Prinsip Suntik Salmon PN Memberi Sinyal Regenerasi ke Dermis yang Rusak, Jumlah Sesi, dan Bedanya dengan Rejuran
By Dr. Lee8 min read

Banyak orang bertanya soal suntik salmon di ruang konsultasi dermatologi. Kalau hanya dengar namanya, kesannya seperti suntikan yang berisi salmon giling. Padahal isinya sebenarnya adalah fragmen DNA yang diambil dari testis ikan salmon, lalu dimurnikan. Kandungan ini disebut PN (Polynucleotide).
Banyak yang penasaran kenapa PN yang disuntikkan ke kulit dikatakan bisa memicu regenerasi, dan apa sebenarnya yang terjadi di dalamnya. Ada juga yang sering tertukar dengan nama Rejuran. Rejuran itu sendiri hanyalah salah satu dari beberapa produk yang menggunakan kandungan PN, bukan nama zatnya. Karena itu, mari kita bahas prinsip kerjanya satu per satu secara berurutan. Setelah memahami jalur yang menyalakan sinyal regenerasi dan alur pemulihan dermis, Anda juga akan lebih mudah mengerti kenapa prosedur ini dinamai seperti itu.
Suntik Salmon PN, Sebenarnya Apa?
PN adalah zat yang dibuat dari DNA yang diambil dari testis ikan salmon atau trout, lalu dipotong kecil-kecil dan dimurnikan. DNA sendiri berbentuk seperti benang panjang yang menyimpan cetak biru sel tubuh kita. Benang ini tidak dipakai utuh, melainkan dipotong menjadi fragmen pendek, disaring dari zat pengotor, ditingkatkan kemurniannya, lalu dijadikan cairan suntik. Itulah PN.
Alasan memakai DNA salmon adalah karena strukturnya sangat mirip dengan DNA manusia, sekaligus bisa dimurnikan dalam jumlah besar dengan aman. Begitu masuk ke tubuh, fragmen PN dikenali bukan sebagai benda asing, melainkan sebagai struktur yang sudah familiar. Karena itu, PN bisa menetap di jaringan tanpa memicu penolakan besar, lalu mulai mengirim sinyal ke sel-sel di sekitarnya.
Bayangkan baut dan mur dari merek berbeda yang tetap bisa saling pas karena ukurannya serupa, kurang lebih begitu logikanya. Meski spesiesnya berbeda, kerangka dasar penyusun DNA sebagian besar mirip, sehingga tubuh tidak salah mengenali fragmen ini sebagai benda asing lalu menolaknya. Ditambah lagi, proses pemurnian dilakukan bertahap, jadi semakin bersih dari zat pengotor, semakin kecil pula kemungkinan tubuh menolaknya saat fragmen ini menetap di jaringan.
Mengapa Kulit Bereaksi terhadap Kandungan Ini?
Saat PN masuk ke dermis, tubuh menganggapnya sebagai sinyal kerusakan kecil, mirip seperti saat kulit terluka dan tubuh otomatis menyalakan tombol pemulihan. Sel yang paling dulu bergerak dalam proses ini adalah makrofag. Makrofag adalah sel yang berkeliling di dalam tubuh untuk membersihkan benda asing dan sisa-sisa jaringan.
Saat memecah fragmen PN, makrofag menghasilkan zat bernama adenosin. Adenosin menempel pada reseptor tertentu di permukaan sel dan menyampaikan perintah untuk memulai proses pemulihan. Begitu sinyal ini menyala, makrofag berubah sifat menjadi sel yang fokus memperbaiki kerusakan. Sel ini kemudian mengirim sinyal ke fibroblas dan sel pembuluh darah di sekitarnya agar memproduksi kolagen dan meningkatkan aliran darah. Ungkapan bahwa PN memicu sinyal regenerasi sebenarnya merujuk pada jalur konkret lewat makrofag dan adenosin ini.
Bayangkan saat lutut Anda tergores tipis. Area luka memerah dan bengkak, lalu 3 sampai 7 hari kemudian kulit baru mulai tumbuh, itu semua hasil kerja tubuh yang membersihkan dan membangun ulang jaringan secara berurutan. Di area yang disuntik PN, urutan reaksi yang terjadi kurang lebih sama. Bedanya, kulit tidak perlu benar-benar robek seperti luka sungguhan, tombol pemulihan ini cukup ditekan secara halus.
Urutan Pemulihan Dermis yang Rusak
Dermis adalah lapisan yang menopang kulit dari bawah. Seiring bertambahnya usia, atau akibat paparan sinar UV dan peradangan yang berulang, protein kolagen di lapisan ini berkurang dan strukturnya jadi longgar. Kolagen berfungsi seperti tiang penyangga yang membuat kulit kencang. Kalau jumlah tiang ini berkurang, kulit jadi tipis dan elastisitasnya menurun.
Ketika sinyal regenerasi yang tadi dibahas menyala, sel bernama fibroblas menjadi lebih aktif. Fibroblas ini ibarat pabrik yang benar-benar memproduksi kolagen. Kalau sel ini mendapat rangsangan, ia menghasilkan lebih banyak serat kolagen baru, dan pada saat bersamaan sel pembuluh darah juga terangsang sehingga pembuluh darah kecil di area tersebut bertambah. Semakin banyak pembuluh darah, semakin lancar pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga bahan yang dibutuhkan untuk pemulihan juga lebih mudah sampai ke jaringan. Proses pengisian kolagen baru dan perbaikan aliran darah ini dilaporkan berlangsung selama 4 sampai 12 minggu setelah prosedur, sementara tekstur dan elastisitas kulit berubah secara bertahap.
Coba bayangkan kasur lama yang pernya sudah lemah, bagian tengahnya jadi kempes duluan. Kolagen berperan mirip pegas ini, dan seiring bertambahnya usia jumlah pegasnya berkurang sekaligus elastisitasnya melemah. Proses pengisian kolagen baru ibarat memasukkan pegas satu per satu ke kasur yang kempes tadi. Karena itu, perubahannya bukan langsung drastis, melainkan bagian yang cekung naik sedikit demi sedikit seiring waktu.
Apa Bedanya dengan Rejuran?
Rejuran adalah nama produk, salah satu dari beberapa produk yang menggunakan kandungan PN. Jadi Rejuran termasuk dalam kategori besar suntik salmon, bukan prosedur terpisah yang bekerja dengan prinsip berbeda. Jalur sinyal regenerasi PN itu sendiri sama-sama mengikuti proses makrofag dan adenosin yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Namun, panjang fragmen PN, metode pemurnian, konsentrasi, dan bahan pembawa yang ditambahkan bisa berbeda antarproduk. Karena itu, sering muncul ulasan tentang perbedaan kekentalan saat disuntikkan, sebaran cairan, sampai lama pemulihan yang dirasakan. Belum banyak penelitian klinis yang membandingkan langsung antarproduk sampai bisa memastikan mana yang lebih unggul, jadi klinik biasanya memilih salah satu dari beberapa produk PN sesuai area dan tujuan penggunaan.
Ini mirip seperti adonan roti dari tepung yang sama, tapi tekstur akhirnya sedikit berbeda karena lama fermentasi dan suhu panggang tiap merek berbeda. Meski bahan dasarnya sama-sama PN, seberapa halus fragmennya dipotong dan konsentrasinya bisa membuat rasa saat disuntikkan atau area sebarannya berbeda. Karena itu, daripada memakai satu produk yang sama untuk area tipis dan sensitif seperti wajah maupun area yang relatif lebih tebal seperti punggung tangan, banyak klinik memilih produk yang disesuaikan dengan area yang ditangani.
Di Posisi Mana PN Dibanding Prosedur Regenerasi Lain?
Selain PN, ada beberapa prosedur lain yang juga bertujuan meregenerasi kulit. Ada bagian prinsip yang tumpang tindih, tapi titik awalnya berbeda-beda.
- PDRN juga berasal dari DNA salmon seperti PN, tapi fragmennya dibiarkan lebih panjang. Perbedaan panjang fragmen ini dilaporkan memengaruhi lama zat bertahan di dalam tubuh dan cara sinyalnya disampaikan.
- PRP adalah metode yang memisahkan trombosit dari darah Anda sendiri, lalu menyuntikkannya kembali. Pendekatannya berbeda karena langsung memasok faktor pertumbuhan, tapi tujuannya sama-sama merangsang produksi kolagen seperti PN.
- Skin booster berbasis asam hialuronat menambah volume dan kelembapan kulit dengan cara menarik air, jadi prinsip kerjanya memang berbeda dari jalur sinyal regenerasi lewat makrofag.
- Mesoterapi memasukkan kandungan nutrisi seperti vitamin atau asam amino langsung ke dermis, jadi sifatnya lebih ke arah menambah nutrisi ketimbang menyalakan tombol regenerasi seperti PN.
Kalau dilihat begini, PN punya posisi tersendiri karena langsung merangsang sinyal regenerasi, dan sering dikombinasikan dengan PRP atau skin booster. Kalau PN berperan membangunkan makrofag untuk menyalakan tombol pemulihan, PRP lebih berperan menaruh bahan berupa faktor pertumbuhan tepat di tempat yang tombolnya sudah menyala. Karena keduanya bekerja lewat jalur berbeda menuju tujuan yang sama, muncul ulasan bahwa reaksi pemulihan terasa lebih jelas ketika kedua prosedur ini dilakukan bersamaan dibanding hanya salah satunya.
Bagaimana Menentukan Jumlah Sesi dan Jeda Waktunya?
Produksi kolagen yang dipicu PN tidak selesai dalam satu kali suntik. Fibroblas biasanya butuh waktu 4 sampai 6 minggu untuk membentuk kolagen baru dan membuatnya menetap, sehingga umumnya disarankan mengulang sesi sebanyak 3 sampai 4 kali dengan jeda 2 sampai 4 minggu. Sesi pertama saja mungkin sudah memberi sedikit rasa lembap, tapi perubahan kolagen yang terlihat jelas dilaporkan semakin nyata seiring bertambahnya jumlah sesi.
Setelah rangkaian sesi dasar selesai, banyak orang melanjutkan dengan suntikan tambahan sekali setiap 6 bulan sampai 1 tahun untuk menjaga hasilnya. Kolagen di dermis perlahan berkurang lagi seiring waktu, jadi sulit mengharapkan hasilnya bertahan permanen tanpa perawatan lanjutan.
Prinsipnya mirip memberi pupuk pada tanaman pot sedikit demi sedikit, yang lebih mudah diserap akar dibanding diberikan sekaligus dalam jumlah besar. Fibroblas diketahui merespons lebih konsisten kalau dibangunkan berulang kali dengan jeda tertentu, dibanding satu rangsangan besar sekaligus. Itulah kenapa metode bertahap ini menjadi standar. Memperpendek jeda dan menyuntik terlalu sering tidak membuat pemulihan lebih cepat, justru yang lebih penting adalah memberi jaringan cukup waktu untuk membentuk kolagen baru.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Prosedur
PN memang kandungan dengan tingkat kemurnian tinggi, tapi tetap ada beberapa hal yang baik diperhatikan sebelum dan sesudah prosedur.
- Sebelum prosedur, sebaiknya bicarakan riwayat alergi Anda dengan dokter yang menangani. Karena bahan bakunya berasal dari ikan, lebih aman untuk memberi tahu lebih dulu kalau Anda punya kondisi kulit yang sensitif terhadap kandungan tertentu.
- Segera setelah prosedur, bengkak atau memar di area suntikan bisa bertahan sekitar 2 sampai 5 hari. Ini reaksi wajar karena pembuluh darah halus terangsang akibat suntikan jarum.
- Selama 3 sampai 7 hari setelah prosedur, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari yang kuat. Kulit yang sedang dalam masa pemulihan relatif lebih sensitif, jadi mengurangi rangsangan akan membantu proses pemulihan.
- Segera setelah disuntik, sebaiknya jangan menggosok atau memijat area yang ditangani dengan keras. Kalau PN yang baru masuk tertekan atau bergeser sebelum sempat menetap di jaringan, bisa jadi menyebar keluar dari area yang ditargetkan.
Secara keseluruhan, prosedur berbasis PN dikenal sebagai perawatan regenerasi yang bisa dicoba tanpa beban besar. Meski begitu, memahami dulu prinsip kerja dan jumlah sesinya sebelum berkonsultasi dengan dokter akan membantu Anda memasang ekspektasi yang lebih realistis.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Bagaimana Kandungan dari Salmon dalam Rejuran Memperbaiki Tekstur Kulit dari Akarnya Meski Bukan Filler
Rejuran adalah prosedur yang menyuntikkan fragmen DNA dari salmon ke kulit, bukan untuk mengisi volume, melainkan untuk merangsang sinyal regenerasi itu sendiri. Artikel ini menjelaskan mengapa kandungan ini bisa memicu pembentukan kolagen baru, apa perbedaan tujuannya dengan filler, dan mengapa jumlah sesi serta jaraknya diatur seperti itu.
By Dr. Kim

Bibir Menipis dan Garis Vertikal? Rejuran Bibir, Prinsip Memulihkan Tekstur hingga Sesi dan Perawatan
Rejuran bibir menyuntikkan bahan Polynucleotide (PN) langsung ke jaringan bibir untuk memulihkan tekstur dan kelembapannya. Simak apa bedanya dengan filler yang menambah volume, bagaimana garis vertikal bisa memudar, dan seberapa terasa nyeri serta jumlah sesinya, dijelaskan dari sisi prinsip kerjanya.
By Dr. Kim

Prinsip Body Onda Memanaskan Lemak Perut dan Lengan dengan Gelombang Mikro, Jumlah Sesi, dan Lama Bertahannya Hasil
Body Onda adalah perawatan pembentukan tubuh non-bedah yang memanaskan lapisan lemak di bawah kulit secara selektif dengan gelombang mikro, sehingga sel lemak mengecil sekaligus kulit menjadi lebih kencang. Artikel ini membahas mengapa panas hanya menyasar lapisan lemak, mengapa pengurangan lemak dan pengencangan kulit terjadi bersamaan, bagaimana pendekatan berbeda di area perut, lengan atas, dan pinggang, serta berapa lama sesi dan hasilnya bertahan.
By Dr. Kim