dengan putih telur yang berubah dari cairan bening menjadi padat dan putih ketika terkena panas. Protein kolagen juga akan mengerut strukturnya begitu terkena panas melewati suhu tertentu, dan jaringan di area itu langsung terasa lebih kencang. Ini yang membuat garis dagu tampak sedikit lebih rapi bahkan segera setelah prosedur selesai.

Di saat bersamaan, tubuh menganggap rangsangan panas ini sebagai kerusakan kecil dan mengaktifkan respons pemulihan. Sama seperti luka yang menumbuhkan jaringan baru, fibroblas (sel penghasil kolagen di dalam kulit) berkumpul di area yang terkena panas dan mengisi kolagen baru selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Karena itu, efek lifting biasanya lebih terlihat jelas justru beberapa bulan setelah prosedur, bukan pada hari itu juga.

Apa beda RF dan ultrasound?

RF dan HIFU berbeda dalam cara menghantarkan panas. RF memanaskan seluruh lapisan dermis secara merata, sehingga suhunya relatif lebih rendah, sekitar 40 sampai 45 derajat Celsius, tapi bisa merangsang kolagen di area yang luas sekaligus.

Sementara itu, HIFU memfokuskan energi suara ke satu titik, mirip seperti lensa yang mengumpulkan sinar matahari untuk membakar kertas. Pada titik fokus yang sangat kecil itu, suhu bisa naik sesaat hingga mendekati 60 sampai 70 derajat Celsius, sedangkan area di sekitarnya nyaris tidak terpengaruh.

Kemampuan mengatur kedalaman titik fokus inilah yang menjadi ciri khas HIFU. Selain lapisan kulit yang dangkal, titik fokus bisa diarahkan ke lapisan yang lebih dalam seperti fasia, sehingga metode ini dianggap cocok untuk area seperti dagu ganda yang fasianya juga ikut melonggar. Karena itu, dalam praktiknya kedua metode ini sering dipakai bersamaan, atau dipilih salah satu sesuai area dan tingkat kekenduran kulit.

Bagaimana sel lemak bawah dagu berkurang?

Pada kasus dengan penumpukan lemak yang cukup banyak di bawah dagu, pendekatan untuk mengurangi jumlah sel lemak juga bisa dipertimbangkan. Ketika titik fokus HIFU diarahkan ke kedalaman lapisan lemak, rangsangan panas tersebut merusak membran sel dan struktur di dalam sel lemak.

Sel lemak yang rusak ini tidak langsung pecah dan hilang begitu saja, melainkan menerima sinyal untuk memulai proses kematian sel secara bertahap. Proses ini disebut apoptosis, yaitu mekanisme pembersihan alami tubuh terhadap sel yang rusak atau menua, mirip dengan proses pembersihan normal yang terjadi setiap hari di dalam tubuh.

Setelah itu, sisa-sisa sel lemak yang sudah mati akan diserap oleh sel pembersih dalam tubuh, lalu perlahan dikeluarkan melalui saluran limfa. Proses ini membutuhkan waktu beberapa minggu, sehingga efek berkurangnya lemak biasanya terlihat lebih jelas beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah prosedur, bukan pada hari prosedur itu sendiri.

Dua bulan setelah prosedur radiofrekuensi, lemak di bawah dagu turun dari 20.44cc menjadi 16.41cc, sekitar seperlima lebih sedikit. Perubahan ini muncul karena sel lemak yang rusak dibersihkan perlahan selama beberapa minggu, jadi angkanya menjelaskan kenapa garis rahang justru terlihat lebih rapi seiring waktu, bukan di hari prosedur.
Dua bulan setelah prosedur radiofrekuensi, lemak di bawah dagu turun dari 20.44cc menjadi 16.41cc, sekitar seperlima lebih sedikit. Perubahan ini muncul karena sel lemak yang rusak dibersihkan perlahan selama beberapa minggu, jadi angkanya menjelaskan kenapa garis rahang justru terlihat lebih rapi seiring waktu, bukan di hari prosedur.

Berapa lama kolagen terisi setelah tindakan?

Kolagen yang mengerut akibat rangsangan panas tidak lantas berhenti begitu saja dalam kondisi mengeras. Di area yang ditangani, fibroblas bekerja aktif selama beberapa minggu untuk merajut serat kolagen yang baru.

Proses ini mirip seperti renovasi rumah, mengelupas wallpaper lama sambil sekaligus memasang wallpaper baru. Kerja enzim yang membersihkan kolagen lama atau yang rusak, dan proses pembentukan kolagen baru, terjadi bersamaan di periode yang sama, sehingga jaringan perlahan-lahan tersusun kembali.

Selama proses remodeling ini berlangsung, kulit secara bertahap memulihkan kekuatannya sendiri untuk menopang jaringan. Karena itu, kekencangan yang terasa segera setelah prosedur adalah efek kontraksi langsung dari panas, sedangkan elastisitas yang muncul beberapa bulan kemudian adalah hasil dari kolagen baru yang sudah terbentuk dengan matang, keduanya merupakan perubahan pada momen yang berbeda.

Berapa lama bengkak dan hasil bertahan?

Karena lifting dagu ganda tidak melibatkan sayatan besar seperti operasi, pemulihan untuk aktivitas sehari-hari relatif cepat. Beberapa hari setelah prosedur mungkin masih terasa bengkak dan sedikit pegal, tapi umumnya dikatakan mereda dalam waktu seminggu.

Namun, keseluruhan proses pengisian kolagen baru membutuhkan waktu jauh lebih lama. Perubahan yang terlihat jelas biasanya baru sempurna sekitar 4 sampai 12 minggu, dan dilaporkan ada kasus yang terus membaik secara bertahap bahkan setelah periode itu. Ini karena kecepatan alami tubuh dalam membentuk kolagen baru memang lambat.

Faktor yang memengaruhi berapa lama hasil ini bertahan tidak cuma satu.

  • Tingkat lemak dan kekenduran sejak awal: semakin banyak lemak dan semakin kendur kondisi awalnya, perubahan di awal memang bisa terlihat lebih besar, tapi kecepatan kembali kendurnya juga relatif lebih cepat. Ini karena struktur penopang jaringan sejak awal memang sudah lemah.
  • Usia dan kemampuan kulit membentuk kolagen: semakin muda usia, fibroblas bekerja lebih aktif sehingga kolagen baru terbentuk lebih baik. Sebaliknya, semakin bertambah usia, kecepatan respons ini melambat.
  • Perubahan berat badan: jika berat badan naik kembali setelah prosedur, meski jumlah sel lemak tetap sama, ukuran setiap sel bisa membesar kembali sehingga area bawah dagu bisa kembali menggantung.
  • Paparan sinar UV dan gaya hidup: sinar UV mempercepat penguraian kolagen yang baru terbentuk, sehingga cara merawat kulit setelahnya turut menentukan berapa lama hasilnya bertahan.

Karena alasan-alasan ini, hasil lifting dagu ganda dilaporkan rata-rata bertahan sekitar 6 sampai 12 bulan, tapi rentangnya cukup lebar dan berbeda pada setiap orang.

90 hari setelah lifting ultrasound, 6 sampai 7 dari 10 orang merasa kendur di garis rahang dan leher membaik, dan penilai ahli yang tidak tahu urutan fotonya juga memastikan perbaikan pada 58%. Kolagen baru butuh dua sampai tiga bulan untuk menata diri, jadi penilaian hasilnya pun dilakukan di bulan ketiga.
90 hari setelah lifting ultrasound, 6 sampai 7 dari 10 orang merasa kendur di garis rahang dan leher membaik, dan penilai ahli yang tidak tahu urutan fotonya juga memastikan perbaikan pada 58%. Kolagen baru butuh dua sampai tiga bulan untuk menata diri, jadi penilaian hasilnya pun dilakukan di bulan ketiga.

Perawatan setelah tindakan

Kunci utama perawatan adalah tidak mengganggu proses kolagen yang sedang terbentuk dan mengambil tempatnya.

  • Selama sekitar 1 sampai 2 minggu setelah prosedur, disarankan menghindari tempat bersuhu tinggi seperti sauna atau ruang uap panas. Panas berlebih bisa membuat jaringan membengkak dan melonggar, sehingga kolagen yang sedang terbentuk bisa terganggu.
  • Sebaiknya hindari memijat atau menggosok area yang ditangani terlalu keras selama masa pemulihan. Serat kolagen yang baru terbentuk masih belum kuat, sehingga tekanan yang kuat bisa mengacaukan susunan seratnya.
  • Pemakaian tabir surya secara rutin sangat membantu. Sinar UV meningkatkan aktivitas enzim yang menguraikan kolagen, sehingga kolagen yang susah payah terbentuk bisa lebih cepat berkurang jika tidak dilindungi.
  • Selama masih ada bengkak, cukup minum air putih dan istirahat yang cukup juga dikatakan membantu proses pemulihan.

Dengan menjaga hal-hal ini, proses pembentukan kolagen bisa berlangsung tanpa gangguan dan hasilnya bisa terlihat lebih alami.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Perbedaan Lifting Radiofrekuensi dan Ultrasound: Efek dan Lama Bertahan

RF menghangatkan dermis dengan panas resistansi dari arus listrik untuk merangsang kolagen, sementara HIFU memfokuskan energi pada satu titik hingga menembus lapisan fasia yang lebih dalam. Berikut penjelasan mengapa kedua alat ini menyasar kedalaman kulit yang berbeda dan bagaimana perbedaan itu memengaruhi daya tahan hasilnya.

By Dr. Lee

Lifting

Prosedur Lengan Kendur: Berapa Lama Efek Ultrasound dan RF Bertahan?

Lengan bergelambir bukan sekadar soal lemak, melainkan perubahan yang terjadi saat kulit, lemak, dan otot sama-sama kehilangan elastisitasnya. Artikel ini membahas cara kerja ultrasound dan RF merangsang kolagen di dalam kulit untuk mengembalikan kekencangan, serta bagaimana masa pemulihan dan durasi hasilnya ditentukan.

By Dr. Lee

Filler

Filler Garis Marionette: Efek, Lama Bertahan, dan Kombinasi dengan Botox

Garis marionette yang turun dari sudut bibir ke arah dagu muncul karena ligamen penyangga kendur, lapisan lemak pipi turun, dan otot penarik sudut bibir bekerja bersamaan. Filler HA bekerja dengan menopang kembali lapisan yang sudah runtuh ini dari dalam sambil mengisi volume. Berikut penjelasan masa pemulihan, berapa lama hasilnya bertahan, dan alasan botox sering dipakai bersamaan.

By Dr. Kim

Back to articles