prettytime
Pigment

Bercak Cafe au Lait Warna Kopi Susu, Kenapa Sering Muncul Lagi Meski Sudah Dilaser?

By Dr. Kim7 min read

Bercak cokelat muda yang warnanya seperti kopi dicampur susu biasa disebut bercak cafe au lait. Umumnya sudah ada sejak lahir atau baru muncul waktu masih kecil, bentuknya bulat atau memanjang dan tersebar di kulit.

Setelah dilaser, bercaknya memang jelas memudar. Tapi banyak juga yang cerita warnanya perlahan muncul lagi setelah beberapa waktu. Kalau paham kenapa bercak ini gampang sekali kambuh dibanding jenis pigmen lain, cara memandang rencana perawatannya jadi berbeda.

Kenapa Bercak Warna Kopi Susu Ini Bisa Muncul?

Warna kulit ditentukan oleh melanin, pigmen cokelat yang diproduksi oleh sel kecil bernama melanosit. Supaya lebih mudah dibayangkan, anggap saja melanosit ini seperti pabrik mini yang mencetak pigmen.

Di area yang ada bercak cafe au lait, sebagian pabrik ini bekerja jauh lebih rajin dari biasanya sehingga menghasilkan pigmen lebih banyak dibanding kulit sekitarnya. Akibatnya pigmen menumpuk padat di batas antara lapisan kulit paling atas (epidermis) dengan lapisan di bawahnya (dermis), lalu terlihat sebagai bercak cokelat muda.

Ukuran dan warna bercak memang bisa berbeda pada tiap orang, tapi prinsipnya sama saja, yaitu sel penghasil pigmen di titik itu memang jauh lebih aktif dibanding area lain.

Yang menarik, butiran melanin di area ini biasanya juga berukuran lebih besar dari normal. Butiran besar ini disebut melanosom raksasa. Gampangnya, pabrik pigmennya mencetak gumpalan cat yang lebih besar dan lebih pekat dari biasanya. Jadi meski warna kulit dasarnya cerah, bagian bercak tetap terlihat jelas mencolok.

Penjelasan yang paling banyak dipakai soal kenapa pigmen menumpuk cuma di satu titik adalah kejadian saat masih fase janin. Melanosit sebenarnya sel yang menyebar ke seluruh kulit tubuh sambil mencari tempatnya masing-masing. Nah, saat proses migrasi dan pembelahan ini berlangsung, kalau sinyal genetiknya sedikit meleset di satu area, sel-sel di area itu jadi menetap dengan sifat yang lebih aktif dibanding sekitarnya.

Makanya batas bercak ini biasanya terlihat sangat tegas, karena lokasi dan luasnya sebenarnya sudah ditentukan sejak lahir. Kalau terlihat membesar seiring waktu, itu bukan berarti muncul bercak baru, tapi lebih ke bercak yang sudah ada ikut membesar mengikuti tubuh yang tumbuh.

Kenapa Setelah Dilaser Bisa Muncul Lagi?

Laser bekerja dengan menghancurkan butiran pigmen yang sudah menumpuk secara instan, lalu membiarkan tubuh membersihkan sendiri sisa-sisa yang sudah hancur itu. Yang dihancurkan dengan panas atau gelombang kejut adalah butiran pembawa pigmen, yaitu melanosom, bukan pabriknya sendiri yang bernama melanosit dan yang memproduksi pigmen.

Jadi setelah perawatan, sel melanosit di area bercak tetap ada, dan kebiasaan lamanya memproduksi pigmen berlebih pun masih berlanjut. Ini mirip membersihkan genangan air di lantai tanpa memperbaiki pipa yang bocor.

Setelah beberapa waktu, pabrik itu kembali mengisi pigmen dan bercak yang sudah memudar pun perlahan terlihat lagi. Karena itulah bercak cafe au lait dilaporkan lebih sering kambuh dibanding kelainan pigmen lainnya.

Perbedaannya jadi lebih jelas kalau dibandingkan dengan kelainan pigmen di lapisan dermis seperti nevus of Ota. Pada nevus of Ota, pigmen berada jauh di dalam dermis sehingga sekali dirapikan dengan laser hasilnya cenderung bertahan cukup lama. Sebaliknya pada bercak cafe au lait, sel di sisi epidermis terus aktif bekerja, jadi meski memakai laser yang sama, hasilnya sering kali bertahan lebih singkat.

Kenapa Respons Laser Bisa Sangat Berbeda pada Tiap Orang?

Alat yang sama dan area yang sama pun sering memberi hasil yang berbeda. Ini karena kedalaman dan tingkat penyerapan laser bergantung pada apakah pigmennya cuma dangkal di epidermis, atau sudah bercampur sampai ke dermis.

Kalau warna kulit dasarnya memang gelap, melanin di kulit normal ikut menyerap energi laser. Akibatnya batas antara bercak dan kulit sekitar justru bisa terlihat lebih tegas, atau warnanya sempat terlihat lebih gelap untuk sementara waktu.

Ukuran bercak dan sudah berapa lama ia ada juga berpengaruh. Bercak yang sudah lama dan area yang luas biasanya punya jumlah sel penghasil pigmen yang lebih banyak, jadi satu atau dua kali perawatan saja sering belum cukup untuk merapikannya sepenuhnya.

Seberapa sering terkena paparan sinar matahari juga jadi faktor. Bercak yang sering kena paparan sinar matahari biasanya pabrik pigmennya sudah lebih aktif duluan, jadi walaupun langsung memudar setelah laser, kecepatan pigmennya terisi kembali cenderung lebih cepat.

Lokasi perawatan pun diam-diam berpengaruh. Area dengan aliran darah yang baik seperti wajah dan leher, kecepatan pembersihan pigmen yang rusak relatif lebih cepat. Sebaliknya area dengan aliran darah yang lebih terbatas seperti punggung atau paha, proses pembersihan pigmennya sering terlihat lebih lambat meski memakai laser yang sama.

Kenapa Krim Pencerah atau Peeling Kurang Efektif?

Banyak juga yang mencoba krim pencerah lebih dulu untuk bercak cafe au lait. Sayangnya kebanyakan bilang tidak terlalu terasa perubahannya.

Krim pencerah pada umumnya bekerja dengan membantu pigmen di lapisan paling atas epidermis luruh bersama sel kulit mati secara alami. Masalahnya, pigmen pada bercak cafe au lait justru menumpuk di batas antara epidermis dan dermis, lapisan yang lebih dalam dan sulit dijangkau kandungan krim. Ini mirip mencoba membersihkan noda di atap dari luar jendela.

Peeling pun kondisinya kurang lebih sama. Peeling bekerja dengan mengelupas lapisan kulit mati, jadi tidak sampai menjangkau pigmen yang berada di area batas yang lebih dalam itu. Itu sebabnya perawatan berbasis laser yang bisa mengirim energi lebih dalam ke kulit dianggap sebagai pilihan yang lebih efektif untuk bercak cafe au lait.

Laser Apa yang Dipakai dan Bagaimana Mekanismenya?

Alat yang umum dipakai adalah laser Q-switched, yang memancarkan energi kuat dalam waktu sangat singkat dan bekerja khusus menghancurkan pigmen, atau laser picosecond yang memancarkan energi dalam durasi yang lebih singkat lagi.

Kedua alat ini sama-sama memanfaatkan sifat melanin yang menyerap panjang gelombang cahaya tertentu dengan baik. Energinya jadi terfokus pada melanin, sementara jaringan normal di sekitarnya relatif lebih aman. Prinsip ini disebut fototermolisis selektif. Gampangnya, mirip tembakan yang cuma bereaksi pada sasaran berwarna gelap saja.

Laser picosecond diketahui menghancurkan pigmen jadi lebih halus dengan kekuatan gelombang kejut, bukan semata-mata panas. Karena itu laser ini dilaporkan membantu merapikan pigmen sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat panas.

Sebelum Perawatan, Sejauh Mana Ekspektasi yang Realistis?

Perawatan bercak cafe au lait memang cenderung lebih sulit diprediksi hasilnya dibanding perawatan pigmen lainnya. Kalau tahu tiga hal berikut lebih dulu, kekecewaan setelah perawatan bisa berkurang.

  • Bercak biasanya memudar perlahan lewat 5 sampai 10 kali sesi, bukan langsung hilang total dalam sekali perawatan: sebab sel penghasil pigmen tidak bisa dirapikan seluruhnya hanya dalam satu kali sesi, dan hanya bereaksi sesuai jumlah pigmen yang tersisa saat itu.
  • Warna bisa muncul kembali setelah beberapa waktu meski sudah dirawat: seperti yang dijelaskan sebelumnya, melanosit yang berfungsi sebagai pabrik pigmen tetap ada dan bisa kembali aktif kapan saja.
  • Hasilnya bisa sangat berbeda antara satu orang dengan yang lain: kedalaman, ukuran, lokasi bercak, dan warna kulit dasar tiap orang berbeda-beda, jadi meski menjalani perawatan yang sama, tingkat pudarnya bisa berbeda.
  • Kalau jarak antar sesi perawatan terlalu rapat, justru bisa membebani kulit: jaringan yang rusak butuh waktu untuk pulih, jadi biasanya jarak antar sesi diberikan 6 minggu sampai 3 bulan.

Apakah Tidak Ada Cara untuk Mencegah Kambuh Sepenuhnya?

Sampai saat ini belum ada cara yang bisa memastikan bercak cafe au lait tidak akan kambuh lagi. Tapi paparan sinar matahari diketahui jadi faktor yang merangsang melanosit sehingga produksi pigmen jadi lebih aktif.

Karena itu memakai tabir surya secara rutin setelah perawatan dilaporkan membantu memperlambat kecepatan kambuhnya bercak dan mengurangi perbedaan warna antara bercak dengan kulit sekitarnya. Terutama di musim dengan paparan sinar matahari tinggi, disarankan untuk lebih rajin mengaplikasikan ulang tabir surya.

Cara yang paling realistis saat ini adalah menjaga jarak antar sesi sambil memantau perkembangannya, lalu menjalani sesi tambahan bila memang diperlukan. Kalau bercak mulai terlihat memudar warnanya lagi, sebaiknya jangan buru-buru menjalani perawatan ulang. Lebih aman menunggu jarak yang cukup dari sesi sebelumnya sambil memantau kondisi kulit dulu sebelum memutuskan.

Kalau Bercak Besar atau Jumlahnya Banyak, Perlu Diperiksa Lebih Lanjut?

Sebagian besar bercak cafe au lait cuma kondisi pigmen yang pekat secara lokal dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Tapi kalau bercaknya berukuran cukup besar atau jumlahnya terlihat banyak, disarankan untuk memeriksakan kondisi secara menyeluruh ke dokter kulit.

Sebab ada kemungkinan penyebab lain di balik bercak pigmen, di luar alasan estetika semata. Kalau merasa jumlah atau ukuran bercak bertambah dari biasanya, lebih aman untuk konsultasi dulu sebelum menyusun rencana perawatan. Terutama kalau muncul beberapa bercak baru sekaligus di tubuh anak, sebaiknya dahulukan pemeriksaan yang akurat ketimbang buru-buru menjalani perawatan estetika.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Pigment

Bercak Cafe au Lait Bisa Dihilangkan dengan Laser? Cara Membedakan Pigmen Warna Kopi Susu dan Alasan Sering Kambuh

Bercak cafe au lait yang melebar cokelat muda seperti kopi susu di pipi atau lengan sering disalahartikan sebagai flek atau tahi lalat, padahal pigmennya berada di lapisan kulit paling atas sehingga mudah dijangkau laser, tapi juga mudah kambuh. Simak cara membedakannya dari tahi lalat dan melasma, kapan perlu diperiksa lebih lanjut jika jumlahnya banyak, seberapa besar hasil laser bisa memudarkannya, dan cara merawatnya agar tidak cepat kembali.

By Dr. Kim

Skincare

Alasan Laser Hair Removal Hanya Mengenai Rambut yang Sedang Tumbuh dan Perlu 3 sampai 7 Sesi

Membahas prinsip laser hair removal yang hanya menargetkan pigmen melanin gelap, dan alasan laser hanya bereaksi pada rambut yang sedang aktif tumbuh. Dijelaskan juga secara mudah kenapa siklus pertumbuhan rambut yang bergantian antara fase tumbuh dan istirahat membuat prosedur perlu dibagi jadi 3 sampai 7 sesi, serta kenapa jumlah sesi bisa berbeda di tiap area tubuh.

By Dr. Lee

Back to articles