prettytime
Pigment

Alasan Laser Ruby 694nm Ampuh Atasi Flek Penuaan dan Nevus Ota, Dilihat dari Kurva Serapan Melanin

By Dr. Kim8 min read

Flek penuaan atau nevus Ota yang warnanya sudah pekat sering bikin frustrasi karena tidak kunjung memudar meski sudah toning berkali kali. Tapi ada satu jenis laser yang memang dirancang khusus untuk menyasar lesi pigmen sejak awal. Namanya laser ruby, yang memakai panjang gelombang 694nm.

Laser ruby termasuk laser pigmen jenis Q-switched yang memecah pigmen dengan kuat. Kuncinya ada di panjang gelombang 694nm ini, sebab gelombang ini terserap baik oleh melanin tapi kurang terserap oleh pembuluh darah maupun air di kulit, sehingga energi bisa lebih fokus menyasar pigmen saja. Karena itu laser ini sudah lama dipakai untuk flek penuaan, lentigo solaris, nevus Ota, dan tato yang warnanya pekat. Artikel ini mengupas kenapa 694nm dipilih, lewat kurva serapan melanin dan angka penelitian nyata. Risiko hiperpigmentasi yang perlu diperhatikan pada kulit Asia juga dibahas secara jujur.

Perangkat laser pigmen Q-switched yang menyasar lesi pigmen

Laser Ruby Itu Laser Seperti Apa, dan Kenapa Memilih 694nm?

Sesuai namanya, laser ruby memakai kristal ruby sebagai medium lasernya. Ruby bahkan tercatat sebagai bahan pertama di dunia yang berhasil memancarkan sinar laser, pada tahun 1960. Di bidang dermatologi, cahaya merah 694nm yang dipancarkan kristal ruby ini ditembakkan dalam pulsa yang sangat singkat untuk menangani pigmen.

Nah, tembakan super singkat inilah yang disebut Q-switch. Teknologi Q-switch memampatkan energi hingga puluhan nanodetik, atau sepermiliar detik, lalu melepaskannya dalam satu kedipan cepat. Butiran pigmen yang menerima energi sekuat itu dalam sekejap akan pecah menjadi partikel halus sebelum panasnya sempat menyebar ke jaringan sekitar. Gampangnya, ini seperti memecahkan es dengan satu pukulan palu, bukan melelehkannya perlahan, sehingga kulit di sekitarnya tidak ikut panas sementara pigmennya bisa dipecah secara selektif.

Pertanyaannya, kenapa harus 694nm? Melanin menyerap cahaya lebih kuat semakin pendek panjang gelombangnya. Uniknya, 694nm masih berada di area yang cukup baik diserap melanin, tapi jauh lebih sedikit diserap oleh hemoglobin di pembuluh darah maupun air di dalam kulit. Alhasil energi lebih terpusat ke pigmen, sementara jaringan sekitarnya lebih aman, hampir seperti panjang gelombang yang memang dikhususkan untuk pigmen. Inilah alasan laser ruby menjadi salah satu perangkat andalan generasi awal untuk menghilangkan tato dan lesi pigmen.

Melanin lebih mudah menyerap cahaya semakin pendek panjang gelombangnya, jika 1064nm dianggap 1 maka 532nm sekitar 11 kali dan 694nm sekitar 4.4 kali, sehingga 694nm berada di posisi yang pas untuk menyasar pigmen
Melanin lebih mudah menyerap cahaya semakin pendek panjang gelombangnya, jika 1064nm dianggap 1 maka 532nm sekitar 11 kali dan 694nm sekitar 4.4 kali, sehingga 694nm berada di posisi yang pas untuk menyasar pigmen

Kenapa Kurva Serapan Menunjuk ke Angka 694nm?

Supaya laser bisa menghilangkan pigmen, cahayanya harus terserap baik oleh melanin. Kurva serapan menggambarkan seberapa banyak melanin menyerap cahaya pada tiap panjang gelombang, dan kurva ini semakin curam naik saat panjang gelombangnya semakin pendek. Karena itu 532nm yang mendekati warna hijau punya serapan melanin paling kuat, dan semakin panjang gelombangnya, serapannya semakin menurun.

Tapi masalahnya, serapan yang kuat belum tentu selalu lebih baik. 532nm tidak hanya diserap melanin, tapi juga diserap dengan baik oleh hemoglobin di pembuluh darah, sehingga saat menembak pigmen, pembuluh darah di sekitarnya ikut terangsang dan mudah menimbulkan kemerahan atau lebam. Ditambah lagi, panjang gelombang yang pendek tidak bisa menembus terlalu dalam ke kulit, jadi hanya menjangkau pigmen di permukaan. Sebaliknya, 1064nm yang biasa dipakai untuk toning bisa menembus lebih dalam, tapi serapan melaninnya lemah sehingga sulit memecah pigmen dengan kuat dalam sekali tembak.

694nm berada tepat di titik keseimbangan yang baik di antara keduanya. Serapan melaninnya masih tinggi, sekitar 4.4 kali lipat dari 1064nm, tapi serapan terhadap hemoglobin dan air lebih rendah, sehingga pas untuk menyasar pigmen secara selektif. Kalau dilihat dari selektivitas antara pigmen dan pembuluh darah, 532nm hanya punya rasio serapan melanin banding darah sebesar 2.4 banding 1, jadi lebih sering menimbulkan kerusakan pembuluh darah. Sementara panjang gelombang yang sedikit lebih panjang seperti 694nm jelas lebih condong ke arah melanin. Tabel berikut membandingkan karakteristik tiap panjang gelombang.

Panjang GelombangSerapan MelaninKedalaman PenetrasiCocok untuk Pigmen
532nmPaling kuatDangkalFlek permukaan, sekaligus pembuluh darah
694nmTinggiSedangFlek penuaan, nevus Ota
755nmSedangSedang hingga dalamPigmen dermis, tato
1064nmLemahDalamToning, pigmen dalam

Pada 694nm, serapan melanin tinggi sementara serapan hemoglobin darah dan air rendah, sehingga posisinya pas untuk menyasar pigmen secara selektif
Pada 694nm, serapan melanin tinggi sementara serapan hemoglobin darah dan air rendah, sehingga posisinya pas untuk menyasar pigmen secara selektif

Paling Ampuh untuk Flek Penuaan, Nevus Ota, atau Tato?

Yang paling dikuasai laser ruby adalah pigmen pekat yang letaknya dekat permukaan kulit. Contoh utamanya adalah flek penuaan atau lentigo solaris yang muncul akibat paparan matahari bertahun tahun. Dalam sebuah penelitian, 91 lesi flek penuaan pada pasien dengan tipe kulit 2 sampai 4 diobati dengan laser ruby, dan semuanya hilang bersih. Freckle atau efelid juga termasuk pigmen permukaan sehingga umumnya merespons baik.

Nevus Ota agak berbeda karakternya. Pigmennya tidak berada di permukaan, melainkan tertanam kebiruan jauh di dalam dermis, sehingga tidak bisa hilang dalam sekali sesi dan memudar perlahan lewat beberapa kali sesi. Meski begitu, laser ruby sudah lama menjadi perangkat andalan untuk menangani nevus Ota, dan hasilnya bisa jauh lebih cerah setelah beberapa kali pengulangan. Anak anak yang mulai terapi sejak usia dini bahkan diketahui punya tingkat perbaikan yang lebih tinggi.

Tato juga sudah lama menjadi ranah laser ruby. Panjang gelombang 694nm terserap baik oleh tinta warna hitam dan biru tua, dan dalam sebuah penelitian, sebagian besar tato hitam kebiruan berhasil terhapus lebih dari 75%. Hanya saja, warna seperti merah atau kuning tidak mudah hilang dengan 694nm dan butuh panjang gelombang lain. Karena tingkat kecocokan berbeda beda tergantung jenis pigmennya, berikut perbandingan singkatnya dalam tabel.

Kondisi PigmenResponsJumlah Sesi
Flek penuaan, lentigo solarisUmumnya hilang tuntasSesi sedikit
FreckleMerespons baikSesi sedikit
Nevus OtaMemudar bertahapBeberapa kali sesi
Tato hitam kebiruanSebagian besar terhapus lebih dari 75%Beberapa kali sesi

Grafik perbandingan respons terapi nevus Ota antar jenis laser, Q-switched ruby 54%, Nd:YAG 64%, alexandrite 58%, pikosecond 100%
Grafik perbandingan respons terapi nevus Ota antar jenis laser, Q-switched ruby 54%, Nd:YAG 64%, alexandrite 58%, pikosecond 100%

Seberapa Banyak Pigmen Memudar Menurut Penelitian?

Kalau dilihat dari angkanya, responsnya cukup berbeda tergantung jenis pigmennya. Flek penuaan yang letaknya di permukaan, seperti sudah dibahas, sebagian besar hilang bersih. Sementara nevus Ota yang tertanam di dermis perlu ekspektasi yang sedikit berbeda.

Ada analisis gabungan dari berbagai penelitian mengenai nevus Ota. Data ini merangkum 57 penelitian dengan sekitar 13.000 pasien, dan hasilnya, laser Q-switched ruby menunjukkan perbaikan nyata pada sekitar 54% kasus. Nd:YAG 1064nm yang sama sama Q-switched mencatat 64%, sedangkan alexandrite 755nm mencatat 58%, jadi ketiganya berada di kisaran yang mirip. Laser ruby biasanya dilakukan sekitar 2 sampai 3 kali sesi, dan warnanya semakin memudar seiring bertambahnya jumlah sesi.

Laser pikosecond yang lebih baru menunjukkan respons yang sangat kuat, hampir mendekati 100%. Tapi laporan efek sampingnya juga tinggi, mencapai 44%, sehingga efektivitas dan keamanan perlu dipertimbangkan bersama sama. Laser ruby, sebagai laser pigmen yang sudah teruji lama, punya efek samping sekitar 14% yang masih tergolong bisa dikelola, jadi tetap jadi pilihan yang bisa diandalkan. Pada akhirnya, perangkat yang cocok tergantung jenis pigmen yang ingin dihilangkan, jadi hal pertama yang perlu dilakukan sebelum tindakan adalah memeriksa kedalaman pigmen terlebih dulu.

Perbandingan sebelum dan sesudah terapi laser untuk flek penuaan, bercak cokelat tampak memudar

Berapa Kali Sesi yang Dibutuhkan dan Bagaimana Proses Pemulihannya?

Prosedurnya sendiri relatif sederhana. Krim anestesi dioleskan lebih dulu dan didiamkan sebentar, lalu laser ditembakkan tepat pada area pigmen. Untuk satu flek penuaan biasanya cuma butuh beberapa menit, dan saat ditembak akan terasa seperti sentilan karet gelang. Saat pigmen menerima energi yang kuat, area tersebut akan langsung memutih dan sedikit membengkak sesaat, kondisi ini disebut frosting dan menjadi tanda bahwa pigmennya merespons dengan baik.

Proses pemulihannya mengikuti alur pigmen yang mengering menjadi keropeng lalu terlepas dengan sendirinya. Segera setelah tindakan, area tersebut biasanya berubah kehitaman atau muncul keropeng tipis, lalu dalam 1 sampai 2 minggu kulit baru akan tumbuh dan keropengnya lepas secara alami. Yang paling penting, jangan pernah mengelupas keropeng secara paksa. Kalau dilepas sebelum kulit baru terbentuk sempurna, bekas luka atau hiperpigmentasi jadi lebih mudah muncul.

Flek penuaan atau freckle biasanya cukup melewati proses ini satu sampai dua kali saja, tapi pigmen yang lebih dalam seperti nevus Ota perlu diulang beberapa kali dengan jarak beberapa bulan antar sesi. Kulit yang baru saja terlepas keropengnya masih berwarna kemerahan, tipis, dan sensitif terhadap sinar matahari, jadi pemakaian tabir surya yang telaten di masa ini penting untuk mencegah munculnya pigmen baru. Karena itu, perawatan setelah tindakan sama pentingnya dengan tindakan itu sendiri dalam menentukan hasil akhir.

Meski sama sama laser ruby, penelitian pada kulit Asia menunjukkan hiperpigmentasi bisa naik hingga 33% jika ditembak dengan intensitas tinggi, tapi turun ke kisaran 7% jika intensitasnya diturunkan
Meski sama sama laser ruby, penelitian pada kulit Asia menunjukkan hiperpigmentasi bisa naik hingga 33% jika ditembak dengan intensitas tinggi, tapi turun ke kisaran 7% jika intensitasnya diturunkan

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Hiperpigmentasi pada Kulit Asia?

Hal yang paling perlu dibicarakan secara jujur soal laser pigmen adalah risiko hiperpigmentasi. Kulit orang Asia, termasuk orang Korea, punya kadar melanin yang lebih tinggi, sehingga kalau rangsangan lasernya berlebihan, alih alih menghilangkan pigmen, justru bisa muncul hiperpigmentasi baru yang lebih gelap. Ini adalah risiko yang sama sama dihadapi oleh laser pigmen berenergi kuat, termasuk laser ruby.

Untungnya, besar kecilnya risiko ini cukup dipengaruhi oleh cara tindakannya. Dalam penelitian pada kulit Asia, laser ruby dengan intensitas tinggi memunculkan hiperpigmentasi pada sekitar 33% kasus, tapi begitu intensitasnya diturunkan secara lembut, angkanya turun jauh ke kisaran 7%. Jadi, alih alih memaksakan intensitas tinggi dalam sekali tindakan, lebih aman menyesuaikan intensitas dengan tipe kulit dan membaginya jadi beberapa sesi. Inilah alasan pengalaman dokter yang menangani sangat menentukan hasil akhirnya.

Laser pikosecond yang lebih baru cenderung punya laporan hiperpigmentasi lebih sedikit untuk jenis pigmen yang sama, jadi bisa jadi pertimbangan bagi kulit yang khawatir soal hiperpigmentasi. Tapi laser ruby pun bisa dipakai dengan cukup aman selama intensitasnya disesuaikan dengan tepat. Kalau ada melasma yang sedang aktif, sedang mengonsumsi obat yang membuat kulit sensitif terhadap cahaya, kulit baru saja terbakar matahari, atau sedang hamil, sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter. Bagi yang bisa rutin memakai tabir surya setelah tindakan, pigmen pekat yang sulit hilang dengan toning pun bisa dirapikan dengan jelas lewat laser ruby.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Reepot 532nm untuk Flek Matahari dan Keratosis: Efek 2 Sesi, Cara Kerja, dan Risiko PIH

Penjelasan cara kerja laser Reepot buatan Classys: panjang gelombang 532nm menyerap melanin sekitar 11 kali lebih kuat dari 1064nm, sistem pendinginan VSLS mengurangi risiko PIH, data 20 pasien yang flek mataharinya memudar rata-rata 72% dalam 2 sesi, serta angka PIH Q-switched 20-30% dibanding picosecond 5% dan pemulihan sekitar 3 bulan.

By Dr. Lee

Back to articles