Bau ketiak: penyebab, antiperspiran, sampai tindakan Botox
By Dr. Kim6 min read

Keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau. Tapi ada area tertentu, seperti ketiak dan selangkangan, yang baunya memang lebih terasa mengganggu. Untuk memahami alasannya, kita perlu memisahkan dulu antara proses berkeringat dan proses munculnya bau, karena keduanya sebenarnya dua hal yang berbeda. Tubuh punya dua jenis kelenjar keringat, dan bau yang muncul bukan dari keringat itu sendiri, melainkan hasil kerja bakteri yang tumbuh di atasnya. Berikut penjelasannya satu per satu, mulai dari kenapa area tertentu saja yang bau, sampai bagaimana cara kerja masing-masing metode untuk mengurangi keringat dan bau.
Kenapa bau ketiak terasa begitu kuat?
Kelenjar keringat tersebar di seluruh tubuh, tapi kelenjar apokrin (apocrine gland, kelenjar keringat yang terkait dengan bau) justru menumpuk paling banyak di area ketiak dan selangkangan. Kelenjar ini baru mulai aktif saat masa pubertas, dipengaruhi oleh perubahan hormon. Itulah sebabnya bau yang tidak ada saat masih anak-anak bisa tiba-tiba muncul dan mulai terasa mengganggu setelah pubertas.
Keringat yang diproduksi kelenjar apokrin mengandung lemak dan protein jauh lebih banyak dibanding air biasa. Bayangkan saja bukan air bening, tapi cairan yang lebih kental karena bercampur minyak dan protein. Kandungan ini sebenarnya nyaris tidak berbau sama sekali, tapi menjadi makanan yang sangat disukai bakteri di permukaan kulit. Jadi semakin banyak kelenjar apokrin yang menumpuk di suatu area, semakin aktif juga bakteri berkembang biak di sana, dan bau pun jadi semakin kuat.
Ada berapa jenis kelenjar keringat?
Kelenjar keringat pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah kelenjar ekrin (eccrine gland, kelenjar pengatur suhu tubuh), dan yang kedua adalah kelenjar apokrin yang sudah dibahas sebelumnya. Kelenjar ekrin tersebar luas di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki, dan menghasilkan keringat bening yang sebagian besar terdiri dari air dan garam. Keringat yang keluar saat cuaca panas atau saat berolahraga umumnya berasal dari kelenjar ini.
Keringat dari kelenjar ekrin hampir tidak berbau. Fungsinya memang untuk menurunkan suhu tubuh, jadi kandungannya pun dirancang sederhana. Sebaliknya, kelenjar apokrin hanya ada di area tertentu saja, seperti ketiak, selangkangan, dan sekitar telinga, dan produksinya justru meningkat saat emosi sedang naik atau ketika tegang. Ini juga alasan kenapa ketiak sering berkeringat lebih deras menjelang ujian atau presentasi.
Bagaimana keringat berubah jadi bau?
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, keringat yang keluar dari kelenjar apokrin sebenarnya tidak berbau. Tapi begitu keringat ini menyentuh permukaan kulit, bakteri yang hidup di sana, terutama jenis Corynebacterium dan Staphylococcus, langsung mulai memecah kandungannya.
Prosesnya mirip dengan makanan yang mulai basi. Sama seperti susu yang dibiarkan di suhu ruang terlalu lama akan berbau asam karena bakteri memecah laktosa dan protein di dalamnya, bakteri di kulit juga memecah asam lemak dan protein dalam keringat menjadi zat-zat berbau khas. Zat yang paling banyak dihasilkan dari proses ini adalah asam lemak rantai pendek dan senyawa yang mengandung sulfur, dan zat-zat inilah yang sebenarnya kita kenali sebagai bau badan.
Jadi yang paling menentukan tingkat bau sebenarnya bukan seberapa banyak keringat yang keluar, melainkan seberapa aktif bakteri berkembang biak. Ini juga alasan kenapa dua orang bisa berkeringat dalam jumlah yang sama, tapi tingkat baunya bisa jauh berbeda.
Apa beda antiperspiran dan deodoran?
Produk untuk mengurangi keringat dan bau umumnya terbagi menjadi dua kategori. Yang pertama adalah antiperspirant yang benar-benar mengurangi produksi keringat, dan yang kedua adalah deodorant yang hanya menutupi bau atau menekan pertumbuhan bakteri. Cara kerja keduanya sangat berbeda.
Kandungan utama dalam antiperspirant adalah garam aluminium seperti aluminium klorida (aluminum chloride) atau aluminium klorohidrat (aluminum chlorohydrate). Saat menyentuh kulit, kandungan ini membentuk semacam sumbat gel di mulut pori keringat sehingga saluran keringat menyempit sementara. Bayangkan seperti menekan ujung selang air sedikit agar aliran airnya mengecil, prinsipnya kurang lebih sama.
Sementara itu, deodorant tidak mengurangi jumlah keringat sama sekali. Produk ini hanya menutupi bau dengan pewangi, atau menekan pertumbuhan bakteri dengan kandungan antibakteri seperti perak atau triclosan. Jadi bagi yang memang berkeringat banyak, antiperspirant lebih cocok, sedangkan bagi yang lebih terganggu oleh bau daripada jumlah keringat, deodorant bisa jadi pilihan yang lebih tepat.
Bagaimana Botox mengurangi keringat dan berapa lama bertahan?
Salah satu cara mengurangi keringat adalah dengan suntikan botulinum toxin, yang lebih dikenal dengan nama botox. Prinsip kerjanya sama seperti botox yang digunakan untuk kerutan wajah, yaitu memblokir pelepasan asetilkolin (acetylcholine), senyawa kimia dari ujung saraf yang berfungsi merangsang kelenjar keringat.
Kelenjar keringat baru bisa memproduksi keringat setelah menerima sinyal dari saraf. Ketika botox memblokir sinyal ini, kelenjar keringat kehilangan instruksi dari sarafnya dan berhenti bekerja. Bayangkan hubungan antara saklar dan bola lampu, bola lampunya sendiri sebenarnya masih berfungsi normal, tapi begitu kabel yang menghubungkannya ke saklar diputus, lampunya tidak akan menyala.
Efek ini banyak digunakan untuk mengatasi hiperhidrosis ketiak, atau keringat berlebih di area ketiak, dan biasanya bertahan sekitar 4 sampai 6 bulan setelah prosedur, meski pada sebagian orang ada juga laporan yang bertahan hampir 12 bulan. Efeknya tidak bertahan selamanya karena ujung saraf akan tumbuh kembali seiring waktu dan membentuk sambungan baru.

Adakah tindakan yang menghilangkan kelenjar keringat itu sendiri?
Antiperspirant dan botox bekerja dengan cara menekan fungsi kelenjar keringat untuk sementara waktu. Ada juga prosedur lain yang bertujuan mengurangi jumlah kelenjar keringat itu sendiri secara langsung. Salah satu yang paling dikenal adalah teknologi yang mengalirkan energi microwave ke lapisan kulit yang lebih dalam.
Kelenjar keringat berada di area perbatasan antara lapisan kulit dan lapisan lemak di bawahnya. Ketika energi panas disalurkan tepat ke area ini, jaringan kelenjar keringat akan rusak dan kehilangan fungsinya. Pendekatannya mirip seperti menghancurkan sarangnya langsung, dibanding mengusir lebah satu per satu.
Kelenjar keringat yang sudah rusak dengan cara ini diketahui tidak tumbuh kembali, sehingga hasil dari satu atau dua kali sesi saja biasanya bisa bertahan cukup lama menurut sejumlah laporan. Namun karena area yang dialiri panas cukup luas, bengkak dan rasa pegal masih mungkin muncul selama beberapa hari setelah prosedur, jadi sebaiknya alokasikan waktu pemulihan yang cukup longgar.

Kebiasaan untuk mengurangi bau tanpa tindakan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sehari-hari tanpa harus bergantung pada prosedur atau produk tertentu. Memahami prinsipnya juga membuat kita lebih mudah mengerti kenapa kebiasaan-kebiasaan ini benar-benar membantu.
- Merapikan bulu ketiak agar tetap pendek: Bulu yang lebat memperluas permukaan tempat bakteri bisa menempel dan berkembang biak. Dengan merapikannya, ruang untuk bakteri berkembang biak pun otomatis berkurang.
- Memilih pakaian berbahan alami yang sirkulasi udaranya baik: Bahan sintetis cenderung menahan kelembapan, sementara bahan alami seperti katun atau linen membuat keringat lebih cepat mengering. Semakin lama kelembapan bertahan, semakin nyaman juga bakteri berkembang biak di sana.
- Segera membersihkan diri setelah berkeringat: Bakteri butuh waktu untuk memecah kandungan dalam keringat. Semakin lama keringat menempel di kulit, semakin banyak juga proses penguraian yang terjadi, dan zat penyebab bau pun ikut menumpuk.
- Mengurangi makanan pedas dan alkohol: Makanan pedas, berminyak, dan alkohol dikenal dapat membuat kandungan dalam keringat menjadi sedikit lebih pekat. Kandungan keringat yang lebih pekat berarti lebih banyak bahan yang bisa diolah bakteri.
Kebiasaan-kebiasaan ini memang tidak memberi hasil instan, tapi karena bekerja dengan cara memutus proses terbentuknya bau di setiap tahapnya, konsistensi menjalankannya akan terasa manfaatnya.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

miraDry: Efek, Lama Bertahan, Jumlah Sesi, dan Pemulihan
miraDry adalah prosedur yang menghancurkan kelenjar keringat dan kelenjar penghasil bau di ketiak menggunakan panas dari energi gelombang mikro. Artikel ini membahas perbedaannya dengan Botox, alasan kelenjar keringat tidak tumbuh kembali, serta bagaimana proses sesi dan pemulihannya, dengan fokus pada mekanisme kerjanya.
By Dr. Lee

Penyebab ketombe: kulit kering, atau jamur kulit kepala dan sebum?
Ketombe bukan sekadar akibat kulit kepala kering, melainkan muncul saat jamur Malassezia yang hidup di kulit kepala bertemu dengan minyak alami kulit. Artikel ini membahas bagaimana zat iritan hasil pemecahan minyak oleh jamur mempercepat pengelupasan kulit, cara kerja tiap bahan anti ketombe, serta perawatan hariannya.
By Dr. Kim

Obat minum jerawat antibiotik dan isotretinoin: perbedaan dan efek samping
Obat minum untuk jerawat terbagi dalam dua jalur, antibiotik dan isotretinoin, dengan cara kerja yang jauh berbeda. Antibiotik bekerja menekan bakteri penyebab jerawat sekaligus meredakan peradangan, sementara isotretinoin justru mengecilkan kelenjar minyak itu sendiri sampai ke akar masalahnya. Artikel ini mengupas mekanisme di balik kedua obat tersebut dan alasan keduanya dipilih pada situasi yang berbeda.
By Dr. Kim