Shurink Universe: Berapa Jauh Kulit Bisa Terangkat? Bukti dari Data Klinis
By Dr. Kim8 min read

Kalau Anda sedang mencari tindakan angkat wajah tanpa operasi, hampir pasti nama Shurink sudah masuk dalam daftar. Versi terbarunya, Shurink Universe, kini menjadi pilihan standar di banyak klinik estetika Indonesia. Harganya lebih terjangkau dibanding Ultherapy, diklaim mampu mengangkat kulit kendur dengan downtime minimal. Tapi seberapa jauh efek itu sudah terbukti secara ilmiah — dan apa sebenarnya yang membedakannya dari mesin HIFU lainnya?
Shurink Universe adalah perangkat HIFU lifting buatan Classys, perusahaan asal Korea Selatan. Nama resminya Ultraformer MPT. HIFU — High-Intensity Focused Ultrasound — bekerja dengan memfokuskan gelombang ultrasound ke satu titik tepat di dalam lapisan kulit, menghasilkan panas lokal yang memicu kontraksi kolagen sekaligus merangsang tumbuhnya kolagen baru. Prinsipnya identik dengan Ultherapy; perbedaannya ada pada spesifikasi teknis, harga, dan tingkat aksesibilitasnya. Kalau kita bedakan antara data yang benar-benar spesifik untuk Shurink Universe dan data HIFU secara umum, gambaran soal efek, nyeri, dan perbedaannya dengan Ultherapy jadi jauh lebih jelas.

Apa Itu Shurink Universe?
Inti teknologinya sederhana tapi presisi: energi ultrasound difokuskan ke satu titik di kedalaman tertentu di bawah kulit. Bayangkan kaca pembesar yang mengumpulkan sinar matahari hingga kertas terbakar — ketika ultrasound diarahkan ke kedalaman yang ditentukan, terbentuk zona panas kecil yang disebut titik koagulasi termal. Panas ini membuat kolagen lama berkontraksi seketika, lalu memicu produksi kolagen baru dalam minggu-minggu berikutnya.
Yang membedakan Shurink Universe dari generasi sebelumnya adalah cara energi dihantarkan. Versi lama menembakkan titik energi satu per satu secara terpisah. Shurink Universe menambahkan mode di mana titik-titik itu tersusun rapat membentuk deretan seperti garis — teknologi yang disebut Classys dengan nama MMFU (Micro and Macro Focused Ultrasound). Hasilnya: lebih banyak titik koagulasi terbentuk dalam waktu yang sama, prosedur lebih cepat, dan area yang bisa dijangkau pun lebih luas.
Pilihan cartridge-nya cukup lengkap — ada untuk wajah, cartridge booster, dan cartridge khusus tubuh. Cartridge booster berbeda fungsinya: ia menyebarkan energi secara merata untuk membantu penyerapan serum, bukan untuk memfokuskan energi ke lapisan dalam seperti lifting sesungguhnya. Keduanya sering dikombinasikan dalam satu sesi, tapi tujuannya memang berbeda.
Di Indonesia, Shurink Universe sudah tersedia di banyak klinik estetika dengan harga yang kompetitif. Perangkat ini digunakan untuk mengencangkan wajah, pipi, rahang, leher, hingga area bawah dagu — meski perlu dicatat bahwa cakupan indikasi yang terdaftar secara resmi dan penggunaan aktual di klinik bisa sedikit berbeda.

Bagaimana Cara Kerjanya Mengangkat Kulit Kendur?
Kunci efek lifting ada di kedalaman. Dengan mengganti cartridge, Shurink Universe bisa menarget lapisan yang berbeda: tepat di bawah epidermis pada 1,5mm, lapisan dermis pada 3,0mm, dan lapisan SMAS di kedalaman 4,5mm. SMAS — Superficial Musculo-Aponeurotic System — adalah lapisan fasia yang sama yang dimanipulasi dokter bedah plastik dalam operasi facelift konvensional. Kemampuan menarget lapisan ini tanpa sayatan adalah keunggulan utama teknologi HIFU.
Suhu di titik koagulasi mencapai sekitar 60–70 derajat Celsius. Pada suhu ini, kolagen yang ada langsung berkontraksi — itulah mengapa sebagian pasien sudah merasakan sedikit perubahan sesaat setelah prosedur. Tapi efek sesungguhnya baru datang kemudian: kulit mulai membangun kolagen baru dalam 2–4 minggu pertama, lalu bertahap digantikan kolagen yang lebih matang dan padat selama 3–6 bulan ke depan.
Artinya, hasil terbaik Shurink Universe biasanya terlihat dua hingga tiga bulan setelah prosedur, bukan keesokan harinya. Dan karena energi hanya menarget lapisan dalam — melewati permukaan kulit tanpa merusaknya — tidak ada luka terbuka, tidak ada keropeng, tidak ada masa pemulihan seperti pada laser ablasi.
Satu hal yang penting dipahami sejak awal: jangan menilai hasilnya terlalu dini. Kolagen butuh waktu untuk tumbuh. Kalau setelah satu sesi belum terasa perubahan signifikan, tunggu sampai 2–3 bulan, atau selesaikan dulu rangkaian sesi yang direkomendasikan sebelum mengambil kesimpulan.

Apakah Kulit Benar-Benar Terangkat?
Ada satu studi yang secara spesifik menggunakan Shurink Universe sebagai subjek penelitian. Melibatkan 50 responden, wajah mereka dipindai dengan pemindai 3D segera setelah prosedur. Hasilnya menunjukkan pergerakan kulit yang terukur: leher naik sekitar 3,53mm, pipi bagian belakang 3,40mm, garis rahang 3,09mm. Area tulang pipi, sekitar mata, dan dahi juga menunjukkan perubahan lebih dari 1mm.
Angka-angka itu mungkin terlihat kecil, tapi di konteks wajah, selisih 1–3mm sudah cukup membuat kontur terlihat lebih tegas di cermin. Yang menarik, perubahan terbesar justru terjadi di area bawah wajah — pipi bawah, rahang, leher — yang memang paling terdampak gravitasi.
Ada batasannya yang perlu dipahami. Studi ini melibatkan 50 orang, dan yang terpenting, pengukuran dilakukan segera setelah prosedur selesai. Ini adalah bukti kontraksi kulit instan, bukan efek jangka panjang setelah kolagen tumbuh penuh, dan bukan perbandingan terhadap kelompok kontrol. Penggunaan pemindai 3D memang membuat datanya objektif dan terukur — itu kelebihannya — tapi tidak ada data tindak lanjut berbulan-bulan setelahnya.
Data ini cukup untuk membuktikan bahwa kulit benar-benar bergerak ke atas sesaat setelah prosedur. Untuk menyimpulkan besarnya efek akhir jangka panjang, kita masih perlu mengandalkan data dari studi HIFU secara keseluruhan. Sampai ada studi jangka panjang yang khusus menggunakan Shurink Universe, lebih bijak memisahkan antara efek instan — yang didukung data perangkat ini — dan efek jangka panjang yang mengacu pada data HIFU secara umum.

Seberapa Kuat Bukti Klinis HIFU Secara Umum?
Data spesifik Shurink Universe memang masih terbatas, tapi kalau kita lihat bukti ilmiah untuk teknologi HIFU secara keseluruhan, gambarannya jauh lebih solid. Shurink Universe bekerja dengan prinsip yang sama, sehingga meta-analisis yang mencakup berbagai perangkat HIFU — termasuk Ultherapy — menjadi referensi yang relevan.
Satu tinjauan sistematis dari 45 studi menemukan bahwa kulit kendur di area wajah bawah, leher, dan sekitar mata mengalami perbaikan sebesar 18–30%. Sejumlah pasien juga mengalami pengurangan double chin lebih dari 1cm. Meta-analisis terpisah yang menganalisis 261 pasien melaporkan tingkat perbaikan klinis sebesar 62,5–93%, dengan alis yang rata-rata naik 1,7mm.
Tapi angka-angka ini bukan dari Shurink Universe saja. Banyak studi dalam tinjauan tersebut dilakukan menggunakan Ultherapy, dan setiap perangkat HIFU memiliki cartridge dan mekanisme pengiriman energi yang sedikit berbeda — yang bisa mempengaruhi hasilnya. Jadi data ini berguna sebagai gambaran umum efektivitas teknologi HIFU, bukan sebagai jaminan hasil spesifik dari satu perangkat tertentu.
Yang konsisten dari berbagai studi adalah ini: HIFU secara nyata memperbaiki kulit kendur. Perbaikan 18–30% itu perlu dipahami dengan tepat — ini bukan perubahan dramatis seperti operasi facelift, melainkan pengencangan satu level dari kontur yang mulai mengendur. Memahami batas kemampuan prosedur ini sejak awal adalah kunci untuk tidak kecewa dengan hasilnya.

Kepuasan Pasien, Keamanan, dan Berapa Lama Hasilnya Bertahan
Dari tinjauan 45 studi yang sama, lebih dari 80% pasien menyatakan puas dengan hasil prosedur HIFU. Efek samping yang dilaporkan kurang dari 5% — dan sebagian besar hanya berupa kemerahan, bengkak ringan, atau rasa hangat yang mereda dalam beberapa hari.
Meski begitu, ada hal yang tetap perlu diwaspadai. Pada pasien dengan kulit tipis dan lemak wajah yang sedikit, energi yang terlalu tinggi bisa membuat pipi terlihat lebih cekung. Teknik yang kurang tepat atau energi berlebih juga bisa menyebabkan luka bakar ringan atau gangguan sensorik sementara. Ini menggarisbawahi satu hal: hasil yang optimal sangat bergantung pada pengaturan energi yang sesuai per area dan keterampilan dokter yang melakukan prosedur. Mesin yang sama bisa menghasilkan efek yang sangat berbeda, tergantung di mana dan oleh siapa dioperasikan.
Soal durasi: satu sesi biasanya memberikan manfaat sekitar 3 bulan. Bila dilakukan 3 sesi dengan interval sebulan — seperti yang umumnya direkomendasikan — hasilnya bisa dipertahankan 6 bulan hingga 1 tahun. Tapi ini bukan angka yang sama untuk semua orang. Kemampuan tubuh memproduksi kolagen dipengaruhi usia dan kondisi kulit masing-masing, sehingga durasi bertahannya efek bisa berbeda antar pasien.
Karena proses penuaan tidak berhenti, mereka yang puas dengan hasilnya umumnya memilih perawatan berkala — bukan satu kali lalu selesai. Sebelum memulai, ada baiknya mendiskusikan dengan dokter Anda bukan hanya soal biaya per sesi, tapi juga rencana perawatan setahun ke depan. Tabir surya dan pelembap yang konsisten sehari-hari terbukti membantu mempertahankan efek lebih lama. Kombinasi antara tindakan di klinik dan perawatan harian yang rutin memberi hasil yang paling bertahan dalam jangka panjang.

Perbedaan dengan Ultherapy dan Siapa yang Paling Cocok
Yang paling sering dibandingkan adalah Ultherapy. Keduanya sama-sama HIFU lifting dengan prinsip kerja identik, tapi ada perbedaan nyata. Ultherapy — produk asal Amerika Serikat — dilengkapi fitur ultrasound imaging real-time: dokter bisa melihat langsung lapisan kulit mana yang sedang ditarget selama prosedur berlangsung. Perangkat ini juga sudah mendapat izin FDA untuk indikasi lifting. Shurink Universe tidak memiliki fitur imaging tersebut; kedalaman target ditentukan oleh jenis cartridge yang digunakan. Harganya lebih terjangkau dan ketersediaannya lebih luas di klinik-klinik Indonesia. Yang penting dicatat: belum ada studi klinis yang membandingkan langsung kedua perangkat ini, sehingga tidak ada dasar ilmiah untuk menyebut salah satunya lebih unggul.
Beberapa klaim promosi yang perlu disikapi dengan kritis. "Sama sekali tidak sakit" adalah berlebihan — Shurink Universe memang lebih nyaman dibanding generasi sebelumnya, tapi di area yang lebih dekat ke tulang seperti pelipis atau garis rahang, sensasi nyeri yang cukup terasa memang bisa muncul. Klaim "satu sesi langsung terangkat signifikan" mengabaikan fakta bahwa efek utama baru terlihat 2–3 bulan kemudian. Dan pernyataan seperti "lebih baik dari Ultherapy" atau "kolagen meningkat sekian persen" belum didukung data yang spesifik dari Shurink Universe.
Shurink Universe cocok untuk Anda yang ingin mengencangkan pipi, rahang, leher, atau mengurangi double chin tanpa prosedur bedah, dengan downtime minimal dan biaya yang memungkinkan perawatan rutin jangka panjang. Sebaliknya, kalau kondisi kulit sudah sangat kendur dan membutuhkan koreksi yang substansial, ada batasnya sampai di mana prosedur non-bedah bisa memberikan hasil. Konsultasikan kondisi dan tingkat kendur kulit Anda dengan dokter sebelum memutuskan — penilaian yang tepat di awal akan menentukan apakah Shurink Universe adalah pilihan yang sesuai dengan ekspektasi Anda, atau ada pendekatan lain yang lebih tepat sasaran.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Thermage RF: Kolagen yang Sungguh Terbentuk Kembali — Mekanisme, Bukti Klinis, dan Siapa yang Benar-Benar Cocok
Cara kerja RF Thermage dalam mengontraksi dan meregenerasi kolagen di lapisan dermis untuk mengencangkan kulit, durasi hasil berdasarkan data klinis, perbedaannya dengan Ultherapy, siapa kandidat terbaiknya, serta efek samping dan rasa nyeri — diuraikan dari perspektif klinis.
By Dr. Kim

REVINAS Shockwave Lifting — Kencangkan Wajah Tanpa Panas, Seberapa Jauh Bukti Klinisnya?
Apa sebenarnya REVINAS, bagaimana gelombang kejut menstimulasi kulit, sejauh mana bukti kolagen dan selulit dari riset yang ada, dan di mana klaim 'angkat fasia dalam' mulai menjadi bahasa marketing — dibahas berdasarkan literatur ilmiah, termasuk fakta bahwa belum ada uji klinis khusus untuk perangkat ini.
By Dr. Kim

NeoBeam 1450nm: Laser Jerawat yang Bekerja dari Dalam, Bukan Pengikis Bekas Luka
Cara kerja laser NeoBeam, seberapa efektif untuk jerawat aktif dan kulit berminyak, mengapa kurang optimal untuk bekas jerawat cekung — dibahas berdasarkan data riset laser dioda 1450nm, bukan uji klinis eksklusif perangkat ini.
By Dr. Kim