prettytime
Skincare

Penyebab ketombe: kulit kering, atau jamur kulit kepala dan sebum?

By Dr. Kim6 min read

Ketombe sering dianggap sebagai tanda "kulit kepala kering yang mengelupas". Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tapi hanya menjelaskan separuh cerita. Kalau kekeringan adalah satu satunya penyebab, seharusnya orang dengan kulit kepala berminyak justru lebih jarang mengalami ketombe, padahal kenyataannya sering terjadi sebaliknya.

Sebenarnya, ketombe muncul dari perpaduan jamur yang hidup di kulit kepala, minyak alami (sebum), dan respons kulit tiap orang yang berbeda beda. Mari kita bahas satu per satu bagaimana ketiganya saling berkaitan, dan apa yang bisa dilakukan untuk merawatnya.

Apakah serpihan kulit sama dengan ketombe?

Pengelupasan kulit adalah proses alami saat sel di permukaan kulit lepas dengan sendirinya. Kulit membentuk sel baru dan mendorong keluar sel lama dalam siklus sekitar empat minggu, dan proses ini sendiri bukan masalah kesehatan.

Namun ketombe terjadi ketika kecepatan pengelupasan ini menjadi tidak normal, jauh lebih cepat, sehingga gumpalan sel kulit mati terlihat jelas dan lebih besar dari biasanya. Karena sel belum sempat matang sepenuhnya tapi sudah terburu buru terlepas, sel sel ini tidak lepas satu per satu melainkan menggumpal menjadi serpihan putih. Itulah sebabnya serpihan putih itu terlihat jatuh ke bahu.

Pengelupasan kulit yang normal ukurannya sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat mata. Sementara pada ketombe, sel sel kulit saling menempel dan terdorong keluar bersamaan sehingga ukurannya membesar hingga terlihat jelas. Jadi meski sama sama proses pengelupasan sel kulit, bedanya ada pada kecepatan dan seberapa besar sel itu menggumpal.

Apakah jamur Malassezia memang ada di kulit kepala?

Kulit kepala secara alami dihuni oleh ragi bernama Malassezia. Masalahnya bukan pada keberadaan jamur ini, melainkan saat jamur ini menjadi terlalu aktif dalam kondisi tertentu.

Malassezia melepaskan enzim pemecah lemak (lipase) untuk mengurai minyak di kulit kepala. Hasil sampingan dari proses ini mengiritasi kulit kepala, dan pada kulit kepala berketombe, jumlah jamur ini, terutama Malassezia restricta, dilaporkan lebih banyak dibandingkan kulit kepala yang sehat.

Zat iritan yang tertinggal saat jamur menguraikan sebum

Minyak kulit kepala sebenarnya tidak berbahaya. Masalah muncul dari asam lemak bebas seperti asam oleat (oleic acid) yang terbentuk saat Malassezia mengurai trigliserida dalam minyak tersebut.

Sebuah penelitian melaporkan, ketika asam oleat dioleskan ke kulit kepala orang yang memang berketombe, reaksi pengelupasan kulit benar benar muncul. Artinya, sisa hasil "makan" jamur dari minyak kulit itulah yang mengiritasi kulit kepala dan mempercepat pengelupasan. Supaya lebih mudah dipahami, bukan minyaknya sendiri yang jadi masalah, melainkan zat asam yang keluar saat minyak itu terurai.

Jamurnya sama, kenapa tiap orang berbeda?

Dengan jumlah jamur dan minyak yang sama, tingkat keparahan ketombe bisa berbeda pada tiap orang. Ini karena seberapa sensitif skin barrier, lapisan pelindung kulit seseorang, terhadap zat iritan tersebut juga berbeda.

Orang dengan skin barrier yang kuat tidak mudah mengalami reaksi peradangan meski zat iritan seperti asam oleat meresap ke kulit. Sebaliknya, orang dengan barrier yang lemah atau sensitif akan mengalami pengelupasan dan gatal yang lebih parah meski terkena iritasi yang sama. Karena itu, merawat ketombe perlu dilakukan dengan mengurangi jamur sekaligus menjaga skin barrier.

Produksi minyak alami kulit kepala itu sendiri juga berperan di sini. Orang dengan produksi minyak yang tinggi berarti menyediakan lebih banyak bahan makanan bagi Malassezia, sehingga jamur lebih mudah berkembang biak dan zat iritan pun lebih banyak terbentuk. Sebaliknya, kulit kepala dengan produksi minyak yang rendah cenderung mengalami ketombe lebih ringan karena bahan untuk pertumbuhan jamur memang terbatas.

Pengaruh musim dan kebiasaan pada ketombe

Banyak orang merasa ketombe lebih parah saat cuaca dingin dan kering. Saat suhu turun, kulit kepala cenderung lebih kering, dan kekeringan ini melemahkan skin barrier sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap zat iritan.

Stres, pola tidur yang tidak teratur, serta kebiasaan sering menyentuh atau menggaruk kulit kepala dengan keras juga bisa berpengaruh. Stres dapat memengaruhi hormon yang mengatur produksi minyak, sementara terlalu sering mengiritasi kulit kepala akan semakin merusak barrier yang sudah lemah. Namun faktor gaya hidup ini bukan penyebab langsung sebesar jamur atau minyak berlebih, melainkan lebih ke arah memperjelas kondisi yang sudah ada.

Frekuensi keramas juga berpengaruh. Terlalu sering keramas membuat kulit kepala kering dan barrier melemah, sementara terlalu jarang keramas membuat minyak dan sel kulit mati menumpuk lebih lama di kulit kepala, memberi waktu bagi Malassezia untuk berkembang biak. Karena itu, dibanding keramas terlalu jarang atau terlalu sering, lebih baik mencari frekuensi yang pas sesuai kondisi kulit kepala masing masing.

Apa beda bahan sampo anti ketombe?

Sampo anti ketombe di pasaran umumnya mengandung beberapa bahan aktif yang sama, dan masing masing bekerja menargetkan titik yang sedikit berbeda.

  • zinc pyrithione: mendorong ion zinc masuk ke dalam sel Malassezia sehingga mengganggu metabolisme energi jamur. Karena cara kerjanya menghambat jamur memproduksi energinya sendiri, bahan ini dikenal jarang menimbulkan resistensi meski dipakai dalam jangka panjang.
  • ketoconazole: menghambat sintesis ergosterol (ergosterol), komponen penting pembentuk membran sel jamur. Jika membran sel tidak terbentuk sempurna, jamur akan sulit tumbuh dan bertahan.
  • selenium sulfide: menekan metabolisme jamur sekaligus memperlambat kecepatan pengelupasan kulit itu sendiri.
  • salicylic acid: bukan membunuh jamur secara langsung, melainkan melarutkan gumpalan sel kulit mati agar lebih mudah terlepas. Perannya lebih ke melunakkan gumpalan sel kulit.

Karena tiap bahan menargetkan titik yang berbeda, kalau satu bahan kurang cocok, mengganti ke golongan lain bisa jadi solusi. Dengan pemakaian rutin, perubahan biasanya mulai terlihat dalam 4 sampai 8 minggu.

Menggunakan satu bahan terus menerus terkadang membuat jamur perlahan beradaptasi sehingga efeknya melemah, karena itu disarankan mengganti golongan bahan aktif setiap beberapa bulan sekali. Misalnya, dari golongan zinc beralih ke golongan antijamur. Karena titik yang ditarget benar benar berbeda, pergantian ini membuat jamur seolah menghadapi jenis serangan yang berbeda setiap kalinya.

Setelah keramas rutin 2 kali seminggu selama 4 minggu, skor keparahan ketombe membaik 73% dengan ketoconazole 2% dan 67% dengan zinc pyrithione 1%. Keduanya menunjukkan hasil yang jelas, dengan ketoconazole yang bekerja langsung pada membran sel jamur sedikit lebih unggul. Perubahan 4 sampai 8 minggu yang disebutkan di artikel ini terbukti lewat angka yang nyata.
Setelah keramas rutin 2 kali seminggu selama 4 minggu, skor keparahan ketombe membaik 73% dengan ketoconazole 2% dan 67% dengan zinc pyrithione 1%. Keduanya menunjukkan hasil yang jelas, dengan ketoconazole yang bekerja langsung pada membran sel jamur sedikit lebih unggul. Perubahan 4 sampai 8 minggu yang disebutkan di artikel ini terbukti lewat angka yang nyata.

Cara memakai sampo anti ketombe dan perawatan agar tak kambuh

Mengurangi jamur sekaligus menjaga skin barrier, dua hal inilah kunci utama perawatannya.

  • Sampo anti ketombe sebaiknya tidak langsung dibilas, biarkan menempel di kulit kepala selama 3 sampai 5 menit. Bahan aktifnya butuh waktu untuk bekerja setelah menyentuh kulit kepala.
  • Hindari menggaruk kulit kepala dengan kuku secara keras. Kalau barrier yang sudah lemah ditambah dengan iritasi fisik, pengelupasan kulit justru bisa semakin parah.
  • Hindari keramas dengan air yang terlalu panas. Air panas bisa menghilangkan minyak alami secara berlebihan sehingga kulit kepala menjadi lebih kering.
  • Mengurangi stres dan kurang tidur juga membantu. Keduanya bisa memengaruhi produksi minyak dan reaksi peradangan di seluruh tubuh.

Kalau gejala berlangsung lama atau kulit kepala sampai kemerahan dan mengeluarkan cairan, kemungkinan ada kondisi kulit kepala lain seperti dermatitis seboroik, sehingga sebaiknya periksa ke dokter kulit. Bedanya, ketombe biasa lebih didominasi pengelupasan dan gatal, sementara dermatitis seboroik menunjukkan kemerahan dan peradangan yang lebih jelas.

Merawat kulit kepala bukan sesuatu yang dilakukan sekali lalu selesai, melainkan soal konsistensi. Jamur ini adalah flora normal yang bisa berkembang lagi kalau kondisinya mendukung, jadi daripada langsung berhenti total begitu gejala membaik, lebih baik tetap menjaga perawatan dengan frekuensi yang dikurangi agar tidak kambuh lagi.

Orang yang tetap memakai sampo ketoconazole seminggu sekali meski ketombe sudah mereda hanya mengalami kekambuhan 19% dalam 6 bulan. Sebaliknya, kelompok yang berhenti merawat kulit kepala mengalami kekambuhan hampir separuhnya, yaitu 47%. Ini menjadi bukti bahwa mengurangi frekuensi perawatan lebih baik daripada langsung berhenti total begitu gejala mereda.
Orang yang tetap memakai sampo ketoconazole seminggu sekali meski ketombe sudah mereda hanya mengalami kekambuhan 19% dalam 6 bulan. Sebaliknya, kelompok yang berhenti merawat kulit kepala mengalami kekambuhan hampir separuhnya, yaitu 47%. Ini menjadi bukti bahwa mengurangi frekuensi perawatan lebih baik daripada langsung berhenti total begitu gejala mereda.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Penyebab Kulit Kepala Berminyak: Mengapa Lebih Cepat Mengilap daripada Wajah?

Kulit kepala punya lebih banyak kelenjar minyak dibanding wajah sehingga lebih cepat terlihat mengilap. Artikel ini membahas bagaimana hormon androgen dan kerja enzim mengatur produksi minyak, serta cara bahan seperti salicylic acid dan niacinamide masing-masing menangani masalah tersebut. Kebiasaan keramas dan perawatan di klinik juga dibahas.

By Dr. Lee

Skincare

Suntik MGF Baby Skin: Cara Kerja, Efek, dan Peran Growth Factor

Baby skin injection adalah prosedur yang memasukkan growth factor ke kulit lewat microneedle. Salah satu bahan di dalamnya, MGF, adalah jenis growth factor yang secara alami diproduksi tubuh saat jaringan mengalami cedera, dan berfungsi mengirim sinyal regenerasi ke sel. Artikel ini membahas bagaimana MGF bekerja pada kulit dan apa bedanya dengan growth factor lain.

By Dr. Lee

Lifting

Prosedur Lengan Kendur: Berapa Lama Efek Ultrasound dan RF Bertahan?

Lengan bergelambir bukan sekadar soal lemak, melainkan perubahan yang terjadi saat kulit, lemak, dan otot sama-sama kehilangan elastisitasnya. Artikel ini membahas cara kerja ultrasound dan RF merangsang kolagen di dalam kulit untuk mengembalikan kekencangan, serta bagaimana masa pemulihan dan durasi hasilnya ditentukan.

By Dr. Lee

Back to articles