prettytime
Filler

Mengapa Filler di Bawah Mata atau Bibir Bisa Bergeser dan Menggumpal Seiring Waktu, serta Cara Mencegahnya per Area

By Dr. Lee6 min read

Setelah menjalani suntik filler, banyak orang mengira bentuknya akan tetap sama persis seperti saat pertama kali disuntikkan. Namun, seiring waktu, filler bisa perlahan bergeser dari posisi awalnya, atau terasa menggumpal di satu sisi saat diraba. Perubahan seperti ini biasa disebut migrasi atau pergeseran filler.

Ada beberapa alasan fisik yang bekerja bersamaan sehingga filler bisa bergeser dan menggumpal. Fenomena ini muncul karena beberapa faktor yang saling tumpang tindih, mulai dari sifat produk itu sendiri, gerakan area yang disuntik, hingga perawatan setelah prosedur. Berikut penjelasan mengapa hal ini terjadi, sekaligus cara mencegahnya di setiap area wajah.

Mengapa Filler Tidak Selalu Bertahan di Tempat Semula?

Jaringan di bawah kulit wajah bukanlah dinding yang kaku dan tetap, melainkan struktur lunak yang bisa bergeser seperti meluncur di antara lapisan lemak dan fasia. Filler yang disuntikkan pun tidak tertanam seperti paku, tetapi menempati posisinya dengan konsistensi lunak yang mirip jaringan sekitarnya. Karena itu, setiap kali wajah tersenyum, mengunyah, atau berekspresi, filler ikut sedikit tertekan dan terdorong.

Selain itu, filler asam hialuronat (HA) memiliki sifat menarik air. Seperti spons yang menyerap air, filler ini menyerap cairan di sekitarnya sehingga volumenya membesar. Dalam proses ini, filler yang membesar bisa sedikit terdorong ke arah yang tekanannya lebih rendah. Jika ada arah dengan tekanan lebih rendah dibanding titik suntikan awal, filler cenderung bergeser perlahan ke arah tersebut.

Prinsip Fisik di Balik Pergeseran Filler

Seberapa mudah filler bergeser bergantung pada viskositas dan kohesivitas produknya. Produk dengan kohesivitas rendah memiliki ikatan antar partikel yang lemah, sehingga mudah menyebar ke arah tekanan seperti adonan yang basah. Sebaliknya, produk dengan kohesivitas tinggi memiliki kekuatan mempertahankan bentuk yang lebih kuat, sehingga tidak mudah terurai meski ditekan. Karena itu, untuk area yang bergerak ribuan kali sehari seperti bibir, produk dengan kohesivitas tinggi diketahui membantu mengurangi risiko pergeseran.

Kedalaman penyuntikan juga berperan penting. Jika filler disuntikkan pada lapisan dangkal tepat di bawah kulit, jaringannya lebih tipis dan langsung terpapar gerakan, sehingga peluang bergeser lebih besar. Sebaliknya, jika filler berada di lapisan dalam di bawah fasia, posisinya relatif lebih stabil dan kurang bergerak. Inilah alasan mengapa tingkat pergeseran bisa berbeda meski jumlah filler yang disuntikkan sama.

Mengapa Gumpalan Bisa Muncul Seiring Waktu?

Gumpalan muncul karena alasan yang sedikit berbeda dari pergeseran. Jika gumpalan sudah teraba sejak awal setelah prosedur, kemungkinan besar filler disuntikkan dalam jumlah besar di satu titik. Jika filler dipusatkan di satu tempat, bukan dibagi dalam jumlah kecil ke beberapa titik, area tersebut bisa menonjol dan terasa seperti butiran saat diraba.

Ada juga kasus gumpalan baru yang muncul setelah beberapa waktu berlalu. Tubuh mengenali filler sebagai benda asing, bukan zat yang aslinya ada di dalam tubuh, sehingga bereaksi dengan membentuk lapisan jaringan fibrosa tipis di sekelilingnya. Biasanya reaksi ini lemah dan tidak terlihat, tetapi dilaporkan bisa tiba-tiba menonjol dan teraba seperti gumpalan saat sistem imun tubuh sedang aktif, misalnya karena flu, perawatan gigi, atau vaksinasi lain. Infeksi atau biofilm (lapisan tipis yang terbentuk saat bakteri menempel di permukaan) juga bisa menjadi penyebab gumpalan, sehingga jika area yang menggumpal terlihat kemerahan, bengkak, atau nyeri, kemungkinan infeksi juga perlu diperiksa.

Area yang Paling Rentan Bergeser dan Menggumpal

Tingkat pergeseran filler berbeda tergantung areanya. Area bawah mata (tear trough) memiliki kulit dan jaringan yang tipis, serta terus bergerak setiap kali berkedip, sehingga pergeserannya lebih mudah terlihat dibanding area lain. Selain itu, area ini juga dipengaruhi gravitasi, sehingga seiring waktu filler bisa terlihat sedikit turun atau bergeser ke arah bawah maupun ke samping.

Bibir juga termasuk area yang sering mengalami pergeseran. Otot di sekitar mulut terus berkontraksi dan berelaksasi kuat setiap kali bicara, makan, atau berekspresi, sehingga jika menggunakan produk dengan kohesivitas rendah, filler bisa terdorong naik ke arah philtrum di atas bibir atas dan terlihat bengkak atau menggumpal. Area hidung atau garis senyum (nasolabial fold) relatif memiliki jaringan yang lebih tebal dan kurang bergerak, tetapi jika filler disuntikkan dalam jumlah besar atau terlalu dangkal, hasilnya bisa terlihat melebar ke samping.

Cara Mencegah Saat Prosedur Berlangsung

Pergeseran dan gumpalan diketahui dapat dikurangi cukup banyak melalui cara prosedurnya. Beberapa metode berikut umum digunakan bersamaan.

  • Memilih produk sesuai area: Untuk area yang banyak bergerak seperti bibir, memilih produk dengan kohesivitas tinggi, sementara area yang relatif stabil menggunakan produk yang lebih lembut, dapat mengurangi risiko pergeseran. Ini karena tingkat kohesivitas menentukan seberapa baik filler bertahan terhadap gerakan area tersebut.
  • Menjaga kedalaman suntikan yang tepat: Menyuntikkan filler secara akurat di lapisan anatomi yang stabil membuatnya kurang terpapar gerakan jaringan. Semakin dangkal suntikannya, semakin besar pengaruh gerakan permukaan kulit sehingga filler lebih mudah bergeser.
  • Menyuntikkan dalam jumlah kecil di beberapa titik: Membagi filler dalam jumlah kecil ke beberapa titik, alih-alih memusatkannya dalam jumlah besar di satu titik, akan mengurangi tekanan di setiap titik. Semakin rendah tekanannya, semakin kecil pula alasan filler terdorong ke samping.
  • Menghindari koreksi berlebihan: Menyuntikkan filler lebih banyak dari yang dibutuhkan akan meningkatkan tekanan di dalam jaringan, sehingga dorongan filler untuk bergeser ke arah tekanan yang lebih rendah juga semakin besar. Menjaga jumlah yang tepat dianggap sebagai cara paling mendasar untuk mencegah pergeseran.

Cara Mencegah Melalui Perawatan Setelah Prosedur

Perawatan setelah prosedur juga memengaruhi pergeseran dan gumpalan. Sebab, sebelum filler benar-benar menetap sempurna di dalam jaringan, filler masih sangat rentan terhadap rangsangan dari luar.

  • Menghindari panas di hari-hari awal: Pergi ke sauna atau tempat berpemanas tinggi membuat jaringan bengkak dan melunak, sehingga filler yang belum sepenuhnya menetap lebih mudah terdorong. Mandi air panas terlalu lama juga sebaiknya dihindari dulu di awal karena alasan yang sama.
  • Tidak menekan atau menggosok terlalu keras: Area yang berulang kali mendapat tekanan, seperti batang hidung yang tertekan gagang kacamata atau pipi yang tertekan saat tidur tengkurap, membuat filler bisa perlahan terdorong ke arah yang tidak tertekan.
  • Sedikit memperhatikan posisi tidur: Untuk beberapa hari pertama, cukup mengubah sementara kebiasaan tidur tengkurap atau berbaring lama di satu sisi sudah dianggap membantu. Ini karena mengurangi tekanan terus-menerus yang terpusat di salah satu sisi wajah.
  • Menunda olahraga berat beberapa hari: Olahraga berat yang membuat banyak berkeringat dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat jaringan bengkak, memberikan efek yang mirip dengan pergeseran akibat panas, sehingga disarankan untuk menurunkan intensitasnya di awal.

Bisakah Filler yang Sudah Bergeser Dikembalikan?

Filler yang sudah bergeser atau menggumpal pun ada caranya untuk dikembalikan. Namun, seberapa efektif metode ini bergantung pada jenis fillernya.

Filler asam hialuronat (HA) dapat dilarutkan dengan enzim bernama hyaluronidase. Prinsipnya, enzim ini memecah komponen HA menjadi bagian yang lebih kecil sehingga tubuh dapat menyerapnya secara alami. Jika enzim ini disuntikkan secara tepat ke bagian yang menggumpal atau bergeser, diketahui hanya bagian bermasalah itu saja yang bisa dihilangkan secara selektif.

Sebaliknya, filler dengan komponen non-HA seperti PLLA atau CaHA tidak dapat dilarutkan dengan enzim ini. Untuk jenis ini, pilihannya adalah menunggu hingga terurai secara alami di dalam tubuh, atau jika diperlukan, mempertimbangkan prosedur kecil untuk mengeluarkannya secara fisik. Karena itu, untuk area dengan risiko pergeseran atau gumpalan yang relatif tinggi, banyak yang lebih dulu mempertimbangkan filler HA karena lebih mudah dikembalikan bila diperlukan.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Alasan Skin Booster PN Lizne Bisa Dipakai Lembut di Area Mata, Mulut, dan Leher yang Tipis dan Sensitif, serta Efeknya per Sesi

Lizne adalah skin booster yang menyuntikkan langsung komponen PN dari ikan salmon ke lapisan dermis untuk membantu regenerasi kulit dan memperkuat skin barrier. Prosedur ini dikenal karena bisa diaplikasikan dengan lembut hingga area mata, mulut, dan leher yang tipis dan sensitif, sehingga fokus pada pemulihan kulit sensitif. Artikel ini merangkum bagaimana efeknya terakumulasi seiring bertambahnya sesi perawatan.

By Dr. Kim

Back to articles