prettytime
Skincare

Kenapa Bintik Merah Cherry Angioma Muncul, dan Pilih Laser Vaskular atau Elektrokauter agar Hilang Tanpa Bekas?

By Dr. Kim9 min read

Di leher, dada, atau lengan, kadang muncul bintik merah cerah sebesar biji beras satu demi satu. Bintik merah menyala yang timbul ini biasanya tidak terasa sakit atau gatal, jadi banyak orang membiarkannya begitu saja. Tapi kalau jumlahnya bertambah atau terus tergesek pakaian sehingga mengganggu, wajar saja jadi penasaran sebenarnya ini apa. Bintik merah seperti ini seringkali adalah cherry angioma.

Cherry angioma juga disebut senile angioma, yaitu lesi vaskular jinak yang terbentuk karena pembuluh kapiler kecil di dalam kulit menggumpal menjadi satu titik. Untungnya kondisi ini tidak berbahaya bagi kesehatan, dan umumnya bisa dihilangkan dengan rapi memakai laser yang menyasar pembuluh darah. Hanya saja, bintik ini mudah tertukar dengan tahi lalat, kutil, atau purpura, dan dalam kasus yang sangat jarang, lesi berbahaya juga bisa tampak mirip bintik merah biasa, jadi lebih baik memahami dasarnya dulu sebelum bertindak. Karena itu, artikel ini merangkum satu per satu lewat penelitian nyata, apa itu cherry angioma dan kenapa muncul, apa bedanya dengan kondisi lain, laser apa yang bisa menghilangkannya dan bagaimana perawatannya, serta kapan harus periksa ke dokter.

Struktur cherry angioma, pembuluh kapiler di bawah epidermis menggumpal di satu titik dan menonjol seperti kubah kecil berwarna merah cerah

Bintik Merah, Sebenarnya Apa Itu Cherry Angioma?

Cherry angioma adalah lesi jinak yang terbentuk karena pembuluh kapiler di dalam kulit menggumpal di satu titik lalu menonjol keluar. Sesuai namanya, warnanya merah cerah seperti ceri matang, dengan permukaan mengilap dan menonjol berbentuk kubah kecil. Ukurannya biasanya kecil, sekitar 1 sampai 5mm, dan pada umumnya tidak terasa sakit maupun gatal. Namun karena isinya adalah kumpulan pembuluh darah, kalau digaruk kuku atau tergesek pakaian dengan keras, bisa saja berdarah. Bintik merah ini juga dikenal sebagai lesi vaskular yang paling sering ditemukan pada orang dewasa, dan biasanya mulai muncul satu demi satu setelah usia 30-an.

Yang membentuk lesi ini bukan pigmen, melainkan pembuluh darah. Jadi warnanya sudah berbeda sejak awal dari tahi lalat cokelat atau hitam. Tahi lalat terbentuk dari kumpulan pigmen bernama melanin, sedangkan cherry angioma berwarna merah cerah karena darah yang terlihat dari dalam gumpalan pembuluh darahnya. Satu hal yang melegakan, kondisi ini bersifat jinak. Sekalipun dibiarkan lama di tubuh, tidak akan berubah menjadi kanker dan tidak mengganggu kesehatan.

Karena itu, cherry angioma bukan penyakit yang wajib dihilangkan, melainkan lebih soal seberapa rapi bisa diatasi kalau dirasa mengganggu penampilan. Hanya saja, tampilannya kadang mirip dengan lesi merah lain, jadi langkah pertama yang tepat adalah memastikan dulu ini sebenarnya apa.

Grafik ini menunjukkan persentase orang yang memiliki setidaknya satu cherry angioma menurut kelompok usia. Pada usia 20-an sekitar 22%, tapi angkanya naik jelas seiring usia bertambah, hingga lebih dari 70% pada usia 70 tahun ke atas. Bisa dilihat sebagai perubahan yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia
Grafik ini menunjukkan persentase orang yang memiliki setidaknya satu cherry angioma menurut kelompok usia. Pada usia 20-an sekitar 22%, tapi angkanya naik jelas seiring usia bertambah, hingga lebih dari 70% pada usia 70 tahun ke atas. Bisa dilihat sebagai perubahan yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia

Seberapa Umum, dan Kenapa Bertambah Seiring Usia?

Cherry angioma sebenarnya lesi yang sangat umum. Dalam sebuah survei populasi, lebih dari separuh orang dewasa di atas 20 tahun, tepatnya 54%, memiliki setidaknya satu bintik merah seperti ini. Persentasenya pun naik jelas seiring bertambahnya usia. Pada usia 20-an sekitar 22%, tapi setelah usia 70 tahun, angkanya jauh melampaui 70%.

Jumlahnya pun ikut bertambah seiring usia. Dalam survei yang sama, ditemukan kecenderungan jumlah bintik merah bertambah sekitar 48% setiap kenaikan usia sepuluh tahun. Jadi yang tadinya cuma satu dua bintik saat muda, sering kali berkembang menjadi banyak di punggung dan dada begitu memasuki usia paruh baya. Bahkan setelah usia 70 tahun, kebanyakan orang sudah memiliki beberapa bintik merah dengan ukuran beragam.

Penyebab pastinya memang belum sepenuhnya terungkap. Tapi yang jelas, kondisi ini bertambah secara alami seiring penuaan, dan belakangan ditemukan mutasi pada gen GNAQ dan GNA11, yaitu gen yang berperan dalam pertumbuhan pembuluh darah, pada sebagian lesi. Sederhananya, bisa dibayangkan seperti sakelar pembentuk pembuluh darah yang menyala secara lokal, sehingga pembuluh kapiler menggumpal kecil di satu titik. Jadi munculnya bintik merah satu demi satu ini bisa dianggap sebagai perubahan umum yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia.

Bagaimana Membedakannya dari Tahi Lalat, Kutil, atau Purpura?

Banyak orang bingung membedakan bintik merah dengan tahi lalat yang menonjol. Warna dan sifatnya berbeda-beda, jadi metode penghilangan yang tepat baru bisa ditentukan setelah dipastikan ini sebenarnya apa.

Petunjuk terbesar ada pada warna dan bentuknya. Cherry angioma berwarna merah cerah, menonjol berbentuk kubah, dan tidak hilang dalam beberapa hari, melainkan bertahan lama di tempatnya. Sebaliknya, tahi lalat berwarna cokelat atau hitam karena mengandung pigmen melanin, sedangkan kutil timbul akibat infeksi human papillomavirus atau HPV, permukaannya kasar tidak rata, dan bisa menyebar ke area sekitar kalau digaruk.

Membedakannya dari purpura sedikit lebih rumit. Purpura terjadi karena pembuluh darah pecah dan darah merembes ke bawah kulit, sehingga menyebar sebagai bercak merah rata seperti memar. Bedanya, purpura berubah warna dari merah menjadi ungu lalu kuning seiring waktu, dan biasanya hilang sendiri dalam 1 sampai 2 minggu. Sementara itu, cherry angioma tidak berubah warna maupun hilang sendiri, tetap menonjol di tempatnya. Jadi kalau ditekan tidak hilang dan tetap ada dalam bentuk kubah merah cerah dalam waktu lama, kemungkinan besar itu cherry angioma. Kalau dari penampakan saja masih meragukan, dokter bisa memeriksanya dengan pembesaran atau bila perlu lewat biopsi jaringan.

KategoriCherry AngiomaTahi LalatKutilPurpura
WarnaMerah cerahCokelat hitamWarna kulit cokelatMerah lalu berubah
BentukKubah menonjolRata atau menonjolKasar tidak rataBercak rata
PenyebabGumpalan kapilerPigmen melaninInfeksi HPVPerdarahan pembuluh
PerjalananBertahan lamaBertahan lamaMenyebar ke sekitarHilang 1-2 minggu

Grafik ini menunjukkan median jumlah bintik merah menurut lokasi tubuh pada pria. Bagian depan tubuh seperti dada dan perut punya rata-rata paling banyak, 8 titik, disusul punggung dengan 5 titik, sementara lengan dan kaki hanya sekitar 1 titik. Artinya bintik merah cenderung berkumpul di badan yang biasanya tertutup pakaian
Grafik ini menunjukkan median jumlah bintik merah menurut lokasi tubuh pada pria. Bagian depan tubuh seperti dada dan perut punya rata-rata paling banyak, 8 titik, disusul punggung dengan 5 titik, sementara lengan dan kaki hanya sekitar 1 titik. Artinya bintik merah cenderung berkumpul di badan yang biasanya tertutup pakaian

Di Bagian Tubuh Mana Bintik Merah Sering Muncul, dan Kenapa Bertambah?

Cherry angioma bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tapi ada lokasi yang lebih sering ditempati. Di antaranya, badan adalah tempat paling banyak berkumpul. Dalam sebuah survei pada pria, median jumlahnya 8 titik di bagian depan badan seperti dada dan perut, 5 titik di punggung, sementara lengan dan kaki jauh lebih sedikit, masing-masing sekitar 1 titik. Di wajah dan leher, kondisi ini nyaris tidak pernah muncul. Karena itu, banyak orang baru sadar ada beberapa bintik merah di punggung atau dada pada suatu hari, padahal sebelumnya tersembunyi di balik pakaian. Terlebih lagi, karena badan tidak mudah terlihat sehari-hari, tidak jarang jumlahnya sudah bertambah cukup banyak sebelum akhirnya disadari.

Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan bertambahnya jumlah bintik merah ini. Seperti yang sudah dibahas, usia adalah faktor terbesar, dan jumlahnya juga bisa bertambah saat kehamilan atau ada perubahan hormon. Selain itu, pemakaian obat penekan sistem imun atau perubahan besar pada kondisi tubuh juga dilaporkan bisa memicu munculnya beberapa bintik merah sekaligus.

Meski begitu, tidak perlu khawatir berlebihan hanya karena jumlah bintik merahnya banyak. Sebagian besar memang perubahan umum yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia. Hanya saja, kalau tiba-tiba muncul banyak sekaligus dalam waktu singkat, bukan berarti itu sendiri berbahaya, tapi bisa dijadikan momen untuk memeriksa apakah ada perubahan lain pada tubuh.

Perangkat laser vaskular yang menyasar khusus pembuluh darah lewat panjang gelombang yang diserap hemoglobin

Bagaimana Cara Menghilangkannya, dan Bagaimana Mengurangi Risiko Bekas Luka serta Hiperpigmentasi?

Karena cherry angioma adalah gumpalan pembuluh darah, laser yang secara khusus menyasar pembuluh darah menjadi metode utama. Prinsipnya disebut selective photothermolysis. Hemoglobin dalam darah menyerap panjang gelombang cahaya tertentu dengan baik, sehingga saat cahaya ini ditembakkan, hanya pembuluh darah yang memanas sesaat dan menutup, sementara kulit di sekitarnya tidak banyak terluka.

Yang paling umum digunakan adalah pulsed dye laser, KTP 532nm, dan long pulse Nd:YAG. Pulsed dye dan KTP bekerja baik pada pembuluh darah merah yang dangkal, sehingga bisa menghilangkan bintik merah kecil dengan lembut. Long pulse Nd:YAG punya panjang gelombang lebih panjang sehingga menembus lebih dalam, dan dalam sebuah penelitian perbandingan, jumlah sesi yang dibutuhkan untuk menghilangkan bintik merah lebih sedikit dengan Nd:YAG. Namun karena panasnya lebih kuat, risiko kemerahan atau bekas luka juga lebih tinggi. Karena itu, untuk kulit gelap atau area yang sensitif, KTP atau pulsed dye lebih aman digunakan, sementara Nd:YAG lebih unggul untuk lesi yang pekat dan tebal. Elektrokauter bekerja dengan membakar pembuluh darah memakai panas listrik yang halus, sehingga cocok untuk membereskan lesi berukuran lebih besar sekaligus menghentikan perdarahan dalam satu langkah.

Bagian yang paling perlu diperhatikan dalam perawatan setelahnya adalah hiperpigmentasi. Kulit Asia cenderung mudah meninggalkan bercak cokelat kalau teriritasi, jadi langkah pertama yang penting adalah mengatur intensitas laser secukupnya, tidak berlebihan. Setelah tindakan, biasanya muncul keropeng kecil. Jangan dikelupas paksa karena bisa meninggalkan bekas, biarkan lepas sendiri, dan gunakan tabir surya secara rutin. Bintik yang sudah dihilangkan dengan benar tidak akan muncul lagi di tempat yang sama, tapi tergantung kondisi tubuh masing-masing, bintik merah baru bisa saja tumbuh di lokasi lain, dan kalau itu terjadi, cukup dirapikan lagi secara ringan.

MetodeCocok untukCiri khas
Pulsed Dye KTPBintik merah kecil dangkalNyeri minim, lembut
Long Pulse Nd:YAGLesi pekat dan tebalSesi sedikit, waspada bekas luka
ElektrokauterLesi berukuran besarSekaligus hentikan darah

Grafik ini menunjukkan persentase orang dewasa berdasarkan jumlah bintik merah yang dimiliki. Sebanyak 66% memiliki lebih dari 10 bintik, dan 27% bahkan memiliki lebih dari 30 bintik. Memiliki banyak bintik sekaligus sebenarnya sangat umum, jadi tidak perlu terlalu khawatir selama tidak bertambah tiba-tiba dalam waktu singkat
Grafik ini menunjukkan persentase orang dewasa berdasarkan jumlah bintik merah yang dimiliki. Sebanyak 66% memiliki lebih dari 10 bintik, dan 27% bahkan memiliki lebih dari 30 bintik. Memiliki banyak bintik sekaligus sebenarnya sangat umum, jadi tidak perlu terlalu khawatir selama tidak bertambah tiba-tiba dalam waktu singkat

Kapan Harus Periksa ke Dokter, dan Tanda Apa yang Perlu Diwaspadai?

Sebagian besar bintik merah ini adalah lesi jinak yang tenang sepanjang hidup. Memiliki banyak sekaligus pun sangat wajar. Dalam sebuah survei, 66% orang dewasa memiliki lebih dari 10 bintik merah, 27% memiliki lebih dari 30 bintik, dan bahkan 16% memiliki lebih dari 50 bintik. Jadi sekadar memiliki banyak bintik merah di tubuh bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Meski begitu, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan. Misalnya, bintik merah tiba-tiba muncul banyak sekaligus dalam waktu singkat, salah satu bintik membesar dengan sangat cepat, atau berulang kali berdarah maupun luka hingga berkeropeng. Bentuk yang berubah menjadi tidak simetris atau warna yang tampak belang-belang juga perlu diperiksa. Sebab meski sangat jarang, lesi berbahaya seperti melanoma amelanotik bisa saja tampak mirip bintik merah biasa.

Karena itu, yang lebih penting diperhatikan bukan bintik merah yang sudah lama tidak berubah, melainkan bintik yang belakangan mulai berubah. Kalau ada salah satu tanda di atas atau bintik merah bertambah cepat, lebih aman periksa ke dokter dulu sebelum menghilangkannya demi alasan estetika. Bukan berarti harus panik, tapi menghilangkan setelah memastikan jelas berbeda dengan menghilangkan tanpa tahu apa-apa. Sebagian besar kasusnya adalah perubahan umum yang aman, jadi cukup ingat saja tanda-tanda perubahannya.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Menghilangkan Skin Tag di Leher dan Ketiak, Memilih Laser Erbium YAG, CO2, Elektrokauter, dan Cryotherapy yang Tepat

Skin tag yang makin banyak muncul di leher, ketiak, atau kelopak mata itu sebenarnya apa, bagaimana membedakannya dari milia atau kutil, bagaimana memilih antara laser Erbium YAG, CO2, elektrokauter, dan cryotherapy sesuai ukuran serta lokasinya, cara mengurangi bekas hiperpigmentasi, dan kaitannya dengan diabetes atau sindrom metabolik, semuanya dijelaskan dengan sederhana lewat data penelitian nyata.

By Dr. Lee

Skincare

Menghilangkan Kutil Datar dengan Laser CO2, Penyebab Penyebarannya, Bedanya dengan Milia dan Skin Tag, hingga Cara Mencegah Kambuh

Kutil datar yang muncul seperti bintik kecil pipih di wajah atau punggung tangan ternyata disebabkan oleh HPV. Artikel ini menjelaskan dengan mudah, berdasarkan data penelitian asli, mengapa kutil ini menyebar saat digaruk, bagaimana membedakannya dari milia dan skin tag, cara menghilangkannya dengan laser CO2 beserta risiko bekas luka dan hiperpigmentasi, serta cara mengelola kekambuhannya.

By Dr. Lee

Acne

Skin tag di leher dan ketiak yang terus bertambah, ini alasannya, cara kerja laser menghilangkannya, dan tips perawatannya

Kenapa skin tag kecil terus bermunculan di area yang sering bergesekan dengan pakaian seperti leher dan ketiak? Dua penyebab utamanya, gesekan dan penuaan, dibahas tuntas. Ciri yang membedakannya dari tahi lalat, cara kerja laser dan elektrokauter menghilangkannya, sampai tips perawatan agar tidak mudah muncul lagi, semua dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Back to articles