prettytime
Pigment

Bercak Cafe au Lait Bisa Dihilangkan dengan Laser? Cara Membedakan Pigmen Warna Kopi Susu dan Alasan Sering Kambuh

By Dr. Kim9 min read

Kalau ada bercak cokelat muda seperti kopi yang dicampur susu, dengan batas yang cukup jelas, muncul di satu sisi pipi atau lengan, bisa jadi itu bukan melasma atau tahi lalat, melainkan bercak cafe au lait. Istilah cafe au lait sendiri berasal dari bahasa Prancis yang artinya kopi susu, dan warnanya memang persis seperti itu, makanya orang sering menyebutnya bercak warna kopi susu. Sesuai namanya, bercak pigmen ini berwarna cokelat muda seperti kopi susu, dan kebanyakan sudah ada sejak lahir atau muncul saat masih sangat kecil.

Bercak cafe au lait terbentuk karena pigmen menumpuk di lapisan epidermis, yaitu lapisan kulit paling luar, sehingga sekilas terlihat seperti flek biasa. Tapi respons terhadap laser ternyata sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain, dan bercak ini juga cenderung mudah muncul kembali setelah diobati, jadi penanganannya tidak sesederhana kelihatannya. Selain itu, kalau bercaknya banyak, itu bisa jadi tanda ada kondisi lain di dalam tubuh yang perlu diperiksa lebih dulu sebelum memikirkan soal penampilan.

Karena itu, artikel ini akan membahas apa sebenarnya bercak cafe au lait, bagaimana cara membedakannya dari tahi lalat atau melasma, seberapa besar hasil yang bisa dicapai dengan laser, dan bagaimana cara merawatnya supaya tidak mudah kambuh.

Apa Sebenarnya Bercak Cafe au Lait Itu?

Bercak cafe au lait terbentuk ketika melanin, zat pembentuk pigmen, menumpuk lebih banyak dari biasanya di epidermis, lapisan kulit paling atas. Karena pigmennya tersebar merata dekat permukaan kulit, warnanya tampak cokelat muda dan rata, persis seperti kopi yang dicampur susu. Batasnya juga relatif jelas, sementara permukaannya rata seperti kulit di sekitarnya, sehingga hampir tidak terasa saat diraba.

CiriBercak Cafe au Lait
WarnaCokelat muda warna kopi susu
BatasJelas
PermukaanRata dan merata
Muncul sejakLahir atau usia balita
Perubahan musimanHampir tidak ada

Waktu munculnya juga punya ciri khas. Kebanyakan sudah ada sejak lahir atau muncul saat bayi, lalu ukurannya perlahan membesar seiring tubuh anak bertumbuh. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter sampai sebesar telapak tangan, dan bisa muncul di mana saja, mulai dari lengan, badan, hingga bokong.

Bercak ini sering tertukar dengan freckle atau bintik matahari, padahal sifatnya berbeda. Freckle biasanya menggelap saat terkena sinar matahari di musim panas, lalu memudar saat musim dingin, sementara bercak cafe au lait warnanya relatif stabil sepanjang tahun. Karena pigmennya berada di epidermis yang dangkal, cahaya laser memang mudah menjangkaunya, tapi itu juga berarti bercak ini lebih peka terhadap rangsangan sinar UV, yang jadi salah satu alasan kenapa mudah kambuh.

Apa Bedanya dengan Tahi Lalat, Melasma, dan Nevus Ota?

Karena sama-sama berwarna cokelat, bercak cafe au lait sering disalahartikan sebagai tahi lalat, melasma, atau nevus Ota. Padahal warna, bentuk, waktu munculnya, dan kedalaman pigmennya berbeda-beda, jadi sebenarnya bisa dibedakan. Mengetahui jenis pigmen dengan tepat penting supaya arah perawatannya juga sesuai.

JenisWarnaPermukaanMulai MunculKedalaman
Cafe au laitCokelat mudaRata dan merataLahir atau balitaEpidermis
Tahi lalatCokelat tua kehitamanMenonjolBervariasiEpidermis dan dermis
MelasmaCokelat pucatRataUsia 30 tahun ke atasEpidermis dan dermis
Nevus OtaAbu kebiruanRataLahir atau saat pubertasDermis

Tahi lalat biasanya sedikit menonjol dan warnanya lebih pekat, sehingga cukup mudah dibedakan dari bercak cafe au lait yang rata dan warnanya lebih muda. Melasma umumnya muncul setelah usia 30-an di area pipi atau dahi, berupa bercak samar yang cenderung simetris di kedua sisi wajah. Nevus Ota terletak lebih dalam di dermis sehingga tampak abu kebiruan, dan biasanya muncul di satu sisi area mata dan pipi. Karena warna dan kedalamannya berbeda, dokter yang berpengalaman umumnya bisa membedakan keempatnya dengan mudah.

Yang agak sulit adalah bercak cafe au lait yang sangat pucat dengan melasma tahap awal, karena warnanya bisa mirip kalau hanya dilihat sekilas. Untuk kasus seperti ini, biasanya diperiksa apakah pigmennya dangkal atau dalam, dan sudah muncul sejak kapan. Menebak sendiri jenis pigmen lalu langsung melakukan laser bisa berisiko salah arah, jadi lebih aman untuk memastikan diagnosisnya lebih dulu.

Kalau Bercaknya Banyak, Kenapa Perlu Diperiksa ke Dokter Dulu?

Kalau bercak cafe au lait hanya satu atau dua, umumnya cukup dianggap sebagai masalah kosmetik biasa. Tapi kalau jumlahnya bertambah banyak, situasinya jadi berbeda. Terutama kalau ada 6 bercak atau lebih dengan ukuran di atas ambang tertentu, itu bisa jadi tanda neurofibromatosis tipe 1, sebuah kelainan genetik, sehingga perlu diperiksa.

Ambang batasnya berbeda menurut usia. Pada anak sebelum pubertas, kriterianya adalah 6 bercak atau lebih dengan diameter lebih dari 5 mm, sedangkan setelah pubertas, kriterianya 6 bercak atau lebih dengan diameter lebih dari 15 mm. Tapi ini hanya salah satu dari beberapa kriteria diagnosis, jadi tidak otomatis berarti seseorang pasti mengidap kondisi ini; kriteria ini harus dilihat bersama tanda-tanda lain juga.

Yang DiperiksaTanda Neurofibromatosis
Jumlah6 atau lebih
Ukuran sebelum pubertasDiameter lebih dari 5 mm
Ukuran setelah pubertasDiameter lebih dari 15 mm
Tanda penyertaBintik seperti freckle di ketiak
AnjuranKonsultasi genetik ke dokter kulit

Neurofibromatosis mungkin terdengar asing, tapi ini adalah kelainan genetik yang ditandai dengan munculnya bercak cafe au lait bersamaan dengan benjolan lunak di kulit. Kebanyakan bisa didiagnosis sejak usia sekitar 6 tahun, dan kemungkinannya makin tinggi kalau jumlah bercaknya banyak serta bentuknya khas.

Jadi kalau ada banyak bercak, atau anak punya bercak dalam jumlah cukup banyak, lebih baik periksa dulu ke dokter untuk mengecek jumlah, ukuran, dan gejala lain, sebelum langsung memikirkan opsi laser. Kalau ada satu bercak besar dengan batas yang tidak beraturan, dokter juga akan memeriksa kemungkinan penyebab lain seperti sindrom McCune-Albright. Kebanyakan kasus memang bukan masalah serius, tapi memastikannya lebih dulu bisa membuat Anda lebih tenang.

Ini data gabungan dari berbagai studi besar tentang seberapa pudar bercak cafe au lait setelah beberapa kali sesi laser. Sebanyak 75% orang mengalami pemudaran lebih dari separuh, tapi yang pigmennya berkurang lebih dari tiga perempat hanya 43%. Artinya, memudar setengah cukup realistis diharapkan, tapi menghilangkannya sampai hampir tidak terlihat hasilnya berbeda-beda pada tiap orang.
Ini data gabungan dari berbagai studi besar tentang seberapa pudar bercak cafe au lait setelah beberapa kali sesi laser. Sebanyak 75% orang mengalami pemudaran lebih dari separuh, tapi yang pigmennya berkurang lebih dari tiga perempat hanya 43%. Artinya, memudar setengah cukup realistis diharapkan, tapi menghilangkannya sampai hampir tidak terlihat hasilnya berbeda-beda pada tiap orang.

Seberapa Pudar Hasilnya dengan Laser?

Karena pigmen bercak cafe au lait berada di epidermis, cahaya laser memang mudah menjangkaunya. Prinsipnya disebut selective photothermolysis, atau fototermolisis selektif. Melanin menyerap panjang gelombang cahaya tertentu secara selektif, jadi kalau cahaya itu ditembakkan dalam durasi singkat dan intensitas tinggi, hanya butiran pigmennya yang pecah seketika sementara kulit di sekitarnya tidak banyak terpengaruh.

Alat dengan bukti paling kuat adalah Q-switched Nd:YAG 1064 nm. Dengan panjang gelombang ini, sekitar separuh pasien mengalami pemudaran lebih dari 75%, dan efek samping seperti hiperpigmentasi juga relatif rendah. Untuk pigmen yang lebih dangkal di permukaan, panjang gelombang 532 nm cukup efektif, dan laser picosecond yang menembak lebih singkat lagi juga jadi pilihan. Meski pigmennya sama, panjang gelombang yang cocok bisa sedikit berbeda tergantung seberapa dalam dan luas sebarannya.

Tapi ada hal yang perlu disampaikan dengan jujur. Responsnya sangat bervariasi antar individu. Kalau dilihat dari gabungan studi besar, 75% orang mengalami pemudaran lebih dari separuh, tapi yang hasilnya hampir tidak terlihat lagi kurang dari separuh. Selain itu, bercak dengan batas tidak rata cenderung lebih mudah memudar dibanding bercak dengan batas halus, jadi hasilnya juga tergantung bentuk bercak masing-masing orang. Karena itu, lebih realistis untuk menganggapnya sebagai proses bertahap yang dilakukan beberapa kali, bukan langsung hilang dalam satu sesi.

Alat laser pewarna Q-switched Nd:YAG yang digunakan untuk mengobati pigmen bercak cafe au lait

Apa yang Perlu Dicek Sebelum Laser dan Bagaimana Menetapkan Ekspektasi?

Sebelum tindakan, ada beberapa hal yang perlu dipastikan. Kalau bercaknya banyak, seperti dijelaskan sebelumnya, sebaiknya dilakukan skrining kondisi genetik terlebih dahulu. Laser untuk tujuan estetika baru dipikirkan setelah itu.

Menguji respons kulit terlebih dahulu juga penting. Bercak cafe au lait sulit diprediksi bagaimana reaksinya terhadap laser, dan dalam kasus yang jarang, warnanya justru bisa menjadi lebih gelap. Karena itu, daripada langsung menembak seluruh area, lebih aman untuk mencoba di area kecil dulu, menunggu beberapa minggu untuk melihat hasilnya, baru melanjutkan ke area yang lebih luas.

Sebaiknya ekspektasi ditetapkan secara realistis. Daripada berharap bercaknya hilang total dalam satu atau dua kali sesi, sebaiknya disadari bahwa hasilnya akan memudar bertahap lewat beberapa kali sesi dengan jarak beberapa minggu hingga beberapa bulan. Dan untuk pemilik kulit lebih gelap, risiko hiperpigmentasi setelah tindakan lebih tinggi, jadi intensitas laser sebaiknya diatur konservatif dan perlindungan dari sinar UV harus diperhatikan dengan ketat.

Selama beberapa hari setelah tindakan, area yang dirawat bisa sedikit kemerahan atau membentuk keropeng tipis, seperti bekas kulit yang sempat membeku. Keropeng ini jangan dikelupas paksa karena bisa menyebabkan hiperpigmentasi, lebih baik dibiarkan lepas sendiri sambil tetap menjaga kelembapan kulit. Pada akhirnya, laser untuk bercak cafe au lait lebih tepat dipandang sebagai perawatan bertahap untuk memudarkannya secara aman, bukan tindakan yang langsung menghilangkannya sepenuhnya.

Tingkat kekambuhan pigmen setelah sempat memudar ternyata sangat berbeda tergantung jenis alatnya. Nd:YAG 1064 nm yang banyak dipakai sekarang punya tingkat kekambuhan rendah, hanya 1,4%, sementara laser ruby yang lebih tua bisa mencapai 60%. Kalau digabung semua alat, rata-ratanya sekitar 13%, jadi pilihan alat dan cara pengerjaannya sangat menentukan seberapa besar kemungkinan kambuh.
Tingkat kekambuhan pigmen setelah sempat memudar ternyata sangat berbeda tergantung jenis alatnya. Nd:YAG 1064 nm yang banyak dipakai sekarang punya tingkat kekambuhan rendah, hanya 1,4%, sementara laser ruby yang lebih tua bisa mencapai 60%. Kalau digabung semua alat, rata-ratanya sekitar 13%, jadi pilihan alat dan cara pengerjaannya sangat menentukan seberapa besar kemungkinan kambuh.

Kenapa Sering Kambuh dan Bagaimana Merawatnya?

Bagian yang paling perlu disampaikan dengan jujur soal bercak cafe au lait adalah kekambuhannya. Meski pigmen sudah dipecah dengan laser sampai memudar, tidak jarang warnanya muncul kembali seiring waktu. Bahkan ada laporan kasus di mana bercak sudah hampir hilang total, lalu beberapa bulan kemudian warnanya menggelap lagi.

Penyebabnya ada pada sel yang membentuk pigmen itu sendiri. Sel melanosit yang tersisa di epidermis akan kembali memproduksi pigmen kalau terstimulasi, dan sinar UV menjadi salah satu pemicu utamanya. Karena itu, hanya menghancurkan pigmen saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah sepenuhnya.

Tingkat kekambuhan sangat bergantung pada jenis alat yang digunakan. Q-switched Nd:YAG yang banyak dipakai sekarang punya tingkat kekambuhan relatif rendah, sementara laser ruby yang lebih lama bisa mencapai lebih dari separuh kasus. Karena itu, pemilihan alat dan pengaturan intensitas jadi hal yang penting.

Kunci utama perawatannya adalah perlindungan dari sinar UV. Mengoleskan tabir surya secara rutin dan cukup setiap hari, lalu mengulanginya di siang hari, akan memperlambat kemunculan kembali pigmen. Kalau warnanya mulai muncul lagi, cukup dirapikan dengan sesi tambahan ringan saat pergantian musim. Bercak cafe au lait memang bukan pigmen yang bisa hilang total dalam sekali tindakan, tapi kalau didiagnosis dengan tepat dan dirawat secara konsisten agar tetap samar, hasilnya bisa membuat Anda lebih tenang.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Bercak Cafe au Lait Warna Kopi Susu, Kenapa Sering Muncul Lagi Meski Sudah Dilaser?

Bercak cokelat muda seperti kopi campur susu ini muncul karena sel penghasil pigmen di area tersebut memang terlalu aktif secara lokal. Laser hanya menghancurkan pigmen yang sudah menumpuk, bukan menghentikan aktivitas selnya, makanya sering kambuh. Artikel ini membahas mekanismenya, alasan hasil berbeda pada tiap orang, sampai ekspektasi realistis dari perawatannya.

By Dr. Kim

Pigment

Freckles dan Melasma Terlihat Mirip, Kenapa Cara Mengatasinya Justru Berlawanan?

Sekilas keduanya sama-sama bercak cokelat sehingga freckles dan melasma sering tertukar, padahal posisi pigmen di dalam kulit dan penyebab munculnya benar-benar berbeda. Perbedaan itulah yang menentukan kenapa satu jenis cukup dengan laser kuat sementara yang lain harus lewat toning ringan berkali-kali, dan kenapa salah satunya jauh lebih gampang kambuh.

By Dr. Lee

Skincare

Kenapa Bintik Merah Cherry Angioma Muncul, dan Pilih Laser Vaskular atau Elektrokauter agar Hilang Tanpa Bekas?

Apa sebenarnya bintik merah cerah yang muncul di dada atau punggung, cherry angioma ini, kenapa jumlahnya bertambah seiring usia, bagaimana membedakannya dari tahi lalat, kutil, atau purpura, lalu antara laser vaskular seperti pulsed dye, KTP, dan long pulse Nd:YAG dengan elektrokauter, mana yang paling tepat untuk menghilangkannya serta cara mengurangi risiko bekas luka dan hiperpigmentasi, sampai kapan harus periksa ke dokter, semuanya dirangkum dengan mudah lewat data penelitian nyata.

By Dr. Kim

Back to articles