prettytime
Skincare

Kemerahan di Wajah yang Tak Kunjung Reda, Tanda Pembuluh Darah dan Rasa Panas Saat Itu Ternyata Bukan Jerawat Melainkan Rosacea

By Dr. Kim6 min read

Setiap kali bercermin dan melihat pipi serta area sekitar hidung memerah, wajar rasanya langsung menyimpulkan itu ulah jerawat. Tapi kalau sudah pakai obat oles jerawat atau rajin eksfoliasi dan kemerahannya tetap tidak reda, bahkan makin sering terasa panas dan seperti terbakar, penyebabnya bisa jadi bukan jerawat, melainkan rosacea.

Rosacea adalah kondisi kulit di mana pembuluh darah di bagian tengah wajah menjadi terlalu sensitif sehingga memicu kemerahan dan rasa panas yang berlangsung lama. Sekilas tampilannya memang mirip jerawat, tapi lokasi munculnya dan penyebabnya berbeda, bahkan cara penanganannya sering kali harus berlawanan arah. Karena itu, kalau kedua kondisi ini disamakan dan ditangani dengan pendekatan yang sama, kemerahan justru bisa makin parah. Berikut kriteria nyata yang membedakan keduanya, satu per satu.

Kenapa Jerawat dan Rosacea Sering Tertukar?

Jerawat dan rosacea sama-sama menimbulkan bercak kemerahan di wajah, dan pada kasus yang cukup parah, keduanya bisa disertai benjolan kecil yang terlihat seperti berisi nanah. Karena tampilannya mirip, banyak orang langsung menganggap keduanya sebagai kondisi yang sama.

Padahal, penyebab munculnya dua kondisi ini sudah berbeda sejak awal. Jerawat terjadi ketika sebum dan sel kulit mati menumpuk lalu menyumbat pori, sehingga bakteri berkembang biak di dalamnya dan memicu peradangan. Sementara itu, rosacea muncul karena pembuluh darah di kulit wajah bereaksi lebih sensitif dari biasanya sehingga mudah melebar, dan ketika peradangan menyertainya, kemerahan pun bertahan lama. Karena akar masalahnya berbeda, meski tampak serupa dari luar, selalu ada petunjuk yang bisa dipakai untuk membedakannya.

Kriteria Pertama, Ada Tidaknya Komedo

Ciri pembeda paling jelas adalah ada tidaknya komedo, yaitu blackhead dan whitehead yang muncul akibat pori tersumbat. Karena jerawat memang bermula dari pori yang tersumbat sebum dan sel kulit mati, kalau diperhatikan lebih teliti biasanya akan ditemukan bintik hitam atau putih kecil menyerupai komedo di area tersebut.

Rosacea bukan kondisi yang muncul karena penyumbatan pori. Bercak merah akibat pelebaran pembuluh darah memang bisa disertai bintil kecil atau bahkan lesi berisi nanah kalau ada peradangan yang menyertai, tapi komedo hampir tidak pernah ditemukan pada rosacea. Jadi, kalau diamati baik-baik dan ada komedo hitam yang bercampur di area kemerahan, kemungkinan besar itu jerawat. Sebaliknya, kalau hanya ada kemerahan tanpa komedo sama sekali, arahnya lebih condong ke rosacea.

Perbedaan Lokasi Munculnya Kemerahan

Lokasi kemerahan juga menjadi petunjuk penting. Rosacea umumnya muncul simetris di bagian tengah wajah, seperti hidung, pipi, dahi, dan tengah dagu. Ini karena pembuluh darah di area tengah wajah memang lebih rapat sebarannya dan lebih sensitif terhadap rangsangan.

Jerawat, di sisi lain, cenderung muncul di area yang kelenjar minyaknya lebih aktif. Bisa di zona T yang menghubungkan dahi dan hidung, garis rahang, bahkan meluas hingga punggung dan dada. Semakin aktif produksi sebum di suatu area, semakin besar peluang pori di sana tersumbat. Dengan memperhatikan apakah kemerahan terkumpul di tengah wajah atau justru menyebar mengikuti area berminyak, kita bisa lebih mudah menebak kondisi mana yang sedang terjadi.

Apakah Reaksi terhadap Panas dan Pemicu Berbeda?

Ciri khas rosacea adalah munculnya flushing, yaitu wajah yang tiba-tiba memerah drastis akibat pemicu tertentu. Makanan panas, makanan pedas, alkohol, mencuci muka dengan air panas, perubahan suhu yang mendadak, paparan sinar matahari, hingga stres bisa membuat pembuluh darah melebar seketika sehingga wajah tampak merah dan terasa panas dalam hitungan singkat.

Jerawat tidak bereaksi secepat itu. Makan makanan pedas tidak akan membuat jerawat langsung tambah merah saat itu juga. Sebaliknya, jerawat dipengaruhi oleh perubahan hormon, tumpukan stres, atau iritasi dari produk perawatan tertentu yang bekerja perlahan selama beberapa hari sebelum peradangannya membesar. Jadi, kalau wajah memerah hanya dalam hitungan menit setelah terkena pemicu tertentu, itu lebih mengarah ke reaksi khas rosacea.

Kenapa Pembuluh Darah Halus Bisa Terlihat?

Kalau rosacea sudah berlangsung lama, pembuluh darah halus di dekat permukaan kulit yang melebar mulai terlihat jelas, kondisi ini dikenal sebagai telangiectasia. Ini terjadi karena pembuluh darah yang berulang kali melebar dan menyusut lama-kelamaan membuat elastisitas dindingnya menurun, hingga akhirnya tidak bisa kembali sepenuhnya ke ukuran semula dan tetap melebar.

Kalau area hidung dan pipi terlihat ada garis merah tipis atau pola menyerupai jaring laba-laba yang seperti membayang di bawah kulit, itu bukan sekadar kemerahan biasa, melainkan tanda kuat yang mengarah ke rosacea. Jerawat sendiri bukan kondisi yang mengubah struktur pembuluh darah, sehingga pelebaran pembuluh darah halus semacam ini jarang menyertainya. Meski begitu, bekas kemerahan sementara memang bisa muncul di area bekas jerawat yang meradang parah setelah sembuh, tapi ini berbeda karena bukan disebabkan pelebaran pembuluh darah, melainkan penumpukan pigmen dan aliran darah sementara pascaperadangan, sehingga bekasnya akan memudar seiring waktu.

Sinyal-Sinyal yang Sering Muncul Bersamaan

Ada beberapa tanda tambahan yang sebaiknya diperhatikan saat menilai apakah kondisi wajah mengarah ke rosacea. Daripada menyimpulkan dari satu gejala saja, lebih baik cek apakah beberapa poin berikut muncul bersamaan.

  • Mata terasa kering atau memerah: Rosacea bisa memengaruhi pembuluh darah di kelopak dan area sekitar mata, sehingga mata kering atau merah kerap muncul bersamaan. Ini karena pembuluh darah di sekitar mata memiliki sensitivitas serupa dengan pembuluh darah di tengah wajah.
  • Hidung yang menebal: Pada rosacea yang sudah berlangsung lama, kelenjar minyak dan jaringan ikat di sekitar hidung bisa membesar sehingga ujung hidung tampak merah dan menebal tidak rata, kondisi yang dikenal sebagai rhinophyma. Ini terjadi karena peradangan kronis yang berulang perlahan memicu penumpukan jaringan.
  • Rasa perih saat memakai produk skincare atau tabir surya: Kulit dengan rosacea memiliki lapisan pelindung yang melemah, sehingga produk yang biasanya cocok pun bisa tiba-tiba terasa perih atau panas. Karena skin barrier menipis, kandungan produk jadi lebih mudah memicu iritasi.
  • Riwayat keluarga: Kalau orang tua atau saudara kandung punya wajah yang mudah memerah, risiko munculnya rosacea juga dikatakan lebih tinggi. Sebab, tingkat sensitivitas pembuluh darah terhadap rangsangan memang dipengaruhi faktor genetik.

Kenapa Salah Menangani Jerawat Bisa Memperparah Rosacea?

Kalau kondisi ini dikira jerawat lalu ditangani dengan eksfoliasi keras, pembersihan yang terlalu agresif, atau kandungan iritatif seperti benzoyl peroxide (bahan yang biasa dipakai untuk membasmi bakteri penyebab jerawat), justru bisa menjadi racun bagi kulit yang sebenarnya mengalami rosacea. Kulit rosacea sudah memiliki lapisan pelindung yang melemah dan pembuluh darah yang sensitif, sehingga kandungan iritatif hanya akan memicu sensitivitas itu dan memperparah kemerahan serta rasa panas.

Sebaliknya, pendekatan yang biasa dipakai untuk rosacea juga belum tentu efektif kalau diterapkan langsung pada jerawat. Jerawat butuh penanganan yang fokus membersihkan sebum dan sel kulit mati penyumbat pori, sementara penanganan rosacea lebih berfokus meredakan pembuluh darah dan peradangan, jadi arahnya memang berbeda. Karena itu, diagnosis yang tepat harus dilakukan lebih dulu supaya arah perawatan juga bisa ditentukan dengan benar.

Kenapa Diagnosis yang Tepat Itu Penting?

Jerawat dan rosacea memang tampak mirip dari luar, tapi keduanya adalah kondisi berbeda yang punya penyebab, lokasi munculnya, dan cara bereaksi terhadap rangsangan yang tidak sama. Dengan memperhatikan ada tidaknya komedo, apakah kemerahan menyebar simetris di tengah wajah, dan apakah wajah cepat memerah begitu terkena panas atau pemicu tertentu, sebagian besar kasus sudah bisa dibedakan.

Tentu saja, tidak jarang juga kedua kondisi ini muncul bersamaan pada satu orang. Ada kasus di mana area bekas jerawat yang sudah lama sembuh belakangan justru tumpang tindih dengan flushing dan pembuluh darah halus khas rosacea, sehingga gambaran gejalanya bisa terlihat bercampur tergantung waktunya. Karena itu, kalau kemerahan sudah berlangsung lama dan tidak kunjung membaik meski sudah dirawat, cara paling pasti adalah berkonsultasi ke dokter kulit untuk memastikan diagnosisnya. Hanya dengan mengetahui penyebab yang sebenarnya, penanganan yang tepat bisa benar-benar mengurangi kemerahan tersebut.

References

Korean Dermatological Association, American Academy of Dermatology (AAD), and Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Skincare

Cara Cryo Cooling Care Meredakan Kemerahan Kulit Setelah Laser dan Peeling

Cryo cooling care adalah perawatan yang menurunkan suhu kulit untuk menyempitkan pembuluh darah di permukaan sehingga rasa panas dan kemerahan setelah laser atau peeling lebih cepat mereda. Artikel ini membahas bagaimana rangsangan dingin memperlambat penghantaran sinyal saraf dan respons peradangan, serta perannya dalam mempercepat masa pemulihan setelah perawatan.

By Dr. Kim

Back to articles