prettytime
Acne

Penyebab Sebum Berlebih: Apakah karena Hormon dan Stres?

By Dr. Lee6 min read

Pernah bercermin dan sadar hidung serta dahi mengilap parah padahal cara cuci muka sama seperti kemarin, tapi begitu siang, minyak sudah muncul lagi. Perubahan seperti ini biasanya bukan karena perawatan kulit tiba-tiba jadi salah, melainkan karena sinyal hormon di dalam tubuh yang dikirim ke kelenjar sebum menguat. Kelenjar sebum itu organ yang sangat peka, langsung mencerminkan kondisi hormon di dalam tubuh, jadi setiap kali hormon bergejolak, seperti masa pubertas, siklus menstruasi, atau saat stres, reaksinya pun jadi terlihat jelas berbeda.

Apa yang menggerakkan kelenjar sebum?

Kelenjar sebum adalah pabrik minyak mungil yang menempel di samping folikel rambut. Minyak yang diproduksi pabrik ini melapisi permukaan kulit dengan lapisan tipis supaya kelembapan tidak menguap, sekaligus melindungi kulit dari gangguan luar. Sebenarnya ini fungsi yang memang dibutuhkan.

Masalahnya, kecepatan produksi pabrik ini tidak selalu stabil. Kelenjar sebum tidak menentukan jumlah produksinya sendiri, tapi mengikuti sinyal hormon yang beredar di dalam tubuh dan menyesuaikan kecepatan sesuai sinyal itu. Kalau sinyalnya menguat, pabrik pun mengeluarkan minyak lebih banyak. Jadi meskipun kebiasaan perawatan kulit tetap sama, jumlah minyak wajah tetap bisa berubah drastis kalau kondisi hormon di dalam tubuh berubah.

Bagaimana androgen memengaruhi kelenjar sebum?

Sinyal yang paling kuat menggerakkan kelenjar sebum adalah androgen. Androgen memang dikenal sebagai hormon pria, tapi tubuh perempuan juga memproduksinya dalam jumlah kecil. Baik pada pria maupun perempuan, begitu sinyal androgen sampai ke kelenjar sebum, reaksi pun terjadi.

Sel yang benar-benar memproduksi minyak wajah disebut sebosit, dan di permukaan sel ini ada reseptor yang menerima androgen. Bayangkan seperti hubungan kunci dan gembok. Kalau kunci bernama androgen ini masuk ke gembok tersebut, gen-gen di dalam sel yang bertugas mensintesis lemak akan aktif dan produksi minyak wajah pun meningkat. Semakin kuat sinyal androgen dan semakin sensitif reseptornya terhadap sinyal ini, kelenjar sebum akan semakin sibuk.

Mengapa DHT membuat sebum bertambah?

Di antara berbagai bentuk androgen, yang paling kuat bekerja pada kelenjar sebum bukanlah testosteron itu sendiri. Di dalam kulit ada enzim bernama 5-alpha reductase yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron, atau disingkat DHT, bentuk yang jauh lebih kuat. Prosesnya mirip seperti memekatkan larutan asli sekali lagi.

DHT menempel lebih erat pada reseptor yang sama, sehingga dengan jumlah hormon yang sama pun, rangsangannya jadi jauh lebih kuat. Karena itu, orang yang produksi minyaknya sangat berlebihan sering kali bukan karena kadar androgen dalam darahnya tinggi, tapi lebih karena seberapa aktif enzim 5-alpha reductase di kulitnya dan seberapa sensitif reseptornya. Di sinilah letak alasan kenapa reaksi kulit setiap orang bisa berbeda meski berada dalam lingkungan hormon yang sama.

Mengapa sebum meningkat saat pubertas dan sebelum haid?

Pubertas adalah masa ketika kelenjar sebum menjadi paling dramatis sibuknya. Pada masa ini, kelenjar adrenal dan kelenjar reproduksi memproduksi androgen dalam jumlah jauh lebih besar, sehingga kelenjar sebum yang tadinya kecil dan pasif tiba-tiba membesar dan aktivitasnya meningkat. Jerawat remaja yang umum terjadi juga berkaitan erat dengan perubahan hormon ini.

Pada perempuan dewasa, siklus menstruasi juga memengaruhi jumlah minyak wajah. Pada periode setelah ovulasi hingga sebelum menstruasi dimulai, kadar progesteron relatif meningkat, dan keseimbangan hormon di masa ini membuat sinyal androgen menjadi lebih menonjol, sehingga minyak wajah bertambah dan jerawat di area rahang pun sering muncul. Pola yang berulang setiap bulan ini menunjukkan bahwa kelenjar sebum memang tidak bekerja dengan kecepatan yang sama setiap hari.

Bagaimana stres memengaruhi kelenjar sebum?

Stres juga punya jalur langsung yang menyentuh kelenjar sebum. Ketika tubuh mengalami stres, otak melepaskan zat sinyal bernama corticotropin-releasing hormone, disingkat CRH, dan sinyal ini melewati kelenjar adrenal hingga akhirnya memicu pelepasan hormon stres, kortisol.

Yang menarik, di permukaan sebosit ternyata ada reseptor tersendiri yang menerima CRH ini. Artinya, kulit punya semacam sirkuit kecilnya sendiri untuk mendeteksi dan merespons sinyal stres, bahkan tanpa harus melalui otak. Sinyal CRH ini diketahui juga mendorong sintesis lemak di dalam sebosit. Jadi kalau pas masa ujian atau deadline menumpuk kulit tiba-tiba mengilap dan jerawat sering muncul, itu bukan kebetulan.

Hubungan perubahan gula darah dan sebum

Pola makan pun ternyata tidak lepas dari sistem sinyal ini. Kalau sering makan makanan yang membuat gula darah melonjak cepat, pelepasan insulin ikut meningkat, dan disusul dengan meningkatnya insulin-like growth factor. Namanya begitu karena zat ini merangsang pertumbuhan sel dengan cara yang mirip insulin.

Zat-zat ini mengaktifkan jalur sinyal bernama mTORC1 di dalam sebosit. mTORC1 berfungsi seperti saklar yang memberi tahu sel bahwa sekarang sedang masa nutrisi berlimpah, sekaligus memerintahkan sel untuk memproduksi lebih banyak lemak. Di saat bersamaan, jalur ini juga diketahui meningkatkan sensitivitas kelenjar sebum terhadap sinyal androgen itu sendiri. Jadi kalau kebiasaan makan yang membuat gula darah melonjak cepat terus berlanjut, kelenjar sebum bisa jadi lebih reaktif meski jumlah androgennya sama saja.

Sebum berlebih yang tak kunjung membaik dan gangguan hormon

Kalau minyak wajah berlebihan secara kronis dan jerawat sulit sembuh, kadang di baliknya ada ketidakseimbangan hormon seperti polycystic ovary syndrome atau PCOS. Pada kondisi ini, ovarium memproduksi androgen jauh lebih banyak dari biasanya dan berlangsung lama.

Dalam kasus seperti ini, kelenjar sebum terus-menerus menerima sinyal yang kuat, sehingga sering kali sulit dikendalikan hanya dengan cuci muka atau perawatan topikal saja. Kalau ada gejala lain yang menyertai seperti siklus menstruasi tidak teratur atau hirsutisme, sebaiknya jangan dilihat sebagai masalah kulit saja, tapi didekati sebagai masalah keseimbangan hormon di seluruh tubuh.

Cara menurunkan sinyal sebum

Meski penyebabnya hormon, bukan berarti perawatan jadi sia-sia. Walaupun sinyalnya tidak bisa dimatikan sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa membantu supaya sinyal itu tidak menguat berlebihan.

  • Cuci muka dua kali sehari, hindari cuci muka berlebihan: semakin sering minyak dibersihkan, kulit justru menganggap dirinya kering dan malah memicu reaksi umpan balik yang meningkatkan produksi minyak.
  • Pakai sunscreen dan pelembap dengan formula ringan: formula oil-based yang berat akan menambah lapisan minyak di atas minyak yang sudah berlebih, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
  • Perhatikan pola makan yang membuat gula darah melonjak cepat: kalau gula darah sering melonjak cepat, jalur sinyal insulin dan insulin-like growth factor yang merangsang kelenjar sebum akan berulang kali aktif.
  • Kelola stres kronis: ada jalur langsung dari kortisol dan CRH yang merangsang sebosit, jadi kalau stres berlangsung lama, kelenjar sebum juga akan terus sibuk.
  • Kalau gejalanya jelas dan berlangsung lama, konsultasi ke dokter kulit: kondisi androgen yang tinggi secara kronis seperti PCOS sering sulit dikendalikan hanya dengan perawatan topikal, jadi perlu pendekatan yang melihat hormonnya secara langsung.

Kelenjar sebum bukan organ yang sekadar malas atau rajin, melainkan lebih seperti saluran yang meneruskan kondisi hormon di dalam tubuh apa adanya. Jadi kalau minyak wajah tiba-tiba meningkat, sebelum menyalahkan cara cuci muka, ada baiknya coba tengok kembali bagaimana stres, ritme hidup, dan siklus menstruasi belakangan ini.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Acne

Jerawat Hormonal: Penyebab dan Kenapa Muncul Terus di Dagu dan Sekitar Mulut

Jerawat yang berulang di rahang dan sekitar mulut saat dewasa punya penyebab yang berbeda dari jerawat masa remaja. Artikel ini menjelaskan cara hormon seperti androgen merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut, lengkap dengan kaitannya terhadap siklus menstruasi dan stres.

By Dr. Kim

Acne

Jerawat punggung: penyebab, bahan pengobatan, lama sembuh, dan cara merawat

Jerawat punggung berawal dari akar yang sama dengan jerawat wajah, tetapi berkembang berbeda karena ketebalan kulit, kepadatan kelenjar minyak, keringat, dan gesekan. Berikut penjelasan kenapa jerawat lebih mudah muncul di punggung, kenapa responsnya lebih lambat terhadap perawatan, serta cara menanganinya.

By Dr. Kim

Lifting

Penyebab dan Perawatan Kerutan Leher: Apakah Botox dan Lifting Membantu?

Leher punya kulit yang lebih tipis dan kelenjar minyak yang lebih sedikit sehingga kehilangan elastisitas lebih cepat dari wajah, ditambah gerakan yang sering membuat pita vertikal dan kerutan horizontal muncul bersamaan. Berikut penjelasan kenapa kekenduran dan kerutan bisa tumpang tindih, serta prinsip kerja perawatan dan tindakan yang bisa dilakukan.

By Dr. Kim

Back to articles