Bibir Menipis dan Garis Vertikal? Rejuran Bibir, Prinsip Memulihkan Tekstur hingga Sesi dan Perawatan
By Dr. Kim7 min read

Semakin bertambah usia, banyak orang merasa bibirnya terlihat lebih tipis dari sebelumnya, dan garis vertikal mulai muncul ke arah sudut bibir. Lipstik pun kadang terlihat merembes ke garis halus itu, jadi tidak rapi lagi. Perubahan ini kebanyakan terjadi karena jaringan bibir itu sendiri semakin kering dan menipis.
Yang biasanya langsung terpikir adalah filler volume, tapi rejuran bibir memakai pendekatan yang agak berbeda. Alih-alih menambah volume, cara ini lebih ke memulihkan jaringan bibir dari dalam. Apa saja yang disuntikkan, dan kenapa itu bisa memengaruhi kerutan, akan dibahas satu per satu di bawah ini.
Rejuran Bibir Terbuat dari Bahan Apa?
Bahan utama rejuran adalah Polynucleotide, atau biasa disingkat PN. Kedengarannya rumit, tapi sebenarnya cukup sederhana. PN adalah fragmen DNA yang diekstrak dari sel sperma salmon atau trout, lalu melalui proses pemurnian sehingga aman disuntikkan ke tubuh manusia.
Meski disebut DNA, bukan berarti bahan ini membawa informasi genetik. PN di sini bukan bekerja sebagai gen, melainkan sebagai sinyal yang memberi tahu jaringan untuk mulai memperbaiki diri. Bayangkan seperti surat pesanan bahan bangunan ke lokasi proyek. Surat itu sendiri tidak membangun apa-apa, tapi begitu diterima, para pekerja akan mengambil bahan yang dibutuhkan dan mulai bekerja. Konsepnya kurang lebih seperti itu.
DNA dari salmon atau trout ini punya struktur basa yang mirip dengan DNA manusia, sehingga tubuh cenderung tidak menganggapnya sebagai benda asing yang harus dilawan keras. Selama proses pemurnian, protein yang tidak diperlukan disaring, dan yang tersisa hanya bagian yang mengirim sinyal regenerasi jaringan, sehingga keamanannya lebih terjaga.
Kalau bahan yang dipakai kurang murni, tubuh bisa saja menganggapnya benda asing dan reaksinya berupa bengkak atau kemerahan yang lebih terasa. Karena itu, meski sama-sama PN, seberapa teliti tahap pemurniannya bisa membuat reaksi setelah tindakan sedikit berbeda-beda.
Apa yang Dilakukan PN di Dalam Bibir?
Bibir termasuk jaringan yang paling kering dan tipis di wajah. Kelenjar minyaknya nyaris tidak ada, dan kolagen, protein penopang seperti tiang penyangga kulit, juga makin berkurang seiring usia. Kalau tiangnya berkurang, jaringan jadi kendur dan permukaannya cekung, dan itulah yang muncul sebagai garis vertikal.
Saat PN disuntikkan ke lapisan dermis bibir, sel-sel di area itu ikut terstimulasi. Yang paling menonjol adalah fibroblast, sel pekerja yang langsung memproduksi kolagen, dilaporkan menjadi lebih aktif. Kalau fibroblast diberi bahan dan sinyal yang cukup, produksi kolagen baru sekaligus asam hialuronat yang mengikat air di jaringan juga ikut meningkat.
Selain itu, PN juga punya sifat menarik air. Cara kerjanya mirip spons yang menyerap air, menahan kelembapan di dalam jaringan. Karena itu, ada laporan bahwa setelah tindakan, bibir yang tadinya pecah-pecah dan kering berangsur berubah jadi lebih lembap dan kenyal.
Sinyal ini juga berkaitan dengan usia. Di usia 20-an, fibroblast masih rajin memproduksi kolagen sendiri, tapi begitu melewati usia 40-an, kecepatannya jelas melambat. Itu sebabnya stimulasi seperti rejuran terasa lebih membantu justru pada usia yang lebih matang.
Apa Bedanya dengan Filler Volume?
Filler bibir yang umum dikenal kebanyakan berbahan asam hialuronat (HA). Cara kerjanya memasukkan gel yang punya volume fisik untuk membuat bibir langsung terlihat lebih penuh. Bisa dibayangkan seperti meniup balon sampai mengembang.
Rejuran bibir mengambil jalan yang berbeda. Tujuannya bukan memperbesar volume secara signifikan, melainkan memulihkan kualitas jaringan itu sendiri. Karena itu, tanpa bibir jadi terlihat jauh lebih besar, perubahan yang muncul justru pada tekstur permukaan yang lebih halus dan kelembapan yang kembali. Itulah alasan sebagian orang lebih memilih cara ini kalau ingin ukuran bibir tetap sama, tapi rasa tipis dan keringnya yang diperbaiki.
Misalnya, bagi yang lipstiknya sering merembes ke garis halus sehingga terlihat kurang rapi, memperbaiki tekstur permukaan biasanya memberi hasil yang lebih memuaskan dibanding sekadar menambah volume.
Tidak jarang juga kedua cara ini dipakai bersama. Filler volume dipakai lebih dulu untuk membentuk, lalu rejuran menyusul untuk memperbaiki tekstur dan elastisitas. Karena tujuannya berbeda, urutan dan kombinasinya bisa disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.
Bagaimana Garis Vertikal Bisa Memudar?
Garis vertikal di bibir muncul saat lapisan kulit ari menipis dan kolagen di bawahnya yang tadinya menopang berkurang, sehingga permukaan tampak seperti ada alur yang terbentuk. Mirip seperti tanah sawah yang mengering lalu retak di permukaannya. Ketika kelembapan dan elastisitas berkurang bersamaan, permukaan pun terlihat retak jadi garis kerutan.
Ada alasan kenapa kerutan ini selalu muncul secara vertikal. Otot orbicularis oris yang mengelilingi mulut terus berkontraksi dan mengendur setiap kali tersenyum atau berbicara, dan arah gerakan ini vertikal. Selama jaringan masih kencang, gerakan ini tidak meninggalkan bekas. Tapi begitu kolagen berkurang dan daya topangnya melemah, gerakan yang sama berulang kali akan membentuk kerutan mengikuti arah itu.
Setelah PN disuntikkan dan kolagen bersama kelembapan kembali mengisi jaringan, alur ini perlahan mulai terisi. Bukan dengan menarik permukaan kencang seketika untuk meratakan kerutan, tapi dengan mengisi daya topang dari dasar sehingga kerutan memudar secara alami. Karena itu, hasilnya tidak langsung terlihat drastis, melainkan baru mulai terlihat jelas dalam rentang 4 hingga 8 minggu.
Berapa Kali Sesi dan Seberapa Nyeri?
Proses pembentukan kolagen baru dan penataan ulang jaringan butuh waktu. Karena itu, yang umum dipakai bukan satu kali suntik, melainkan rangkaian 3 hingga 5 sesi.
- Sebagai rangkaian dasar, biasanya 3 kali suntikan dengan jarak 2 hingga 4 minggu antar sesi. Jarak ini disesuaikan dengan siklus jaringan merespons dan pulih, supaya stimulasi berikutnya bisa terakumulasi, bukan sia-sia.
- Setelah itu, banyak yang melanjutkan dengan sesi perawatan berjarak 6 hingga 12 bulan. Karena efek pembentukan kolagen berangsur berkurang seiring waktu, penguatan berkala tetap diperlukan untuk menjaga tekstur bibir.
- Untuk area setipis dan sesensitif bibir, dosis kecil yang dibagi beberapa kali lebih dipilih dibanding sekali suntik dalam jumlah besar. Tujuannya untuk mengurangi bengkak dan iritasi sekaligus memastikan bahan tersebar merata di area target.
Rasa nyeri di bibir cenderung lebih terasa dibanding area lain. Ujung saraf di bibir tersebar cukup padat, sehingga sensasi tertusuk jarum terasa lebih jelas. Karena itu, krim anestesi biasanya dioleskan lebih dulu untuk mengurangi rasa ini sebelum tindakan dilakukan. Segera setelah tindakan, bibir bisa terlihat bengkak dan terasa sedikit bergelombang selama 2 hingga 5 hari, dan ini dianggap sebagai reaksi wajar saat bahan yang disuntikkan menyatu dengan jaringan.
Cocok untuk Siapa dan Berapa Lama Pemulihan?
Rejuran cocok untuk orang yang khawatir dengan bibir yang menipis dan garis vertikal, tapi tidak ingin volumenya bertambah banyak. Sebaliknya, kalau yang diinginkan adalah perubahan bentuk yang langsung terlihat karena volume bibir memang kurang, filler volume bisa jadi pilihan yang lebih langsung.
Terutama bagi yang merasa tekstur bibirnya tetap terlihat pecah-pecah meski memakai riasan tebal, atau lipstik yang terus merembes ke garis halus, rejuran biasanya menyasar masalah yang persis sama. Karena pendekatannya memang mengubah tekstur permukaan itu sendiri, hasilnya dilaporkan cukup terlihat pada garis halus yang bahkan sulit ditutupi riasan.
Pemulihannya relatif cepat. Bengkak dan sensasi bergelombang umumnya mereda dalam 3 hingga 5 hari, dan meski muncul memar, biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, bagi yang sedang hamil, memiliki peradangan aktif di area bibir, atau riwayat herpes, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan tenaga medis sebelum tindakan.
Bagaimana Perawatan Setelah Tindakan?
Selama sekitar 3 hari pertama setelah tindakan, sebaiknya hindari menggosok bibir terlalu keras atau memakai produk bibir dalam lapisan tebal. Iritasi bisa memperlambat proses pemulihan di area tersebut. Cukup jaga kelembapan dengan pelembap yang ringan dan lembut.
Makanan panas atau pedas juga sebaiknya dikurangi selama 3 hingga 5 hari pertama. Selaput bibir sedang lebih sensitif di masa ini, sehingga bisa bereaksi lebih kuat terhadap rangsangan dibanding biasanya. Menjaga perlindungan dari sinar matahari juga dianggap membantu melindungi jaringan yang sedang pulih.
Misalnya, saat menyeruput kuah panas atau makan makanan pedas, bibir bisa terasa lebih panas dan bengkak dari biasanya, dan ini bisa dianggap sebagai tanda bahwa jaringan yang sedang pulih memang lebih peka terhadap rangsangan. Begitu masa ini lewat, respons terhadap rangsangan pun kembali normal dengan sendirinya.
Setelah itu, kunci perawatannya adalah mengikuti jadwal sesi yang sudah ditentukan. Proses penumpukan kolagen dan kelembapan bersifat kumulatif, jadi kalau rangkaiannya terputus di tengah jalan, hasilnya bisa muncul lebih lambat dari seharusnya.
References
Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Bagaimana Kandungan dari Salmon dalam Rejuran Memperbaiki Tekstur Kulit dari Akarnya Meski Bukan Filler
Rejuran adalah prosedur yang menyuntikkan fragmen DNA dari salmon ke kulit, bukan untuk mengisi volume, melainkan untuk merangsang sinyal regenerasi itu sendiri. Artikel ini menjelaskan mengapa kandungan ini bisa memicu pembentukan kolagen baru, apa perbedaan tujuannya dengan filler, dan mengapa jumlah sesi serta jaraknya diatur seperti itu.
By Dr. Kim

Rambut Mulai Menipis, Mesoterapi Kulit Kepala Kirim Nutrisi ke Akar Rambut, Benarkah Bisa Menahan Kerontokan?
Mesoterapi kulit kepala melewati lapisan tanduk yang tidak bisa ditembus produk oles, dengan menyuntikkan faktor pertumbuhan dan nutrisi langsung ke dekat akar rambut. Berikut penjelasan kenapa suntikan memberi hasil berbeda, bagaimana pembagian peran dengan obat kerontokan oral, hingga jumlah sesi dan perawatan lanjutan, disusun berdasarkan prinsip kerjanya.
By Dr. Kim

Bagaimana Filler Kalsium Radiesse Mengisi Volume sambil Merangsang Kolagen, dan Berapa Lama Bertahan
Radiesse adalah filler dengan partikel kalsium yang langsung mengisi volume sekaligus memicu pembentukan kolagen baru. Artikel ini membahas kenapa partikel ini bisa mengisi volume, bagaimana rangsangan kolagen terjadi, alasan diencerkan sebagai skin booster, hingga berapa lama daya tahannya, semua dari sisi prinsip kerjanya.
By Dr. Lee