prettytime
Filler

Kenapa Filler di Bawah Mata Bisa Terlihat Membiru Seiring Waktu, Efek Tyndall dan Cara Mencegahnya

By Dr. Kim6 min read

Beberapa hari setelah menjalani filler di bawah mata, sebagian orang menyadari area tersebut terlihat sedikit kebiruan saat bercermin dari sudut miring. Bukan memar, bukan pula bengkak, tapi ada rona abu-abu kebiruan yang muncul khusus di area itu.

Fenomena ini punya nama, yaitu efek Tyndall. Ini adalah gejala optik yang muncul ketika cahaya mengenai partikel filler yang berada di dalam kulit lalu terpencar ke berbagai arah. Kulit bawah mata yang tipis dan sensitif membuat efek ini lebih mudah terlihat di sana dibanding area lain. Kalau ditelusuri kenapa warnanya jadi biru, dan dalam kondisi apa hal ini muncul, arah pencegahan dan penanganannya pun akan lebih jelas.

Kenapa Filler di Bawah Mata Bisa Terlihat Membiru?

Cahaya yang masuk ke mata sebenarnya adalah gabungan berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda. Cahaya biru punya panjang gelombang pendek, sedangkan cahaya merah panjang gelombangnya lebih panjang. Saat cahaya ini bertemu partikel kecil di dalam kulit, semakin pendek panjang gelombangnya, semakin mudah ia terpencar.

Partikel filler yang berada dekat permukaan kulit berperan sebagai penghalang yang memicu pemencaran ini. Cahaya merah dengan panjang gelombang panjang cenderung menembus partikel atau terserap begitu saja, sementara cahaya biru yang panjang gelombangnya pendek justru membentur partikel dan terpental ke segala arah. Sebagian cahaya biru yang terpental itu keluar lagi ke permukaan kulit, sehingga area tersebut tampak kebiruan di mata kita. Prinsipnya sama persis dengan kenapa langit terlihat biru, cahaya membentur partikel kecil di udara lalu terpencar. Kalau membayangkan langit, konsep ini jadi lebih mudah dipahami.

Efek Tyndall, Prinsip Pemencaran Cahaya

Dalam fisika, gejala pemencaran ini disebut efek Tyndall. Kalau cahaya disorotkan ke cairan atau gas yang mengandung partikel kecil melayang, seperti susu atau kabut, cahaya tidak bisa bergerak lurus dan malah membentur partikel lalu terpencar ke berbagai arah. Prinsipnya sama seperti senter yang disorotkan ke kabut, berkas cahayanya terlihat menyebar dan buram.

Filler asam hialuronat juga terdiri dari partikel gel yang menahan air. Partikel yang berada di dalam kulit ini berperan mirip dengan tetesan air di dalam kabut. Semakin kecil ukuran partikel, mendekati atau bahkan lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tampak, semakin mudah pemencaran terjadi, sehingga karakter fisik partikel filler itu sendiri menjadi titik awal munculnya fenomena ini. Kalau partikelnya besar dan tersusun renggang, jalur cahaya tidak terlalu terhalang sehingga pemencaran lebih sedikit, sedangkan partikel yang halus dan padat justru lebih kuat menahan dan memencarkan cahaya.

Kenapa Kulit Bawah Mata Paling Mudah Terlihat Membiru?

Filler yang sama, kalau disuntikkan di area lain, jarang menimbulkan efek seperti ini. Alasan kulit bawah mata bereaksi begitu sensitif terletak pada ketebalan kulitnya.

Kulit di bawah mata termasuk salah satu bagian tertipis di wajah. Dibandingkan pipi atau dahi, ketebalan jaringan yang menutupi lapisan di bawahnya jauh lebih tipis. Kulit yang tebal bisa sedikit banyak menyamarkan partikel filler yang ada di bawahnya, tetapi kulit setipis area bawah mata tidak bisa menjalankan fungsi penutup itu dengan baik. Akibatnya, filler jadi cenderung berada dekat dengan permukaan kulit. Ditambah lagi, area bawah mata sering bergerak mengikuti otot ekspresi wajah dan pembuluh darahnya juga melintas dekat permukaan, sehingga kondisi yang membuat filler di bawahnya terlihat dari luar jadi lebih lengkap dibanding area lain.

Kenapa Kedalaman Suntikan Filler Menentukan Warna yang Muncul?

Produk yang sama pun bisa memberi tingkat kebiruan yang sangat berbeda tergantung di kedalaman berapa ia diletakkan. Kedalaman menjadi variabel utama dalam fenomena ini karena berkaitan langsung dengan jarak yang harus ditempuh cahaya saat menembus kulit.

Kalau filler diletakkan di lapisan dalam, dekat tulang, ketebalan jaringan yang menutupinya jadi lebih besar. Cahaya harus melewati beberapa lapisan jaringan sebelum sampai ke permukaan kulit, sehingga peluang cahaya biru yang terpencar itu terserap kembali atau berubah arah sebelum keluar jadi lebih tinggi. Sebaliknya, kalau filler diletakkan tepat di bawah dermis, yaitu lapisan dangkal yang dekat kulit, cahaya yang terpencar hampir langsung keluar tanpa halangan. Prinsipnya mirip seperti benda di balik tirai tipis yang siluetnya masih terlihat, sedangkan benda di balik dinding tebal sama sekali tidak terlihat. Karena itu, di area setipis bawah mata, ketepatan kedalaman suntikan sangat menentukan hasil akhirnya.

Pengaruh Jenis Filler dan Karakter Partikelnya

Tidak semua filler asam hialuronat menimbulkan efek kebiruan dalam tingkat yang sama. Ini karena setiap produk punya cara pembuatan partikel dan sifat menarik air yang berbeda.

Produk dengan sifat hidrofilik kuat, yang banyak menarik air, punya kecenderungan menyerap kelembapan sekitar dan perlahan membesar volumenya seiring waktu. Meski awalnya diletakkan di lapisan yang cukup dalam, posisinya bisa jadi relatif lebih dekat permukaan begitu volumenya membesar. Karena itu, ada kasus di mana hasilnya terlihat aman tepat setelah tindakan, tapi efek kebiruan baru muncul beberapa minggu kemudian. Sebaliknya, produk dengan ikatan silang yang renggang dan partikel besar, yang relatif lebih padat, justru bisa membuat konturnya teraba atau menggumpal di permukaan kalau digunakan di area setipis bawah mata. Karena itu, untuk area ini biasanya lebih disarankan memakai produk yang dirancang lembut dan menyebar tipis, dalam jumlah sedikit.

Metode ikatan silang juga berpengaruh. Semakin rapat rantai asam hialuronat dianyam, gelnya semakin padat dan bentuknya bertahan lebih lama, tapi batas antar-partikel juga jadi lebih tegas, sehingga permukaan yang bisa menahan dan memencarkan cahaya pun bertambah. Sebaliknya, gel yang dibuat lembut dengan anyaman rantai renggang punya batas yang lebih kabur dengan jaringan sekitarnya, sehingga cahaya relatif lebih mulus melewatinya. Inilah alasan produk khusus untuk area bawah mata dibuat terpisah, dirancang sejak awal supaya lebih sedikit menimbulkan pemencaran cahaya, menyesuaikan dengan area yang tipis dan sering bergerak.

Cara Mencegah Efek Tyndall Sejak Awal

Efek Tyndall jauh lebih mudah dicegah daripada ditangani setelah muncul. Inti pencegahannya adalah menerapkan kebalikan dari prinsip yang sudah dijelaskan di atas.

  • Memilih produk lembut yang memang dirancang khusus untuk area bawah mata: produk dengan sifat hidrofilik rendah dan partikel yang menyebar halus cenderung tidak membesar tiba-tiba seiring waktu, sehingga risiko terlihat kebiruan berkurang.
  • Menyuntikkan tepat di kedalaman yang sesuai: dengan menargetkan lapisan dalam dekat tulang atau lapisan lemak di bawah otot, jaringan di atasnya bisa cukup menyamarkan filler.
  • Mengatur jumlah yang disuntikkan agar tidak berlebihan dalam satu kali tindakan: semakin banyak jumlahnya, ruang yang tersedia untuk filler semakin sempit, sehingga kemungkinan terdorong ke lapisan dangkal makin besar.
  • Melakukan koreksi bertahap dalam jumlah kecil dari waktu ke waktu: menambah sedikit demi sedikit sambil memantau hasil, dibanding mengisi banyak sekaligus, membantu mengurangi risiko kebiruan akibat pengisian berlebihan.

Kalau Sudah Terlanjur Terlihat Membiru, Bisakah Dikembalikan?

Walaupun area bawah mata sudah mulai terlihat kebiruan, kondisi ini tidak berarti tidak bisa diperbaiki. Filler asam hialuronat memang sejak awal dirancang sebagai bahan yang bisa terurai di dalam tubuh.

Dengan menyuntikkan enzim bernama hyaluronidase tepat di titik yang terlihat kebiruan, filler asam hialuronat di area itu bisa diuraikan dan dihilangkan secara selektif. Cara ini memungkinkan penanganan yang menyasar tepat di titik yang paling terlihat, tanpa perlu menyentuh seluruh area kembali. Begitu filler terurai dan partikel yang memicu pemencaran cahaya itu hilang, tidak ada lagi objek yang bisa memencarkan cahaya, sehingga rona kebiruan pun ikut memudar.

Hyaluronidase adalah enzim yang memutus rantai asam hialuronat menjadi bagian kecil sehingga lebih mudah larut dalam air. Filler yang rantainya sudah terputus tidak lagi bisa menggumpal menjadi partikel yang cukup besar untuk memencarkan cahaya, dan perlahan diserap serta hilang melalui proses metabolisme tubuh. Karena itu, reaksinya dikenal cukup cepat, dan ada kasus di mana perubahan berupa berkurangnya efek kebiruan sudah terasa dalam hitungan hari. Ada juga yang memilih menunggu warnanya memudar dengan sendirinya seiring waktu, tapi kalau dirasa cukup mengganggu, berkonsultasi dengan dokter yang menangani untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi bisa sangat membantu.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Filler

Tear Trough Kempot dan Mata Panda, Efek Filler Mengisi Bayangan, Berapa Lama Bertahan, sampai Cara Menghindari Efek Tyndall

Bayangan gelap di bawah mata sering kali bukan cuma soal pigmen kulit, tapi karena tear trough yang kempot. Kami bahas bagaimana ligamen tear trough dan tulang orbita yang menipis membuat bayangan itu muncul, bagaimana filler asam hialuronat lembut dalam jumlah sedikit bisa meratakan bayangan tersebut, kenapa kulit tipis dan efek Tyndall serta bengkak jadi tantangan tersendiri di area ini, dan berapa lama hasilnya bertahan serta cara merawatnya. Semua dijelaskan dengan angka dari studi asli, mudah dipahami.

By Dr. Kim

Skincare

Kenapa Profhilo Bisa Membuat Seluruh Wajah Terlihat Kencang Padahal Bukan Filler Volume?

Berbeda dari filler biasa yang mengisi volume, Profhilo adalah prosedur biorevitalisasi dengan asam hialuronat konsentrasi tinggi yang menyebar luas di bawah kulit, mengikat air, dan merangsang regenerasi kolagen. Artikel ini mengulas mengapa efeknya membuat seluruh wajah kencang, bukan hanya satu area tertentu, lewat jalur penyebaran dan regenerasinya.

By Dr. Kim

Back to articles