prettytime
Botox

Kenapa Botox Rahang Mengecilkan Otot Pengunyah Sehingga Wajah Tirus, Berapa Lama Bertahan dan Kapan Perlu Suntik Ulang

By Dr. Lee6 min read

Ada kalanya bercermin dan merasa garis rahang terlihat kotak dan tebal. Terutama kalau kedua sisi bawah rahang menonjol keras saat gigi dikatupkan kuat kuat, penyebabnya kemungkinan besar bukan tulang, melainkan otot. Sebab kalau otot yang dipakai untuk mengunyah sudah berkembang, bagian bawah wajah bisa terlihat lebar dan bersudut.

Solusi yang sering disebut untuk kondisi ini adalah botox rahang. Namanya memang sudah akrab di telinga, tapi banyak yang belum tahu persis apa yang terjadi di dalam otot sampai akhirnya garis wajah bisa tirus. Di bawah ini dijelaskan satu per satu dengan mudah, kenapa ototnya melemah, bagaimana proses menirus itu berlangsung, kenapa hasilnya tidak langsung muncul, dan berapa lama efeknya bertahan.

Kenapa Penyebab Rahang Kotak Bisa Jadi Otot, Bukan Tulang?

Rahang yang terlihat kotak umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, tulang rahang bawah memang lebar dan bersudut secara alami. Kedua, otot yang menutupi tulang itu tebal sehingga sudutnya jadi lebih menonjol. Botox rahang bermanfaat untuk kondisi kedua, yaitu saat penyebab utamanya adalah otot.

Otot yang dimaksud bernama masseter (masseter, otot pengunyah yang membentang dari bawah telinga sampai ke sudut rahang). Otot ini berkontraksi kuat saat mengunyah makanan atau mengatupkan gigi. Kalau seseorang punya kebiasaan menggertakkan gigi atau sering makan makanan keras, otot ini bisa menebal, mirip lengan yang membesar karena sering diangkat beban.

Kalau bagian bawah rahang terasa keras dan menonjol saat gigi dikatupkan, kemungkinan besar otot yang berperan di sini. Sebaliknya, kalau tidak ada perubahan berarti meski gigi dikatupkan kuat, penyebab utamanya bisa jadi struktur tulang, dan untuk kasus ini hasil yang bisa diharapkan dari botox lebih terbatas. Karena itu, penting untuk memastikan perbedaan ini terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan tindakan.

Bagaimana Toksin Melemahkan Otot Pengunyah?

Agar otot bisa bergerak, saraf harus mengirim sinyal terlebih dahulu. Zat yang membawa sinyal ini disebut asetilkolin (acetylcholine), semacam pesan dari saraf yang memberi tahu otot untuk "berkontraksi sekarang." Titik pertemuan antara saraf dan otot disebut sambungan neuromuskular, dan di titik inilah pesan itu berpindah tangan, mirip kotak pos tempat surat disampaikan.

Toksin botulinum (botulinum toxin), yang biasa disebut botox, bekerja dengan menghalangi pesan itu keluar dari kotak pos tersebut. Zat ini menghambat proses pelepasan asetilkolin di ujung saraf, sehingga meski saraf terus berusaha mengirim sinyal, pesannya tidak sampai ke otot. Botox tidak memotong atau menghilangkan otot secara langsung, melainkan memutus jalur perintah menuju otot itu.

Ketika disuntikkan ke masseter, perintah kontraksi yang sampai ke otot ini berkurang. Saat gigi dikatupkan pun, otot tidak lagi mengeras sekuat sebelumnya, dan kekuatan mengunyah juga melemah untuk sementara. Meski begitu, fungsi mengunyah tidak hilang sama sekali, hanya kekuatan yang tadinya berlebihan berkurang ke tingkat yang lebih wajar.

Bagaimana Proses Otot Mengecil Sampai Wajah Terlihat Tirus?

Otot yang jarang menerima perintah akan berkurang aktivitasnya, dan otot yang kurang aktif lama kelamaan mengecil ukurannya. Fenomena ini disebut atrofi otot (muscle atrophy, penyusutan volume otot secara bertahap karena jarang dipakai). Prinsipnya sama seperti lengan yang mengecil setelah lama dibalut gips.

Masseter tetap dipakai setiap hari untuk mengunyah dan bicara, jadi tidak sepenuhnya berhenti bergerak. Namun karena kekuatannya sudah berkurang, serat ototnya perlahan menipis seiring waktu. Ketika otot menipis, lapisan yang menutupi tulang jadi lebih tipis juga, sehingga sudut rahang yang tadinya menonjol saat dilihat dari samping berubah menjadi garis yang lebih halus.

Proses ini adalah perubahan volume otot secara fisik, jadi pendekatannya berbeda dari perawatan yang menarik kulit atau mengurangi lemak. Tulang dan lemak tetap dibiarkan seperti semula, hanya ketebalan ototnya yang berkurang. Karena itu, semakin besar porsi otot dalam membentuk garis wajah seseorang, semakin terlihat jelas perubahannya.

Kenapa Hasilnya Tidak Langsung Terlihat, Tapi Muncul Perlahan?

Sesaat setelah tindakan, penampilan luar belum banyak berubah. Sebab efek penghambatan sinyal saraf butuh 3 sampai 7 hari untuk mulai bekerja penuh, dan volume otot butuh waktu lebih lama lagi sampai benar benar berkurang. Biasanya, penurunan kekuatan mengunyah lebih dulu terasa dalam 1 sampai 2 minggu setelah tindakan, sedangkan garis wajah yang lebih tirus baru mulai terlihat sekitar minggu ke 4 sampai 6.

Jeda waktu ini muncul karena kecepatan otot mengalami atrofi. Sinyal saraf memang cukup cepat terhambat, tapi serat otot butuh akumulasi perubahan di tingkat sel sebelum benar benar menipis. Bayangkan batang pohon yang baru dipangkas, ia tidak langsung menipis, melainkan mengering dan mengecil perlahan seiring waktu, kurang lebih seperti itu alurnya.

Jadi kalau dalam 2 sampai 3 minggu belum terlihat perubahan yang mencolok, tidak perlu terburu buru khawatir. Efek maksimal umumnya dilaporkan muncul antara minggu ke 8 sampai 12, dan pada titik inilah perubahan garis wajah biasanya dinilai secara final.

Apa Saja yang Menentukan Seberapa Besar Otot Mengecil?

Meski disuntik dengan dosis yang sama, hasil menirus setiap orang bisa berbeda. Faktor faktor yang memengaruhi perbedaan ini antara lain sebagai berikut.

  • Ketebalan otot sejak awal. Kalau seseorang punya kebiasaan mengatupkan gigi kuat kuat atau sering mengunyah makanan keras sehingga ototnya sudah berkembang banyak, ruang untuk mengecil juga lebih besar, sehingga perubahannya cenderung lebih terlihat jelas.
  • Porsi tulang dibanding otot. Kalau bentuk kotak pada rahang lebih banyak disebabkan oleh tulang, mengurangi otot saja tidak akan menghilangkan garis tulang itu, sehingga hasilnya mungkin tidak sebesar yang diharapkan.
  • Kebiasaan mengunyah setelah tindakan. Kalau seseorang tetap sering makan makanan keras atau mengunyah permen karet, sisa otot yang masih ada akan kembali terlatih mengikuti rangsangan itu, sehingga kecepatan atau tingkat penyusutannya bisa berkurang.

Karena itu, saat konsultasi, penting untuk mengatupkan rahang agar dokter bisa langsung memeriksa ketebalan dan luas otot. Dengan mengetahui seberapa besar porsi otot dalam masalah tersebut, ekspektasi hasil juga bisa diperkirakan lebih realistis.

Berapa Lama Efeknya Bertahan dan Kapan Perlu Suntik Ulang?

Kekuatan otot yang berkurang akibat botox sifatnya tidak permanen. Seiring waktu, ujung saraf akan menumbuhkan cabang baru dan kembali mengirim sinyal ke otot. Prosesnya mirip kotak pos yang tadinya tertutup, lalu terbuka jalur baru lagi. Ketika sinyal kembali aktif, otot pun mulai bekerja lagi, dan volumenya cenderung berangsur angsur kembali ke ukuran semula.

Umumnya, efek dari tindakan pertama dilaporkan bertahan antara 4 sampai 6 bulan. Namun durasi ini bisa berbeda antar orang, tergantung dosis yang disuntikkan, ukuran otot sejak awal, dan kebiasaan mengunyah sehari hari. Menariknya, ada laporan bahwa semakin sering tindakan diulang, tingkat pemulihan otot cenderung sedikit berkurang, sehingga jarak antar suntik ulang jadi lebih panjang dibanding yang pertama. Ini diperkirakan karena otot yang lama tidak dipakai juga punya batas kemampuan untuk membesar kembali.

Kalau ingin mempertahankan garis rahang yang tirus, tindakan ulang biasanya dipertimbangkan saat efeknya mulai berkurang. Namun daripada langsung mengulang dosis yang sama setiap kali, lebih aman untuk memeriksa dulu seberapa jauh otot sudah pulih, lalu menyesuaikan dosisnya sesuai kebutuhan saat itu.

Apa yang Baik Diketahui Sebelum dan Sesudah Tindakan?

Ada beberapa hal yang berguna untuk diperhatikan sebelum menjalani tindakan ini.

  1. Kekuatan mengunyah juga ikut berkurang. Meski tujuannya untuk membentuk garis wajah, masseter tetaplah otot yang berfungsi untuk mengunyah, jadi sesaat setelah tindakan mungkin terasa sedikit lebih berat saat mengunyah makanan yang alot.
  2. Butuh waktu sampai efeknya benar benar terlihat penuh. Daripada menilai hasilnya hanya dalam 2 minggu, lebih akurat memeriksa hasil berdasarkan kondisi setelah 8 sampai 12 minggu.
  3. Kalau tulang menjadi penyebab utama bentuk rahang, ada baiknya memperkirakan dulu seberapa besar perubahan yang bisa diharapkan. Karena mengurangi otot tidak akan menghilangkan garis tulang, penting untuk memeriksa porsi penyebabnya saat konsultasi dan menetapkan target yang realistis.

Mengetahui hal hal ini sejak awal membantu mengurangi jarak antara ekspektasi dan hasil sebenarnya setelah tindakan. Singkatnya, botox rahang adalah cara untuk mengurangi sinyal saraf yang menuju otot pengunyah secara sementara, sehingga ketebalan otot berkurang secara alami, dan cara ini paling efektif saat penyebab utamanya memang otot, bukan tulang.

References

Korean Dermatological Association, Ministry of Food and Drug Safety (MFDS), American Academy of Dermatology (AAD), and U.S. Food and Drug Administration (FDA).

Apakah ini bermanfaat?

About this article

Ditulis oleh dokter estetika yang praktik dan ditujukan untuk edukasi umum — bukan pengganti saran medis individual.

Read next

Lifting

Kenapa Emface Padukan RF dan Stimulasi Otot untuk Kekencangan Wajah, Ini Prinsip, Jadwal, dan Daya Tahan Efeknya

Emface adalah perawatan lifting non-invasif yang merangsang kolagen di kulit dengan energi radiofrekuensi sekaligus menggerakkan otot ekspresi wajah lewat sinyal listrik. Berikut penjelasan sederhana kenapa kulit dan otot perlu ditangani bersamaan agar kekencangan wajah kembali, alasan perawatan dilakukan bertahap, dan berapa lama efeknya bertahan, dijelaskan dari prinsip kerjanya.

By Dr. Kim

Back to articles