prettytime
Lifting

InMode Forma dan FX: Perbedaan dan Batas Efek Lifting-nya

By Dr. Lee7 min read

Kalau kamu sedang mencari treatment angkat wajah tanpa jarum, nama InMode pasti sudah sering muncul, di Instagram klinik, di forum kecantikan, atau langsung saat konsultasi. Premisnya memang menarik: radiofrekuensi (RF) yang memanaskan lapisan dalam kulit untuk merangsang kolagen, tanpa needling, tanpa downtime panjang. Forma untuk kekencangan, FX untuk kontur dan lemak, bisa dilakukan sekaligus dalam satu sesi.

Yang bikin bingung, InMode punya banyak handpiece dan masing-masing bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Forma dan FX beda dengan Morpheus8, dan beda lagi dengan FaceTite. Kalau kamu pernah baca review dengan hasil yang kelihatan dramatis, bisa jadi itu bukan Forma atau FX. Di sini kita bahas khusus Forma dan FX yang non-invasif tanpa jarum: cara kerjanya di dalam kulit, apa yang benar-benar terdokumentasi dalam penelitian, dan seberapa realistis ekspektasinya. Memahami batasnya lebih berguna daripada percaya semua yang dijanjikan iklan.

Alat lifting RF InMode

InMode itu alat seperti apa?

InMode adalah platform RF buatan perusahaan Israel InMode Ltd., dengan konsep satu alat yang bisa dipasangi berbagai handpiece untuk prosedur yang berbeda. Di klinik-klinik estetika Indonesia, "InMode lifting" hampir selalu mengacu pada kombinasi Forma dan FX, dua mode non-invasif tanpa jarum yang sering dijadikan satu paket.

Forma menggunakan RF bipolar untuk memanaskan lapisan dermis secara selektif, bukan permukaannya, dengan tujuan merangsang regenerasi kolagen dan elastin. FX bekerja dengan cara yang berbeda: kulit ditarik ke atas menggunakan vakum, lalu RF dan pulsa tegangan tinggi diarahkan ke lapisan lemak yang lebih dalam untuk mengecilkan sel-sel lemak dan merapikan kontur wajah. Singkatnya, Forma untuk kekencangan, FX untuk volume dan rahang.

Dibanding Thermage FLX atau Ultherapy yang intensitasnya lebih tinggi dan umumnya memberikan hasil lebih terasa dalam satu sesi, InMode bekerja dengan energi lebih rendah secara bertahap. Downtime-nya minimal, tapi hasilnya pun datang perlahan dan kumulatif. Di Indonesia, kombinasi Forma + FX diminati karena menjawab dua keluhan sekaligus dalam satu kunjungan: kulit kendur dan kontur yang kurang tegas. Yang perlu dipahami: clearance alat kesehatan membuktikan standar keamanan terpenuhi, bukan bahwa efeknya lebih unggul dari alat lain. Itu dua hal yang berbeda.

Cara kerja Forma dan FX, Forma memanaskan dermis hingga 41, 43°C untuk merangsang kolagen, FX menarik kulit dengan vakum lalu menembakkan RF dan pulsa tegangan tinggi ke lapisan lemak untuk mengecilkan sel lemak, tanpa jarum
Cara kerja Forma dan FX, Forma memanaskan dermis hingga 41, 43°C untuk merangsang kolagen, FX menarik kulit dengan vakum lalu menembakkan RF dan pulsa tegangan tinggi ke lapisan lemak untuk mengecilkan sel lemak, tanpa jarum

Di mana Forma dan FX bekerja?

Gambar di atas menunjukkan mekanisme kedua handpiece ini. Forma mengalirkan RF bipolar dari handpiece yang ditempelkan di permukaan kulit, memanaskan dermis ke suhu optimal untuk stimulasi kolagen, sekitar 41 hingga 43°C. Untuk mencapai itu tanpa melukai epidermis di atasnya, sistem InMode membaca suhu permukaan kulit lebih dari 1.000 kali per detik, menyesuaikan output secara real-time agar tidak melampaui batas aman. Saat dermis cukup panas, kolagen yang ada mengalami kontraksi langsung, dan dalam beberapa bulan berikutnya tubuh merespons dengan membentuk kolagen baru. Itulah kenapa hasilnya tidak langsung terlihat semua di hari pertama.

Ada satu mekanisme tambahan pada FX. Vakum menarik kulit ke atas, mendekatkan lapisan lemak ke handpiece, lalu RF dan pulsa tegangan tinggi dikirimkan ke sana. Pulsa tegangan tinggi ini diduga memicu elektroporasi, terbentuknya pori-pori kecil di membran sel lemak, yang akhirnya membuat sel lemak tersebut mati. Begitu setidaknya yang dijelaskan dalam data dari produsen.

Dua catatan penting di sini. Pertama, prinsip dasar, yaitu RF untuk stimulasi kolagen dan elektroporasi untuk sel lemak, memang punya dasar ilmiah yang cukup solid. Tapi angka-angka spesifik yang sering diklaim, berapa persen kolagen meningkat atau berapa persen lemak berkurang, sebagian besar bersumber dari data produsen, bukan uji klinis independen. Kedua, seberapa jauh efek FX pada lemak wajah manusia benar-benar terlihat secara visual masih merupakan pertanyaan yang butuh penelitian klinis lebih kuat. Mekanismenya masuk akal secara biologis, tapi "masuk akal" dan "terbukti signifikan secara klinis" adalah dua tahap yang berbeda.

Jenis handpiece InMode, Forma dan FX adalah non-invasif tanpa jarum, sementara Morpheus8 (jarum mikro 0,5, 8 mm) dan FaceTite (kanula RF) adalah prosedur minimally invasive yang lebih dalam
Jenis handpiece InMode, Forma dan FX adalah non-invasif tanpa jarum, sementara Morpheus8 (jarum mikro 0,5, 8 mm) dan FaceTite (kanula RF) adalah prosedur minimally invasive yang lebih dalam

Apa bedanya tindakan tiap handpiece?

Ini yang paling sering menjadi sumber kebingungan. InMode bukan satu prosedur tunggal, melainkan platform dengan banyak handpiece, dan seperti yang terlihat pada gambar di atas, masing-masing sangat berbeda dalam hal kedalaman kerja dan tingkat invasifnya.

Forma dan FX berada di kategori paling ringan: non-invasif, tidak ada jarum, tidak ada sayatan. Morpheus8 sudah berbeda secara fundamental: ini RF microneedling, dengan jarum mikro yang masuk ke kedalaman 0,5 sampai 8 mm ke dalam kulit untuk remodeling kolagen di lapisan yang lebih dalam. Hasilnya bisa lebih signifikan, tapi ada konsekuensinya: kemerahan, kerak kecil, dan bengkak ringan selama beberapa hari. FaceTite lain lagi, prosedur minimally invasive yang melibatkan kanula RF tipis yang dimasukkan ke bawah kulit untuk melarutkan lemak sekaligus mengencangkan lapisan di atasnya.

Pembedaan ini krusial saat kamu membaca review atau mempertimbangkan testimoni. Kalau seseorang melaporkan lifting yang dramatis dari InMode, pertanyaan pertamanya adalah: itu Forma dan FX, Morpheus8, atau FaceTite? Semakin dalam prosedurnya, semakin besar efek yang bisa dicapai, dan semakin panjang pemulihannya. Nama yang sama tidak berarti hasil yang sama.

Sebelum booking, tanyakan langsung: handpiece mana yang digunakan, berapa sesi yang direkomendasikan, dan area mana yang menjadi target. Artikel ini fokus hanya pada Forma dan FX, yang non-invasif.

Bukti klinis Forma dan FX, Forma memiliki uji klinis skala kecil, namun bukti khusus pengurangan lemak wajah oleh FX pada manusia masih lemah, dan belum ada studi perbandingan langsung dengan Thermage atau Ultherapy
Bukti klinis Forma dan FX, Forma memiliki uji klinis skala kecil, namun bukti khusus pengurangan lemak wajah oleh FX pada manusia masih lemah, dan belum ada studi perbandingan langsung dengan Thermage atau Ultherapy

Bukti klinis efek InMode

RF non-invasif untuk mengencangkan kulit punya landasan ilmiah yang cukup kuat secara umum. Untuk Forma secara spesifik, ada beberapa studi klinis yang sudah dipublikasikan. Salah satunya menunjukkan semua peserta mengalami perbaikan kulit setelah treatment. Studi lain yang berfokus pada kulit kendur di area dagu dan rahang bawah melaporkan peningkatan skor kekencangan yang bermakna setelah beberapa sesi, disertai reduksi lemak ringan. Prinsip intinya, yaitu memanaskan dermis secara selektif untuk membangun kolagen tanpa merusak permukaan, didukung oleh literatur RF lifting yang lebih luas.

Tapi ada batasannya yang perlu diketahui. Hampir semua studi Forma melibatkan 10 sampai 20 peserta saja, dan banyak yang tidak memiliki kelompok kontrol. Artinya, belum ada gambaran jelas soal seberapa besar efeknya secara kuantitatif. Untuk FX, bukti klinis pada lemak wajah manusia bahkan lebih tipis: sebagian besar data bergantung pada studi pengurangan lemak tubuh atau data produsen, bukan uji klinis wajah yang independen. Dan sampai saat ini, tidak ada studi yang membandingkan InMode secara langsung dengan Thermage FLX atau Ultherapy pada manusia, jadi klaim bahwa salah satu lebih unggul dari yang lain belum punya dasar ilmiah yang kuat.

Kesimpulannya: Forma dan FX berada dalam kerangka RF non-invasif yang sudah terbukti secara umum, tapi hasilnya lebih tepat digambarkan sebagai perbaikan kekencangan yang bertahap dan ringan, bukan lifting dramatis satu sesi. Jumlah sesi berpengaruh besar, begitu pula keahlian dan pengalaman dokter yang melakukan treatment. Ini bukan prosedur sekali datang langsung terlihat; hasilnya kumulatif.

Alat InMode beserta handpiece Forma dan FX

Kelebihan dan batas InMode

Keunggulan terbesar Forma dan FX adalah kenyamanan dan minimnya downtime. Forma terasa seperti pijatan hangat, sensasi panasnya terkontrol karena sistem terus membaca suhu kulit secara real-time. Kemerahan ringan setelah sesi adalah hal normal dan biasanya hilang dalam beberapa jam. Tidak ada recovery khusus: cuci muka dan makeup bisa langsung setelahnya. FX kadang meninggalkan memar kecil akibat hisapan vakum, tapi itu pun jarang dan tidak bertahan lama.

Keterbatasannya juga nyata. Karena energinya lebih rendah dan cara kerjanya gradual, Forma umumnya direkomendasikan dalam beberapa sesi, bukan sekali treatment. Hasilnya tidak permanen dan perlu maintenance berkala. Untuk kasus kulit kendur yang sudah cukup berat, pendekatan non-invasif saja tidak cukup. Di titik itu, perlu didiskusikan apakah menggabungkan dengan HIFU seperti Ultherapy, thread lifting, atau bahkan prosedur bedah lebih realistis untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Forma dan FX paling cocok untuk kamu yang ingin mulai menjaga kekencangan kulit dan merapikan kontur wajah dengan downtime yang benar-benar minimal, atau yang baru pertama kali menjajaki prosedur lifting dan ingin memulai dari yang paling ringan. Kalau kamu berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa sesi dengan ekspektasi yang realistis, perbaikan bertahap, bukan transformasi dalam semalam, treatment ini layak dicoba. Yang perlu dihindari adalah klaim lifting dramatis dari satu atau dua sesi Forma dan FX. InMode non-invasif ini bukan "satu tembak langsung kencang." Lebih tepatnya: perawatan yang hasilnya dikumpulkan sesi demi sesi, dengan manfaat nyata yang datang perlahan.

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Efek Shurink Universe dan Lama Bertahan, Beda dengan Ulthera

Seberapa efektif Shurink Universe untuk mengencangkan kulit wajah tanpa operasi? Cara kerja HIFU, efek lifting per area, nyeri yang perlu diantisipasi, dan perbedaannya dengan Ultherapy, semuanya berdasarkan data jurnal klinis, bukan sekadar klaim promosi.

By Dr. Kim

Lifting

Emface: Efek, Lama Bertahan, dan Cara Kerja RF serta Stimulasi Otot

Emface adalah perawatan lifting non-invasif yang merangsang kolagen di kulit dengan energi radiofrekuensi sekaligus menggerakkan otot ekspresi wajah lewat sinyal listrik. Berikut penjelasan sederhana kenapa kulit dan otot perlu ditangani bersamaan agar kekencangan wajah kembali, alasan perawatan dilakukan bertahap, dan berapa lama efeknya bertahan, dijelaskan dari prinsip kerjanya.

By Dr. Kim

Skincare

Aquapeel HydraFacial: efek untuk blackhead dan batas dalam memperkecil pori

Aquapeel HydraFacial membersihkan sel kulit mati dan minyak berlebih dengan hisapan pusaran air. Simak sejauh mana prosedur ini benar-benar membantu mengatasi blackhead, pori-pori, dan sel kulit mati, jarak antara klaim iklan dan efek sebenarnya, downtime, serta hal yang perlu diperhatikan, berdasarkan bukti klinis tanpa dibesar-besarkan.

By Dr. Lee

Back to articles