Beda Freckle, Melasma, Lentigo, dan Keratosis Seboroik: Bisakah Dibedakan dengan Cermin?
By Dr. Kim6 min read

Saat bercermin dan melihat bercak cokelat di wajah, kebanyakan orang langsung menyebutnya flek begitu saja. Padahal di balik kata flek ini sebenarnya tersembunyi empat perubahan kulit yang berbeda. Freckle, melasma, lentigo surya, dan keratosis seboroik punya penyebab yang berbeda, dan usia munculnya pun tidak sama. Kalau hanya menilai dari warnanya saja lalu menganggapnya sama, arah perawatan bisa jadi keliru. Berikut penjelasan mengapa keempat flek ini muncul dan bagaimana cara membedakannya.
Mengapa keempatnya tampak mirip di cermin?
Hanya dengan bercermin, keempatnya memang sulit dibedakan secara pasti. Warnanya sama-sama cokelat dan ukurannya cenderung kecil, jadi sekilas terlihat seperti flek yang sama saja.
Tapi kalau diperhatikan lebih teliti, tekstur permukaan, batas tepi, dan lokasi munculnya sedikit berbeda. Freckle berukuran kecil dan tersebar, melasma berbentuk noda yang melebar, lentigo surya tampak jelas seperti koin, sedangkan keratosis seboroik permukaannya sering menonjol dan agak tebal.
Karena itu, di klinik kulit, pemeriksaan mata biasanya dilengkapi dengan dermoskopi (alat pembesar untuk melihat permukaan kulit lebih detail) guna memastikan pigmen berada di lapisan kulit yang mana, dan apakah permukaannya rata atau menonjol. Diagnosis yang akurat memang membutuhkan pemeriksaan seperti ini, tapi mengenali beberapa ciri dasar saja sudah cukup membantu untuk menebak sendiri jenis flek yang muncul.
Mengapa freckle muncul?
Pada freckle, jumlah melanosit (sel penghasil pigmen kulit) sebenarnya normal, tapi setiap selnya bereaksi jauh lebih sensitif terhadap sinar UV. Ketika terkena sinar matahari, sel-sel ini memproduksi pigmen lebih banyak dari biasanya sehingga muncul sebagai bintik cokelat kecil.
Faktor keturunan cukup besar pengaruhnya, jadi kalau orang tua atau saudara punya freckle, kemungkinan munculnya juga lebih tinggi. Freckle lebih sering ditemukan pada orang dengan kulit cerah kemerahan, karena jenis kulit ini memang punya lapisan pelindung melanin yang lebih tipis sehingga lebih mudah bereaksi terhadap sinar UV.
Freckle biasanya sudah muncul sejak usia anak-anak, tersebar kecil-kecil di area yang sering terkena matahari seperti hidung dan pipi. Warnanya juga sangat dipengaruhi musim, menjadi lebih gelap saat musim panas dan memudar saat musim dingin. Perubahan ini terjadi karena produksi melanin naik turun mengikuti jumlah paparan sinar UV.
Apa hubungan melasma dengan hormon?
Berbeda dari freckle, melasma tidak hanya dipengaruhi sinar UV, tapi juga sangat terkait dengan perubahan hormon wanita. Karena itu, melasma sering muncul atau bertambah gelap pada masa-masa hormon berubah, seperti saat hamil, mengonsumsi pil KB, atau menjelang dan sesudah menopause.
Estrogen dan progesteron diketahui merangsang melanosit sehingga produksi pigmen menjadi berlebihan. Ditambah paparan sinar UV, produksi pigmen semakin meningkat dan warnanya pun makin gelap.
Ciri khas melasma adalah munculnya secara simetris di wajah, seperti di kedua pipi, dahi, batang hidung, dan area di atas bibir atas. Bentuknya lebih sering berupa noda melebar dengan batas yang kabur, menyerupai lapisan yang menyatu, bukan bintik-bintik kecil seperti freckle. Setelah muncul, melasma cenderung bertahan lama, kadang menggelap dan kadang memudar tergantung sinar UV, panas, dan stres.
Apa bedanya lentigo dengan melasma?
Lentigo surya (solar lentigo, bercak cokelat akibat sinar UV) sering tertukar dengan melasma, padahal cara munculnya berbeda. Kalau melasma terbentuk karena hormon dan sinar UV bekerja bersamaan, lentigo surya lebih disebabkan oleh akumulasi paparan sinar UV dalam jangka panjang.
Lentigo surya terbentuk saat melanosit yang terus-menerus terstimulasi sinar UV memusatkan produksi pigmen di satu titik. Karena itu, lentigo surya tidak melebar seperti melasma, melainkan menetap di satu tempat dengan batas yang jelas, berbentuk bulat seperti koin atau bercak.
Waktu munculnya pun berbeda. Lentigo surya mulai muncul setelah usia 30-an, terutama setelah 40 tahun, satu-dua bercak di punggung tangan, pipi, atau dahi yang lama terpapar matahari, dan jumlahnya bertambah seiring usia. Berbeda dari melasma, lentigo surya tidak memudar mengikuti musim atau hormon. Begitu muncul, warnanya cenderung tetap dan tidak banyak berubah.
Keratosis seboroik berasal dari pertambahan sel, bukan pigmen
Keratosis seboroik (tumor jinak yang muncul akibat sel permukaan kulit yang tumbuh berlebihan) pada dasarnya berbeda dari tiga jenis flek sebelumnya. Penyebabnya bukan peningkatan produksi pigmen, melainkan proliferasi sel keratin di permukaan kulit yang tidak normal.
Karena sel yang bertambah membuat keratin dan pigmen menumpuk di permukaan, bentuknya tidak rata seperti bercak biasa, melainkan sedikit menonjol dan menebal. Itu sebabnya saat disentuh sering terasa kasar atau bertekstur seperti kutil.
Faktor penuaan dan keturunan berperan besar, dan paparan sinar UV juga diketahui cukup berpengaruh. Keratosis seboroik biasanya mulai muncul satu-dua sejak usia 40-an, lalu jumlah dan ukurannya bertambah seiring bertambahnya usia. Bedanya dengan tiga jenis flek lain, keratosis seboroik juga sering muncul di area yang tertutup pakaian, seperti badan dan leher, bukan hanya di wajah.
Empat patokan untuk membedakan sendiri
Untuk membedakan keempat jenis flek ini sendiri, beberapa poin berikut bisa membantu.
- Tekstur permukaan: Freckle, melasma, dan lentigo surya umumnya rata, karena pigmennya menumpuk di bawah permukaan kulit, bukan di atasnya. Sementara itu, keratosis seboroik sedikit menonjol dan terasa tebal saat disentuh.
- Batas tepi: Freckle dan lentigo surya punya batas yang relatif jelas karena pigmennya terpusat di satu titik. Melasma cenderung berbatas kabur dan melebar karena pigmennya menyebar di area yang luas.
- Simetri: Melasma sering muncul simetris di kedua pipi atau dahi, karena hormon bekerja merata di seluruh wajah. Sebaliknya, freckle dan lentigo surya lebih sering muncul lebih banyak di sisi yang lebih sering terkena sinar UV, sehingga sering tampak tidak simetris.
- Perubahan musiman: Freckle menggelap saat musim panas dan memudar saat musim dingin. Melasma juga cenderung menggelap saat sinar UV kuat. Lentigo surya dan keratosis seboroik relatif tetap sepanjang musim begitu sudah muncul.
Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria ini bersamaan, kita bisa memperkirakan sendiri sampai batas tertentu. Namun, diagnosis yang akurat tetap lebih aman dipastikan melalui pemeriksaan dokter kulit.
Cara merawat tiap jenis flek
Karena penyebabnya berbeda, arah perawatan untuk keempatnya juga sedikit berbeda.
Karena freckle dan lentigo surya utamanya disebabkan oleh sinar UV, perlindungan dari sinar UV menjadi perawatan paling dasar. Menggunakan tabir surya secara rutin setiap hari saja diketahui dapat mengurangi kemunculan flek baru sampai batas tertentu.
Untuk melasma, selain perlindungan dari sinar UV, penting juga menyadari bahwa kulit bisa lebih sensitif saat masa hormon berubah, misalnya saat hamil atau mengonsumsi pil KB. Gesekan dan iritasi juga bisa membuat melasma makin gelap, jadi sebaiknya hindari kebiasaan menggosok kulit terlalu keras.
Keratosis seboroik lebih berkaitan dengan proliferasi sel permukaan kulit daripada pigmen, sehingga perawatan yang dibutuhkan sering kali lebih ke arah menangani permukaan kulit itu sendiri, bukan sekadar mencerahkan. Perlindungan sinar UV memang bisa membantu memperlambat kemunculan yang baru, tapi tidak bisa memudarkan keratosis seboroik yang sudah ada.
Jenis flek apa pun, kalau ukurannya tiba-tiba membesar dengan cepat, warnanya jadi tidak rata dan belang-belang, atau tepinya bergerigi tidak beraturan, bisa jadi itu bukan sekadar flek biasa, sehingga lebih aman memeriksakannya ke dokter kulit. Mencoba membedakan sendiri memang bagus, tapi pada akhirnya, memberi nama yang tepat dan memilih perawatan yang sesuai dimulai dari pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis.
References
Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Freckles dan Melasma: Beda dan Perbedaan Penanganan Lasernya
Sekilas keduanya sama-sama bercak cokelat sehingga freckles dan melasma sering tertukar, padahal posisi pigmen di dalam kulit dan penyebab munculnya benar-benar berbeda. Perbedaan itulah yang menentukan kenapa satu jenis cukup dengan laser kuat sementara yang lain harus lewat toning ringan berkali-kali, dan kenapa salah satunya jauh lebih gampang kambuh.
By Dr. Lee

Bercak cokelat susu: penyebab kambuh setelah laser, jumlah sesi, dan ekspektasi
Bercak cokelat muda seperti kopi susu ini muncul karena sel penghasil pigmen di area tersebut bekerja terlalu aktif secara lokal. Laser hanya menghancurkan pigmen yang sudah menumpuk, bukan menghentikan aktivitas selnya, sehingga bercak sering muncul kembali. Artikel ini membahas prinsipnya, alasan hasil berbeda pada tiap orang, dan ekspektasi realistis dari perawatan.
By Dr. Kim

Beda Whitehead dan Blackhead: Penyebab dan Cara Merawatnya
Whitehead dan blackhead sama-sama berawal dari sumbatan pori yang sama, tapi warnanya berbeda tergantung apakah sudah terpapar udara atau belum. Berikut penjelasan mengapa reaksi oksidasi membuat warnanya menghitam, serta bagaimana perbedaan ini memengaruhi cara perawatannya.
By Dr. Kim