prettytime
Lifting

Titanium Lifting: Mengapa Memakai Tiga Panjang Gelombang Inframerah Dekat?

By Dr. Lee7 min read

Kalau mencari perawatan untuk kekencangan wajah, nama yang paling sering muncul biasanya radiofrekuensi atau ultrasound (HIFU). Titanium Lifting sedikit berbeda. Perawatan ini menghasilkan panas dari cahaya, tepatnya inframerah dekat. Bukan cuma itu, ada tiga panjang gelombang yang dipakai bersamaan, bukan satu.

Kenapa harus mencampur tiga panjang gelombang sekaligus? Dan kenapa cara menghangatkan yang luas seperti ini dikatakan bagus untuk kekencangan kulit? Berikut penjelasannya, langkah demi langkah, dengan bahasa yang mudah dipahami.

Bagaimana inframerah dekat memanaskan kulit?

Inframerah dekat adalah cahaya yang tidak terlihat mata. Rasa hangat yang kita rasakan saat berjemur di bawah matahari, sebagian besar berasal dari inframerah ini. Panjang gelombangnya sedikit lebih panjang dari cahaya tampak, sehingga bisa masuk cukup dalam ke kulit, dan dalam proses itu menggetarkan molekul air hingga menghasilkan panas.

Di dalam kulit ada banyak sekali air. Di dermis (lapisan tempat kolagen berkumpul) maupun di lapisan lemak di bawahnya, kandungan air tersebar rapat. Ketika inframerah dekat menggetarkan molekul air ini, timbul gesekan, dan gesekan itu berubah menjadi panas. Cara kerjanya mirip seperti microwave yang menggetarkan molekul air dalam makanan sampai panas. Karena itu, inframerah dekat bisa menghasilkan panas dari dalam, bukan cuma dari permukaan.

Cara ini berbeda dari laser atau radiofrekuensi dalam hal jalur pembentukan panasnya. Radiofrekuensi memanfaatkan resistansi listrik, sementara sebagian laser menyasar target tertentu seperti pigmen atau pembuluh darah. Meski begitu, bukan berarti inframerah dekat sama sekali tidak tersentuh pigmen. Di antara ketiga panjang gelombang, dua yang lebih pendek, yaitu 755nm dan 810nm, juga cukup kuat diserap oleh melanin, tidak hanya oleh air. Faktanya, kedua panjang gelombang ini sama dengan yang dipakai laser hair removal saat menyasar pigmen. Jadi alasan sebenarnya kenapa orang berkulit gelap pun bisa menjalani perawatan ini dengan cukup aman bukan karena targetnya berbeda, melainkan karena cara penyaluran energinya yang berbeda. Alih-alih menembakkan daya tinggi sekaligus ke satu titik, alat digerakkan terus menerus dengan daya rendah dan melewati area yang sama berkali-kali, teknik yang disebut in motion. Kalau dianalogikan dengan microwave lagi, ini seperti memanaskan dengan daya rendah berkali-kali secara merata, bukan sekali putar dengan daya tinggi. Karena itu, panas tidak menumpuk di satu titik melanin pada epidermis, melainkan terkumpul perlahan dan merata di area yang luas. Panjang gelombang terpanjang di antara ketiganya, 1064nm, relatif kurang diserap melanin dan cenderung masuk lebih dalam, sehingga pada kulit yang lebih gelap, porsi panjang gelombang ini bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Mengapa satu panjang gelombang tidak cukup?

Kedalaman penetrasi cahaya ke dalam kulit berbeda-beda tergantung panjang gelombangnya. Panjang gelombang pendek sebagian besar diserap di lapisan dangkal, sedangkan panjang gelombang yang lebih panjang bisa menembus lebih dalam. Prinsipnya mirip cahaya senter yang mudah menembus kertas tipis tapi tidak bisa menembus buku tebal.

Kalau hanya memakai satu panjang gelombang, yang terjadi cuma satu lapisan tertentu yang dihangatkan secara intens. Padahal jaringan yang berperan dalam kekencangan kulit terbentang di banyak lapisan, mulai dari dermis dangkal tepat di bawah epidermis, dermis tengah yang padat kolagen, sampai dermis dalam dan batas lemak subkutan yang berfungsi sebagai penopang. Karena itulah Titanium Lifting menggabungkan tiga panjang gelombang, pendek, menengah, dan panjang. Lapisan dangkal ditangani panjang gelombang yang sesuai, lapisan dalam juga ditangani panjang gelombang yang sesuai.

Kedalaman kulit yang dicapai tiap panjang gelombang

Ketiga panjang gelombang ini membagi tugas secara berurutan. Pembagian ini dilakukan karena setiap lapisan punya kebutuhan panas dan batas toleransi panas yang berbeda.

  • Panjang gelombang terpendek hanya mencapai dermis dangkal. Karena posisinya dekat epidermis, panas yang terlalu kuat berisiko menyebabkan luka bakar, sehingga panjang gelombang ini bertugas menaikkan suhu secara lembut di lapisan dangkal.
  • Panjang gelombang menengah menembus sampai dermis tengah, tempat kolagen paling padat berkumpul. Karena lapisan inilah tempat serat kolagen, bahan utama kekencangan kulit, paling banyak berkumpul, panjang gelombang ini menjadi pusat stimulasi yang paling berpengaruh.
  • Panjang gelombang terpanjang mencapai dermis dalam sampai batas lemak subkutan di bawahnya. Kehangatan disalurkan sampai ke struktur penopang kulit, sehingga bukan hanya permukaan, tapi seluruh struktur ikut menghangat bersamaan.

Dengan ketiga panjang gelombang membagi tugas per lapisan seperti ini, area yang dihangatkan menjadi jauh lebih tebal dan merata dibanding kalau hanya memakai satu panjang gelombang. Ibaratnya bukan menghangatkan selembar kertas tipis, tapi menghangatkan setumpuk buku dari atas ke bawah secara berurutan. Inilah inti dari cara kerja ini, tidak ada satu lapisan pun yang mendapat panas berlebih sendirian, sementara seluruh lapisan naik ke suhu yang relatif sama.

Mengapa pemanasan yang luas menaikkan elastisitas secara merata?

Kolagen adalah protein yang bekerja seperti tiang penopang kulit. Seiring bertambahnya usia, tiang ini perlahan mengendur dan jumlahnya berkurang, dan inilah penyebab utama kulit kendur dan kehilangan elastisitas.

Saat suhu di dalam kulit naik sampai tingkat tertentu, ada dua reaksi yang diketahui terjadi bersamaan. Pertama, serat kolagen yang sudah ada langsung mengerut sedikit karena panas. Kedua, tubuh menganggap rangsangan panas itu seperti luka, sehingga memicu reaksi pemulihan berupa pembentukan kolagen baru. Jadi, efek pengencangan yang langsung terasa dan efek pengisian yang muncul perlahan selama empat minggu sampai tiga bulan setelah perawatan, keduanya datang bersamaan.

Reaksi ini hanya terjadi di area yang tersentuh panas. Karena itu, kalau hanya menghangatkan satu lapisan atau satu area sempit, yang membaik cuma bagian itu saja, sementara area lain tetap sama. Sebaliknya, kalau tiga panjang gelombang menghangatkan beberapa lapisan sekaligus di area yang luas, seluruh struktur penopang kulit wajah ikut terangsang secara merata. Inilah alasan kenapa hasilnya dianggap sebagai kekencangan yang meningkat secara menyeluruh dan seimbang, bukan hanya kencang di satu bagian saja.

Terutama untuk area yang cenderung kendur secara luas seperti pipi atau garis rahang, menarik satu titik saja biasanya tidak menghasilkan tampilan yang alami. Cara menghangatkan permukaan yang luas dan merata ini memperbaiki garis wajah sebagai satu alur yang menyambung, bukan terpotong-potong per bagian, dan di sinilah letak perbedaannya dari perawatan yang hanya menyasar area sempit.

Benarkah nyerinya sedikit?

Metode inframerah dekat menyalurkan panas dengan intensitas relatif rendah ke area yang luas, bukan menembakkan panas kuat ke satu titik. Bayangkan perbedaan antara air yang disemprotkan kuat dari lubang sempit dengan air yang disebar merata dari kepala shower yang lebar. Jumlah airnya bisa sama, tapi tekanan yang diterima satu titik jauh lebih ringan.

Ditambah lagi, sebagian besar alat dilengkapi fitur pendingin yang mendinginkan permukaan kulit yang bersentuhan dengan alat. Cara ini menjaga suhu permukaan kulit tetap rendah sementara suhu di dalam dinaikkan secara perlahan. Karena permukaannya tidak terasa panas, rasa nyeri pun dilaporkan relatif lebih ringan. Berkat karakteristik ini, banyak yang mengatakan perawatan ini cukup nyaman dijalani tanpa krim anestesi, dan karena bebannya kecil, perawatan ini juga dianggap cocok untuk dijalani berulang.

Dibandingkan perawatan yang melibatkan jarum atau benang, bengkak atau memar yang tersisa juga lebih sedikit. Alasannya, cara ini tidak melukai kulit secara langsung, melainkan hanya menyalurkan panas dari permukaan. Karena itu, banyak yang bisa langsung memakai makeup dan beraktivitas seperti biasa pada hari yang sama, dan hal ini pula yang membuat perawatan ini terasa tidak berat untuk diulang.

Berapa kali dijalani dan berapa lama bertahan?

Pembentukan kolagen baru membutuhkan waktu. Bukan berarti kolagen langsung terisi keesokan harinya setelah mendapat rangsangan panas, tubuh butuh waktu untuk menerima sinyal itu dan menyusun ulang seratnya secara bertahap, yang dilaporkan berlangsung selama empat minggu sampai enam bulan.

Karena itu, dibandingkan satu kali perawatan saja, biasanya disarankan menjalani tiga sampai empat kali dengan jarak tiga sampai empat minggu antar sesi. Setiap sesi menambah sinyal regenerasi kolagen yang terus terkumpul, sehingga hasilnya terakumulasi secara bertahap. Alasan yang sama juga berlaku untuk perawatan lanjutan setelahnya. Karena kolagen secara alami akan berkurang lagi seiring waktu, rangsangan perlu diulang setiap enam sampai dua belas bulan agar hasilnya tetap terjaga.

Karena polanya seperti ini, menilai hasil setelah satu kali perawatan saja kurang akurat dibanding menunggu sampai jumlah sesi yang dianjurkan selesai. Kecepatan kulit merespons rangsangan panas dan membentuk kolagen baru juga sedikit berbeda pada tiap orang, tergantung usia dan kondisi kulit awal. Karena itu tidak jarang ditemukan cerita bahwa perubahan justru terasa lebih jelas pada sesi kedua atau ketiga dibanding sesi pertama. Daripada memaksakan jarak yang terlalu rapat antar sesi, memberi waktu yang cukup bagi kulit untuk pulih dan membentuk kolagen sebelum sesi berikutnya dikatakan lebih mendukung hasil yang alami.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Efek Gelombang Mikro Onda: Berapa Sesi dan Berapa Lama Bertahan?

Onda adalah alat yang menghangatkan lapisan dalam kulit dengan gelombang mikro, jenis gelombang elektromagnetik yang sama seperti pada microwave, sehingga bekerja pada sel lemak dan kolagen secara bersamaan. Artikel ini mengupas dengan bahasa sederhana kenapa gelombang mikro bisa menembus sampai lapisan lemak, dan kenapa pengurangan lemak serta perbaikan kekencangan kulit bisa terjadi bersamaan dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Lifting

Prime Raise Focus: Efek Lifting Tiga Panjang Gelombang dan Perawatan Setelah Prosedur

Prime Raise Focus adalah laser yang memadukan tiga panjang gelombang, 810, 940, dan 1060 nanometer, dalam satu alat untuk merangsang target berbeda di dalam kulit secara bersamaan. Karena setiap panjang gelombang diserap oleh jaringan yang berbeda, artikel ini menjelaskan mengapa efek lifting, pengencangan, dan perbaikan tekstur kulit bisa muncul sekaligus dalam satu kali perawatan.

By Dr. Kim

Skincare

Perawatan kombinasi: efek, cara kerja, urutan tindakan, dan perhatian

Perawatan kombinasi menggabungkan booster, laser, dan lifting dalam satu waktu untuk menangani lapisan kulit yang berbeda secara bersamaan. Berikut penjelasan mengapa satu jenis perawatan saja tidak cukup, dan bagaimana efek ketiganya bisa saling menumpuk.

By Dr. Kim

Back to articles