Alopecia areata: penyebab, gejala, lama pemulihan, kambuh, dan pengobatan
By Dr. Lee6 min read

Suatu hari, saat sedang keramas, jari tiba-tiba merasakan bagian kulit kepala yang licin sekali. Begitu bercermin, ternyata ada bagian sebesar koin yang rambutnya hilang. Ada yang menemukannya saat menyisir rambut, ada juga yang baru sadar setelah diberitahu petugas salon. Munculnya bercak botak bulat dengan batas yang jelas seperti ini disebut alopecia areata.
Banyak orang mengira ini muncul karena stres berat, padahal penyebab sebenarnya sedikit lebih rumit. Alopecia areata lebih tepat disebut reaksi autoimun, yaitu saat sel imun yang seharusnya melindungi tubuh malah keliru menyerang folikel rambut milik sendiri. Stres memang bisa jadi salah satu pemicu reaksi ini, tapi bukan satu-satunya penyebab. Mari kita bahas satu per satu kenapa alopecia areata bisa terjadi, dan kenapa rontoknya selalu berbentuk bulat di area tertentu.
Kenapa rontoknya berbentuk koin?
Rambut tumbuh melalui siklus bergantian antara fase tumbuh (anagen) dan fase istirahat (telogen). Dalam kondisi normal, siklus tiap folikel berbeda-beda, sehingga jumlah rambut yang rontok setiap hari tidak terlalu banyak.
Pada alopecia areata, folikel-folikel di area tertentu diserang bersamaan sehingga terdorong keluar dari fase tumbuh secara mendadak. Karena serangan ini dimulai dari satu titik lalu menyebar merata ke sekelilingnya, area yang botak biasanya berbentuk bulat atau oval. Mirip seperti riak air yang menyebar melingkar saat batu dilempar ke kolam.
Ciri khas lainnya, kulit kepala di area yang rontok terlihat mulus, tanpa sisik atau bekas peradangan. Ini karena struktur folikel itu sendiri tidak rusak, hanya sinyal untuk tumbuh yang diblokir, sehingga sebagian besar strukturnya tetap utuh.
Bagaimana sel imun menyerang folikel rambut?
Folikel rambut sebenarnya adalah area yang dilindungi supaya tidak sembarangan diserang sistem imun tubuh sendiri. Perlindungan ini disebut hak istimewa imun (immune privilege), yaitu kondisi saat folikel mengurangi tanda pengenal dirinya dan mengirim sinyal untuk menekan peradangan agar bisa mempertahankan diri. Ini semacam mekanisme pengaman supaya tubuh tidak sampai keliru menyerang jaringannya sendiri.
Pada alopecia areata, perlindungan ini runtuh. Ketika folikel mulai mengirim sinyal bahaya, sel imun bernama sel T sitotoksik langsung berdatangan dan mengira folikel sebagai benda asing, lalu menyerangnya. Dalam proses ini, zat bernama interferon gamma (IFN-gamma) diketahui memperkuat reaksi peradangan lewat jalur sinyal yang disebut JAK-STAT. Bayangkan seperti gedung yang penjaganya sudah hilang, lalu orang asing masuk dan alarm terus berbunyi tanpa henti.
Karena jalur sinyal ini menjadi target utama dalam alopecia areata, belakangan ini mulai dikembangkan juga obat yang bekerja dengan memblokir jalur tersebut.
Apakah penyebabnya keturunan?
Alopecia areata tidak muncul hanya karena satu penyebab tunggal. Biasanya seseorang sudah membawa bakat genetik yang membuat tubuhnya lebih mudah mengalami reaksi autoimun, lalu ditambah momen pemicu tertentu, barulah gejalanya muncul. Beberapa faktor berikut sering disebut berperan bersamaan.
- Riwayat keluarga: risiko lebih tinggi dilaporkan pada orang yang orang tua atau saudaranya pernah mengalami alopecia areata atau penyakit autoimun lain (gangguan tiroid, vitiligo, dan sebagainya). Ini karena cara sel imun membedakan jaringan sendiri dan jaringan asing bisa diwariskan secara genetik.
- Stres berat atau kejadian besar: guncangan psikologis yang hebat diketahui bisa memicu ketidakseimbangan reaksi imun. Hormon stres bergerak ke arah yang justru merangsang sinyal peradangan.
- Setelah infeksi virus atau operasi besar: reaksi bisa muncul saat keseimbangan sistem imun terganggu karena tubuh sedang sibuk melawan gangguan lain. Begitu sistem imun aktif secara besar-besaran, ia jadi lebih mudah salah sasaran.
- Adanya penyakit autoimun lain: alopecia areata lebih sering diamati pada orang yang juga punya gangguan tiroid, vitiligo, atau dermatitis atopik, karena sistem imunnya memang sudah dalam kondisi sensitif.
Jadi, alopecia areata lebih tepat dipahami sebagai kondisi yang baru benar-benar muncul ke permukaan ketika bakat genetik bertemu dengan pemicu tertentu.

Bagaimana hubungan stres dengan alopecia areata?
Anggapan bahwa stres adalah satu-satunya penyebab alopecia areata masih sering ditemui, padahal kenyataannya tidak begitu. Orang yang tidak punya bakat genetik biasanya tetap tidak mengalami alopecia areata meski stresnya berat. Sebaliknya, orang yang punya bakat ini kadang gejalanya muncul hanya dengan stres yang relatif ringan.
Namun bukan berarti stres sama sekali tidak berhubungan. Stres bisa menjadi salah satu pemicu yang mengguncang keseimbangan reaksi imun. Lebih tepatnya, pada tubuh yang memang sudah rentan mengalami reaksi autoimun, stres berperan mempercepat munculnya gejala ke permukaan.
Karena itu, mengurangi stres tidak langsung mencegah alopecia areata, tapi tetap bisa membantu menjaga keseimbangan sistem imun secara keseluruhan.
Perubahan kuku dan seberapa luas rontoknya menyebar
Alopecia areata kadang juga muncul tandanya di kuku. Muncul lekukan kecil seperti titik-titik di permukaan kuku, yang disebut nail pitting. Ini terjadi karena sel pembentuk kuku dan sel pembentuk folikel rambut tumbuh dengan cara yang mirip, sehingga sama-sama bisa terkena dampak serangan imun yang sama.
Perjalanan penyakitnya juga berbeda-beda pada tiap orang. Yang paling umum adalah muncul di satu atau dua titik seukuran koin lalu pulih dengan sendirinya. Tapi pada sebagian orang, bercak botaknya bisa bertambah banyak, atau bahkan menyebar ke seluruh kepala (alopecia totalis), atau meluas ke seluruh rambut tubuh termasuk alis dan bulu mata (alopecia universalis), meski ini jarang terjadi.
Semakin luas area yang terkena, semakin kuat pula reaksi imun yang sedang berlangsung. Karena itu, jika bercak botak bertambah cepat atau areanya makin meluas, sebaiknya periksa ke dokter kulit untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya.
Jika sembuh sendiri, apakah bisa kambuh?
Pada banyak kasus, alopecia areata bisa pulih dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Umumnya rambut baru mulai tumbuh lagi setelah 4 sampai 12 minggu, dan butuh sekitar 6 sampai 12 bulan lagi sampai terlihat penuh kembali. Ini terjadi karena begitu serangan imun mereda, folikel kembali menerima sinyal untuk tumbuh dan kembali ke siklus normal.
Masalahnya adalah kekambuhan. Alopecia areata cukup sering muncul lagi di tempat yang sama atau di area lain, meski sudah pernah pulih sebelumnya. Ini karena ingatan sel imun yang salah mengenali folikel sebagai benda asing tidak sepenuhnya hilang, sehingga reaksi bisa terulang setiap kali ada rangsangan yang berpotensi menjadi pemicu. Artinya, bakat genetik yang menjadi akar penyebabnya tetap tersimpan di dalam tubuh.
Waktu sampai kambuh lagi juga berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang muncul lagi hanya beberapa bulan kemudian, tapi ada juga yang bisa bertahun-tahun tanpa masalah.
Bagaimana pengobatannya?
Pengobatan alopecia areata diarahkan untuk meredakan reaksi imun. Suntikan steroid lokal atau salep steroid paling umum digunakan untuk langsung menekan reaksi peradangan. Cara ini bekerja dengan mengurangi serangan sel imun yang berkumpul di sekitar folikel.
Untuk kasus yang lebih luas atau sering kambuh, obat minum penghambat JAK yang bekerja memblokir jalur JAK-STAT yang disebutkan sebelumnya juga bisa menjadi pilihan pengobatan. Baricitinib misalnya, sudah disetujui sebagai obat untuk alopecia areata derajat sedang sampai berat. Cara kerjanya adalah menghambat jalur sinyal yang membuat sel imun menyerang folikel, sehingga reaksinya berkurang.
Namun kecepatan dan besarnya efek pengobatan apa pun bisa sangat berbeda pada tiap orang. Karena itu, pemilihan metode pengobatan sebaiknya didiskusikan dengan dokter spesialis kulit, dengan mempertimbangkan luas area botak, kecepatan perkembangannya, dan riwayat kekambuhan.

References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Penyebab dermatitis kontak: kenapa kulit tiba-tiba bereaksi pada kosmetik lama?
Dermatitis kontak bukan satu penyakit tunggal, melainkan terbagi menjadi kondisi ketika kulit rusak langsung akibat zat iritan dan ketika sistem imun mengenali zat tertentu sebagai ancaman. Berikut penjelasan kenapa kedua jenis ini berbeda, berapa lama masing-masing berlangsung, dan apa saja zat penyebabnya.
By Dr. Kim

Penyebab dan Cara Mengatasi Biduran: Mengapa Terus Kambuh?
Biduran muncul saat sel mast di kulit melepaskan histamin sehingga kulit memerah, bengkak, dan gatal. Makanan, obat, infeksi, hingga rangsangan fisik bisa menjadi pemicu, dan penyebabnya sering kali sulit dipastikan. Artikel ini merangkum alasan biduran dibedakan menjadi akut dan kronis serta proses yang terjadi di dalam tubuh.
By Dr. Kim

Jerawat Hormonal: Penyebab dan Kenapa Muncul Terus di Dagu dan Sekitar Mulut
Jerawat yang berulang di rahang dan sekitar mulut saat dewasa punya penyebab yang berbeda dari jerawat masa remaja. Artikel ini menjelaskan cara hormon seperti androgen merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut, lengkap dengan kaitannya terhadap siklus menstruasi dan stres.
By Dr. Kim