Selulit di Paha dan Bokong, Onda dan HIFU Badan Benar-benar Membantu?
By Dr. Kim7 min read

Selulit yang membuat paha dan bokong tampak bergelombang sering kali tidak hilang meski berat badan sudah turun. Belakangan, prosedur seperti Onda dan HIFU badan yang menggunakan mesin tanpa operasi semakin sering dibicarakan, dan wajar kalau kamu penasaran apakah efeknya benar-benar terasa.
Pertama, ada hal yang perlu bikin kamu lebih tenang. Selulit bukan penyakit, melainkan karakteristik tubuh yang dimiliki sebagian besar perempuan setelah masa pubertas. Ini bukan cacat yang perlu dipermalukan. Tapi kalau memang ingin diperbaiki, setiap alat punya prinsip kerja, efek, dan durasi yang berbeda. Artikel ini merangkum kenapa selulit terbentuk, bagaimana Onda dan HIFU badan masing-masing bekerja, perbandingannya dengan RF, dan batas kemampuannya secara jujur berdasarkan penelitian nyata.

Kenapa selulit bisa muncul?
Kuncinya bukan pada jumlah lemak, melainkan pada struktur. Di bawah kulit ada pita fibrosa (septum) yang menghubungkan kulit dengan fasia, dan pita ini menarik kulit ke bawah. Di antara tarikan itulah lemak terdorong naik ke atas, menciptakan permukaan yang bergelombang. Bayangkan bantal yang ditancapi kancing dari bawah, terus ditekan, begitu kira-kira tampilannya.
Alasan selulit lebih umum pada perempuan juga ada pada struktur ini. Pada perempuan, pita fibrosa tersusun tegak lurus terhadap kulit sehingga lemak lebih mudah terdorong naik. Pada laki-laki, pita tersusun menyilang diagonal sehingga lebih jarang terjadi. Pengaruh hormon estrogen juga besar. Makanya selulit bisa muncul bahkan pada orang yang bertubuh kurus.
Dari sini muncul fakta penting: selulit tidak begitu berkaitan dengan jumlah lemak, jadi menurunkan berat badan saja tidak otomatis menghilangkannya. Penelitian pun menunjukkan tidak ada korelasi jelas antara ketebalan lemak subkutan dan tingkat keparahan selulit, bahkan sedot lemak pun tidak memperbaikinya. Kalau penyebabnya bukan lemak itu sendiri melainkan pita yang menarik dan elastisitas kulit, mudah dipahami kenapa diet saja tidak cukup dan mengapa prosedur mesin hadir. Itulah kenapa prosedur berkembang ke arah yang mengincar dua hal sekaligus: mengurangi lemak sekaligus mengencangkan kulit.

Bagaimana Onda mengurangi selulit?
Onda menggunakan gelombang mikro (microwave). Panjang gelombang ini menembus kulit dan diserap utamanya di lapisan lemak subkutan, sehingga bisa memanaskan lemak secara selektif sembari melindungi epidermis dengan pendinginan. Sel lemak yang memanas mengalami kerusakan pada membrannya dan melepaskan lemak ke luar, yang kemudian perlahan dibuang melalui sistem limfatik. Bersamaan dengan itu, panas menstimulasi kolagen sehingga kulit terasa lebih kencang dan permukaan menjadi lebih halus.
Data efektivitasnya pun semakin banyak terkumpul. Dalam penelitian terhadap 26 perempuan, setelah 4 sesi dengan interval 4 minggu, skor selulit membaik dari 10,7 menjadi 4,5, dan proporsi orang dengan selulit parah berkurang signifikan. Lingkar bokong juga berkurang sekitar 4 cm. Penelitian lain mencatat penurunan lingkar perut sekitar 3-4 cm. Namun penelitian-penelitian ini umumnya berskala kecil, jadi angkanya sebaiknya dilihat sebagai gambaran ekspektasi yang wajar, bukan jaminan pasti.
Keunggulan Onda adalah rasa sakit selama prosedur yang hampir tidak terasa dan downtime yang singkat. Berkat handpiece pendingin, rasanya lebih seperti mendapat pijatan hangat. Biasanya dilakukan 3-4 sesi dengan interval 4 minggu, dan perubahannya tampak secara bertahap selama beberapa minggu setelah prosedur. Cocok untuk kamu yang ingin mengatasi lemak sekaligus memperbaiki elastisitas kulit secara bersamaan.

Apa bedanya HIFU badan?
HIFU badan memfokuskan gelombang ultrasonik intensitas tinggi pada satu titik di lapisan lemak subkutan untuk mengkonsentrasikan panas. Panas yang terfokus ini menghancurkan sel lemak, sementara dirancang agar epidermis dan dermis tidak terpengaruh dan hanya lapisan lemak dalam yang bekerja. Kalau Onda memanaskan secara luas, HIFU lebih seperti menancapkan panas tepat pada kedalaman tertentu.
Dari sisi bukti, HIFU punya kelebihan tersendiri. Dalam uji coba acak terkontrol yang membandingkan prosedur nyata dan prosedur palsu pada 180 orang, kelompok yang mendapat HIFU mengalami penurunan lingkar pinggang sekitar 2,4 cm. Adanya uji coba komparatif yang dirancang dengan baik seperti ini menambah kredibilitas HIFU. Karena prinsip utamanya adalah penghancuran lemak, cocok ketika tujuannya sudah jelas untuk mengurangi lemak lokal.
Yang perlu diperhatikan adalah soal rasa sakit. Karena memanaskan satu titik secara terkonsentrasi, rasa nyeri selama prosedur cenderung lebih terasa dibanding Onda. Tapi karena caranya adalah menghancurkan lemak, jumlah sesinya biasanya hanya 1-2 kali. Sel lemak yang hancur tidak tumbuh kembali, jadi selama berat badan terjaga efeknya bisa bertahan lama. HIFU lebih unggul untuk mengurangi lemak di perut atau pinggang ketimbang mengatasi tekstur bergelombang selulit itu sendiri, jadi penting untuk memperjelas tujuan sebelum memilih.

Onda, HIFU, atau RF, mana yang lebih cocok?
Ketiganya punya keunggulan masing-masing. Onda menggunakan gelombang mikro untuk menangani lemak dan elastisitas kulit sekaligus sehingga seimbang untuk selulit, dengan rasa sakit yang minimal. HIFU badan menggunakan ultrasonik untuk menghancurkan lemak secara efektif dan unggul dalam pengurangan lemak lokal dengan sesi lebih sedikit, tapi ada rasa sakit. RF (radio frekuensi) unggul dalam mengencangkan kulit dengan panas dan rasa sakitnya minim, tapi membutuhkan lebih banyak sesi yaitu 6-10 kali.
Dari angka, penurunan lingkar tubuhnya sebetulnya tidak jauh berbeda. Ada penelitian yang mencatat Onda mengurangi lingkar perut atau bokong sekitar 3-4 cm, HIFU mengurangi lingkar pinggang sekitar 2,4 cm, dan RF mengurangi lingkar paha sekitar 2 cm. Dalam ukuran celana, ini kira-kira setengah nomor. Ini lebih tepat dipahami sebagai perbaikan yang halus daripada perubahan drastis.
Jadi pilihannya bergantung pada tujuan. Kalau ingin mengatasi selulit dan tekstur kulit tanpa rasa sakit, Onda lebih cocok. Kalau tujuannya jelas untuk mengurangi lemak lokal secara efektif, pilih HIFU. Kalau ingin sekaligus memperbaiki kulit yang kendur, RF lebih pas. Tergantung area dan kondisi kulit, kadang dua metode dikombinasikan, jadi sebaiknya diskusikan dengan dokter berpengalaman sebelum memutuskan.

Efek, batas kemampuan, dan efek sampingnya?
Ada hal yang perlu disampaikan dengan jujur. Prosedur energi seperti Onda, HIFU, dan RF mengurangi lemak dan mengencangkan kulit sehingga tampilan selulit membaik. Lemak yang mendorong ke atas berkurang dan kulit menjadi lebih kencang, sehingga permukaan tampak lebih halus. Namun prosedur ini tidak memutus pita fibrosa yang menjadi penyebab utama selulit, yaitu pita yang menarik kulit ke bawah.
Karena itu, sebaiknya ekspektasi dikelola secara realistis. Banyak kasus di mana skor selulit membaik satu hingga dua tingkat, dan konsepnya lebih ke "tidak terlalu terlihat" daripada "hilang sepenuhnya." Kalau yang menjadi masalah adalah cekungan yang dalam, ada metode lain yang secara langsung memutus pita tersebut dan mungkin lebih sesuai.
Efek sampingnya umumnya ringan. Area yang dirawat mungkin kemerahan, sedikit bengkak, atau memar sebentar, tapi biasanya mereda dalam beberapa hari. Efek samping serius jarang terjadi. Satu hal yang perlu diingat adalah soal ketahanan. Prosedur ini efeknya bertahan lebih lama ketika berat badan stabil, dan sebaiknya dilakukan perawatan lanjutan setiap 6-12 bulan. Sebaliknya, jika berat badan naik setelah prosedur, hasilnya bisa tertutup, sehingga pengelolaan gaya hidup perlu berjalan beriringan. Kepuasan akan lebih tinggi jika pendekatannya bukan "selesai sekali jalan" melainkan "perawatan rutin yang berkelanjutan."

Siapa yang cocok menjalani prosedur ini?
Prosedur energi cocok untuk kamu yang tubuhnya tidak terlalu berlemak tapi terganggu oleh selulit atau lekukan di perut dan paha. Ini pilihan yang bagus kalau ingin sedikit mengurangi lemak sekaligus mendapatkan elastisitas kulit tanpa operasi. Downtime yang hampir tidak ada juga menjadi nilai tambah karena tidak banyak mengganggu aktivitas sehari-hari. Terutama kalau sensitif terhadap rasa sakit, metode yang menggunakan pendinginan seperti Onda terasa lebih nyaman.
Tapi prosedur ini bukan pengganti penurunan berat badan yang signifikan. Berbeda dengan sedot lemak yang bisa mengurangi banyak lemak sekaligus, ini lebih ke perubahan halus dalam ukuran lingkar tubuh beberapa sentimeter. Jadi bagian yang bisa dikurangi dengan diet, sebaiknya dikurangi dengan diet, dan prosedur ini dipakai untuk menghaluskan area yang susah berkurang dan mengatasi selulit. Kepuasan paling tinggi ketika digunakan sebagai sentuhan akhir setelah fondasi olahraga dan pola makan sudah terbentuk.
Yang paling penting, ada baiknya selalu ingat bahwa selulit adalah karakteristik normal yang dimiliki sebagian besar perempuan. Ini bukan penyakit yang harus dihilangkan, melainkan pilihan untuk memperbaikinya sesuai keinginan dan sejauh yang diinginkan. Dengan mengetahui bahwa setiap alat berbeda dalam hal efek, rasa sakit, dan jumlah sesi, dan dengan mendiskusikannya bersama dokter berpengalaman sesuai area dan tujuan, kamu bisa membuat keputusan yang tidak akan disesali.
Apakah ini bermanfaat?
About this article
Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.
Read next

Onda Lifting: Teknologi Gelombang Mikro yang Menyusutkan Lemak Dagu Ganda Sekaligus Mengencangkan Garis Rahang
Onda Lifting menggunakan gelombang mikro 2,45 GHz untuk memanaskan lemak subkutan secara selektif, mengatasi dagu ganda dan kulit kendur di area rahang tanpa operasi. Ulasan klinis yang jujur tentang efektivitasnya, perbandingan dengan Thermage dan Ultherapy, serta siapa yang paling cocok menjalaninya.
By Dr. Lee

Suntik Asam Deoksikolat untuk Lemak Bawah Dagu, Cara Kerja, Hasil, dan Efek Samping
Bagaimana suntikan deoxycholic acid (asam deoksikolat) melarutkan lemak bawah dagu, bukti persetujuan FDA Amerika, data efektivitas dari uji klinis besar, berapa sesi yang dibutuhkan, berapa lama hasilnya bertahan, serta efek samping apa yang perlu disiapkan, semua berdasarkan angka penelitian nyata.
By Dr. Lee

Thermage RF: Kolagen yang Sungguh Terbentuk Kembali, Mekanisme, Bukti Klinis, dan Siapa yang Benar-Benar Cocok
Cara kerja RF Thermage mengontraksi dan meregenerasi kolagen di lapisan dermis untuk mengencangkan kulit, durasi hasil berdasarkan data klinis, perbedaannya dengan Ultherapy, siapa kandidat terbaiknya, serta efek samping dan rasa nyeri, dari perspektif klinis.
By Dr. Kim