prettytime
Skincare

Kenapa Efek Skin Booster Tidak Bertahan Lama, Sehingga Harus Disuntik Berkali-kali dengan Jarak Waktu Tertentu

By Dr. Kim7 min read

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan pasien yang baru pertama kali mencoba skin booster adalah, "Kalau disuntik sekali, efeknya bertahan berapa lama?" Sebenarnya, pertanyaan ini sedikit kurang tepat. Skin booster memang dirancang bukan untuk selesai dalam satu kali suntik, tetapi diberikan beberapa kali dengan jarak pendek pada awalnya, lalu jaraknya diperpanjang seiring waktu untuk perawatan lanjutan.

Untuk memahami alasan pemberiannya harus dibagi seperti itu, kita perlu tahu lebih dulu bagaimana bahan aktif yang disuntikkan bergerak dan menghilang dari dalam kulit seiring waktu. Jumlah sesi dan jarak antar suntikan bukan angka yang ditentukan sembarangan, melainkan hasil mengikuti kecepatan bahan tersebut diserap dan terurai.

Kenapa Efek Skin Booster Tidak Selesai dalam Satu Kali Suntik?

Bahan utama yang biasa digunakan dalam skin booster adalah HA atau PN (polynucleotide, bahan pemicu pemulihan yang diambil dari DNA salmon atau trout). Kedua bahan ini bukan material yang menetap permanen di dalam kulit, melainkan material yang lambat laun diserap dan menghilang dari tubuh seiring waktu.

Dari sudut pandang tubuh, bahan-bahan ini bukan jaringan asli, melainkan zat yang baru masuk. HA yang menahan air, maupun PN yang memicu respons pemulihan, pada akhirnya akan terurai sedikit demi sedikit oleh enzim lalu dikeluarkan dari tubuh. Kadar air yang tertahan dan respons pemulihan yang terpicu pun otomatis ikut memudar seiring menghilangnya bahan tersebut.

Karena itu, kelembapan dan elastisitas yang didapat dari satu kali prosedur akan kembali ke kondisi semula seiring waktu. Ini mirip seperti menyiram pot bunga sampai basah kuyup, tetapi beberapa hari kemudian tanahnya kering lagi. Efek penyiraman itu bukan hilang begitu saja, hanya menguap secara alami seiring waktu.

Seberapa Cepat Bahan Aktif Menghilang dari Dalam Kulit?

Setiap bahan memiliki waktu bertahan yang berbeda di dalam tubuh. HA non-crosslinked, yaitu yang molekulnya tidak saling terikat, memiliki struktur sederhana sehingga mudah dijangkau enzim, dan karena itu terurai lebih cepat. Sebaliknya, HA crosslinked seperti pada filler, yang molekulnya diikat membentuk jaring, lebih sulit ditembus enzim sehingga bertahan lebih lama.

HA yang digunakan pada skin booster umumnya memiliki tingkat crosslinking yang rendah atau nyaris tidak ada. Sebab bahan ini perlu menyebar luas di lapisan kulit yang lebih dangkal untuk menahan kelembapan, bukan di lapisan yang dalam, sehingga sengaja dibuat tidak terlalu terikat agar mudah menyatu dengan jaringan. Konsekuensinya, HA ini memang lebih cepat menghilang dibanding filler, tetapi memberi kesan menyatu alami dengan kulit.

Bahan PN pun serupa. Setelah bekerja sebagai sinyal yang memicu respons pemulihan di dalam tubuh, ia akan terurai dan menghilang dengan sendirinya begitu tugasnya selesai. Jika sinyal ini terus bertahan, justru bisa menjadi rangsangan yang tidak diperlukan bagi tubuh, sehingga memang dirancang untuk lenyap dalam periode waktu tertentu.

Prinsip di Balik Pengulangan Jarak Pendek pada Tahap Loading

Saat pertama kali memulai skin booster, biasanya pasien menjalani tahap loading, yaitu beberapa kali suntikan berjarak pendek dalam hitungan minggu. Alasan bahan aktif tidak dimasukkan sekaligus dalam jumlah besar, melainkan dibagi beberapa kali, adalah karena kulit butuh waktu untuk menerima dan merespons rangsangan tersebut.

Pada suntikan pertama, area yang disuntik akan terisi kelembapan dan mulai memicu respons pemulihan ringan. Jika sebelum respons ini benar-benar mereda sudah ditambahkan rangsangan lagi lewat suntikan berikutnya, respons tersebut akan terakumulasi sehingga fibroblas yang memproduksi kolagen bekerja lebih konsisten. Karena rangsangannya tidak berhenti di satu kali suntikan, tubuh pun mempertahankan respons pemulihan dalam keadaan tetap aktif.

Jika jaraknya terlalu panjang, rangsangan berikutnya baru datang setelah rangsangan sebelumnya sudah mereda sepenuhnya. Akibatnya, setiap sesi seolah dimulai dari nol lagi sehingga respons tidak terakumulasi, melainkan menghilang begitu saja. Sebaliknya, jika jaraknya terlalu pendek, kulit belum sempat pulih tetapi sudah menerima rangsangan berikutnya, sehingga justru bisa memicu bengkak dan sensitivitas yang lebih besar. Jarak pada tahap loading adalah nilai yang diseimbangkan di antara dua kondisi ekstrem tersebut agar respons dapat terakumulasi dengan baik.

Kenapa Jarak Antar Sesi Diperpanjang pada Tahap Perawatan Lanjutan?

Setelah tahap loading selesai, jarak antar sesi kemudian diperpanjang jauh lebih lebar untuk masuk ke tahap perawatan lanjutan. Sebab pada tahap ini tujuannya bukan lagi membangun respons dari awal setiap kali, melainkan menjaga kolagen dan elastisitas yang sudah terbentuk sebelumnya.

Kolagen di dalam kulit tidak akan bertahan selamanya begitu terbentuk. Di dalam tubuh juga selalu ada enzim yang memecah kolagen lama, sehingga kecepatan pembentukan dan kecepatan penguraiannya lambat laun kembali seimbang seiring waktu. Prosedur perawatan lanjutan berfungsi menambahkan rangsangan sebelum keseimbangan ini benar-benar goyah, sehingga timbangan sedikit condong ke arah pembentukan kolagen.

Alasan jarak pada tahap ini lebih lebar dibanding tahap loading cukup sederhana. Karena rangsangan ini ditambahkan pada jaringan yang sudah cukup terbentuk, efeknya dapat dipertahankan dengan rangsangan yang lebih sedikit dibanding saat harus membangun dari awal setiap kali. Ini mirip dengan perbedaan antara membangun rumah dari nol dan merawat rumah yang sudah jadi, frekuensinya memang berbeda dan itu wajar.

Apakah Jarak Berbeda-beda Tergantung Jenis Prosedurnya?

Tidak semua skin booster mengikuti jarak yang sama. Karena ukuran molekul bahan, tingkat crosslinking, dan kedalaman injeksi memengaruhi berapa lama bahan tersebut bertahan di dalam tubuh, jarak yang disarankan pun berbeda untuk setiap prosedur.

  • Bahan dengan ukuran molekul kecil: Menyebar cepat di antara jaringan, tetapi juga lebih mudah terpapar enzim sehingga cepat terurai. Karena itu, jarak perawatan lanjutannya sering dibuat lebih pendek.
  • Golongan HA crosslinked: Berkat struktur jaringnya, enzim lebih sulit menembus sehingga bertahan relatif lebih lama, dan jarak perawatan lanjutannya bisa dibuat lebih lebar.
  • Golongan PN atau sinyal pemulihan: Bekerja dengan cara memicu respons pemulihan, bukan sekadar mengisi ruang secara fisik, sehingga lama efeknya sangat bervariasi antar individu. Karena itu, jaraknya sering disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Kedalaman injeksi: Lapisan dangkal lebih rentan terhadap penguapan air dan gesekan sehingga efeknya memudar relatif lebih cepat, sedangkan lapisan yang lebih dalam kurang terpapar rangsangan luar sehingga cenderung bertahan lebih lama.

Karena itu, wajar jika dokter yang menangani menyesuaikan kembali jarak suntikan berdasarkan kondisi kulit dan jenis prosedur yang dijalani. Bukan satu angka baku yang berlaku untuk semua orang, melainkan nilai yang disesuaikan dengan mempertimbangkan bahan aktif dan kondisi kulit secara bersamaan.

Masalah Apa yang Muncul Jika Jarak Terlalu Dipercepat atau Diperlambat?

Banyak orang penasaran apa yang terjadi jika jarak suntikan tidak dijaga. Begitu memahami prinsipnya, alasannya pun mudah dipahami.

Jika jarak suntikan dipercepat sehingga terlalu sering, rangsangan baru akan ditambahkan sebelum bengkak dan respons pemulihan dari sesi sebelumnya benar-benar mereda. Bagi kulit, ini berarti terus-menerus menerima rangsangan tanpa jeda, sehingga sensitivitas dan kemerahan bisa bertahan lebih lama. Sebab respons pemulihan membutuhkan periode istirahat yang cukup agar bisa berakhir dengan normal.

Sebaliknya, jika jarak suntikan terlalu diperlambat, sesi berikutnya baru dilakukan setelah sebagian besar kolagen dan kelembapan yang sudah terbentuk hilang. Dalam kasus ini, prosedur yang seharusnya bersifat perawatan lanjutan justru harus dimulai lagi dari rangsangan yang mendekati tahap loading, sehingga efisiensinya menurun dan pasien harus menunggu lagi untuk mencapai perubahan setara level awal. Situasinya mirip menangani timbangan yang sudah terlanjur condong jauh sebelum ditangani.

Hal yang Baik untuk Dijaga di Antara Setiap Sesi

Selain jarak antar suntikan, cara merawat kulit di antara setiap sesi juga memengaruhi hasil akhirnya.

  • Beberapa hari setelah prosedur, disarankan untuk lebih memperhatikan perlindungan dari sinar UV dibanding biasanya. Sebab sinar UV bisa bekerja ke arah menguraikan kembali kolagen yang baru terbentuk.
  • Pijatan yang kuat atau eksfoliasi sebaiknya dihindari selama beberapa hari setelah prosedur. Sebab bahan aktif yang belum sepenuhnya menetap bisa tergeser akibat rangsangan fisik.
  • Mencatat perubahan kondisi kulit sampai sesi berikutnya akan membantu dokter yang menangani dalam menyesuaikan jarak suntikan. Karena kecepatan pemulihan dan respons setiap orang berbeda, jarak yang sudah ditentukan sering kali perlu disesuaikan lagi berdasarkan respons yang sebenarnya terjadi.
  • Menjaga kelembapan dasar secara konsisten juga membantu. Semakin kuat sawar kelembapan alami kulit, semakin lambat kelembapan yang diisi oleh skin booster menguap, menurut sejumlah pengamatan.

Pada akhirnya, memahami bagaimana bahan aktif bergerak di dalam tubuh jauh lebih membantu dibanding sekadar menghafal angka jarak suntikan yang baku. Cukup ingat alurnya, pada tahap loading respons dibangun bertahap, dan pada tahap perawatan lanjutan respons itu diisi kembali sebelum sempat runtuh.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Prinsip dan Manfaat MiraJet, Skin Booster Jet Tanpa Jarum yang Mengantarkan Zat Aktif hingga ke Dermis

MiraJet adalah prosedur non-invasif yang menyemprotkan jet cairan berkecepatan sangat tinggi, bukan jarum, untuk mengantarkan zat aktif ke dalam kulit. Artikel ini merangkum prinsip kerja tekanan instan yang dihasilkan energi laser 2940nm sehingga menembakkan aliran air yang sangat halus. Alasan MiraJet dipakai untuk pengantaran skin booster, bekas jerawat, dan perawatan pori juga dibahas.

By Dr. Lee

Back to articles