prettytime
Acne

Pori Melebar dan Bekas Jerawat yang Cekung, Ini Penyebab, Cara Membedakan, dan Perbedaan Perawatannya

By Dr. Lee7 min read

Setiap kali bercermin dari dekat, pori yang terlihat sering dianggap sebagai satu masalah yang sama, padahal sebenarnya bisa jadi dua hal yang berbeda. Yang pertama adalah pori bawaan yang melebar, dan yang kedua adalah bekas jerawat yang cekung karena kulit pernah meradang di titik itu.

Keduanya sama-sama tampak seperti lubang kecil di wajah, jadi banyak orang menganggapnya satu masalah dan merawatnya dengan cara yang sama. Padahal kalau penyebabnya berbeda, arah perawatannya juga harus berbeda. Perawatan yang cocok untuk pori melebar belum tentu memberi hasil yang sama kalau diterapkan pada bekas jerawat yang cekung. Yuk, kita bahas satu per satu kenapa dua jenis pori ini muncul, bagaimana cara membedakannya, dan bagaimana cara merawatnya.

Kenapa Pori yang Melebar Bisa Terlihat Lebih Besar?

Pori sebenarnya adalah saluran yang terhubung ke kelenjar minyak. Lewat saluran inilah minyak alami kulit atau sebum keluar ke permukaan dan menjaga kulit tetap lembap. Namun ketika produksi sebum meningkat dari biasanya, saluran ini terisi penuh dan mendorong dari dalam, sehingga bukaannya melebar sedikit demi sedikit.

Perubahan ini paling terlihat di area seperti hidung dan dahi, tempat kelenjar minyak berkumpul rapat. Semakin padat kelenjar minyaknya, semakin banyak pula saluran yang berpotensi melebar. Itu sebabnya pori di sekitar hidung sering terasa jauh lebih besar dibanding area wajah lainnya.

Selain itu, berkurangnya kolagen dan serat elastis yang menopang kulit juga ikut berperan. Di sekitar bukaan pori sebenarnya ada jaringan serat seperti jaring halus yang berfungsi menahan saluran itu agar tidak terlalu lebar. Jaringan ini melemah seiring bertambahnya usia atau karena paparan sinar matahari yang berkepanjangan. Bayangkan karet gelang yang sudah getas, begitu ditarik, ia tidak akan kembali ke bentuk semula, prinsipnya kurang lebih sama.

Apa Saja Penyebab Pori Melebar?

Pori yang melebar jarang muncul karena satu sebab tunggal. Biasanya beberapa faktor bekerja bersamaan dan menentukan seberapa terlihat pori itu nantinya.

  • Produksi sebum: Semakin aktif kelenjar minyak seseorang, semakin banyak sebum yang mengisi saluran pori, sehingga bukaannya melebar lebih jauh. Faktor keturunan dan perubahan hormon sama-sama memengaruhi jumlah produksi sebum.
  • Ukuran folikel rambut itu sendiri: Di area dengan folikel rambut bawaan yang lebih besar, pori di atasnya pun ikut terlihat lebih lebar, karena diameter saluran memang lebih besar dari awal.
  • Berkurangnya kolagen dan serat elastis: Seiring usia bertambah atau akibat paparan sinar matahari yang sering, jaringan serat yang menahan pori melemah, sehingga bukaannya tetap melebar dan sulit kembali ke ukuran semula. Struktur penyangganya jadi kendur.
  • Kulit yang mulai kendur: Saat kulit di area lebar seperti pipi mulai turun ke bawah, bentuk pori yang tadinya bulat bisa berubah memanjang seperti tetesan air mata, karena seluruh permukaan kulit tertarik ke bawah dan bukaan porinya ikut memanjang.

Apakah Bekas Jerawat Cekung Itu Masalah yang Sama Sekali Berbeda?

Meski namanya sering disebut pori, bekas jerawat yang cekung sebenarnya lebih tepat disebut skar atau bekas luka, bukan pori dalam arti sesungguhnya. Ini adalah titik bekas jerawat yang cekung ke dalam, dan cara terbentuknya sama sekali berbeda dari saluran pori yang alami.

Pada jerawat yang meradang dalam dan berlangsung lama, tubuh memicu respons imun untuk membersihkan bakteri dan jaringan yang rusak di area tersebut. Dalam proses ini, kolagen di lapisan dermis ikut terurai. Kalau setelah peradangan mereda kolagen yang terurai tidak digantikan sepenuhnya, area itu akan tetap cekung. Jadi bukan karena sebum berlebih yang melebarkan pori, melainkan karena struktur penyangga di bawah kulit itu sendiri yang berkurang.

Bayangkan pot bunga kosong yang akarnya rusak sehingga tanahnya ambles ke bawah. Dari luar terlihat seperti lubang kecil yang cekung, tapi sebenarnya itu adalah titik yang kehilangan penyangganya. Itulah sebabnya perawatan permukaan saja sering kurang efektif untuk mengisi kembali area ini.

Bagaimana Proses Terbentuknya Bekas Jerawat Cekung?

Selama peradangan berlangsung, tubuh juga mengaktifkan enzim yang memecah jaringan yang rusak. Ini terjadi karena luka perlu membersihkan bagian yang rusak lebih dulu sebelum proses pemulihan bisa berjalan. Kalau kecepatan pembersihan ini lebih cepat dibanding kecepatan pembentukan kolagen baru, selisihnya akan meninggalkan bekas cekung di kulit.

Semakin dalam peradangannya dan semakin lama dibiarkan, semakin besar pula selisih ini. Peradangan yang dangkal dan singkat biasanya pulih dengan sendirinya tanpa bekas. Sebaliknya, peradangan yang dalam dan berkepanjangan cenderung selesai memulih sebelum kolagen yang hilang sempat terisi penuh. Itu sebabnya jerawat yang dibiarkan terlalu lama atau dipencet hingga makin meradang punya risiko lebih besar meninggalkan bekas.

Bentuk cekungannya pun berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sempit dan dalam, ada juga yang lebar dan dangkal seperti piring. Perbedaan ini dipengaruhi oleh seberapa dalam dan seberapa luas peradangan menyebar di lapisan dermis.

Bagaimana Cara Membedakan Kedua Jenis Pori Ini?

Kalau hanya dilihat sekilas, kedua jenis ini memang mudah tertukar, tapi dengan beberapa patokan berikut, membedakannya jadi lebih mudah.

  • Bentuk: Pori yang melebar umumnya bulat dan simetris, sementara bekas jerawat cekung lebih sering bertepi tidak rata atau miring ke satu sisi. Pori mengikuti bentuk saluran aslinya, sedangkan bekas jerawat terbentuk dari jaringan yang rusak secara tidak merata, jadi bentuknya tidak beraturan.
  • Lokasi persebaran: Pori melebar biasanya berkumpul di sekitar hidung dan dahi, tempat kelenjar minyak paling banyak. Sebaliknya, bekas jerawat cekung bisa muncul di area dengan kelenjar minyak lebih sedikit seperti pipi atau rahang, kalau dulu pernah mengalami jerawat parah di sana. Ini karena bekas jerawat mengikuti titik peradangan, bukan jumlah minyak.
  • Reaksi saat kulit ditarik: Ketika kulit ditarik ringan dengan jari, pori yang melebar biasanya terlihat menyempit dan kurang menonjol karena serat elastis di sekitarnya masih tersisa. Sebaliknya, bekas jerawat cekung tetap terlihat sama meski kulit ditarik, karena jaringan penyangganya sudah hilang.
  • Ada atau tidaknya sumbatan minyak: Pori yang melebar sering menunjukkan sumbatan kecil dari campuran minyak dan sel kulit mati, sedangkan bekas jerawat cekung jarang menunjukkan sumbatan seperti itu karena bukan saluran, melainkan area yang cekung.

Kalau masih ragu meski sudah memakai patokan di atas, sebaiknya periksa langsung ke dokter kulit untuk memastikan. Pada praktiknya, tidak jarang kedua jenis ini muncul bersamaan di area yang sama.

Bagaimana Prinsip Perawatan untuk Pori yang Melebar?

Pori yang melebar dirawat dengan mengontrol produksi minyak sekaligus menjaga elastisitas kulit di sekitar pori. Karena penyebabnya adalah saluran yang tersumbat dan jaringan penyangga yang melemah, menangani keduanya sekaligus akan memberi hasil yang lebih baik.

Kandungan golongan retinoid dikenal dapat mengatur kecepatan penumpukan sel kulit mati di permukaan dan merangsang produksi kolagen di lapisan dermis. Dengan kata lain, kandungan ini bekerja untuk mengisi kembali jaringan serat yang tadinya menahan pori. Niacinamide dikenal sebagai bahan yang membantu mengurangi produksi sebum, sehingga volume yang mengisi saluran pori bisa berkurang.

Bahan pengelupas kulit yang larut minyak seperti salicylic acid dikenal mudah menyatu dengan minyak, sehingga bisa masuk lebih dalam ke pori yang tersumbat sebum dan membersihkannya. Bahan ini cenderung lebih mudah menjangkau bagian dalam pori yang berminyak dibanding bahan pengelupas yang larut air. Perlindungan dari sinar matahari juga berperan menjaga serat elastis di sekitar pori agar tidak makin rusak. Merawat serat yang sudah melemah sambil mencegah kerusakan baru akibat sinar matahari perlu dilakukan bersamaan.

Bagaimana Prinsip Perawatan untuk Bekas Jerawat Cekung?

Perawatan permukaan saja punya keterbatasan untuk bekas jerawat cekung. Karena akar masalahnya adalah berkurangnya kolagen di lapisan dermis, pendekatan yang dibutuhkan adalah mengisi kembali kolagen di titik tersebut.

Prosedur menggunakan jarum mikro membuat luka sangat kecil di sekitar area cekung untuk memicu tubuh melakukan respons pemulihan alami. Dalam proses pemulihan ini, kolagen baru terbentuk dan area yang cekung perlahan terisi. Metode yang menggabungkan energi radiofrekuensi (RF) diketahui dapat menghantarkan rangsangan ini hingga ke lapisan dermis yang lebih dalam, sehingga respons pemulihan terjadi pada area yang lebih luas.

Kalau di bawah bekas jerawat ada perlekatan jaringan seperti tali berserat yang menarik ke dalam, prosedur untuk melepaskan perlekatan itu mungkin diperlukan lebih dulu. Bayangkan tirai yang terikat pada satu tali, sekeras apa pun didorong, tirainya tidak akan terbuka rata. Begitu juga kalau perlekatan itu masih ada, perawatan lain sulit membuat area cekung benar-benar terangkat. Prosedur laser untuk menghaluskan batas antara permukaan kulit dan lapisan dermis juga sering digunakan bersamaan untuk membantu jaringan baru terbentuk dengan baik.

Hal yang Baik Diingat Saat Melihat Hasilnya

Baik pori yang melebar maupun bekas jerawat cekung, keduanya sama-sama butuh waktu untuk pulih. Proses kolagen yang terbentuk kembali atau serat elastis yang terisi ulang memang berlangsung bertahap sesuai ritme tubuh sendiri. Daripada berharap perubahan besar hanya dari satu atau dua kali perawatan, lebih baik konsisten menjalani perawatan yang sesuai dengan penyebabnya, karena itu yang lebih mendekati hasil yang diinginkan.

Tidak jarang juga kedua jenis pori ini muncul bersamaan di satu wajah, misalnya pori melebar di sekitar hidung dan bekas jerawat cekung di area pipi. Kalau kondisinya seperti ini, menjalani perawatan berbeda untuk tiap area sekaligus adalah langkah yang wajar. Cara paling tepat tetap dengan memeriksakan kondisi kulit ke dokter kulit dan berkonsultasi soal metode yang paling sesuai.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

Skin tag di leher dan ketiak yang terus bertambah, ini alasannya, cara kerja laser menghilangkannya, dan tips perawatannya

Kenapa skin tag kecil terus bermunculan di area yang sering bergesekan dengan pakaian seperti leher dan ketiak? Dua penyebab utamanya, gesekan dan penuaan, dibahas tuntas. Ciri yang membedakannya dari tahi lalat, cara kerja laser dan elektrokauter menghilangkannya, sampai tips perawatan agar tidak mudah muncul lagi, semua dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami.

By Dr. Lee

Pigment

Cara Membedakan Bekas Merah Jerawat akibat Eritema Vaskular atau Hiperpigmentasi dan Prinsip Kerja Laser

Bekas merah yang tertinggal setelah jerawat mereda seringkali bukan berasal dari pigmen, melainkan pembuluh darah yang melebar dan terlihat dari permukaan kulit. Penyebab dan cara memudarnya berbeda dari hiperpigmentasi, sehingga cara perawatannya pun perlu dibedakan. Berikut penjelasan tentang cara membedakan kedua jenis bekas ini beserta prinsip pemulihan masing-masing.

By Dr. Kim

Back to articles