prettytime
Lifting

Onda Lifting: Teknologi Gelombang Mikro yang Menyusutkan Lemak Dagu Ganda Sekaligus Mengencangkan Garis Rahang

By Dr. Lee10 min read

Banyak pasien datang ke klinik dengan keluhan yang hampir sama: dagu ganda yang semakin mencolok, garis rahang yang mulai melunak, dan kontur wajah yang tidak lagi setajam dulu. Berat badan tidak naik drastis, tapi difoto dari samping, batas antara dagu dan leher seolah menghilang. Begitu menunduk, dua lipatan di bawah dagu langsung muncul jelas.

Yang membuat frustrasi, area ini sering tetap membandel meski diet sudah berhasil. Alasannya masuk akal secara klinis: kulit di bawah dagu tipis dan mudah kendur, sementara di bawahnya ada lapisan lemak yang ikut "menggelantung." Mengencangkan kulit saja tidak cukup kalau lemaknya masih ada. Di sinilah pertanyaan yang sering muncul: adakah cara untuk mengurangi lemak sekaligus mengencangkan kulit, tanpa operasi?

Salah satu jawabannya adalah Onda Lifting, teknologi yang menggunakan gelombang mikro untuk secara fisik lebih "memilih" lemak daripada jaringan di sekitarnya. Tidak ada jarum, tidak ada sayatan. Tapi karena ini prosedur yang relatif baru, ada hal-hal yang perlu dipahami secara realistis sebelum memutuskan. Saya uraikan satu per satu di bawah.

Gambar konsep prosedur kecantikan yang menggambarkan tekstur kulit cerah dan halus

Onda Lifting itu sebenarnya apa?

Onda Lifting adalah perangkat berbasis gelombang mikro buatan DEKA, perusahaan medis asal Italia. Gelombang mikro berada dalam spektrum elektromagnetik yang sama dengan microwave di dapur, yang membedakan adalah cara energinya diarahkan, kedalaman penetrasinya, dan sistem kontrol presisi yang jauh lebih ketat untuk penggunaan medis.

Target utama prosedur ini bukan permukaan kulit, melainkan lapisan lemak subkutan di bawahnya. Ketika gelombang mikro mencapai lemak, energi diserap dan menghasilkan panas di dalam sel lemak. Sel yang dipanaskan secara terkontrol ini secara bertahap mengalami kematian sel. Bersamaan dengan itu, panas yang merambat ke lapisan dermis merangsang produksi kolagen. Hasilnya: lemak berkurang dan kulit mengencang, dua proses yang terjadi berbarengan dalam satu prosedur.

Prosedurnya bersifat non-invasif sepenuhnya. Handpiece digerakkan di atas kulit tanpa menembus permukaannya, dan sistem pendinginan terintegrasi bekerja bersamaan untuk menjaga suhu permukaan tetap aman. Di Indonesia, Onda Lifting paling banyak digunakan untuk dagu ganda, rahang yang mulai "melunak," dan kontur wajah yang ingin dipertegas, semua area di mana lemak dan kulit kendur hadir sebagai masalah ganda.

Soal sensasi selama prosedur: banyak pasien menggambarkannya sebagai rasa hangat yang menjalar dari dalam, dengan sesekali tekanan dari handpiece yang bergerak. Pendinginan permukaan membuat pengalaman ini lebih terasa seperti "dipanaskan dari dalam" daripada panas yang membakar dari luar. Anestesi topikal umumnya tidak diperlukan, dan setelah selesai pasien bisa langsung kembali beraktivitas.

Satu hal yang selalu saya sampaikan di awal: Onda Lifting adalah teknologi yang relatif baru. Dibandingkan Thermage atau Ultherapy yang sudah memiliki data klinis bertahun-tahun, basis penelitian Onda masih lebih terbatas, baik dari segi jumlah studi maupun skala subjeknya. Mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa diharapkan sejak awal jauh lebih penting daripada ekspektasi yang kemudian meleset.

Grafik rasio absorpsi Onda Lifting: sekitar 80% energi gelombang mikro diserap lemak subkutan dan 20% oleh jaringan sekitar, menunjukkan pemanasan lemak yang selektif (Data teknis Onda Coolwaves / J Clin Med 2024)
Grafik rasio absorpsi Onda Lifting: sekitar 80% energi gelombang mikro diserap lemak subkutan dan 20% oleh jaringan sekitar, menunjukkan pemanasan lemak yang selektif (Data teknis Onda Coolwaves / J Clin Med 2024)

Mengapa gelombang mikro lebih "memilih" lemak?

Ada alasan fisika di balik selektivitas ini. Dari grafik di atas, sekitar 80% energi yang dipancarkan diserap oleh lemak subkutan, sementara hanya sekitar 20% yang tersebar ke jaringan sekitarnya. Artinya, sebagian besar energi memang "mendarat" di target yang diinginkan. Perlu dicatat bahwa angka 80% ini berasal dari data teknis produsen dan analisis terkait, validasi independen berskala besar masih perlu ditunggu.

Mekanismenya disebut dielectric heating atau pemanasan dielektrik. Gelombang elektromagnetik menggetarkan molekul-molekul di dalam jaringan dengan sangat cepat; gesekan antarmolekul menghasilkan panas. Yang membuat lemak istimewa adalah sifat dielektriknya di frekuensi gelombang mikro, lemak menyerap energi ini secara lebih efisien dibanding jaringan lain di sekitarnya. Bukan karena perangkatnya "mengarahkan paksa" energi ke lemak, tapi karena secara fisik, lemak memang lebih rakus menyerap gelombang mikro pada frekuensi tersebut.

Kedalaman penetrasi juga krusial. Gelombang mikro menembus lapisan kulit dan mencapai lemak subkutan di bawahnya. Sementara sistem pendinginan melindungi permukaan, panas justru terakumulasi di lapisan yang lebih dalam. Prinsip "dingin di luar, panas di dalam" inilah yang memungkinkan energi yang bermakna sampai ke lemak tanpa membakar kulit di atasnya. Sangat berbeda dari alat pemanas permukaan biasa.

Prinsipnya elegan. Tapi prinsip yang bagus bukan jaminan hasil yang seragam. Variasi pada ketebalan lemak, kondisi kulit, dan respons individual setiap pasien membuat hasilnya tidak bisa diprediksi dengan pasti. Data selektivitas 80% juga patut disikapi dengan hati-hati mengingat sumbernya. Ini bukan berarti prosedurnya tidak bekerja, tapi berarti kita perlu membaca buktinya dengan mata terbuka.

Grafik peningkatan derajat kendur SMSLG pada dagu ganda: dari rata-rata 3,6 sebelum tindakan menjadi 2,3 pada minggu ke-12, perbaikan sekitar 36%, skala 0, 4 dengan nilai lebih rendah berarti kulit lebih kencang (Zappia dkk., Lasers Med Sci 2025, 10 subjek)
Grafik peningkatan derajat kendur SMSLG pada dagu ganda: dari rata-rata 3,6 sebelum tindakan menjadi 2,3 pada minggu ke-12, perbaikan sekitar 36%, skala 0, 4 dengan nilai lebih rendah berarti kulit lebih kencang (Zappia dkk., Lasers Med Sci 2025, 10 subjek)

Seberapa nyata perbaikan kulit kendur di area dagu?

Ada data klinis yang bisa kita lihat bersama. Grafik di atas menunjukkan perubahan skor SMSLG, skala penilaian derajat kendur kulit di area dagu ganda, sebelum dan sesudah prosedur. Skalanya 0 sampai 4, di mana nilai lebih kecil berarti kulit lebih kencang. Rata-rata sebelum tindakan adalah 3,6. Dua belas minggu kemudian, angkanya turun ke 2,3, perbaikan sekitar 36% (Zappia dkk., Lasers Med Sci 2025;40(1):28).

Perbaikan lebih dari satu derajat dalam skala ini adalah perubahan yang bermakna secara klinis. Tapi ada hal yang harus dibaca dengan jujur: jumlah subjeknya hanya 10 orang. Dengan populasi sekecil itu, kesimpulan yang diambil sifatnya masih sangat awal. Satu atau dua orang yang kebetulan merespons sangat baik bisa mendongkrak rata-rata secara signifikan, sementara respons yang lebih tipikal tidak terwakili dengan baik.

Rata-rata itu juga menyimpan variasi yang tidak terlihat. Dari 3,6 turun ke 2,3 berarti secara rata-rata ada perbaikan, tapi bisa jadi ada pasien yang turun dari 4 ke 2 dan ada yang hampir tidak berubah. Angka rata-rata tidak bercerita tentang siapa yang paling diuntungkan dan siapa yang hasilnya minimal. Ini juga hasil setelah dua sesi di minggu ke-12, bukan setelah satu sesi, dan bukan gambaran jangka panjang satu hingga dua tahun ke depan.

Satu lagi: SMSLG adalah penilaian visual yang dilakukan klinisi, bukan pengukuran objektif seperti USG atau caliper. Dua dokter yang menilai pasien yang sama bisa memberikan skor berbeda satu poin. Ini tantangan yang hampir semua studi tentang kulit kendur hadapi. Artinya angka 36% tidak bisa diartikan harfiah sebagai "volume lemak berkurang 36%" atau "kulit terangkat 36%."

Apa yang bisa kita ambil? Tren ke arah perbaikan ada dan terukur. Sinyal klinis awal ini positif. Tapi fondasinya masih kecil dan memerlukan penelitian independen berskala lebih besar, yang tidak melibatkan sponsor dari produsen, sebelum kita bisa bicara dengan penuh keyakinan.

Grafik tingkat kepuasan pasien setelah prosedur gelombang mikro untuk dagu ganda: 70,2% menyatakan puas atau sangat puas (Salsi & Fusco, J Cosmet Dermatol 2022, 47 subjek)
Grafik tingkat kepuasan pasien setelah prosedur gelombang mikro untuk dagu ganda: 70,2% menyatakan puas atau sangat puas (Salsi & Fusco, J Cosmet Dermatol 2022, 47 subjek)

Pasien yang sudah menjalaninya, apa kata mereka?

Angka klinis penting, tapi yang tidak kalah relevan adalah bagaimana pasien sendiri merasakan hasilnya. Satu studi mengukur kepuasan secara langsung: dari 47 orang yang menjalani prosedur ini di area dagu ganda, sekitar 70% menyatakan puas atau sangat puas (Salsi & Fusco, J Cosmet Dermatol 2022;21:5657).

Dibandingkan studi SMSLG sebelumnya, jumlah subjek di sini lebih besar. Empat puluh tujuh orang memberikan bobot yang sedikit lebih bisa dipegang. Tapi saya ingin kita juga membaca sisi lainnya: kalau 70% puas, berarti 30% tidak sepenuhnya puas, hampir satu dari tiga orang. Itu bukan angka kecil yang bisa diabaikan. Dan subjek dalam studi ini menjalani prosedur hingga 6 sesi. Orang yang sudah berinvestasi waktu sebanyak itu memiliki kecenderungan menilai pengalamannya lebih positif, efek yang sudah lama dikenal dalam riset kepuasan medis.

Kepuasan juga sangat subjektif. Seseorang yang datang dengan ekspektasi transformasi dramatis mungkin kecewa meski hasil objektifnya cukup baik. Sebaliknya, seseorang yang realistis dari awal, mengharapkan perbaikan bertahap, bukan perubahan mendadak, cenderung lebih puas dengan hasil yang sebetulnya serupa. Bukan soal prosedurnya lebih baik atau lebih buruk; ini soal keselarasan antara harapan dan realitas.

Yang menarik adalah dua data ini menunjuk ke arah yang sama: ada perubahan terukur secara klinis dan ada kepuasan yang dirasakan pasien. Keselarasan dua arah ini memberi sedikit lebih banyak kepercayaan diri terhadap prosedur ini. Namun keduanya punya keterbatasan serupa: skala kecil, banyak sesi, dan potensi bias dari lingkungan penelitian.

Di klinik, saya tidak menyampaikan angka ini seperti jaminan. "Tujuh dari sepuluh yang sudah menjalaninya merasa puas" bisa terdengar meyakinkan, tapi itu dalam kondisi penelitian tertentu, dan tidak otomatis berarti hasilnya akan persis sama untuk setiap pasien yang datang.

Konsultasi pasien dengan dokter sebelum tindakan

Apa bedanya dengan Thermage dan Ultherapy?

Ini pertanyaan yang hampir selalu muncul saat konsultasi. Ketiganya menawarkan pengencangan tanpa operasi, tapi cara kerjanya berbeda, dan perbedaan inilah yang menentukan siapa yang paling diuntungkan dari masing-masing.

Thermage menggunakan energi frekuensi radio (RF). Energi ini memanaskan lapisan dermis secara merata dan luas, memicu kontraksi kolagen yang sudah ada sekaligus merangsang pembentukan kolagen baru. Efeknya paling terasa pada elastisitas dan kekencangan kulit secara keseluruhan. Thermage FLX yang kini tersedia di Indonesia sudah memiliki data klinis yang lebih tebal dibandingkan Onda, dan dikenal sebagai pilihan solid untuk kulit kendur tanpa komponen lemak yang signifikan.

Ultherapy, yang di banyak klinik Indonesia sering disebut HIFU, menggunakan ultrasound terfokus intensitas tinggi. Energinya bisa menjangkau lapisan SMAS, yaitu fasia muskuloaponeurotik superfisial yang menjadi target dalam operasi facelift bedah. Ultherapy bekerja paling dalam dari ketiganya, dan paling cocok untuk lifting jaringan dari lapisan dasar, bukan sekadar pengencangan permukaan kulit.

Onda Lifting bermain di "ruang tengah": lapisan lemak subkutan. Kalau Thermage menyasar dermis dan Ultherapy/HIFU menyasar SMAS, Onda justru menargetkan lemak yang ada di antara keduanya. Ini membuat Onda relevan untuk kasus di mana lemak dan kulit kendur hadir bersamaan, situasi yang sangat umum di area dagu ganda atau pipi yang terasa berat. Bukan menggantikan dua teknologi lainnya, tapi mengisi celah yang tidak dijangkau keduanya secara optimal.

Perlu diluruskan: ketiga prosedur ini bukan soal mana yang "terbaik." Ini soal target yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda. Masalah utama elastisitas kulit tanpa lemak berlebih? Thermage. Penurunan jaringan yang dalam dan butuh lifting dari lapisan bawah? Ultherapy/HIFU. Lemak dan kendur yang berdampingan di dagu atau pipi? Onda bisa menjadi opsi yang masuk akal.

Yang perlu diketahui: belum ada uji klinis yang membandingkan ketiga prosedur ini secara langsung dengan metodologi yang ketat. Klaim bahwa salah satunya "lebih unggul" dari yang lain belum memiliki dasar penelitian yang solid. Pilihan terbaik tetap harus berdasarkan evaluasi kondisi kulit dan lemak Anda secara individual, bukan tren atau promosi.

Pasien sedang menjalani prosedur perawatan kulit wajah

Siapa yang cocok, dan apa yang perlu diwaspadai?

Profil pasien yang paling diuntungkan dari Onda Lifting cukup spesifik. Mereka yang paling merasakan manfaatnya adalah pasien dengan dagu ganda, rahang yang mulai "melunak," atau pipi yang terasa berat dan kendur, area di mana ada lemak subkutan yang cukup sekaligus kulit yang mulai longgar. Terutama yang sudah mencoba diet tapi lemak di bawah dagu tetap membandel, atau yang elastisitas kulitnya mulai turun seiring usia sehingga kontur wajah jadi kurang tegas.

Untuk pasien yang sangat kurus, prosedur ini kurang relevan. Tidak ada lemak yang cukup untuk "diproses," sehingga efek utamanya tidak akan banyak terasa. Pada kondisi seperti ini, prosedur yang lebih berfokus pada stimulasi kolagen kemungkinan memberikan hasil yang lebih memuaskan.

Dari sisi waktu dan frekuensi: satu sesi berlangsung sekitar 10 menit per area, tapi hampir semua studi yang ada melaporkan hasil setelah dua hingga enam sesi. Ini bukan prosedur sekali datang. Perubahan terjadi bertahap dan dibutuhkan beberapa kunjungan untuk akumulasi yang bermakna. Kalau jadwal atau anggaran membatasi jumlah sesi, hasil yang didapatkan mungkin tidak mencerminkan potensi maksimal prosedur ini.

Efek samping yang paling umum adalah kemerahan sementara di area yang dirawat, wajar dan biasanya mereda dalam beberapa jam. Bengkak ringan dan memar juga bisa muncul. Yang lebih jarang tapi perlu diketahui: luka bakar, lepuh, benjolan keras sementara di bawah kulit akibat respons jaringan lemak terhadap panas, dan perubahan pigmentasi. Sebagian besar akan membaik sendiri seiring waktu.

Benjolan keras sementara kadang membuat pasien khawatir. Ini adalah respons jaringan yang dikenal dan biasanya melunak dalam beberapa minggu. Tapi kalau disertai nyeri atau tidak kunjung hilang, segera periksakan, jangan ditunggu terlalu lama.

Kontraindikasi yang perlu diketahui: kehamilan adalah kontraindikasi mutlak. Infeksi aktif di area yang akan dirawat juga. Yang paling sering terlupakan: karena Onda menggunakan energi elektromagnetik, pasien dengan implan logam atau alat pacu jantung harus mendiskusikan hal ini secara serius dengan dokter sebelum memutuskan.

Satu pesan yang saya rasa penting untuk ditinggalkan: Onda Lifting adalah pilihan yang rasional untuk masalah yang spesifik. Tapi ini bukan prosedur dengan bukti yang sudah sematang Thermage atau Ultherapy. Harapkan perbaikan bertahap dan hasil yang halus, bukan transformasi dramatis dalam satu atau dua sesi. Keselarasan antara ekspektasi dan realitas adalah fondasi kepuasan yang sesungguhnya.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Back to articles